cover
Contact Name
Syaharuddin
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6287864003847
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
ISSN : 20866356     EISSN : 26143674     DOI : https://doi.org/10.31764/paedagoria
Core Subject : Education,
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan diterbitkan sejak tanggal 1 April 2010 oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram dengan ISSN 2086-6356. Adapun fokus dan scope publikasi adalah hasil penelitian atau kajian kritis di bidang kependidikan, meliputi (1) matematika dan ilmu alam (fisika, kimia, biologi, sains, dan terapan), (2) ilmu sosial, budaya, dan ekonomi (3) bahasa dan sastra, dan (4) pendidikan dasar. Jurnal ini terbit dua kali setahun yakni April dan September.
Articles 171 Documents
THE EFFECTIVENESS OF USING AUTHENTIC MATERIALS ON TEACHING SPEAKING FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS’ OF ISLAMIC HIGH SCHOOL STUDENTS OF MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 Ilham, Ilham
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 7, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v7i2.25

Abstract

The objectives of this research is to find out whether the using authentic materials on teaching speaking is effective for eleventh grade students of Islamic High School of  Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakartain academic year 2013/2014 and whether there is any significance difference between students’ speaking ability taught by using authentic materials and thestudents’ speaking who taught by using created materials. This research is experimental research. The participants of the research were the eleventh grade students of Islamic High School of Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakartain academic year 2013/2014. The research instrument used by the researcher was speaking test. The data in the research were mainly gathered through the use of pre-test and post-test. After the data were collected, the writer analyzed them. The researcher used  SPSS16.0  to analyze the students’ speaking ability between the experimental group and the control group after the authentic materials was applied. Seeing from the finding of the research, it shows that there is a difference scores got by the students in theexperimental group and in the control group after the authentic material was applied. In the pre-test result, the mean of the experimental group was 58.85 and 58.94 for the control group. In post-test, after the authentic material was applied, the mean of the experimental group became 73.94 and 63.15 for the control  group. It can be seen that the mean of the experimental group was higher than the control group in post-test. Seeing from the comparison of mean between the experimental group and the control group, it can  be known that teaching speaking by using authentic material is effective. In order to find the answer of the hypothesis, certain statistics was used. The analysis of hypothesis testing was conducted using  ANCOVA. From the computation, it was known that the significance of value was 0.029 < 0.05, then the null hypothesis (Ho) is rejected. Therefore, the hypothesis shows that there is a significance difference between students taught using authentic material and those taught without using created material is accepted
KORELASI MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA PADA MATA KULIAH MEKANIKA Darmayanti, N.W. S.; Zulkarnain, Zulkarnain
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 8, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v8i1.260

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mahasiswa angkatan 2015 prodi fisika pada mata kuliah mekanika. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (Independent Variable) motivasi belajar (X) dan variabel terikat (Dependent Variable) yaitu hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah mekanika (Y). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua mahasiswa prodi pendidikan fisika. Sampel penelitiannya adalah seluruh mahasiswa prodi fisika angkatan 2015 yang mengambil mata kuliah mekanika. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar berbentuk tes essay dan motivasi belajar dikumpulkan dengan bentuk angket motivasi. Data dianalisis menggunakan Product Moment yang dikembangkan Karl Pearson dengan bantuan SPSS. Analisis selanjutnya mencari koefisien determinasi di mana rumus yang digunakan adalah rumus “Coefficient of Determination”. Analisis terakhir adalah mencari makna hubungan variable X terhadap Y dengan pengujian lanjutan yaitu uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif (kuat) antara motivasi belajar dengan hasil belajar yang dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,745. Besar hubungan variabel motivasi belajar dengan hasil belajar adalah sebesar 55,50% yang dilihat dari nilai koefisien determinasinya. Uji signifikansi menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (3,162,262) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar. Abstract: This study aims to determine the relationship of learning motivation with learning physics student outcomes class 2015 studies in the subject of mechanics. This type of research is included in correlational research that aims to know the relationship between two variables. In this study there are two variables, that is independent variable (learning motivation) and dependent variable (student learning outcomes in the subject of mechanics). The population used in this study were all students physics education program. The sample of the research is all students physics class 2015 who take the subject mechanics. student learning outcomes data collected by form essay test and motivation of learning collected by form of motivation questionnaire.Data were analyzed using Product Moment developed by Karl Pearson with the help of SPSS. The next analysis looks for the coefficient of determination in which the formula used is the "Coefficient of Determination" formula. The last analysis is to find the meaning of relationship variable X to Y with advanced testing is the test of significance. The results showed there was a positive (strong) relationship between learning motivation and learning outcomes that can be seen from the correlation coefficient of 0.745. Great relationship of learning motivation variable with learning result is equal to 55,50% which seen from determination coefficient value. Test significance shows the value of t arithmetic greater than t table (3.16 2.262) which means there is a significant relationship between learning motivation and learning outcomes.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KELAS VIII BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA Aprianti, Baiq Dana; Sucipto, Lalu; Kurniawati, Kiki Riska Ayu
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2662

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Islam Selaparang Putra Kediri Lombok Barat. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa dari 26 orang siswa di kelas VIII A, 2 subjek visual, 2 subjek auditorial, dan 2 subjek kinestetik. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar, tes pemecahan masalah matematika, dan pedoman wawancara. Data diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode tringulasi. Pemecahan masalah matematika dianalisis berdasarkan empat indikator menurut langkah polya yaitu (1) memahami masalah, (2) merencanakan pemecahan, (3) menyelesaiakan masalah, (4) mengecek kembali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) subjek visual dapat memahami masalah dengan membaca soal di dalam hati, dapat melakukan perencanaan pemecahan yang tepat, dapat melakukan penyelesaian masalah akan tetapi langkah penyelesaian kurang tepat, dan dapat melakukan pengecekan kembali.(2) subjek auditorial dapat memahami masalah dengan membaca sedikit keras, tidak bisa merencanakan pemecahan masalah, tidak menyelesaikan soal dengan tepat, tidak melakukan pengecekan kembali. (3) subjek kinestetik juga dapat memamahi masalah dengan sesekali memukul meja, dapat menuliskan perencanaan masalah, dapat menyelesaikan masalah langkahnya kurang tepat, dan tidak melakukan pengecekan kembali. Abstract: This study aims to describe students' mathematical problem-solving abilities in terms of learning styles. This research is a qualitative research with a qualitative descriptive approach. This research was conducted at MTs. Islam Selaparang Putra Kediri, West Lombok. The subjects in this study were 6 students from 26 students in class VIII A, 2 visual subjects, 2 auditory subjects, and 2 kinesthetic subjects. The instruments used were learning style questionnaires, math problem solving tests, and interview guides. The data obtained were analyzed by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. Checking the validity of the data using the tringulation method. Mathematical problem solving is analyzed based on four indicators according to pattern steps, namely (1) understanding the problem, (2) planning solutions, (3) solving problems, (4) checking again. The results showed (1) the visual subject can understand the problem by reading the problem silently, can plan the right solution, can solve the problem but the settlement steps are not right, and can check again. (2) the auditorial subject can understand the problem by reading a little aloud, not being able to plan problem solving, not solving problems properly, not checking again. (3) the kinesthetic subject can also understand the problem by occasionally hitting the table, can write down the problem plan, can solve the problem with inappropriate steps, and does not check again.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN LIFE SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN KELAS VIII SMP NEGERI 4 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Abdillah, Abdillah; Suhaedi, Syaefudin; Andriani, Amanah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efeketivitas penerapan pendekatan dalam pembelajaran terhadap hasilbelajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan Life Skills dan siswayang diajar dengan menggunakan metode konvensional pada materi pokok Garis Singgung lingkaran kelas VIII diSMP Negeri 4 Mataram, dan untuk mengetahui metode mana yang lebih baik untuk digunakan dalampembelajaran Matematika pada materi pokok garis singgung lingkaran. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIIIsemester II yang terdiri dari 8 kelas yaitu kelas , , , , , , !, ", dengan teknikPurposive sampling dipilih kelas sebagai kelas kontrol dan kelas sebagai kelas eksperimen. Pengumpulandata dilakukan melalui tes hasil belajar. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji persyaratan analisis denganuji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Uji-T. Berdasarkan analisis data hasil belajar diperoleh rataratakelas ekperimen (58,90) lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol (51,25). Pada uji normalitas danhomogenitas juga diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Setelahdilakujan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 2,5483 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 1,994. Karenathitung > ttabel maka H0 di tolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimenyang diajar dengan menggunakan motode pembelajaran dengan pendekatan Life Skills dan siswa yang diajardengan menggunkan metode pembelajaran konvensional. di mana, hasil belajar siswa yang diajar dengan metodepembelajaran dengan pendekatan Life Skills lebih daik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan metodepembelajaran konvensional.
PENINGKATAN PRETASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATCH PADA SISWA KELAS VII SMP Salmah, Siti
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 10, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v10i1.913

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan,1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Matematika melalui strategi index card match untuk meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi Himpunan siswa kelas VII SMPN 3 Pujut, 2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika  pada materi Himpunan dengan menggunakan strategi index card match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran index card match dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi Himpunan Kelas VII SMPN 3 Pujut. Hal tersebut  ditunjukan Berdasarkan hasil penelitian hasil tindakan kelas yang terdiri dari 3 tahap, yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II, tampak bahwa setelah melakukan strategi pembelajaran index card match, terjadi ketuntasan belajar dari pra siklus, siklus I dan kemudian siklus II. Dari perolehan hasil belajar siswa, pada pra siklus, nilai rata-rata tes siswa adalah sebesar 65,6 dengan ketuntasan belajar sebesar 32%. Dari pra siklus ke siklus I, peningkatan nilai rata-rata hasil belajar mencapai 72,2 dan peningkatan ketuntasan belajar klasikal mencapai 52%. Sedangkan pada siklus I ke siklus II, terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu dari siklus I, yang semula 72,2 menjadi 80,8 pada siklus II. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal naik  semula 52% pada siklus I menjadi 81% pada siklus II. Pada pra siklus siswa yang belum tuntas belajarnya sebanyak 17 anak, sedangkan pada siklus I siswa yang belum tuntas ada 12 anak, dan pada siklus II siswa yang belum tuntas ada 6 anak. Adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa maupun ketuntasan belajar secara klasikal menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi karena adanya proses belajar yang membuat suatu usaha yang sungguh-sungguh dengan menggunakan semua potensi siswa, baik fisik maupunnon fisik. Abstract:. This study aims, 1) To describe the implementation of Mathematics learning through the index card match strategy to improve Mathematics learning outcomes in the material set of VII grade students of Pujut Junior High School 3, 2) To determine the improvement of student learning outcomes in Mathematics learning in the set material using the index card strategy match in class VII of Pujut Junior High School 3. This research is a Classroom Action Research. Based on the results of the study showed that the application of the index card match learning strategy can improve the learning outcomes of Mathematics in the material of the Class VII Association of Pujut Junior High School 3. This was shown based on the results of the class action research consisting of 3 stages, namely pre cycle, cycle I, and cycle II, it appears that after conducting index card match learning strategies, learning completeness occurs from the pre cycle, cycle I and then cycle II. From the acquisition of student learning outcomes, in the pre-cycle, the average test score of students was 65.6 with learning completeness of 32%. From the pre cycle to the first cycle, the increase in the average value of learning outcomes reached 72.2 and the increase in classical learning completeness reached 52%. While in the first cycle to the second cycle, there is an increase in the average value of student learning outcomes, namely from the first cycle, which was originally 72.2 to 80.8 in the second cycle. While classical learning completeness rose initially 52% in the first cycle to 81% in the second cycle. In the pre-cycle of students who have not finished learning as many as 17 children, while in the first cycle students who have not completed there are 12 children, and in the second cycle students who have not completed there are 6 children. The increase in the average value of student learning outcomes and classical learning completeness shows that the level of student understanding of the material provided has increased. The increase that occurs because of the learning process that makes a serious effort by using all the potential of students, both physical and physical.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BIOKIMIA MAHASISWA DALAMUPAYA PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS DAUR BELAJAR JOHNSTON Anwar, Yunita Arian Sani; Junaidi, Eka; Al Idrus, Syarifa Wahidah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i1.47

Abstract

Pemahaman konsep biokimia membutuhkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi sehingga pendekatan yang diperlukan adalah pendekatan yang mampu melatih kemampuan tersebut. Namun, yang terjadi di kelas mahasiswa belum terlatih untuk mengembangkan kemampuan menganalisis materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar mahasiswa padamata kuliah Biokimia. Hasil penelitian menunjukkan materi pokok dogma pusat dan enzim adalah materi pokok yang paling banyak mengalami kesalahan konsep yaitu sebesar 58,89% dan 42,20% pada mata kuliah Biokimia I. Sedangkan mata kuliah Biokimia II mengalami kesalahan konsep pada materi pokok struktur karbohidrat, glikolisis, struktur asam lemak dan reaksi yaitu berturut-turut 62,2%; 64,4%; 66,67% dan 77,78%.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBICARA BAHASA JERMAN BERBASIS MOBILE SMARTPHONE DI ERA 4.0 Nurohmah, Eva; Rafli, Zainal; Hutubessy, Ellychristina D.
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2480

Abstract

Abstrak: Kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Jerman menjadi hal yang penting di era revolusi industri saat ini. Keadaan tersebut membuat guru dan praktisi pendidikan mengkaji kembali pengajaran bahasa Jerman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kebutuhan bahan ajar keterampilan berbicara bahasa Jerman untuk siswa di SMA Merdeka Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kuisioner. Analisis kebutuhan dalam penelitian ini menggunakan teori Briendley, Hutchinson dan Waters, dan teori Nation dan Macalister dengan membagi analisis kebutuhan menjadi kebutuhan objektif dan kebutuhan subjektif. Kebutuhan objektif meliputi identifikasi dan latar belakang siswa, sedangkan kebutuhan subjektif meliputi kebutuhan, kekurangan, dan keinginan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang selama ini digunakan di SMA Merdeka Ponorogo belum memenuhi kebutuhan siswa dan belum mengarah pada pembelajaran abad 21. Bahan ajar yang diharapkan oleh siswa adalah bahan ajar yang memiliki teks, gambar, animasi, audio, audiovisual serta terdapat latihan berbicara bahasa Jerman mandiri. Siswa juga menginginkan bahan ajar yang mudah dibawa dan diakses kapanpun. Melalui ponsel pintar tersebut diharapkan siswa mampu berlatih berbicara bahasa Jerman secara mandiri. Dengan demikian diperlukan pengembangan bahan ajar berbasis mobile smartphone untuk keterampilan berbicara siswa kelas X SMA Merdeka Ponorogo. Abstract:  The need of developing German speaking skills is important in the current industrial revolution era.  This situation causes teachers and education practitioners review the existing German language teaching. This study was aimed to identify the German speaking teaching material needs form at SMA (Senior High School) Merdeka Ponorogo.  This type of research was qualitative with a qualitative descriptive approach.  Data collection techniques used were interviews and questionnaires.  The needs analysis in this study used the theory of Briendley, Hutchinson and Waters, and Nation and Macalister theory by dividing the needs analysis into objective needs and subjective needs. The objective needs included the students' identification and background, while the subjective needs included needs, deficiencies, and desires.  The results showed that the teaching materials that have been used at Merdeka Ponorogo Senior High School have not met the needs of students and have not led to 21st century learning. The teaching materials expected by students were teaching materials that have text, images, animations, audio, audiovisual as well as speaking exercises independent German.  Students also wanted the teaching materials that will be easy to carry and access anytime. Through this smart phone, students were expected to be able to practice speaking German independently.  Thus, the smartphone mobile-based teaching materials development was needed for the speaking skills of class X students, Merdeka Ponorogo Senior High School.
UPAYA PELESTARIAN HUTAN UNTUK PENGEMBANGAN WISATA ALAM DI DUSUN PELAH DESA MAREJE TIMUR KECAMATAN PLEMBAR TAHUN 2012 Sukuryadi, Sukuryadi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.84

Abstract

Abstrak: Hutan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat, antara lain berfungsi sebagai hidrologis, yang artinya merupakan gudang penyimpanan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada akhirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai yang memiliki mata air di tengah-tengah hutan secara teratur menurut irama alam. Selain itu, hutan juga berperan untuk melindungi tanah dari erosi dan daur unsur haranya. Untuk itu, hutan yang terdapat diberbagai wilayah harus dijaga kelestariannya, termasuk yang ada di wilayah  Dusun Pelah Desa Mareje Timur Kecamatan lembar.Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk  mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan hutan dalam mengembangkan wisata alam yang ada di Dusun pelah Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.  Adapun penelitian ini merupakan penelitian  kualitatif maka peneliti menggunakan informan dalammenentukan subjek penelitian. Informan adalah orang yang dimanfaakan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi tempat penelitian.  Dalam melakukan suatu penelitian kualitatif di perlukan cara atau teknik bagaimana mengumpulkan data,di dalam pengumpulan data kualitatif ini peneliti menggunakan cara: Observasi dan wawancara. Pengelolaan hutan yang dilakukan oleh masyarakat di Kawasan Hutan Dusun Pelah Desa Mareje Bonga dimulai sejak tahun 1997/1998. Tanamanhutan yang mendominasi pada saat itu adalah jenis Sonokeling. Berdasarkan hasil wawancara, kondisi sosial budaya masyarakat di kawasan hutan Mareje masih mengedepankan semangat kekeluargaan. Kegiatan gotong royong sering dilakukan oleh masyarakat baik di dalam kawasan hutan yang dimanfaatkan masyarakat maupun di luar kawasan hutan. Untuk meminimalisir adanya permasalahan di masyarakat berkaitan dengan  pengelolaan kawasan hutan maka petani yang tergabung didalam kelompok tani membuat kesepakatanbersama berupa awiq-awiq.Abstract: Forests have many functions for the community, among others, to function as hydrological, which means a storehouse of water and a place to absorb rain water and dew that will eventually flow to the rivers that have springs in the middle of the forest regularly according to natural rhythms. In addition, forests also play a role to protect the soil from the erosion and cycle of nutrients. For that reason, the forests in various areas must be preserved, including those in the subdistrict of Pelah Desa Mareje Timur Subdistrict sheet. Therefore the purpose of this study is to describe the efforts undertaken to conserve forests in developing natural tourism in the hamlet gap Mareje Timur Village Lembar Subdistrict, West Lombok regency. The research is a qualitative research, the researcher uses the informant in determining the subject of research. Informants are people who are used to provide information about the situation and condition of the place of study. In conducting a qualitative research in need of ways or techniques how to collect data, in this qualitative data collection researchers use the way: Observation and interview. Forest management carried out by the community in the Hutan Desa of Mareje Bonga Village has been started since 1997/1998. The dominant forest plant at that time was the type of Sonokeling. Based on the results of interviews, the socio-cultural conditions of the people in the forest area Mareje still prioritize the spirit of kinship. Getong royong activities are often carried out by the community both within the forest area utilized by the community and outside the forest area. To minimize the problems in the community related to the management of forest areas, the farmers who are members of the farmers group make a joint agreement in the form of awiq-awiq.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PRODUKTIVITAS KERJA GURU DENGAN KESEHATAN ORGANISASI SEKOLAH DASAR NEGERI DI PANCORAN JAKARTA SELATAN Budiyarti, Nelly; Ilham, Ilham
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 10, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kepemimpinan kepala sekolah dan produktivitas kerja guru memungkinkan kesehatan organisasi mengalami peningkatan. Sehingga diharapkan adanya perbaikan dan peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan produkvitas kerja guru sehingga peningkatan kesehatan organisasi sekolah tidak hanya menjadi wacana. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan produktivitas kerja guru berhubungan dengan kesehatan suatu organiasi sekolah. Data diambil dari guru-guru yang berada di Sekolah Dasar Negeri di Pancoran Jakarta Selatan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik untuk menguji hipotesis dengan analisis korelasi sederhana dan ganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah berhubungan langsung positif dengan kesehatan organisasi, produktivitas kerja guru berhubungan tidak langsung positif dengan kesehatan organisasi, dan kepemimpinan kepala sekolah dan produktivitas kerja guru secara bersama-sama berhubungan langsung positif dengan kesehatan organisasi sekolah.Abstract: Principal leadership and teacher work productivity enable to improve organizational health. So that it is expected that there will be improvement and improvement in the quality of school principals' leadership and teacher work productivity so that improving the health of school organizations is not only a discourse. This study aims to provide evidence that principals' leadership and teacher work productivity are related to the health of a school organization. Data was taken from teachers who were in Public Elementary Schools in Pancoran South Jakarta using questionnaires and data were analyzed using statistical analysis to test hypotheses with simple and multiple correlation analysis and partial correlation. The results of this study are that principals' leadership is directly positively related to organizational health, teacher work productivity is positively related indirectly with organizational health, and the leadership of principals and teacher work productivity together are directly related positively to the health of school organizations.
EFEKTIFITAS PENERAPAN TEORI APOS (Action, Process, Object, Schema) TERHADAP HASIL BELAJAR PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA TAHUN AKADEMIK 2012/2013 Anwar, Yunita Septriana; Mandailina, Vera; Pramita, Dewi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 4, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v4i2.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan teori APOS (action, process, object, schema) terhadap hasil belajar persamaan diferensial pada mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun  akademik 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dimana peneliti dengan sengaja memberikanperlakuan kepada responden, selanjutnya mengamati dan mencatat reaksi responden, dan kemudian melihat hubungan antara perlakuan yang diberikan dan reaksi yang muncul dari responden. Desain penelitian yang digunakan adalah  Postest Only Design yakni kedua kelas hanya diberikan postest. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa program studi Pendidikan Matematika semester genap FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram tahun akademik 2012/2013. Sedangkan sampel sebanyak 22 orang mahasiswa yang sedang mengambil matakuliah Persamaan diferensial pada semester genap tahun akademik 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar persamaan diferensial yang diajarkan dengan pendekatan teori APOS dibandingkan dengan metode konvensional. 

Page 1 of 18 | Total Record : 171