cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 24431729     EISSN : 25493973     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil adalah wadah untuk penyebaran informasi tulisan ilmiah bidang Teknik Sipil. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning, dua kali dalam setahun pada bulan April dan bulan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Risk Assessment Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Domino Pada Proyek Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon Peruzzi, Andreas; Kriswardhana, Willy; Ratnaningsih, Anik
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i2.4337

Abstract

Proyek pembangunan Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya adalah proses pembangunan kontruksi gedung yang pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Pekerjaan konstruksi merupakan penyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi. Banyaknya kasus kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja sangat merugikan banyak pihak yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Metode Domino pada proyek pembangunan Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon, sehingga dapat diketahui risiko kecelakaan kerja yang paling dominan dan mengetahui bagaimana respon risikonya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Domino, dimana metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber dan penyebab terjadinya kecelakaan kerja, dievaluasi dan dilakukan tindak pencegahannya dengan menggunakan penilaian risiko yaitu tabel Risk Assesment. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuesioner dan data sekunder berupa Identifikasi Bahaya Potensi Risiko, Populasi dalam penelitian ini adalahh seluruh staff/karyawan dari PT. PP (Persero), Tbk. Penentuan sampel menggunakan Stratified Random Sampling, sehingga diperoleh 22 sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko kecelakaan kerja yang dominan adalah pekerjaan pembesian (rebar & fabrication) dengan risiko pekerja terluka karena terkena besi, pekerjaan pasangan perancah dengan risiko pekerja kejatuhan material perancah, pekerjaan pasangan perancah dengan risiko tangan pekerja terjepit material perancah, pekerjaan railling dengan risiko pekerja terpecik api las. Keempat risiko tersebut tergolong matriks penilaian risiko pada kategori high. Respon risiko dari kecelakaan kerja yang dominan adalah safety management harus menerapkan dan mensosialisasikan kebijakan K3 dengan baik dan benar kepada seluruh staff/karyawan, sehingga dapat mencegah terjadinya suatu kecelakaan kerja dan target zero accident dapat tercapai.
Potensi Pengairan Daerah Irigasi di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Provinsi Riau Apriani, Widya; Trisep haris, Virgo
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3800

Abstract

Kecamatan Mempura merupakan salah satu daerah potensi irigasi yang terletak di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Potensi luas area sekitar 34,6 Ha direncakanan untuk daerah pertanian sawah padi. Evaluasi Kesembangan air perlu diketahui untuk melihat potensi daerah tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis ketersediaan air irigasi, analisis kebutuhan air irigasi, analisis keseimbangan air, dan pengoptimalan Mempura. Hasil Evaluasi keseimbangan air menunjukkan bahwa ketersediaan mencukupi kebutuhan kebutuhan air berdasarkan pola tanam eksisting. Kondisi dimana terjadi surplus air pada bulan Januari, April, September hingga Desember. Sedangkan terjadi defisit pada beberapa bulan yaitu Maret, Mei Juni dan Juli. Neraca keseimbangan air menunjukkan bahwa ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan air tanaman padi masih mencukup untuk dimanfaatkan seluruh lahan potensial dengan merencanakan penanaman komoditas padi pada setiap musim tanam menggunakan sistem pemberian air secara serempak. Untuk dapat mengairi sawah, sistem irigasi yang direncanakan adalah sistem pompa.
The Effect of The Aggregate Abrasion Value on The Aggregate Pore Content in The Base Layer above Base B Putri, Lusi Dwi; Soehardi, Fitridawati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3780

Abstract

Campuran lapisan pondasi bawah base B yang baik mempunyai persyaratan agregat yang digunakan mempunyai nilai abrasi kecil dari 40%, nilai berat jenis aggregat minimum 2,5 dan penyerapan air aggregat maksimum 3%. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari degradasi dan desintegrasi baik serta penyerapan air pada saat pencampuran, penghamparan, pemadatan maupun pada saat melayani lalu lintas selama umur rencana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai abrasi terhadap nilai penyerapan air rongga pada campuran lapisan pondasi bawah base B dengan menggunakan 3 jenis agregat quarry. Penelitian ini menggunakan alat Los Angeles dan analisa saringan. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai abrasi paling baik adalah agregat quarry Solok yaitu 17,5 %, kemudian agregat quarry Pangkalan yaitu 23,7 % dan nilai abrasi yang kurang baik agregat quarry Bangkinang yaitu 34,58. Nilai penyerapan air agregat quarry paling tinggi adalah quarry Bangkinang kemudian quarry Pangkalan, dan nilai penyerapan paling kecil adalah quarry Solok. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak yang berkompeten dalam memberikan rekomendasi penggunaan material berdasarkan nilai abrasi dan nilai penyerapan air agregat.
Penambahan Abu Tandan Kelapa Sawit dan Semen Terhadap Nilai CBR (California Bearing Ratio) Pada Tanah Lempung Anggraini, Muthia; Saleh, Alfian
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3772

Abstract

Membangun konstruksi jalan di Indonesia khususnya Provinsi Riau, permasalahan yang sering ditemui pada lahan yang memiliki subgrade dengan karakteristik lunak ataupun lempung. Kondisi seperti ini memiliki daya dukung rendah, akibatnya apabila konstruksi jalan dibangun diatasnya akan mengakibatkan terjadi kerusakan pada jalan karena terjadi penurunan tidak seragam. Salah satu cara mengatasi permasalan ini adalah dengan meningkatkan daya dukung tanah dengan cara stabilisasi tanah menggunaka Abu Tandan Sawit dan semen, sehingga dapat meningkatkan nilai California Bearing Ratio (CBR). Jenis Tanah yang digunakan untuk penelitian ini adalah tanah lempung yang diambil pada daerah Danau Buatan Kota Pekanbaru. Abu Tandan Sawit didapat dari pembakar limbah tandan sawit dan semen didapat dari toko bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan 7,5% Abu Tandan Sawit dan 5%, 7,5%, dan 10% semen pada tanah lempung terhadap nilai CBR. Metode yang dilakukan yaitu pengujian laboratorium untuk mencari nilai CBR yang mengacu pada pengujian California Beraing Ratio (CBR) menggunakan SNI 03-1744-2008. Hasil yang didapat terjadi peningkatan nilai CBR, dimana nilai CBR terbesar pada variasi 7,5% Abu Tandan Sawit dan 10% semen sebesar 8,73% dengan selisih sebesar 5,02% dengan CBR tanah asli. Kesimpulannya pengaruh penambahan 7,5% Abu Tandan Sawit dan 5%, 7,5%, dan 10% semen pada tanah lempung dapat meningkatkan nilai CBR. Nilai CBR terbesar pada 7,5% Abu Tandan Sawit dan 10% Semen sebesar 8,73%. Nilai yang didapat memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 (revisi 3) dimana nilai CBR > 6% pada perendaman 4 hari.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan dan Bidang Gelincir Lereng Kelurahan Muara Lembu Metode Geolistrik Zakiyul Fuadi; M, Muhardi; Yusa, Muhammad
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3744

Abstract

Tanah longsor sangat berkaitan dengan bidang gelincir lereng. Tanah longsor pernah terjadi pada tahun 2015 di jalan lintas Pekanbaru-Kuansing Km.128 di Desa Muara Lembu, Kec. Singingi, Kab. Kuantan Singingi. Pencegahan dan mitigasi tanah longsor ini perlu dilakukan di daerah yang memiliki potensi longsor untuk mengurangi resiko yang akan terjadi. Salah satu upaya menanggulanginya adalah dengan cara mendeteksi kondisi dan struktur geologi bawah permukaan sehingga bidang gelincir lereng dapat diprediksi kedalamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dan menentukan kedalaman serta jenis lapisan bidang gelincir lereng Desa Muara Lembu dengan menggunakan metode geolistrik 2D konfigurasi wenner-schlumberger. Hasil interpretasi geolistrik menunjukkan lapisan penyusun bawah permukaan di area penelitian didominasi oleh batu pasir, tanah aluvium dan tanah lempung. Bidang gelincir diperkirakan berada pada kedalaman 14 m dari atas lereng dan 2,5 m – 7,5 m di bawah permukaan jalan dengan jenis lapisan batu napal, tanah aluvium, dan tanah lempung dan digolongkan menjadi bidang gelincir yang dalam dengan jenis kelongsoran luncuran.
Studi Analitik Karakteristik Penampang Baja Profil-I Haris, Sabril
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3736

Abstract

Paper ini menyajikan hasil studi analitik tentang besaran karakteristik penampang baja profil-I berupa modulus elastis (Sx) dan modulus plastis penampang (Zx). Faktor bentuk penampang, yang merupakan perbandingan nilai Zx terhadap Sx, merupakan besaran utama yang digunakan untuk menghitung kapasitas momen plastis penampang baja. Khusus untuk baja profil-I yang dibuat dengan metoda canai panas, pada bidang pertemuan antara bagian sayap dan bagian badan terdapat bagian penampang seperempat lingkaran cekung yang memberikan kontribusi untuk nilai total besaran karakteristik penampang. Dalam penelitian ini, besaran karakteristik penampang dihitung dan dianalisis dengan menggunakan besaran karakteristik penampang dasar persegi panjang dan lingkaran. Analisa hasil perhitungan menunjukkan bahwa bagian penampang seperempat lingkaran cekung tersebut memberikan kontribusi yang konsisten terhadap nilai luas, modulus elastis dan plastis penampang, yakni dalam rentang sebesar 1.0 – 4,7%. Dari hasil penelitian ini juga diperoleh bahwa faktor bentuk penampang untuk profil-I yang umum digunakan berada dalam rentang nilai 1,102 – 1,147. Perhitungan nilai faktor bentuk penampang dengan dan tanpa mengikutsertakan bagian penampang seperempat lingkaran cekung memberikan hasil yang hampir sama dengan selisih rata-rata sebesar 0,001. Modulus plastis penampang dapat dihitung dengan menggunakan formula sederhana yang diusulkan pada artikel ini dengan tingkat akurasi yang sangat baik dengan deviasi sebesar 1.2 %. Untuk semua jenis ukuran penampang profil-I, formula ini bisa digunakan untuk menghitung modulus plastis penampang secara lebih sederhana. This paper presents the results of an analytical study of the characteristics of the I-profile steel cross-section in the form of elastic modulus (Sx) and plastic section modulus (Zx). The shape factor of the section, which is defined as the ratio of the value of Zx to Sx, is the principal quantity used to calculate the plastic cross-section moment capacity. Specifically for I-profile steels made by the hot-rolled process, in the area of ​​the junction between the flange and the web, there is a concave cross-section that contributes to the total value of the section characteristic. In this study, the magnitude of the cross-sectional characteristics is calculated and analyzed using the magnitude of the basic cross-section characteristics of rectangles and circles. Analysis of the calculation results shows that the cross-section of the concave quarter circle provides a consistent contribution to the area, elastic and plastic section modulus, which is in the range of 1.0 - 4.7%. From the results of this study, it was also found that the shape factor for the I-profile commonly used is in the range of values ​​1.102 - 1.147. Calculation of the cross-section form factor values ​​with and without including the concave quarter circle gives results that are almost the same as the average difference of 0.001. The plastic modulus of the cross-section can be calculated using the simple formula proposed in this article with a very good degree of accuracy with a deviation of 1.2%. For all types of I-profile cross-section sizes, this formula can be used to calculate the plastic section modulus easily.
Analisis Distribusi Sedimen dan Laju Erosi Pada Waduk Temef Aribowo, Tri; Sangkawati, Sri; Atmodjo, Pranoto Samto
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3699

Abstract

Salah satu faktor yang digunakan dalam menentukan kapasitas tampungan efektif dan usia guna waduk adalah jumlah sedimen yang mengendap di waduk. Untuk itu, laju sedimentasi dan distribusi sedimen pada suatu waduk perlu dihitung guna menentukan pola operasi waduk maupun langkah-langkah antisipatif agar waduk dapat beroperasi sesuai usia guna yang telah direncanakan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju erosi pada DAS Temef yang dapat menjadi sumber sedimentasi pada Waduk Temef serta untuk mengetahui distribusi sedimen pada Waduk Temef. Pendugaan laju erosi dilakukan dengan mengunakan Metode USLE dan analisis distribusi sedimen di waduk dilakukan dengan menggunakan Metode Pengurangan Luas (Area Reduction Method). Dari hasil analisis diperoleh besarnya laju erosi pada DAS Temef sebesar 554.223,30 m3/tahun. Dengan usia guna waduk selama 50 tahun, volume sedimen yang mengendap di Waduk Temef diprediksi mencapai 27,71 juta m3, dimana kapasitas total waduk yang semula 45,79 juta m3 berkurang sebesar 60,54% dan hanya tersisa sebesar 18,07 juta m3. Dari total jumlah sedimen yang mengendap, kapasitas tampungan mati waduk yang berada pada elevasi +370 m hanya terisi sebesar 79,90% dari total yang disediakan. Dengan kapasitas tampungan mati yang tidak terisi 100% setelah 50 tahun, operasional waduk selama usia guna relatif tidak terganggu oleh sedimentasi dan dapat bertahan hingga waktu yang direncanakan.
Optimasi Lepasan Waduk Logung dengan Algoritma Genetik Harjanti, Widyayuni Nur; Darsono, Suseno
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3693

Abstract

Waduk Logung sebagai salah satu waduk multiguna yaitu berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi seluas 2805 Ha dan air baku sebesar 200 liter/detik. Akibat perubahan iklim maka ketersediaan air pada waduk dapat berlebihan dan kekurangan, untuk itu diperlukan pedoman lepasan operasi waduk guna mengatur pemberian air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan aturan lepasan operasi waduk Logung yang optimal sehingga pemenuhan kebutuhan minimum air irigasi dan air baku dapat ditingkatkan. Metode optimasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Algoritma Genetik. Analisis dilakukan dengan bantuan program komputer Ms. Excel-Visual Basic. Hasil analisis dengan interval 5% dari pedoman lepasan tampungan antara 0-100% diperoleh lepasan waduk sebagai berikut 8,43%; 15,40%; 22,59%; 29,84%; 37,53%; 46,34%; 50,79%; 52,12%; 53,42%; 53,76%; 57,67%; 60,28%; 62,40%; 66,87%; 71,64%; 76,58%; 80,98%; 84,70%; 90,14%; 96,41%; 100% dan berdasarkan tampungan waduk selama 10 tahun diperoleh nilai rata-rata pemenuhan irigasi sebesar 46,34%
Identifikasi Tantangan dan Strategi Perempuan dalam Berkarir di Industri Konstruksi Saksena, Heru Tri; Ophiyandri, Taufika; Hidayat, Benny
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3664

Abstract

Tenaga kerja perempuan yang berkarir di industri konstruksi kerap dihadapkan dengan tantangan-tantangan seperti terbatasnya ruang gerak, kurangnya dukungan, hingga persepsi negatif mengenai kemampuan mereka dalam bersaing di industri konstruksi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan strategi yang dapat digunakan oleh perempuan dalam berkarir di industri konstruksi. Pentingnya mengetahui tantangan yang dihadapi dan strategi yang dapat digunakan oleh perempuan di industri konstruksi sangat penting untuk menunjang pengembangan karir dari tenaga kerja perempuan. Penelitian ini menggunakan mixed-method yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan sebagai dasar studi awal (preliminary studies) yang bertujuan untuk menginvestigasi komponen terhadap tantangan yang dihadapi dan strategi yang dapat digunakan perempuan dalam berkarir di industri konstruksi dan nantinya menjadi dasar penyusunan kuesioner sebagai instrumen pengambilan data kuantitatif. Metode kuantitatif dilaksanakan untuk melihat tingkatan dari tantangan yang dihadapi dan strategi yang dapat diterapkan oleh tenaga kerja perempuan dalam berkarir di industri konstruksi. Dari penelitian ini teridentifikasi 14 tantangan yang dihadapi dan 10 strategi yang dapat digunakan oleh tenaga kerja perempuan dalam berkarir di industri konstruksi. Tiga tantangan utama yang dihadapi oleh tenaga kerja perempuan di industri konstruksi adalah sedikitnya lowongan/ porsi penerimaan pegawai untuk tenaga kerja perempuan (mean=2,5574), jam kerja yang panjang (mean=1,7541), dan masalah kesehatan (mean=1,6885) dan tiga strategi utama yang dapat digunakan oleh tenaga kerja perempuan di industri konstruksi adalah menjaga kesehatan tubuh (mean=4,5410), program mentoring (mean=4,5082), dan melakukan banyak pelatihan (mean=4,4754).
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH SERAT DAUN NANAS PADA KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Yanti, Gusneli; Z, Zainuri; Megasari, Shanti Wahyuni
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i2.3242

Abstract

Perkembangan tanaman buah di Provinsi Riau semakin meningkat setiap tahunnya, khususnya pada tanaman buah nanas. Namun dengan meningkatnya produksi buah nanas, maka juga akan meningkatkan limbah daun nanas. Untuk dapat memberikan nilai tambah terhadap limbah buangan tersebut, maka daun nanas yang diolah menjadi serat untuk bahan tambah pada beton. Maka diperlukan penelitian untuk untuk untuk mengkaji pemanfaatan serat nanas terhadap kekuatan tekan beton dan kekuatan lentur beton. penelitian dilakukan dengan memberikan variasi penambahan serat daun nanas sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7% terhadap berat semen pada mutu beton K-225. Jumlah sampel pada setiap penambahan serat sebanyak 3 sampel dan total sebanyak 30 sampel. Hasil pengujian statistik dengan menggunakan Analisis Varians (Analysis of Variance - ANOVA) mmenyatakan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata antara kuat lentur beton dengan penambahan serat daun nanas namun tidak diperoleh pengaruh atau tidak terdapat interaksi terhadap kuat tekan dengan panambahan serat daun nanas. Terjadi peningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur pada mutu beton K-225. Kuat tekan dan kuat lentur tertinggi diperoleh pada penambahan 5% serat daun nanas yaitu sebesar 267,00 kg/cm2 untuk kuat tekan dan 41,61 kg/cm2 untuk kuat lentur