cover
Contact Name
Sri Rahayu
Contact Email
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Phone
+6285379034482
Journal Mail Official
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Tentara Pelajar Mudal Boyolali 57351
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
Core Subject : Science,
ABSTRAK Latar Belakang : Involusi uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Proses ini dimulai segera plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus (Ambarwati, 2009). Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan, dimana fungsinya adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot – otot setelah kehamilan (Ervinasby, 2008). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu post partum Di Puskesmas Mariana Kabupaten Banyuasin tahun 2020. Metodologi : Penelitian ini Merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group). Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa rerata involusi uterus pada kelompok Kontrol (Tidak melakukan senam Nifas) adalah 5,30+0,67 cm, rerata kelompok perlakuan (melakukan Senam Nifas) adalah 3,00+1,05 cm. Analisis kemaknaan dengan uji Mann Withney menunjukkan bahwa nilai p = 0,000. Hal ini berarti bahwa kedua kelompok sesudah diberikan perlakuan, rerata Involusi Uterus berbeda secara bermakna (p<0,05). Kesimpulan : Involusi uterus kelompok kontrol (Tidak melakukan senam) sesudah/Pengukuran ke dua terjadi penurunan involusi uterus dan Involusi uterus kelompok Perlakuan (melakukan senam nifas) sesudah senam nifas terjadi penurunan involusi uterus secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uteri.
Articles 226 Documents
PENGARUH JUMLAH KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT TAHUN 2012 , Siti Angkati, Sumarni; , Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto, Riyanti
Jurnal Kebidanan VOLUME 06 No.02, Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v6i02.142

Abstract

ABSTRACT Mothers mortality can happen because of several causes such as bleeding caused byanemia. One of the anemia preventions on pregnant mother is by giving Fe tablet. Health departement of Republic Indonesia decided that the giving of blood tablet is minimally 90 tablets during pregnancy with minimally 1 tablet a day after having a meal.This research aimed to know the influence between the number of Fe tablet consumption with Hemoglobin degree on pregnant mother trimester III in Purwokerto Barat Health Center in 2012. This studyis an observational research with cross sectional approach and a way of sampling using total sampling technique with a sample of 54 respondents. The data analysis using simple line a rregression test. The result : 1) Characteristics of respondents: education high school average of 38 people (70.37%), aged 20-35 years 44 people (81.48%), occupation housewife 46 people (85.19%), gestational age of 8 months 25 people (46.30%), parity multigravida 29 people (53.70%), 2) Number of Fe tablet consumption on average as many as 107 tablets, 3) the average hemoglobin level was 9.83 g%, 4) there is the influence of the amount of Fe tablet consumption on levels of hemoglobin in third trimester pregnant women in Purwokerto Barat health center with a correlation value R2 of 81.4%. There is influence between the number of Fe tablet consumption with Hemoglobin degree on pregnant mothers trimester III inhealth centersof Purwokerto Baratin 2012.The need topay attention totheconsumption ofFetabletsduringpregnancyto preventanemiainpregnancy.   Keywords : the numbers of Fe tablet consumption with Hemoglobin degree
HUBUNGAN MUTU PEMBELAJARAN SKILL LAB DENGAN HASIL BELAJAR SKILL LAB MAHASISWA PADA MATA KULIAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (KDM) DI AKPER WIDYA HUSADA SEMARANG ., Wahyuningsih; Huriah, Titih
Jurnal Kebidanan VOLUME 09 No.01, JUNI 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v9i01.306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pembelajaran kelas dan skills lab merupakan bagian yang penting dari proses pendidikan yang komplek dan harus terintegrasi dalam seluruh program pendidikan yang mengacu pada kurikulum, khususnya pencapaian tugas akhir bagi lulusan. Banyak kendala yang ditemukan pada saat persiapan dan pelaksanaan program di kelas dan di skills lab serta mengevaluasi kemampuan mahasiswa, banyaknya kendala ini akan mempengaruhi hasil akhir dari kompetensi peserta didik. Tujuan:  Mengetahui hubungan antara mutu pembelajaran skill lab dengan hasil belajar skill lab mahasiswa tingkat 1 dan 2 pada mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) di Akper Widya Husada Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang yang berjumlah 118 mahasiswa dengan teknik sampling adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara mutu pembelajaran dengan nilai skill laboratorium pada mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang dengan nilai r sebesar 0,255 dan nilai p sebesar 0,005. Hasil análisis data antara dimensi mutu pembelajaran yang tidak berhubungan adalah kehandalan dan empati, sementara dimensi yang berhubungan adalah daya tanggap, kepastian dan wujud.Kesimpulan:  Adanya hubungan antara mutu pembelajaran dengan hasil pembelajaran skill laboratorium.  Kata kunci :  Mutu pembelajaran, Hasil Skill Lab,OSCA    THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF LABORATORY LEARNING AND THE RESULT OF STUDENT LABORATORY SKILL IN THE SUBJECT OF HUMAN BASIC NEED IN HEALTH ACADEMY OF WIDYA HUSADA SEMARANG ABSTRACTBackground: Class learning and laboratory skills are important parts of complex education process and have to be integrated in the entire education program that refers to curriculum, especially final paper achievement for the graduates. There are many obstacles found in the program preparation and implementation of the class and in the laboratory skill as well as in the evaluation of the student’s competence. The obstacles will affect the final result of the student’s competence. Objective: Finding out the relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill of 2nd semester students in the subject of Human Basic Need in Health Academy of Widya Husada Semarang. Research Methodology: The research was quantitative in nature, with cross sectional approach. The population of the research was the students of the D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang. There were 118 students with the sampling technique of total sampling. The data analysis used was Rank Spearman correlation. Research Result: The research has found that there is a significant relationship between the quality of laboratory learning and the score of laboratory skill among the students of D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang with r value is 0.255 and p value is 0.005. The result of data analysis among the quality dimensions of laboratory learning that not related were reliability and empathy, while the dimensions related were responsiveness, certainty and form. Conclusion: There is a relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill learning.  Keywords: Laboratory Learning Quality, Laboratory Skill Result,OSCAABSTRAKLatar Belakang: Pembelajaran kelas dan skills lab merupakan bagian yang penting dari proses pendidikan yang komplek dan harus terintegrasi dalam seluruh program pendidikan yang mengacu pada kurikulum, khususnya pencapaian tugas akhir bagi lulusan. Banyak kendala yang ditemukan pada saat persiapan dan pelaksanaan program di kelas dan di skills lab serta mengevaluasi kemampuan mahasiswa, banyaknya kendala ini akan mempengaruhi hasil akhir dari kompetensi peserta didik. Tujuan:  Mengetahui hubungan antara mutu pembelajaran skill lab dengan hasil belajar skill lab mahasiswa tingkat 1 dan 2 pada mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) di Akper Widya Husada Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang yang berjumlah 118 mahasiswa dengan teknik sampling adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara mutu pembelajaran dengan nilai skill laboratorium pada mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang dengan nilai r sebesar 0,255 dan nilai p sebesar 0,005. Hasil análisis data antara dimensi mutu pembelajaran yang tidak berhubungan adalah kehandalan dan empati, sementara dimensi yang berhubungan adalah daya tanggap, kepastian dan wujud.Kesimpulan:  Adanya hubungan antara mutu pembelajaran dengan hasil pembelajaran skill laboratorium.  Kata kunci :  Mutu pembelajaran, Hasil Skill Lab,OSCA  THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF LABORATORY LEARNING AND THE RESULT OF STUDENT LABORATORY SKILL IN THE SUBJECT OF HUMAN BASIC NEED IN HEALTH ACADEMY OF WIDYA HUSADA SEMARANGABSTRACTBackground: Class learning and laboratory skills are important parts of complex education process and have to be integrated in the entire education program that refers to curriculum, especially final paper achievement for the graduates. There are many obstacles found in the program preparation and implementation of the class and in the laboratory skill as well as in the evaluation of the student’s competence. The obstacles will affect the final result of the student’s competence. Objective: Finding out the relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill of 2nd semester students in the subject of Human Basic Need in Health Academy of Widya Husada Semarang. Research Methodology: The research was quantitative in nature, with cross sectional approach. The population of the research was the students of the D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang. There were 118 students with the sampling technique of total sampling. The data analysis used was Rank Spearman correlation. Research Result: The research has found that there is a significant relationship between the quality of laboratory learning and the score of laboratory skill among the students of D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang with r value is 0.255 and p value is 0.005. The result of data analysis among the quality dimensions of laboratory learning that not related were reliability and empathy, while the dimensions related were responsiveness, certainty and form. Conclusion: There is a relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill learning.  34                                                         Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017                                                                        Keywords: Laboratory Learning Quality, Laboratory Skill Result,OSCA
HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU, UMUR DAN STATUS GIZI BAYI/ BALITA DENGAN KEPATUHAN IBU BERKUNJUNG KE POSYANDU Surakarta, Murwanti Poltek Depkes; Poltek Depkes Surakarta, Titik Lestari
Jurnal Kebidanan Volume 1 No. 1 Juni 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v1i1.61

Abstract

HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU, UMUR DAN STATUS GIZI BAYI/ BALITA DENGAN KEPATUHAN IBU BERKUNJUNG KE POSYANDU MURWATI & TITIK LESTARI Poltekes Depkes Surakarta Abstrak Posyandu merupakan jenis upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dilaksanakan oieh masyarakat dan untuk masyarakat.keberadaan posyandu sebagai saiah satu bentuk partisipasi masyarakat daiam mengatasi masaiah kesulitan bayi, bakita, ibu hamil, ibu nifas, dan pasangan usia subur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan ibu, umur, dan status gizi bayi/ balita dengan kepatuhan ibu untuk berkunjung ke posyandu. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi peneliyian inisemua ibu dan bayi/ balita di posyandu Cendana Puri Hutama Desa Dungaran Klaten Selatan. Tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 44 responden. Hasil penelitian ini adalah   ibu dengan  pendidikan menengah sejumlah 26 ( 59,09 % ), yang patuh sebanyak 17 orang ( 38,63 % ) dan yang tidak patuh sejumlah 9 orang ( 20,45 %) umur balita yang berkunjung ke Posyandu sebagian besar pada usia 0 – 11,5 bulan   sejumlah 14 (  31,82 % ) dan sebagian kecil pada usia 36 – 47,5 bulan sejumlah 5 ( 11,36 % ). Frekwensi kepatuhan terhadap kunjungan ke posyandu yang terbanyak pada balita yang berusia 0 – 11,5 bulan sebanyak 12 anak ( 27,27 % ). ibu-ibu yang mempunyai balita dengan status gizi baik yaitu sejumlah 28 ( 63,64 % ). Dan yang patuh adalah ibu-ibu yang mempunyai status gizi baik sejumlah 22 ( 50,00 % ) . Kata kunci : Pendidikan, umur, status gizi dan kepatuhan
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS WONOGIRI 1 Kristiningtyas, Wahyunti; Purwandari, Kristiana Puji
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.386

Abstract

ABSTRAK Imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkan  angka kematian bayi dan balita. Dengan imunisasi berbagai penyakit seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, hepatitits B, poliomielitis, dan campak dapat dicegah. Oleh karena itulah, imunisasi pada bayi dan balita harus lengkap serta diberikan sesuai jadwal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi dasar. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi  penelitian adalah ibu yang mengimunisasikan bayinya ke Puskesmas Wonogiri I pada  bulan Mei – Juni sebanyak 200. Sampel penelitian sebanyak 80 ibu. Teknik sampling menggunakan  quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan 60% ibu berpendidikan lanjut, 58,8% ibu  berpengetahuan baik,  52,5% ibu tidak bekerja, 63,8% ibu dengan ekonomi tinggi.  Bayi  dengan imunisasi dasar tepat waktu 71,3%. Variabel  pendidikan ibu (p value = 0,0001) dan pekerjaan ibu (p value = 0,001)  memiliki hubungan signifikan dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi dasar. Variabel pengetahuan ibu (p value = 0,131) dan Ekonomi keluarga (p value = 0,266) tidak memiliki hubungan signifikan dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi dasar. Variabel yang memiliki hubungan paling dominan terhadap ketepatan waktu pemberian imunisasi dasar di Puskesmas Wonogiri I adalah pekerjaan ibu dengan nilai OR = 12,739. Kata kunci : faktor – faktor, ketepatan waktu, imunisasi dasarFACTORS RELATED TO THE TIMELINESS OF BASIC IMMUNIZATION AT WONOGIRI 1 PUBLIC HEALTH CENTERABSTRACTImmunization is a form of  health intervention that is very effective in reducing infant and under-five mortality.  With immunization of various diseases such as tuberculosis, diphtheria, pertussis, tetanus, hepatitits b, poliomyelitis, and measles can be prevented. Therefore , immunization in infants and toddlers must be complete and given according to schedule.  The study aims to analyze factors related to the timeliness of basic immunization.  The type of this research analytic survey with cross sectional approach. The population  are mothers to immunize their babies the Wonogiri 1 Public Health Center during May - June as many as 200. Samples of this research 80 mothers. Technique sampling is quota sampling.  The research instrument  a questionnaire.  Data analysis with univariate , bivariate  with chi square and multivariate with multiple logistic regression prediction models.  The results showed 60%  of mothers had advanced education levels,  58.8% of mothers with good knowledge, 52.5% of mothers were unemployed, 63.8% of mothers with high economics.  Babies who received timely basic immunizations   71.3%.   Mother’s education variable (p value = 0.0001) and mother's occupation (p value = 0.001)  have a significant relationship with the timeliness of basic immunization.  Mother's knowledge variable (p value = 0.131) and family economy (p value = 0.266) do not have a significant relationship with the timeliness of basic immunization.  The variable that has the most dominant relationship to the timeliness of basic immunization in wonogiri 1 public health center is mother’s occupation with a value of OR = 12,739.Keywords: factors, timeliness, basic immunization
EFEKTIFITAS KONSELING SEKS USIA SENJA TERHADAP FREKUENSI HUBUNGAN SEKSUAL PADA WANITA MASA KLIMAKTERIUM &, Sarwoko; Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali
Jurnal Kebidanan VOLUME 06 No.02, Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v6i02.145

Abstract

EFEKTIFITAS KONSELING SEKS USIA SENJA TERHADAP FREKUENSI HUBUNGAN SEKSUAL PADA WANITA MASA KLIMAKTERIUM Sarwoko & Anniez Rachmawati Musslifah Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali Universitas Sahid Surakarta ABSTRACT Approximately 40-85% climacteric women have sexual complaints include lost interest. This happens because the physical status of the vaginal mucosa, which must maintain adequate moisture and provide a protective lubricant during intercourse be malfunctioning, especially after menopause, atrophic changes may result in dyspareunia, vaginitis, vaginismus, physical discomfort, and loss of sexual interest (Kartono, 2007). Old age sex counseling helpful theory deal with complaints, disturbances in women during the climacteric. Sexual counseling is done to help a person identify the current condition, the matter at hand, and define the way out or attempt to resolve the issue (Saifuddin, 2002). For women the climacteric period is always important to think positive that the conditions experienced is something that is natural, as well as complaints and problems that arise in another life phase (Proverawati, 2010). This research uses the analytical survey design with a post-test only control group design, a sample of 30 respondents female climacteric period consisted of 15 respondents who received counseling group and 15 other groups who did not receive counseling in the Village District of  Boyolali Mudal Boyolali City. The results of the research data showed the majority of respondents who did not receive counseling frequency of sexual relations including minimal category, ie 13 respondents (43.33%) and the optimal 2 respondents (3.67%). While respondents who received counseling majority of sexual relationships including optimal frequency, ie 12 respondents (40%) and a minimum of 3 respondents (10%). Data analysis using SPSS version 16, the results of independent sample t-test tests the average frequency obtained sexual relationship counseling group was 1.8 in contrast to the group who did not receive counseling are 1.133 and 4.752 by t-test with p-value of 0.001 at the 5% significance level (p-value <0.05). The results of this study concluded that old age sex counseling in women during the climacteric effective against frequency of sexual intercourse than those who did not receive counseling. Keywords: sex counseling old age, frequency of sexual intercourse.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA BAYI DIBAWAH UMUR 6 BULAN Jayanti, Nitasari Wulan; Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali, Ardiani Sulistiani
Jurnal Kebidanan VOLUME 6 NO.1 JUNI 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v6i1.132

Abstract

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA BAYI DIBAWAH UMUR 6 BULAN Nitasari Wulan J & Ardiani Sulistiani Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali ABSTRAK Morbiditas dan mortalitas bayi di Indonesia cukup tinggi. Angka morbiditas anak di dunia menurut WHO pada bayi 19,05% di Indonesia. Kasus yang dominan adalah gangguan pada  sistem pencernaan antara lain sembelit dan diare sekitar 73,2%.Salah satu kemungkinan timbulnya  konstipasi yaitu pemberian makanan pendamping ASI  secara dini pada bayi dibawah umur 6 bulan karena sistem pencernaan bayi belum siap untuk mencerna atau menerima makanan pendamping ASI. Mengetahui hubungan pemberian MP ASI Dini dengan kejadian konstipasi pada bayi dibawah umur 6 bulan. Penelitian ini menggunakan survay analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 39 responden di Posyandu Anggrek. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel yang digunakan 39 responden. Instrumen penelitian dengan kuesioner, analisis data menggunakan rumus chi square. Penelitian dari 39 responden , diketahui bahwa responden yang diberikan MP ASI sebanyak 21  (53,8%) yaitu terdiri dari 17 responden (43.6%) mengalami konstipasi dan 4 responden (10,3 %) tidak mengalami konstipasi. Sedangkan pada responden yang  mendapat ASI Eksklusif sebanyak 18 (46,2%) dimana 13 responden (33,3%) tidak mengalami konstipasi dan 5 responden (12,8 %) mengalami konstipasi. Ditunjukkan dari X2 hitung ≥ X2 tabel ( 9,088≥ 3,481) maka hipotesis nol ditolak. Ada hubungan pemberian MP ASI dini dengan kejadian konstipasi pada bayi dibawah umur 6 bulan.   Kata kunci : Pemberian MP ASI Dini, Kejadian Konstipasi.  Ilmiah
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR 10T DALAM PELAYANAN ANTENATAL TERPADU Aisyah, Risqi Dewi; ,, Suparni; Susiatmi, Sandi Ari
Jurnal Kebidanan VOLUME 09 No.01, JUNI 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v9i01.310

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang :Data Dinas Kesehatan pada tahun 2014, Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi yaitu sebesar 243,75 per 100.000 kelahiran hidup, dan turun menjadi 141,06 per 100.000  tahun 2015. Hasil pengamatan lapangan yang dilaksanakan secara intensif dalam beberapa tahun terakhir, memperlihatkan bahwa pelayanan antenatal masih berfokus pada pelayanan 7T.  Padahal saat ini seharusnya pelayanan antenatal terpadu untuk pemeriksaan menggunakan 10T. Penambahan standar pemeriksaan ini diharapkan memberikan pelayanan antenatal yang lebih berkualitas untuk meningkatkan status kesehatan ibu yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bidan dalam pelaksanaan 10 T dalam Pelayanan Antenatal Terpadu di Kabupaten Pekalongan. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasional dengan menggunakan cheklist. Tekhnik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling  dengan jumlah responden dalam penelitian ini adalah 66 bidan. Hasil : Hasil penelitian menujukkan sebagian besar bidan (69,7%) melakukan standar 10T dalam pelayanan antenatal terpadu dengan baik. Saran bagi dinas kesehatan melakukan sosialisasi standar 10T secara berkala dan melibatkan semua tenaga kesehatan yang terkait dengan pelayanan antenatal terpadu, sosialisasi tidak hanya dengan buku pedoman, dan poster tetapi juga seminar atau pelatihan khususnya untuk pemberian konseling pada ibu hamil, melakukan evaluasi untuk pelayanan standar 10T di Puskesmas.Keyword : Standar 10T, Antenatal TerpaduEVALUATION OF 10T STANDARD IMPLEMENTATION IN ANTENATAL INTEGRATED SERVICESABSTRACTBackground : health services by the year 2014, maternal mortality (AKI) in the Regency of Pekalongan are still high enough that is amounting to 243.75 per 100,000 live births, and is down to 100,000 per year 2015 141.06. The results of field observations carried out intensively in    recent years, shows that antenatal services still focuses on servicing 7T. Where as the current antenatal services should be integrated for examination  using  10T. The addition of standard inspection is expected to provide more qualified antenatal services to improve the health status of mothers who will ultimately contribute toa decline in maternal mortality. The purpose of this research was to evaluate the midwife in the execution of 10 T in Antenatal Services Integrated in the Regency of Pekalongan.  Research method: the type of this research is descriptive analytic approach to cutthe latitude (cross-sectional). Engineering data retrieval done by using observational cheklist.  The dwarf in the sample used was cluster random sampling by the number of respondents in this study was 66 midwife. Results : the results of the research shows themajorityof midwives (69.7%) do standard antenatal services in 10T integraed properly. Advice for health service doingthe  socialization  standard  10T regularly and involve all personnel related  health services,  antenatal socialization not only with the manual, and posters but also a seminar or training specifically for counselling in pregnant women, doing the evaluation standard for the service of 10T in the clinic.Keyword : Antenatal, standard for the service of 10T
PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP INSOMNIA PADA LANSIA DI PSTW UNIT BUDI LUHUR KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA Prodi Keperawatan Magelang Politeknik Kesehatan Semarang, Sri Adiyati
Jurnal Kebidanan Volume 2 No. 2 Desember 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v2i2.79

Abstract

PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP INSOMNIA PADA LANSIA DI PSTW UNIT BUDI LUHUR KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA Sri Adiyati Prodi Keperawatan Magelang Politeknik Kesehatan Semarang ABSTRAK   Insomnia merupakan salah satu  masalah kesehatan yang terjadi pada lansia. Terdapat beberapa terapi yang dapat digunakan dalam menurunkan derajat insomnia pada lansia, aromaterapi merupakan terapi non farmakologi yang dapat digunakan dalam menurunkan derajat insomnia pada lansia. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi terhadap insomnia  pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian experimental, menggunakan desain penelitian Quasy-experiment dengan  15 orang lansia sebagai kelompok perlakuan dan 15 orang lansia sebagai kelompok .kontrol, analisa data menggunakan uji statistik t test. Pengumpulan sampel menggunakan metode Purposive sampling diperoleh 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan derajat insomnia pada kelompok perlakuan dengan hasil statistik uji Paired Sample t Test diperoleh nilai t=2,702 dengan nilai probabilitas Sig.(2 tailed)=0,017 dan tidak terjadi penurunan derajat insomnia pada kelompok kontrol diperoleh nilai t=0,535 dengan nilai probabilitas Sig.(2 tailed)=0,601, tidak ada perbedaan derajat insomnia post-test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol ditunjukkan hasil uji statistik Independent Sample t Test nilai t=-2,024 dengan probabilitas Sig. (2-tailed)=0,053. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terapi komplementer aromaterapi dapat digunakan untuk menurunkan derajat insomnia pada lansia.   Kata kunci: Lansia, Insomnia, Aromaterapi
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS WONOGIRI II ., Wahyuningsih; ., Rismawati; Harwati, Rina
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.391

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim selama 6 bulan. Rendahnya cakupan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada bayi, dipengaruhi banyak hal, diantaranya rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi pada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI Ekslusif, tata laksana rumah sakit ataupun tempat bersalin yang tidak memberlakukan rooming-in, fasilitas kesehatan memberikan susu formula kepada bayi baru lahir, banyak ibu bekerja yang menganggap repot menyusui sambil bekerja. Di Puskesmas Wonogiri II cakupan pemberian ASI eksklusif sampai bulan Oktober 2010 sebanyak 87% dari 72 ibu menyusui bayi 0-6 bulan (Puskesmas Wonogiri II, 2020). Bidan berpendapat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dimulai sejak ibu hamil, sehingga saat ibu melahirkan ibu sudah banyak pengetahuan, sudah siap memberikan ASI eksklusif sehingga cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik  dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 72 dengan tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling menggunakan kuesioner terbuka 25 item soal untuk menilai pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Analisa data menggunakan uji chi square untuk menguji hipotesa. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Kesimpulan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan.Kata Kunci : Tingkat pendidikan, Pemgetahuan, ASI eksklusif. RELATIONSHIP OF EDUCATION LEVEL WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING KNOWLEDGE IN PREGNANT WOMEN IN WONOGIRI II PRIMARY HEALTH CARE ABSTRACTExclusive breastfeeding means if the baby is only breastfed, without the addition of other fluids such as formula milk, lemon juice, honey, tea water, water and no added solid foods such as bananas, papaya, milk porridge, biscuits, rice porridge and the team for 6 months. The low coverage of the success of exclusive breastfeeding in infants is influenced by many things, including low knowledge and lack of information to mothers and families about the importance of exclusive breastfeeding, hospital management or delivery centers which often do not apply rooming-in, health facilities provide formula milk to newborns, many working mothers find it difficult to breastfeed while working. At the Puskesmas Wonogiri II, coverage of exclusive breastfeeding until October 2010 was 87% of 72 mothers breastfeeding infants 0-6 months. Midwives are of the opinion that the mother's knowledge of exclusive breastfeeding should start from the time the mother is pregnant, so that when the mother gives birth, the mother has a lot of knowledge, is ready to provide exclusive breastfeeding so that the coverage of exclusive breastfeeding increases. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. The research method used was an analytic survey with a cross sectional approach. The are72 sample with total sampling technique used, and using an open questionnaire with 25 items to assess the knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. Data analysis used the chi square test to test the hypothesis. The results of the study there was no significant relationship between the level of education and knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. Conclusion, knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding is not only influenced by education. Keyword: Education level, knowledge, exclusive breastfeeding
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR Anasari, Tri
Jurnal Kebidanan VOLUME 6 NO.1 JUNI 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v6i1.211

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI secara penuh sangat dianjurkan oleh para ahli gizi di seluruh dunia. Tidak satupun susu formula dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi, seperti yang diperoleh dari kolostrum. Kolostrum sangat besar manfaatnya sehingga pemberian ASI pada minggu-minggu pertama mempunyai arti yang sangat penting bagi perkembangan bayi selanjutnya. Pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian kolostrumPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu nifas pada Januari sampai Maret 2011 di RSIA Bunda Arif Purwokerto sebanyak 118 orang dan sampel yang diambil sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data bivariat dengan chi square dan analisis data multivariat dengan regresi logistik.Hasil perhitungan diperoleh data bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian kolostrum (p=0,003), ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum (p=0,000), dan ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian kolostrum (p=0,008). Ada pengaruh secara bersama-sama tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian kolostrum. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian kolostrum. Ada pengaruh secara bersama-sama tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian kolostrum.Kata Kunci : Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehatan, dan Pemberian Kolostrum.

Page 1 of 23 | Total Record : 226