cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25988883     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Komunikasi dan Dakwah merupakan isu yang saban hari semakin "panas". Komunikasi selalu menjadi panas karena isu-isu besar hari-hari ini muncul karena ulah. Komunikasi baik media, komunikator maupun konten komunikasi itu sendiri. Manakala dakwah merupakan "program agama" yang tidak mungkin lepas dari komunikasi maka tak berlebihan, jika komunikasi dan dakwah ibarat dua sisi mata uang yang berdampingan. Atas alasan inilah, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram merasa perlu menghadirkan Al-I'lam sebagai media untuk mengkaji dan menganalisa segala tetek bengek yang berkaitan dengan dua isu besar tersebut.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Internalisasi Nilai-Nilai Dakwah Multikultural dalam Pembelajaran Al-Islam di Universitas Muhammadiyah Mataram Sukarta, Sukarta
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.622 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.229

Abstract

Abstrak:    Latar belakang dan perbedaan suku, budaya, ormas, paham keagamaan serta agama yang berbeda berpotensi menimbulkan konflik jika tidak terjadi saling memahami dan menghormati satu dengan yang lainnya apalagi tingkat heterogenitas dan pluralitas budaya yang sangat kompleks di Indonesia. Untuk itu penting sekali internalisasi nilai-nilai Dakwah multikultural dalam pembelajaran Al-Islam sebagai langkah preventif. Fokus penelitian ini adalah untuk membahas Internalisasi Nilai-nilai Dakwah Multikultural dalam Pembelajaran Al-Islam di Universitas Muhammadiyah Mataram. Dengan fokus penelitian mencakup: (1) Nilai-nilai Dakwah multikultural apa saja yang diinternalisasikan dalam pembelajaran Al-Islam di Universitas Muhammadiyah Mataram (2) Bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Dakwah multikultural dalam pembelajaran Al-Islam di Universitas Muhammadiyah Mataram.Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif  dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif atau dengan melakukan pendekatan deskriptif analitik, pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi.Tehnik analisa meliputi reduksi data, display data dan verifikasi data, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan penelitin, persistent observation (ketekunan Pengamatan) dan triangulasi. Sumber informan peneliti adalah dosen Al-Islam Universitas Muhammadiyah Mataram, dekan FKIP UMM, ketua lembaga pengkajian dan pengamalan Islam (LP2I) UMM, mahasiswa. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) Nilai-nilai yang diinternalisasikan dalam pembelajaran Al-Islam adalah nilai Ilahiyah dan nilai Insaniyah. Nilai ilahiyah ditekankan kepada mahasiswa yang multikultural homogen atau seagama namun berbeda ormas, suku dan budaya adapun nilai insaniyah ditekankan kepada multikultural beda agama. (2) Proses internalisasi nilai-nilai Dakwah multikultural dalam pembelajaran Al-Islam di UMM terwujud dalam bentuk beberapa kegiatan keislaman baik di dalam kelas maupun di luar kelas seperti: pembelajaran Al-Islam di dalam kelas, shalat dzuhur berjamaah di masjid kampus dan dilanjutkan dengan siraman rohani atau kultum, sertifikasi baca Al-Quran, Tausiyah berupa Imtaq setiap sabtu pagi, shalat jumat di masjid. Proses tersebut dilakukan dalam beberapa strategi yaitu melakukan perencanaan progam kegiatan, melakukan kerjasama dengan organisasai kemahasiswaan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, memberikan teladan kepada mahasiswa, melakukan pendekatan kepada mahasiswa, dan strategi memanfaatkan kebijakan pimpinan. Hasilnya adalah mahasiswa bisa saling bertoleransi dalam perbedaan dan terwujud suasana yang kondusif dan aman.  Abstract :   Background and differences of ethnicity, culture, mass organizations, different religions and religious ideals have potentials to cause conflict if it does not create mutual understanding and respect for each other, especially the level of heterogeneity and cultural plurality that is very conflex in Indonesia. Therefore, it is pretty important to internalize the values of multicultural da'wah in Al-Islam learning as a preventive measure. The focus of this research is to discuss the Internalization of Multicultural Da'wah Values in Al-Islam Learning at Muhammadiyah University of Mataram. With the focus of research include: (1) What multicultural values of da'wah are internalized in Al-Islam learning at Muhammadiyah University of Mataram (2) How is the process of internalizing the values of multicultural da'wah in Al-Islam learning at Muhammadiyah University of Mataram.The approach used by this research is qualitative approach and the type of research used is descriptive or by analytical descriptive approach, data collection is done by interview technique, observation and documentation. Analysis techniques include data reduction, data display and data verification, checking the validity of the findings carried out by extending the participation of research, persistent observation and triangulation. Sources of research informant is lecturer of Al-Islam Muhammadiyah University of Mataram, Dean of  FKIP UMM, Head of Islamic study and practice (LP2I) UMM, students. The results of this study are: (1) the values internalized in Al-Islam learning are Illahiyah values and Insaniyah values. Ilahiyah value is emphasized to students who are multicultural homogeneous or religious but in different mass organizations, tribes and cultures while the value of insaniyah is emphasized to multicultural religions. (2) The process of internalization of multicultural da'wah values in the learning of Al-Islam in UMM is manifested in the form of some Islamic activities both in class and outside the class such as: Al-Islam learning in the classroom, dzuhur praying in the campus Mosque and continued with splash of spiritual or seven minutes speech (kultum), certification of reading Al-Quran, Tausiyah in the form of Imtaq every Saturday morning, prayer Friday at the Mosque. The process is carried out in several strategies, ie planning activities program, collaborating with student organizations such as Muhammadiyah Student Association, providing examples to students, approaching students, and strategies to utilize leadership policies. The result is that students can tolerate each other in a different way and create a conducive and safe environment.
Kecerdasan Emosional Para Da’i Dalam Aktivitas Dakwah Pada Majelis Ta’lim Kajian Senja Di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Rahmawati, Endang
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.172 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.232

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan: Kecerdasan emosional para da’i dalam aktivitas dakwah, Kecerdasan emosional yang dimaksud adalah meliputi kecerdasan emosional secara intra personal dan kecerdasan emosional antar personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan paradigma alamiah (naturalistic paradigm) yang bersumber pada pandangan fenomenologis. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen pengumpul data berupa human instrument. Sedangkan sumber data atau informan penelitian ditentukan dengan snowball sampling tehnique yang keabsahan datanya ditentukan melalui keajegan pengamatan, triangulasi data dan auditing analisis data menggunakan model analisis interaktif Milles & Huberman melalui kegiatan utama yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kecerdasan emosional para da’i / pemateri kajian senja masjid nasional Al-Akbar Surabaya meliputi dua hal yakni kecerdasan emosional secara intra personal dan antar personal. pada kecerdasan emosional intrapersonal menunjukkan bahwa para da’i mampu mengelola emosinya dalam berdakwah, dan menggunakan potensinya secara tepat dalam dakwah dan mempunyai motivasi yang kuat serta juga mampu memotivasi jamaah untuk terus ada di jalan dakwah. kecerdasan emosional para da’i secara antar pribadi ditunjukkan dengan interaksi sosial yang baik antara da’i dan mad’u dan ini terbukti dari beberapa pendapat jamaah yang rutin mengikuti kajian senja bahkan ada beberapa jamaah yang sudah menjadi jamaah rutin kajian senja selama beberapa tahun. Para da’i juga menggunakan rasa empatinya kepada mad’u secara proposional atau tepat, sehingga banyak mad’u merasa nyaman ketika para da’i menyampaikan dakwahnya dan mereka bisa menerima materi dakwah dengan baik dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan antar personal selanjutnya yang dimilki oleh da’i di kajian senja masjid nasional Al-Akbar surabaya adalah rasa tanggung jawab. Para da’i melaksanakan tugasnya untuk mengisi materi kajian senja sesuai jadwal yang ditentukan oleh pengurus, dan tanggung jawab yang terpenting dalam dakwah adalah apa yang sudah disampaikan harus sesuai dengan apa yang diamalkan. Abstract :   This research aims to reveal and describe: Emotional intelligence of Da'is in da'wah activity, Emotional Intelligence in question are including intrapersonal and interpersonal emotional intelligence. This study uses a qualitative approach using natural paradigm (naturalistic paradigm) which is based on phenomenological views. The data collection is done by non participant observation, interview, and documentation with data collecting instrument in the form of human instrument. While data sources or informant of research determined by snowball sampling technique which validity of its data determined through daily observation, triangulation of data and auditing data analysis using interactive analysis model of Milles & Huberman through main activity ie data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that: The emotional intelligence of the Da'is or speakers of “Kajian Senja” of National Mosque Al-Akbar Surabaya includes two things, are intrapersonal and interpersonal emotional intelligence. In the intrapersonal emotional intelligence shows that the Da'is are able to manage their emotions in preaching, and use their potential correctly in dakwah and has strong motivation and also able to motivate public to continue to exist in the way of da'wah. The emotional intelligence of the Da'is are interpersonally demonstrated by the good social interaction between Da'i and Mad'u and this is proven from opinions of “jamaah” who's following the “Kajian Senja” regularly even there is some “jamaah” whose have been following this study for several years. The Da'is also use their sense of empathy to Mad'u proportionally or appropriately, so that many mad'u feel comfortable when the da'i deliver their da'wah and they can received the material of da'wah very well and practiced it in everyday life. The next interpersonal emotional intelligence that is owned by Da'is in the “Kajian Senja” of national mosque Al-Akbar Surabaya is a sense of responsibility. The Da'is carry out their duties to fill the “Kajian Senja” in accordance with the schedule specified by the board, and the most important responsibility in the da'wah is that what has been submitted must be in accordance with what is practiced.
Peningkatan Peran Pendakwah Perempuan di Masyarakat di Desa Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Analisis Teori Kelompok Bungkam (Muted Group Theory) dan Teori Feminisme Rohmah, Nurliya Ni’matul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.721 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.228

Abstract

Abstrak:   Fokus penelitian ini adalah bagaimana nilai seorang pendakwah perempuan dalam dakwah Islam serta peran pendakwah perempuan dalam peningkatan dakwah Islam di desa Sananwetan kecamatan Sananwetan kota Blitar? Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut secara mendalam dan menyeluruh, peneliti menggunakan paradigma penelitian fenomenologi. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, karena penelitian ini berusaha menangkap dan memahami realitas sosial ataupun fenomena yang ada. Selain itu tujuan penulis dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui nilai seorang pendakwah perempuan serta perannya dalam peningkatan dakwah Islam di desa Sananwetan yang dianalisis menurut teori kelompok bungkam dan feminisme. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui 3 cara, yakni dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta didukung dengan menggunakan teknik sosiometri. Syari’at Islam memberikan kewajiban yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk menjalankan dakwah. Meskipun dalam stratafikasi tanggung jawab berbeda. Perjuangan pendakwah perempuan di desa Sananwetan untuk meningkatkan perannya dalam dakwah agar seimbang dengan para pendakwah laki-laki di masyarakat desa Sananwetan, pada awalnya kurang dapat diterima oleh masyarakat desa Sananwetan itu sendiri. Mereka terbungkam secara psikologis oleh suami dalam batasan waktu dan wilayah dakwah, serta budaya masyarakat yang kurang berkenan dengan adanya seorang pendakwah perempuan. Pada akhirnya, dalam penelitian ini ditemukan bahwa setelah adanya gerakan feminisme pendakwah perempuan yang dikembangkan oleh Ibu Salamah dalam kegiatan khataman al-Qur’an dan peduli kasihnya serta Ibu Utami dalam kegiatan arisan qurbannya, menjadikan nilai mereka sebagai seorang pendakwah perempuan terangkat di mata masyarakat. Sehingga peranan mereka dalam dakwah sudah dianggap setara sebagai pendamping ataupun mitra bagi pendakwah laki-laki dan kaum laki-laki lainnya tidak hanya dalam dakwah, namun juga pada ranah yang lain. Penelitian ini belumlah sempurna, untuk itu peneliti membutuhkan saran-saran mendukung sebagai rekomendasi penelitian ke depan. Abstract :  Focus of this research is how the value of a women preachers in Islamic da'wah and the role of women preachers in increasing Islamic da'wah in Sananwetan village, Sananwetan sub-district, Blitar city? To identify the problems deeply and thoroughly, the researcher uses a phenomenological paradigm research. Approached used is a qualitative approach, because this research seeks to capture and understand the social reality or existing phenomena. In addition, the author's purpose in this research is to know the value of a women preacher and her role in increasing Islamic da'wah in the village of Sananwetan analyzed according to the theory of silence group and feminism. The data in this research is obtained through 3 ways ie by interview method, observation and documentation study and supported by using sociometric technique. Islamic Shari'ah gives the same obligation to men and women to carry out da'wah. Even though the stratafication of responsibilities is different. The struggle of women preachers in Sananwetan village to increase their role in da'wah to be balanced with male preachers in Sananwetan village community was initially less acceptable to the people of Sananwetan village itself. They are psychologically silenced by husbands within the timeframe and dakwah area, as well as the culture of the people who are less pleased with the presence of women preachers. In the end, in this research found that after the movement of feminism of women preachers developed by Mrs. Salamah in activity of khataman al-Qur'an with her caring and love and Mrs. Utami in arisan qurban activity, made their value as a woman preacher lifted in society eye. So, their role in da'wah is considered equal as a companion or partner for the preacher of men and not only in da'wah, but also in other realms. This research is not perfect yet, for that researchers need supportive suggestions as research recommendations in the future.
Dakwah Bil-Hikmah: Membangun Etos Kerja Islami Dalam Masyarakat Priyayi Jawa (Analisis Pegawai Pemerintahan Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk) Hasanah, Ulfatun
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.742 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.233

Abstract

Abstrak:  Dakwah adalah bagian yang pasti ada dalam kehidupan umat beragama. Salah satu ajaran Islam, dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan agama kepada pemeluknya. Dakwah intinya mengajak kepada kebaikan (amar makruf). Salah satu metode dakwah yang dipakai adalah dakwah bil-hikmah. Dakwah bil-hikmah berarti dakwah bijak, dengan memperhatikan kadar pemikiran dan intelektual, suasana psikologis, serta situasi sosial kultural mad’u. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Clifford Geertz dengan tiga varian, santri, abangan, dan priyayi. Mula-mula, priyayi adalah mereka yang memiliki garis keturunan dengan raja atau adipati (dalam bahasa Jawa, priyayi adalah para yayi atau para adik raja), namun dengan perkembangan zaman lahirlah priyayi baru. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran dakwah bil-hikmah: membangun etos kerja Islami dalam masyarakat priyayi, penelitian pada pegawai pemerintahan di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk. Dengan adanya etos kerja Islami pada masyarakat priyayi di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja pegawai pemerintahan. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkann juga mendapatkan gambaran model dakwah yang lebih inovatif untuk masyarakat priyayi Jawa. Abstract : Da'wah is something that must exist in the life of religious people. One of the teachings of Islam, da'wah is a duty that is charged to the followers of islam. Its main mission invites people do good things (amar makruf). One of the da'wah method used is da'wah bil-hikmah (da’wah wisdomly). Da'wah bil-hikmah means dakwah full of wisdom, with attention to the level of thought and intellectual, psychological aura, and cultural social situation of mad'u (listener). As Clifford Geertz puts it with three variants, santri, abangan, and priyayi. Firstly, priyayi are those who have a lineage with Kings or Dukes (in Javanese, priyayi are Yayis or sibling of Kings), but with the era development, new priyayi appears. So, the purpose of the research is to see the description of da'wah bil-hikmah: to build islamic work ethos in priyayi society, research on government officials in Bangetayu Kulon District, Genuk Sub-district. With the Islamic work ethos in the priyayi community in Bangetayu Kulon district, Genuk District is expected to have a positive impact on the performance of government employees. In addition, the results of this study are expected to also get more innovative model of dakwah for the Javanese priyayi society.
Peran T.G.H. Mukhtar Amin dalam Pengembangan Dakwah dan Penyelesaian Konflik Keagamaan di Lombok Utara Ishanan, Ishanan
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.978 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.234

Abstract

Abstrak:   Ada dua persoalan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana peran T.G.H. Mukhtar Amin dalam pengembangan dakwah di Lombok Utara? (2) Bagaimana peran T.G.H. Mukhtar Amin dalam penyelesaian konflik keagamaan di Lombok Utara? Untuk menjawab persoalan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berorientasi pada studi tokoh. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan komunikasi, peneliti berusaha menggambarkan bagaimana peran T.G.H. Mukhtar Amin dalam mengembangkan dakwah dan menyelesaikan konflik keagamaan di Lombok Utara berdasarkan pada aktifitas-aktifitas yang dilakukannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) T.G.H. Mukhtar Amin berperan dalam pengembangan dakwah di Lombok Utara melalui da’wah bi al-lisan maupun da’wah bi al-hal dengan pendekatan dakwah kultural. (2) T.G.H. Mukhtar Amin juga berperan dalam penyelesaian konflik keagamaan di Lombok Utara, baik bentuknya konflik antar pemeluk agama yang sama, antar pemeluk agama yang berbeda, maupun antara konflik lain yang melibatkan unsur agama. Secara umum, hasil temuan pada penelitian ini lebih banyak dibahas secara general, terutama pada aspek model pengembangan dakwah dan penyelesaian konfliknya. Kedepan diharapkan, jika ada yang melakukan penelitian serupa, hendaklah mengambil salah satu bagian penting dari tema pokok di atas, misalnya hanya sebatas perannya dalam dakwah ataupun perannya dalam resolusi konflik yang dikaji secara khusus, terpisah dan spesifik. Abstract :  The two problems studied in this research they are: (1) About the role of T.G.H. Mukhtar Amin in developing da'wah in North Lombok? (2) About the role of T.G.H. Mukhtar Amin settling religious conflicts in North Lombok? To answer the problem, the researcher uses qualitative descriptive method that is oriented to the study of characters. Using sociological and communication approach, the researcher tried to describe the role of T.G.H. Mukhtar Amin in developing da'wah and settling religious conflicts in North Lombok based on the activities he did. The results of this study indicate that, (1) T.G.H. Mukhtar Amin plays a role in the development of da'wah in North Lombok through da’wah bi al-lisan or da'wah bi al-hal with the approach of cultural da'wah. (2) T.G.H. Mukhtar Amin also plays a role in the settlement of religious conflicts in North Lombok, both in the form of conflict between the same religion, between different religions, as well as between other conflicts involving religious elements. In general, the findings in this study are mostly discussed in general, especially in the aspect of the model of propagation development and conflict resolution. In the future, it is hoped that if anyone conducts a similar study, take an important part of the main theme above, for example, only in terms of its role in da'wah or its role in conflict resolution that is specifically studied, separated and specific.
Manajemen Privasi Jemaat Ahmadiyah di Kota Semarang Syaoki, Muhammad
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.066 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.230

Abstract

Abstrak:    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku komunikasi Jemaat Ahmadiyah dalam posisi mereka sebagai kelompok yang dilarang menyebarkan ajarannya.  Dengan menggunakan teori manajemen privasi komunikasi yang diperkenalkan oleh Sandra Petronio, penelitian ini berusaha menjelaskan proses dialektis yang dilakukan oleh jemaat Ahmadiyah di kota Semarang ketika berinteraksi dengan banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jemaat Ahmadiyah melakukan pembukaan informasi privat dengan komunikasi langsung dan tidak langsung. Jemaat Ahmadiyah melakukan pembukaan informasi privat bertujuan untuk mengklarifikasi kesalahpahaman ghair tentang Ahmadiyah. Jemaat Ahmadiyah kota Semarang cenderung menutup informasi privat mereka kepada keluarga dan teman ketika mereka baru berbai’at. Mereka juga menutup informasi privat kepada orang-orang Muhammadiyah, serta kepada kelompok-kelompok Islam garis keras, seperti FPI, LDII, termasuk juga kader PKS. Tetapi mereka membuka informasi mengenai Ahmadiyah kepada orang-orang dari kalangan NU, dan aparatur pemerintah. Abstract :   This research aims to describe the behavior of Ahmadiyyah community in their position as a group that is prohibited from spreading its teachings. Using the communication privacy management theory introduced by Sandra Petronio, this research attempts to explain the dialectical process undertaken by the Ahmadiyah community in the Semarang city while interacting with many people in everyday life. The results of this study indicate that the Ahmadiyyah community conducts the opening of private information with direct and indirect communication. The Ahmadiyah community conducted the opening of private information aimed to clarify misunderstanding about “ghair” of Ahmadiyah. The Ahmadiyah community of Semarang tends to hide their private information from family and friends when they are newly banned. They also hide private informations to Muhammadiyah people, as well as to hard-line Islamic groups, such as FPI, LDII, as well as PKS cadres. But they do not hide information about Ahmadiyyah to people from the NU, and the government apparatus.
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya Masyitoh, Reny
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.848 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.231

Abstract

Abstrak:     Ada tiga persoalan yang dikaji dalam penelitian ini, yakni : (1) Bagaimana konsep awal terbentuknya radio SAS FM Surabaya, (2) Bagaimana strategi dakwah pada program “Ngaji Fiqih Kontemporer” dan “Tadarus Keluarga” di radio SAS FM Surabaya, (3) Bagaimana respon pendengar mengenai program “Ngaji Fiqih Kontemporer” dan “Tadarus Keluarga” di radio SAS FM Surabaya. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis induktif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai strategi dakwah program radio SAS FM. Kemudian data tersebut dianalisis dengan teori strategi programming yang diungkapkan oleh Sydney W. Head, sehingga memperoleh data yang bersifat holistik (utuh). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui 3 cara, yakni dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Konsep awal terbentuknya radio SAS FM Surabaya berawal dari keinginan memperluas syiar dakwah yang ada di Masjid Nasional al-Akbar Surabaya, karena sebagai pusat dakwah. Sehingga segala kegiatan yang ada di Masjid Nasional al-Akbar Surabaya selalu disiarkan oleh radio SAS FM. (2) Strategi dakwah program “Ngaji Fiqih Kontemporer” dan “Tadarus Keluarga” di radio SAS FM Surabaya memiliki beberapa staregi, sehingga menjaikan dua program ini program unggulan, diantaranya: strategi dakwah yang pertama terletak pada Dai atau narasumber yang kompeten yang mengisi kedua program tersebut. Strategi berikutnya terletak pada waktunya siang hari, dipilih karena sangat efektif dan menjadi pembeda dengan program kajian di radio lain yang kebanyakan pagi hari. Strategi dakwah juga pada kemasan program. Program “Ngaji Fiqih Kontemporer” tidak bertopik, melainkan langsung pendengar bertanya Dai atau narasumber menjawab. Sedangkan “Tadarus Keluarga” topik terkini tentang masalah keluarga yang dipilih dan juga membahas buku yang di tulis narasumbernya. Dengan strategi inilah dapat menarik pengiklan untuk memasang iklan di radio SAS FM. (3) respon pendengar mengenai program “Ngaji Fiqih Kontemporer” dan “Tadarus Keluarga” di radio SAS FM sangat bagus, yang terletak pada Dai atau narasumber yang sangat kompeten dalam menjawab segala pertanyaan dari pendengar. Pertannyaan yang sering ditanyakan oleh pendengar dalam program “Ngaji Fiqih Kontemporer” masalah ibadah dan kehidupan sehari-hari. Sedangkan program “Tadarus Keluarga” pertanyaan yang sering ditanyakan tentang masalah perselingkuhan dan masalah keluarga yang lainnya. Harapan pendengar semoga ada program off air dari dua program unggulan radio SAS FM. Abstract :    There are three problems studied in this research, namely: (1) the initial concept of the formation of SAS FM radio Surabaya, (2) How to propagate strategy on the program "Ngaji Fiqih Kontemporer" and "Tadarus Keluarga" on SAS FM radio Surabaya, (3) How listeners response about the program "Ngaji Fiqih Kontemporer" and "Tadarus Keluarga" on SAS FM radio Surabaya. To solve the problem thoroughly and deeply, in this research use qualitative descriptive research with inductive analysis which is useful to give fact and data about strategy da'wah of SAS FM radio program. Then the data is analyzed with programming strategy theory expressed by Sydney W. Head, so as to obtain data that is holistic. The data in this research is obtained through 3 ways, namely by interview method, observation and documentation study. From the results of this study found that (1) The initial concept of the formation of SAS FM radio Surabaya originated from the desire to expand the existing da'wah syiar in National Mosque Al-Akbar Surabaya, because as the center of da'wah. So that all activities in the National Mosque al-Akbar Surabaya will always be broadcast by SAS FM radio. (2) The dakwah strategy of the program "Ngaji Fiqih Kontemporer" and "Tadarus Keluarga" in SAS FM radio Surabaya has several strategies, so that these two programs are excellent programs, among them are: the first da'wah strategy depending on Dai or competent resource person who fills both programs. The next strategy goes to in the time chosen in the daytime because it is very effective and distinguishes it from other radio programs mostly in the morning. Dakwah strategy is also on the program packaging. The program "Ngaji Fiqih Kontemporer" there are no specific topic, but listeners ask the Dai or resource person to answer directly. While "Tadarus Keluarga" is about the latest topic on selected family issues and also discuss the book written by the source person. With this strategy it can attract advertisers to advertise on SAS FM radio. (3) the response of listeners on the program "Ngaji Fiqih Kontemporer" and "Tadarus Keluarga" in SAS FM radio is very good, because handled by Dai or a highly competent resource person in answering questions from the listener. Questions often asked by listeners in the program "Ngaji Fiqih Kontemporer" are about the problem of worship and daily life. While the frequently asked questions in “Tadarus Keluarga" program are about infidelity and other family problems. Listeners hope it may have off air programs from two excellent radio program SAS FM.
Pengaruh Dakwah Jamaah Tabligh Terhadap Pembangunan Masyarakat Muslim di Lombok Sejak Tahun 2011-2016 Abdillah, M. Zaki
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.862 KB) | DOI: 10.31764/jail.v1i2.227

Abstract

Abstrak:    Jamaah Tabligh merupakan salah satu gerakan dakwah dalam Islam yang berasal dari India. Gerakan ini masuk ke pulau Lombok sekitar awal tahun 1990-an. Kehadiran gerakan ini melahirkan fenomena baru dalam kehidupan sebagian masyarakat Islam di Lombok. Gerakan ini telah berhasil menanamkan pengaruhnya tidak hanya kepada golongan kelas bawah, tapi juga golongan elit dari kalangan pejabat dan pengusaha. Kajian ini bertujuan menganalisa kelompok ini dari aspek pengaruhnya terhadap pembangunan masyarakat Muslim secara lebih luas seperti politik, ekonomi dan sosial. Bentuk kajian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah dokumentasi, observasi dan wawancara yang melibatkan 21 responden. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa gerakan Jamaah Tabligh memberi pengaruh yang cukup besar terhadap pembangunan masyarakat Muslim di Pulau Lombok. Dari segi politik, gerakan ini telah berhasil menanamkan pengaruhnya terhadap para pejabat sehingga ada beberapa kebijakan yang dilakukan oleh para pejabat bersumber dari doktrin gerakan Jamaah Tabligh. Dari segi ekonomi pula, gerakan ini telah berhasil mengurangkan gaya hidup hedonisme di kalangan pengikutnya. Sedangkan dari segi sosial, gerakan ini memainkan peranan penting terhadap hidupnya suasana ibadah di masjid-masjid. Selain ini gerakan ini juga telah mampu mengurangi perilaku buruk di kalangan masyarakat. Namun demikian terdapat juga beberapa hal yang menjadi perhatian khusus gerakan ini terutama dalam menggunakan hadis-hadis yang banyak berstatus lemah (dha’if). Selain itu pengabdian terhadap anggota keluarga akibat doktrin khuruj juga yang terdapat dalam gerakan Jamaah Tabligh perlu diperhatikan. Namun secara umum gerakan Jamaah Tabligh memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap pembangunan moral-spiritual masyarakat di pulau Lombok. Oleh karena itu gerakan dakwah ini perlu didukung bagi memberikan pengaruh yang lebih luas terhadap pembangunan masyarakat selain itu gerakan ini juga perlu menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi dakwah supaya gerakan ini tidak terkesan eksklusif. Abstract :   Jamaah Tabligh is one of the da'wah movements in Islam that originally comes from India. This movement was introduced to Lombok Island in the early 1990s. The presence of this movement gave birth to a new phenomenon in the life of some Islamic societies in Lombok. This movement has succeeded in instilling its influence not only to the lower classes, but also the elite from officials and businessmen. This study aims to analyze this group from influence aspects on the development of a Muslim society wider such as politics, economics and society. The form of this study is descriptive-qualitative. The techniques used to obtain data are documentation, observation and interviews involving 21 respondents. The results of this study proved that the Jamaah Tabligh movement has a significant influence on the development of Muslim communities on the Lombok island. From a political point of view, this movement has succeeded in instilling its influence on the officials so that there are some policies made by officials sourced from the doctrine of Jamaah Tabligh movement. From an economic point of view, the movement has succeeded in reducing the hedonism lifestyle among its followers. While in terms of social, this movement plays an important role on the life of the atmosphere of worship in the mosques. Besides this movement has also been able to reduce bad behavior among the community. Nevertheless there are also some things of particular concern to this movement, especially in the use of hadiths that are weak (dha'if). In addition, neglect of family members due to doctrine “khuruj” also contained in the Jamaah Tabligh movement needs to be paid attention to. In general, however, the Jamaah Tabligh movement has had a very positive influence on the moral-spiritual development of the people on Lombok island. Therefore, this da'wah movement needs to be supported to give wider influence to community development besides that this movement also need to establish cooperation with da'wah organizations so that this movement does not seem exclusive.
Media dan Komodifikasi Dakwah Saudi, Yusron
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.789 KB) | DOI: 10.31764/jail.v2i1.537

Abstract

Abstrak: Islam pada dasarnya, bukanlah agama yang hanya tertuang dalam simbol tekstual dalam al-Quran dan Hadist semata. Islam sejatinya adalah agama yang tidak bisa menafikan gejala historis, sosial, budaya, politik, dan seterusnya. Dengan jumlah penganut yang tidak sedikit, serta tersebar diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, Islam pun menjelma menjadi semacam ''gejala pasar''. Sebagai konsekuensi dari ''gejala pasar'', maka Islam pun mengalami proses komodifikasi. Dakwah sebagai bagian dari ajaran agama, juga tidak bisa mengelak dari komodifikasi, terutama semenjak lahirnya berbagai macam media informasi, termasuk media massa. Banyaknya program-program dakwah di media massa di satu sisi menambah transformasi nilai-nilai Islam, tapi di sisi lain terkadang merusak citra Islam, karena dakwah sebagai bagian suci dari ajaran agama, terkadang menjadi alat bagi media untuk meraih keuntungan dari keberadaan penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam tadi. Tulisan ini berusaha untuk melacak jejak lahir komodifikasi, serta penggerogotannya pada ruang agama dan praktik dakwah, sampai pada akhirnya berusaha mencari titik temu antara komodifikasi dan dakwah.Kata Kunci:Dakwah Islam, Komodifikasi, Media Massa, Studi Pustaka Abstract: Islam basically is not a religion contained with textual symbols in the Koran and the Hadith only. Islam actually is a religion what cannot deny by historical, social, cultural, political, and so on. The number of adherents of Islam is never calculated as a small, because Islam is spreaded in various parts of the world, including Indonesia, Islam has become a kind of "market phenomenon".  As a consequence of ''symptoms of market'', Islam also undergoes a commodification process. Da'wah as part of religious teachings also cannot avoid by commodification, especially since the birth of various information media, including mass media. The number of da'wah programs on the mass media is the one hand adds to the transformation of Islamic values, but on the other hand it sometimes damages the image of Islam, because da'wah as a sacred part of religious toughts. Which sometimes becomes a tool for the media to achieve the majority of Indonesia's population was a Muslim. This research seeks the traces of commodification, as well as its encroachment on the religious space and the practice of da'wah, until finally trying to find common ground between commodification and da'wah it self.Keywords:Islamic Da’wah, Commodification, Mass Media, Library Study
Komunikasi Dakwah TGH. Mukhtar Amin dalam Membangun Semangat Berhaji di Majelis Ta’lim al-Mukhtariah Desa Pemenang Timur Abdillah, Muhammad Zaki; Ishanan, Ishanan
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.132 KB) | DOI: 10.31764/jail.v2i1.538

Abstract

Abstrak:Ada dua persoalan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana Komunikasi Dakwah TGH. Mukhtar Amin dalam membangun semangat berhaji di Majelis Ta’lim Al-Mukhtariah Desa Pemenang Timur? (2) Apa aspek jamaah yang disentuh oleh TGH. Mukhtar Amin dalam membangun semangat berhaji di Majelis Ta’lim Al-Mukhtariah Desa Pemenang Timur? Untuk menjawab persoalan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berorientasi pada studi tokoh. Dengan menggunakan pendekatan komunikasi, peneliti berusaha menjelaskan model komunikasi dakwah TGH. Mukhtar Amin dalam membangun semangat berhaji di Desa Pemenang Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) T.G.H. Mukhtar Amin membangun semangat berhaji jamaah Majelis Ta’lim al-Mukhtariah di Desa Pemenang Timur dengan pendekatan komunikasi persuasif. (2) Aspek kognitif, afektif dan behavioral adalah tiga aspek utama jamaah yang disentuh oleh TGH. Mukhtar Amin dalam membangun semangat berhaji jamaah Majelis Ta’lim al-Mukhtariahdi Desa Pemenang Timur.Kata Kunci: Komunikasi Dakwah, Haji, Pendekatan Komunikasi Persuasif Abstract: There are two problems that are examined in this study, which are: (1) How is Da'wah Communication of the TGH Mukhtar Amin in building the spirit of pilgrimage in the Ta’lim Al-Mukhtariah Assembly at the East Pemenang Village? (2) What are the aspects of pilgrims touched by TGH. Mukhtar Amin in building the spirit of pilgrimage in the Ta’lim Al-Mukhtariah Assembly at the East Pemenang Village?. To answer these problems, researchers used descriptive qualitative methods that were oriented towards character studies. By using a communication approach, researchers try to explain the communication model of the mission of the TGH Mukhtar Amin in building the spirit of hajj at the East Pemenang Village. The results of this study indicate that, (1) T.G.H. Mukhtar Amin built a spirit of hajj pilgrimage to the Majelis Ta’lim al-Mukhtariah congregation at the East Pemenang Village with a persuasive communication approach. (2) Cognitive, affective and behavioral aspects are the three main aspects of worshipers touched by TGH. Mukhtar Amin in building the spirit of the pilgrimage of the Majelis Ta’lim al-Mukhtariah congregation at the East Pemenang Village.Keywords: Da’wah Communication, Hajj, Persuasif Communication Approach