cover
Contact Name
Aiza Rafsanjani
Contact Email
jurnalbiologieducation@serambimekkah.ac.id
Phone
+6282361678697
Journal Mail Official
jurnalbiologieducation@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
Jl. Unmuha, Batoh, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Biology Education
ISSN : 2302416X     EISSN : 25492330     DOI : https://doi.org/10.32672/jbe.v9i1
Jurnal Biology Education (Sarana Informasi Insan Akademis, Ilmiah dan profesional) p-ISSN: 2302-416X, e-ISSN: 2549-2330, dikelola oleh Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Serambi Mekkah. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, pada bulan April dan Oktober. jurnal ini menyajikan hasil penelitian di bidang pendidikan Biologi, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Lesson Study, Pembelajaran lainnya dan penelitian Multi Disiplin Ilmu
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
Jurnal Biology Education 2015 Jailani, Jailani
Jurnal Biology Education Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Biology Education 2015
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v4i2.974

Abstract

UPAYA PENINGKATAN LITERASI SAINS DAN TEKNOLOGI SISWA MELALUI PENDEKATAN SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY (STS)DALAM PEMBELAJARAN SAINS     Jailani (Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP,  USM Banda Aceh) ABSTRAK Pendidikan sains diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar  menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan sains diarahkan untuk inkuiri  dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar dan teknologi. Pendekatan Science Technology  Society(STS) merupakan salah satu pendekatan yang menghubungkan antara pembelajaran sains di dalam kelas dengan kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat yang ada disekitar siswa. Melalui pendekatan ini, siswa dilatih untuk memadukan pemahamannya tentang dunia alam (sains) dengan dunia buatan manusia (teknologi) dan dunia sosial melalui pengalaman siswa sehari-hari dalam lingkungan masyarakat. Sains diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Pembelajaran dengan pendekatan STS tidak hanya menekankan pada penguasaan ranah konsep sains, namun juga menekankan pada penguasaan proses sains, berpikir kreatif, dan pembentukan sikap ilmiah. Kata  kunci : pendekatan STS, literasi sains dan teknologi.
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN KAPUR SIRIH Ca(OH)2 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP MUTU KERIPIK TALAS SUTERA (Colocasia esculenta L) Chairuni, Chairuni; Katsum, Banda Ratrina; Afrizal, Rahmat; Ardiansyah, Herry
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2368

Abstract

Tanaman talas (Colocasia esculenta L) merupakan tanaman pangan berupa umbi dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi dan menjadi salah satu tanaman pangan alternatif dan  fungsional di Indonesia. Keripik adalah makanan ringan (snack food) yang tergolong jenis makanan cracker yaitu makanan yang bersifat kering dan renyah. Untuk mendapatkan keripik yang renyah umumnya dilakukan dengan menambahkan larutan kapur sirih Ca(OH)2 berfungsi untuk memberikan tekstur keripik yang renyah dan menghambat proses pencoklatan pada talas selama pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman larutan kapur sirih Ca(OH)2 terhadap mutu keripik talas sutera. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu Faktor I konsentrasi larutan kapur sirih Ca(OH)2 terdiri dari 3 (tiga) taraf : K1=10%, K2=15% dan K3=20% dan Faktor II lama perendaman (L) terdiri dari 3 (tiga) taraf : L1=5 menit, L2= 10 menit dan L3=15 menit. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu dan uji organoleptik (warna, rasa dan kerenyahan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi larutan kapur sirih Ca(OH)2 berpengaruh nyata terhadap uji kadar air tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap uji kadar abu dan uji organoleptik begitu pula dengan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap uji kadar air tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap uji kadar abu dan uji organoleptik. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah pada perlakuan (K2L3) yaitu pada konsentrasi larutan kapur sirih 15% dan lama perendaman 15 menit.  
Pemanfaatan Tanaman Katuk (Sauropus Androgynus L.Merr)Dalam Ransumuntuk Meningkatkan Produksi Susu Kambing Betina Peranakan Ettawa Yustendi, Dedhi
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk dalam ransum terhadap peningkatan produksi susu kambing betina PE. Dua belas ekor kambing PE betina berumur 2sampai 3tahun, diberi3 perlakuan penambahan tepung daun katuk 0% (R0);  20% (R1) dan 30%(R2), masing-masing 4 ekor sebagai ulangan. Pemberian pakan dilakukan setiap hari pagi dan sore selama 90 hari. Selama penelitian dilakukan perhitungan jumlah konsumsi pakan dan pertambahan berat badan dan pada saat partus dilakukan pengamatan performance anak yang lahir dan pengambilan data jumlah produksi susu harian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pola satu arah yang dilanjutkan dengan uji berganda Duncant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung daun katuk dalam ransum terhadap produksi susu berbeda nyata (P<0,05) sedangkan terhadap pertambahan berat badan kambing yang diberi pakan tepung daun katuk tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0.05).
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) YANG TUMBUH DI DESA UNING PUNE KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES Yunita, Irma; Nurma, Nurma; Ibrahim, Ibrahim; Andalia, Nurlena
Jurnal Biology Education Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v9i1.3015

Abstract

Dalam provinsi Aceh mempunyai  beberapa  kabupaten  salah satunya  yaitu  kabupaten Gayo Lues, di kabupaten Gayo Lues  terdiri  dari beberapa kecamatan  yang  menjadi  tempat penelitian  yaitu di kecamatan  Putri Betung, desa Uning Pune.  Desa Uning Pune   merupakan dataran tinggi, daerah tropis  yang  curah hujannya cukup  tinggi/tahunnya,  suhu di daerah tersebut kadag-kadang mencapai 18Cº-23Cº. dan banyak di temukan sumber mata air sehingga menyebabkan tekstur tanahnya menjadi lembab memudahkan tumbuhan untuk hidup. Dalam  taksonomi  tumbuhan  paku  di  kelompokkan  menjadi  4 kelas,  yaitu  kelas   Psilophtinae (paku purba) kelas Lycopodiinae (paku rambat  atau paku kawat) kelas  Equesetinae (paku  ekor kuda)  kelas Filicinae (paku sejati).  Selain  tumbuh  di tanah  tumbuhan  paku  juga  tumbuh pada  berbagai  jenis  pohon  atau menempel.Telah di lakukan penelitian tentang  Identifikasi Jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tumbuh di daerah desa Uning Pune Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Penelitian di lakukan pada tanggal  24 s/d 26 juli 2019. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahiui  jenis-jenis tumbuhan paku  apa saja  yg tumbuh di daerah tersebut  dan manfaat tumbuhan paku, hasil penelitian di keringkan, bisa di jadikan sebagai media pembelajaran. Metode yang di gunakan dalam  penelitian ini  adalah survey lapangan. Analisis data penelitian dilakukan dengan  deskriptif, hasil yang  di dapat  akan di catat dan ambil dokumentasi. Berdasarkan dari  hasil penelitian yang telah di  laksanakan mengenai  Identidikasi  jenis-jenis  tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tumbuh di desa Uning Pune Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Adapun jenis tumbuhan paku yang di temukan saat penelitian yaitu 28 jenis tumbuhan paku terdiri dari 11 famili, diantaranya yaitu famili Polypodiaceae memiliki  jumlah jenis terbanyak yaitu 12 jenis, kemudian  dari famili Nephrolepidaceae  jumlahnya 3 jenis, famili Pteridaceae 3 jenis, famili Defalliaceae 3 jenis, famili  Aspleniaceae 1 jenis, famili Equisetaceae 1 jenis famili Marsileaceae 1 jenis, famili Onocleaceae 1 jenis, famili Isoetaceae 1 jenis famili Selainellaceae 1 jenis, dan famili Lycopodiaceae 1 jenis.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS PANTE RAYA BENER MERIAH Yusran, Mawadhah; Suroyo, Razia Begum; Hanum, Rina
Jurnal Biology Education Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Biology Education 2019
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v7i1.1079

Abstract

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS PANTE RAYA BENER MERIAH Mawadhah Yusran1, Razia Begum Suroyo2, Rina Hanum3 1STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam2,3Magister Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, MedanEmail: yusranmawaddah@gmail.com ABSTRAK ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, dan nasi tim, dianjurkan dalam jangka waktu 6 bulan. Pada tahun 2016 di Puskesmas Pante Raya bayi yang ber umur 0-6 bulan sebanyak 60 bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan dan perkembangan bayi ASI eksklusif dengan bayi yang tidak ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pante Raya Kabupaten Bener Meriah Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah case control. Sampel penelitian adalah 60 bayi dengan tidak diberi ASI eksklusif dan 60 bayi dengan diberi ASI ekslusif. Data dianalisis dengan melakukan uji analisis Chi-Square. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan variabel berat badan dengan nilai p-value 0,461, panjang badan nilai p-value 0,017, perkembangan motorik halus nilai p-value 0,049, perkembangan bahasa nilai p-value 0,031, perkembangan motorik kasar nilai p-value 0,029, perkembangan tingkah laku sosial nilai p-value 0,006. Ada perbedaan berat badan bayi ASI eksklusif dengan bayi tidak ASI eksklusif, ada perbedaan panjang badan bayi ASI Eksklusif dengan bayi tidak ASI Eksklusif, ada perbedaan perkembangan motorik halus bayi ASI Eksklusif dengan bayi tidak ASI Eksklusif, ada perbedaan perkembangan bahasa bayi ASI Eksklusif dengan bayi tidak ASI Eksklusif, ada perbedaan perkembangan motorik kasar bayi ASI Eksklusif dengan bayi tidak ASI Eksklusif, ada perbedaan perkembangan tingkah laku sosial bayi ASI Eksklusif dengan bayi tidak ASI Eksklusif.  Kata Kunci    : Pertumbuhan, Perkembangan, Bayi, ASI Eksklusif
PENGARUH PENERAPAN MEDIA ASLI DAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM MATERI AJAR TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN DI SMP NEGERI ACEH BESAR. Sufie, Ibrahim; Mahyiddin, Mahyiddin
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.891

Abstract

Materi ajar transportasi pada tumbuhan merupakan salah satu pokok bahasan yang dipelajari oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang banyak dijadikan bahan praktikum. Bagi guru yang kreatif praktikum di Laboratorium atau di lahan terbuka langsung pada tumbuhan agar mudah dimengerti oleh siswa, serta mudah diinvestasikan oleh guru dengan metode dan media pembelajaran. Penggunaan media gambar dan media asli harus benar-benar dapat berfungsi sebagai media  belajar untuk proses belajar. Dari hasil penelitian kita dapati informasi bahwa  terjadi perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajarkan dengan menggunakan gambar dan media asli pada materi ajar sistem transportasi di  SMP Negeri Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Aceh Besar, sedangkan sampel diambil dua kelas yaitu kelas dua sebanyak 87 orang dengan cara random kelasnya saja. Cara mengumpulkan data dengan menyajikan materi ajar sistem  transportasi pada tumbuhan, diberikan tes choice sebanyak 25 item tes. Analisis data digunakan uji-t yaitu untuk melihat perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajarkan dengan media gambar dan media langsung pada pokok bahasan transportasi pada tumbuhan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh      t tabel pada taraf nyata 0,05 dan db = 37 yaitu 52,08. dengan demikian nilai t hitung < t tabel atau 0,16 < 52,08.  berarti t-hitung lebih kecil dari t-tabel, artinya tak  ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas dua  SMP Negeri  Aceh Besar antara yang diajarkan dengan media gambar dan media asli pada materi ajar sistem transprotasi tumbuhan. Kata Kunci : Penerapan, Media, Prestasi belajar
KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA yanti, Silmi; Lubis, Namora Lumongga; Muhammad, Iman; wati, Idawati
Jurnal Biology Education Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Biology Education Vol. 7 No. 2 November 2019
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v7i2.1590

Abstract

Antenatal care (ANC) adalah pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Survei awal yang dilakukan di Puskesmas Muara Batu Kabupaten Aceh Utara didapatkan bahwa cakupan K1 pada tahun 2016 yaitu sebesar 90 % dan cakupan K4 yaitu sebesar 79 % , hal ini belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 100%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, ketersediaan pelayanan ANC, akses pelayanan kesehatan, dukungan suami dan sumber informasi terhadap kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care di puskesmas Muara Batu Kabupaten Aceh Utara tahun 2018. Jenis penelitian mixed method  dengan  pendekatan kuantitatif  dan  kualitatif.  Populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan saat peneliti melakukan penelitian, yaitu sebanyak 32 responden. Sampel pendekatan kuantitatif sebanyak32 responden dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Sampel kualitatif terdiri dari 3 orang ibu hamil, 3 orang suami dan 1 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kunjungan  kepatuhan melakukan antenatal care dengan pengetahuan, sikap dan sumber informasi pada ibu hamil. Disarankan kepada ibu hamil untuk menambah pengetahuan tentanGkunjungan antenatal care melalui media elektronik maupun media cetak, selain itu diharapkan menghadiri bila ada pertemuan penyuluhan ataupun posyandu di desa yang menyampaikan informasi kesehatan khususnya tentang antenatal care. Kata kunci : Kepatuhan, antenatal care, Ibu hamil
INVENTARISASI TANAMAN YANG DI GUNAKAN SEBAGAI OBAT PENYAKIT KULIT DI GAMPONG ALUE KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Jailani, Jailani; Rasyidah, Rasyidah
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.142

Abstract

Penelitian ini berjudul inventarisasi tanaman yang digunakan sebagai obat penyakit kulit di Gampong Alue Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai obat penyakit kulit di Gampong Alue Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Objek dalam penelitian adalah berbagai jenis tumbuhan yang dijadikan sebagai obat penyakit kulit. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis secara deskripsi yang ditabulasikan untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 17 jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat penyakit kulit yaitu belimbing wuluh (Averrhoa belimbing L), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Ketepeng cina (Cassia alata L), Lengkuas (Alpinia galangal), papaya (Carica papaya), Tapak dara (Vinca rosea), Daun sirih (Piper betle. L), Brotowali (Tinospora crispa), pegagan (Cantela asiatica), sirsak (Annona muricata L), Lidah buaya (Aloe vera), mengkudu (Morinda citrifolia), kunyit (Curcuma domestica), sambiloto (Adrographis paniculata), Asam jawa (Tamarindus indica L) Cocor bebek (Kalanchoe pinnata), dan Bayam (Alternanthera amoena Voss). (2) Bagian tumbuhan yang digunakan adalah buah, daun, batang dan rimpang. Sedangkan cara meramu obat penyakit kulit adalah dengan cara ditumbuk, direbus, bahkan bisa dipakai langsung tanpa meramunya terlebih dahulu. Kemudian dioleskan pada bagian kulit yang sakit.Kata kunci: inventarisasi tanaman dan obat penyakit kulit 
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR Amni, Chairul; Astarina, Rita
Jurnal Biology Education Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v8i1.2226

Abstract

Perencanaan persediaan bahan baku merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam dunia industri untuk meningkatkan permintaan pasar. Sebuah perencanaan produksi akan berjalan dengan baik jika di dukung dengan adanya persediaan bahan baku yang memadai. Persediaan bahan baku juga memberikan kontribusi biaya yang cukup besar sehingga komponen biaya ini juga perlu untuk dikendalikan. Melihat pentingnya fungsi perencanaan produksi dan pengendalian persediaan bahan baku, maka perlu adanya usaha untuk mengelolanya secara efisien untuk mendapatkan hasil yang optimal. Perencanaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk mendukung proses produksi, sehingga tidak terjadi masalah seperti keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen, dan pemborosan biaya bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengendalian bahan baku yang diterapkan serta untuk mengetahui jumlah ekonomis bahan baku pada setiap kali pemesanan yang di analisis dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Dari penelitian ini mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa penggunaan metode EOQ dalam pemesanan bahan baku jauh lebih optimal dan efisien dibanding metode yang selama ini diterapkan, terlihat dari selisih total biaya pemesanan bahan baku pada tepung mencapai 1,21% (404.950 rupiah) selisih pada bahan baku gula 0,02% (4.450 rupiah) dan selisih biaya pada pemesanan ragi dan garam sebesar 14,31% yaitu sebesar Rp. 82.500 untuk Ragi dan Rp. 8.250 untuk selisih pemesanan garam. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode EOQ mempuanyai hasil baik dalam melakukan pemesanan bahan baku sehingga bahan baku untuk produksi tidak mengalami penumpukan dan tidak mengalami kekosongan dalam gudang.
Jurnal Biology Education 2015 Aswad, Musriadi
Jurnal Biology Education Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Biology Education 2015
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v4i2.969

Abstract

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING  TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH SISWA PADA KONSEP JAMUR SMA KOTA BANDA ACEH 1Musriadi 2RubiahDosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Serambi MekkahMusriadi.biologi@gmail.com ABSTRAK Model Pembelajaran dalam pendekatan kontekstual adalah model problem based learning merupakan suatu model dalam pembelajaran yang membantu siswa untuk menemukan masalah dari suatu peristiwa yang nyata, mengumpulkan informasi melalui strategi yang telah ditentukan sendiri untuk mengambil satu keputusan pemecahan masalahnya yang kemudian akan dipresentasikan dalam bentuk unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar siswa pada konsep jamur (fungi)  yang dibelajarkan dengan model problem based  learning dan hasil belajar siswa yang  dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional; (2)  kemampuan kerja ilmiah siswa pada konsep jamur (fungi) yang dibelajarkan dengan model problem based learning dan  kemampuan kerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Metode dalam  penelitian adalah metode Quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa   kelas X  semester ganjil  pada Tahun Ajaran 2014, yang berjumlah 4 kelas paralel. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 2 kelas yang ditentukan secara cluster random sampling  terdiri dari kelas eksperimen  (Problem based learning) dan kelas kontrol (Pembelajaran konvensional). Teknik analisis data dilakukan dengan uji t dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara siswa yang dibelajarakan dengan model PBI dengan pembelajaran konvensional, thitung = 4,269, t-tabel = 2,055 (2) terdapat perbedaan skor kemampuan kerja ilmiah siswa yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model PBI dengan pembelajaran konvensional, thitung = 2,982, t-tabel= 2,055 Hasil penelitian menunjukkan: (1)  hasil belajar siswa konsep jamur (fungi)  dengan model PBI (0,58)  lebih tinggi dibandingkan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (0.32). (2)  Skor kemampuan kerja ilmiah siswa dengan model PBI (76) lebih tinggi dibandingkan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (74). Kata Kunci:      model problem based learning, hasil belajar, kerja imiah siswa, dan konsep jamur