cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
hmj.fkump@gmail.com
Editorial Address
Street of KH. Ahmad Dahlan PO Box 202 Purwokerto Central Java, Indonesia 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Herb-Medicine Journal
ISSN : -     EISSN : 2620567X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Herb-Medicine Journal (HMJ) merupakan Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran, dan Kesehatan diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan frekuensi terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu di bulan April dan Oktober. Jurnal ini merupakan media komunikasi ilmiah bagi siapapun yang tertarik menekuni bidang herbal baik dalam proses pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat yang dihubungkan dengan bidang kedokteran maupun kesehatan secara luas. Secara terbuka, redaksi menerima kontribusi artikel ilmiah tentang herbal, kedokteran, dan kesehatan dari pihak manapun yang ingin berpartisipasi dalam perkembangan dunia herbal, kedokteran, dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI ( Ocimum basilicum L folium ) TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIINDUKSI MSG wahyudi, agung; Bahar, Yenni; Septianawati, Paramita
Herb-Medicine Journal Vol 1, No 1 (2018): Herb-Medicine Journal April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i1.2484

Abstract

Latar Belakang: Monosodium glutamat (MSG) merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan untuk penyedap makanan. MSG mempunyai kandungan senyawa kimia seperti 78% glutamat, 12% natrium dan 10% air. Food Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa MSG dapat dikonsumsi sebanyak 120 mg/KgBb atau 9,6 g/hari pada manusia dengan berat badan 70 kg. Penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada hepar. Daun kemangi mempunyai kemampuan untuk melindungi membran sel dengan cara menurunkan pengaruh radikal bebas terhadap lipidperoksidase. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi dapat terhadap kadar SGOT dan SGPT pada pada  tikus putih galur wistar (Rattus Norvegicus) yang diinduksi MSG. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post test randomized controlled group design menggunakan 25 tikus yang terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu A sebagai kontrol negatif (K-), B sebagai kontrol positif (K+), C sebagai perlakuan 1 (P1), D sebagai perlakuan 2 (P2), E sebagai perlakuan 3 (P3). dosis MSG 7 gr/KgBB selama 14 hari dan dilanjutkan dengan ekstrak etanol daun kemangi dengan dosis 87,5 mg/kgBB, 175 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB diberikan selama 10 hari. Data dianalisis menggunakan analisis One Way Anova. Hasil: Pemberian ekstrak etanol daun kemangi dengan dosis 350 mg/kgBB dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT tikus yang diinduksi MSG dengan dosis 7 gr/kgBB. Rerata kadar SGOT pada penelitian dengan dosis 350 mg/kgBB memiliki efek penurunan yang terbaik yaitu dengan rata-rata 75.00  ± (15.330) dan  nilai P 0.096. Nilai rerata kadar SGPT kelompok dengan dosis 350 mg/kgBB memiliki efek penurunan yang terbaik yaitu dengan rata-rata nilai P 0.074 Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kemangi menghambat peningkatan kadar SGOT dan SGPT pada tikus yang diinduksi MSG, tetapi yang secara statistik tidak signifikan
Analisis Lingkungan Kerja dan Karakteristik Pekerja Terhadap Faal Paru Pekerja Industri Papan Semen Rata (Studi Kasus di PT “X” Malang) Putri, Amelia Nurridha; Budisetyawan, Febri Endra; Noerwahjono, Abi
Herb-Medicine Journal Vol 1, No 2 (2018): Herb-Medicine Journal Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i2.2916

Abstract

 Penyakit Akibat Kerja (PAK) merupakan masalah kesehatan akibat kerja, khususnya pada perusahaan industri. Kasus PAK di dunia tercatat lebih dari 30% PAK merupakan penyakit paru. Penurunan faal paru dapat diakibatkan oleh beberapa faktor terutama pada pekerja industri. Faktor yang mempengaruhi penurunan faal paru diantaranya adalah lingkungan kerja dan karakteristik pekerja. Menganalisis lingkungan kerja dan karakteristik pekerja terhadap faal paru pekerja industri papan semen rata di PT “X” Malang. Observasional, Pendekatan Cross Sectional, Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki gangguan faal paru sebanyak 202 pekerja (71%), 68% diantaranya mengalami gangguan faal paru tipe restriktif dan 3% mengalami obstruktif. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap faal paru berdasarkan uji korelasi adalah status gizi, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, penggunaan APD saat bekerja dan riwayat pekerjaan sebelumnya di bidang industri dengan p value < 0,05. Sehingga hasil analisis uji statistik yang telah dilakukan membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja dan karakteristik pekerja terhadap faal paru pekerja industri papan semen rata di PT “X” Malang. Status gizi, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, penggunaan APD (masker) dan riwayat pekerjaan sebelumnya di bidang industri berpengaruh terhadap faal paru pekerja industri papan semen rata di PT “X” Malang. Kata Kunci: PAK, Gangguan Faal Paru, Pekerja Industri, Lingkungan Kerja, KarakteristikPekerja
LETHAL CONCENTRATION 50% OF PATCHOULI OIL (Pogostemon cablin) TOWARDS ZEBRAFISH EMBRYO (Danio rerio) Wijaya, Romel Ciptoadi
Herb-Medicine Journal Vol 3, No 2 (2020): Herb-Medicine Journal Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i2.6360

Abstract

Preface :Patchouli Oil requires toxicity testing for safety before we can use it widely. It causes side effects such as nausea, vomiting and loss of appetite in some people. Determination of lethal concentration 50% (LC50) in the early stages of zebrafish embryos development will provide an easier, faster and precise prediction of toxicity. At a certain dose, it can cause impairment and death toward organisms. Therefore, the aim of this study was to determine LC50 of Patchouli Oil in carboximethyl cellulose emulsifier towards zebrafish embryo (Danio rerio).Method :Laboratory experimental study was using zebrafish embryos at 2 hours post fertilization. The total of 160 embryos were used and divided into 8 groups, i.e.; Negative control (KN) was given the embryonic fluid, positive control 1 was given 5000 ppm of patchouli oil (KP1), positive control was given 5000 ppm of CMC (KP2), and 5 treatment groups, i.e.; concentration of 10 ppm (P1), 30 ppm (P2), 60 ppm (P3), 90 ppm (P4) and 120 ppm (P5) of Patchouli oil which was emulsified in CMC. The study was conducted with 3 times repetition. Data collection was done by calculating total of embryo’s deaths for each treatment at 24-72 hours of exposure. Data were analyzed using Regression Probit Analysis.Results :Mortality in the group of KN was 1.6%, KP1 was 98.3% and KP2 was 0%. Meanwhile in the treatment group of P1, P2, P3, P4 and P5 respectively were 0%, 5%, 10%, 25%, and 50%.Conclusion :Based on these results, Lethal Concentration 50% of Patchouli Oil in CMC emulsifier towards zebrafish embryo is 120 ppm.
PENGARUH SEDIAAN DEKOK DAUN ZAITUN (Olea europaea L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus strain wistar) JANTAN YANG DIINDUKSI NATRIUM KLORIDA 5,5% Mubarok, Fachri; Kusumawinakhyu, Titik; Bahar, Yenni
Herb-Medicine Journal Vol 3, No 3 (2020): Herb-Medicine Journal Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i3.7986

Abstract

According toWHOhypertension about 26.4% of world population who have suffered hypertension. It wouldprobably increase up to 29.2% in 2025.  Usually,hypertension medical care uses convensional medicine, however itpossessessome side effects and could causecomplication.For that reason, herbal medicine is needed for safer andmore effective purpose.  One of herbal medicines is olive leaf (Olea europea L).It aimed to figure out effect of oliveleaf extract (Olea europaea L.) on declining blood pressurein whitemale rat wistar strain (Rattus novergicus strainwistar) after 5.5% Natrium Chloride (NaCl) induction.24 of rats were divided into 4 groups of treatments and 5.5%NaCl inductions. Group I, as a control withaquadest treatment, Group II was inducted with 540 mgs of olive leafextract, Group III was inducted with 1080mgs of olive leaf extract, and Group IV was inducted with 2160 mgs ofolive leaf extract. Data were Analyzed byOne way ANOVA then followed with Post-hoc test using LeastSignificant Differences (LSD) test. From the group I, the mean of pretest was 117.83/150.83mmHg and  the meanof post test was117.83/141.67 mmHg. Group II, the mean of pretest was 123.67/156,00 mmHg and the mean of posttest was87.00/116,00 mmHg. Group III, the mean of pretest was 123.50/156.83 mmHg and  the mean of post testwasand  the mean of post test was 81.67/112,50 mmHg. Group IV the mean of pretest was 119.00/156.50 mmHgandthe mean of post test was 80.00/105.00 mmHg.There were effects of olive leaf extract (Olea europaea L.) in 540mgs, 1080 mgs and 2160 mgs toblood pressure declining in white male rat wistar strain (Rattus novergicus strainwistar) after 5.5% NatriumChloride (NaCl) induction.  The higest blood pressure declining was in Group IV of 2160mg olive leaf extractinduction.
PREVALENSI MALNUTRISI PADA LANSIA DENGAN PENGUKURAN MINI NUTRITIONAL ASESSMENT (MNA) DI PUSKESMAS Boy, Elman
Herb-Medicine Journal Vol 2, No 1 (2019): Herb-Medicine Journal April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v2i1.3583

Abstract

Lansia merupakan fase akhir kehidupan manusia sehingga terjadi penurunan fungsi  organ. Kurang gizi merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Hal ini akibat tidak tercukupinya asupan energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hasil penggunaan instrumen pengkajian status gizi pasien geriatri di Puskesmas Kota Matsum Kota Medan tahun 2018. penelitian ini adalah penelitian deskriptif kategorik yang dilakukan secara cross sectional, sampel diambil menggunakan rumus Slovin dipilih secara consecutif sampling. Jumlah sampel sebanyak 93 orang. Pada penelitian ini didapati responden tebanyak pada usia 60-74 tahun (89,3%) dan berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan (54,8%). Status gizi berdasarkan IMT didapati hasil terbanyak responden dengan gizi nomal (64,5%) dan berdasarkan MNA didapati hasil terbanyak pada responden dengan resiko malnutrisi (59,2%). Pada penelitian ini didapati hasil terbanyak pada usia 64-70 tahun dan perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dilihat dari segi status gizi, didapati hasil tebanyak dan yang beresiko malnutrisi.
TINGKAT PENDIDIKAN DAN KEAKTIFAN KUNJUNGAN TERHADAP STATUS GIZI LANSIA Hanifa, Shofiana Fajrin; Dasuki, Mohammad Shoim; Ichan, Burhannudin; Agustina, Tri
Herb-Medicine Journal Vol 4, No 1 (2021): Herb-Medicine Journal Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v4i1.7844

Abstract

Jumlah populasi lansia selalu meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kelompok usia ini berisiko mengalami gangguan gizi, baik malnutrisi, maupun obesitas. Angka kejadian malnutrisi dan obesitas pada lansia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diduga tingkat pendidikan dan kehadiran ke posyandu akan mempengaruhi status gizi pada lansia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan keaktifan kunjungan pada program Posyandu Lansia dengan status gizi lansia di Posyandu Gatak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional yang melibatkan 62 orang lansia. Data diperoleh dengan pemeriksaan langsung dan dianalisis menggunakan metode Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memiliki status gizi lebih baik (p = 0,04; OR = 5,87), serta ditemukannya kecenderungan peningkatan status gizi seiring dengan peningkatan keaktifan kunjungan lansia (p = 0,01; OR = 5,82). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan keaktifan dengan status gizi lansia. Tingkat pendidikan dan keaktifan berkunjungan berhubungan dengan status gizi lansia
Comparison of the Effect of Ethanol Extracts of Phaleria macrocarpa (scheff.Boerl) Fruit and Metformin on the Kidney Function of Hyperglycaemic Rat Models sutrisna, Eman; Sutrisna, Eman; Gumilas, Nur Signa Aini; topa, Mus; Sulistyoningrum, Evy
Herb-Medicine Journal Vol 3, No 2 (2020): Herb-Medicine Journal Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i2.6656

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that often causes diabetic nephropathy complications due to persistent hyperglycaemia. Phaleria macrocarpa (scheff. Boerl)  is one of the plants that has been widely used in the treatment of diabetes mellitus, but its effect on the risk of diabetic nephropathy is still unknown. A dose of 300mg / 200gbb / day is known as an effective dose that can significantly reduce blood sugar levels in diabetic rat. The Streptozotocin Effect (STZ) causes damage to the pancreas and causes hyperglycaemia. This study aims to compare the effect of Phaleria macrocarpa (scheff. Boerl) fruit extracts on urea and creatinine levels as a parameter of kidney function in hyperglycaemic mouse models. The study was carried out experimentally using the post-test only with control group design. Fifteen white rats were divided into 3 groups. All rats were induced with 40 mg / 200gbb of Streptozotocin (STZ) to experience hyperglycaemia. Group I as negative control was given aquades. Group II was given ethanol extract of Phaleria macrocarpa (scheff. Boerl) with a dose of 300 mg / 200gbw / day. Group III was given Metformin at a dose of 150 mg / 200gbw / day. On the 22nd day of treatment, blood specimens were taken for examination of urea and creatinine levels. The research data were statistically analyzed with α <0.05; CI95%. The mean of urea levels in Group I (79.80 ± 25.09 mg / dl), II (76.00 ± 22.59 mg / dl and III (59.60 ± 6.35 mg / dl). Kruskal-Wallis test results showed no significant difference in urea levels between treatment groups (p value = 0.273; CI95%). The mean of creatinine levels in Group I (0.68 ± 0.07 mg / dl), II (0.63 ± 0.14 md / dL) and III (0.98 ± 0.25 mg / dL). One Way Anova and Post hoc test results showed a significant difference in mean creatinine levels between Groups I and III (p = 0.014; 95% CI) and II with III ( p value = 0.006; CI95%). the results of this study can be concluded that the extract of Phaleria macrocarpa (scheff. Boerl) fruit flesh at a dose of 300 mg / 200gbb has better effectiveness than metformin dose 150 mg / 200gbb in repairing the kidney function of hyperglycaemia rats.
PENTINGNYA ASPEK SPIRITUAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA: A LITERATURE REVIEW muzaenah, tina; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Herb-Medicine Journal Vol 1, No 2 (2018): Herb-Medicine Journal Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i2.3004

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit terminal yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. GGK menimbulkan ketidakseimbangan biologi, psikologi, sosial dan spiritual. Gangguan spiritual menyebabkan gangguan psikologis berat seperti bunuh diri. Pendekatan spiritual perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa baik dari keluarga maupun tenaga medis.Tujuan: Melakukan literature review terhadap artikel-artikel yang meneliti tentang aspek spiritualitas dan kebutuhan spiritual pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa.Desain: Literature reviewMetode: Menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada EBSCO, Google, Google Scholar, ProQuest dan PubMed yang dipublikasikan pada tahun 2013-2017Hasil: Enam artikel dipakai dalam review. Empat artikel menyarankan komponen-komponen kesejahteraaan spiritualitas harus dipertimbangkan dan dirumuskan dalam program perawatan pasien dengan hemodialisa, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, kualitas tidur, mengurangi kecemasan dan rasa takut akan kematian. Salah satu artikel menyarankan agar perawat dialisis membuat program-program yang mendukung kegiatan spiritualitas pasien predialisis dan dialisis. Perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan secara holistic (biopsikososiospiritual), selain perawatan fisik perawat juga memberikan perawatan dengan pendekatan spiritual (Spiritual care). Doa dan sholat merupakan aktivitas yang dapat memperbaiki pasien dan membantu mengurangi kecemasan dan rasa takut akan kematian.Kesimpulan: Pemenuhan aspek spiritualitas dan kebutuhan spiritual pasien gagal ginjal kronik penting sebagai salah satu cara untuk meningkatkan makna dan harapan hidup, memperbaiki kualitas hidup, dan meningkatkan kepercayaan diri pasien meskipun dalam kondisi kesehatan yang tidak mendukung serta mengurangi kecemasan dan rasa takut akan kematian dengan aktivitas spiritual seperti sholat dan doa. KATA KUNCI: Gagal ginjal kronik, Hemodialisa, Kebutuhan spiritual, Spiritualitas
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PERUBAHAN SIKAP PENDERITA TUBERCULOSIS YANG BEROBAT DI PUSKESMAS KARANGANYAR, KEBUMEN Sakti, Yuhantoro Budi Handoyo
Herb-Medicine Journal Vol 2, No 1 (2019): Herb-Medicine Journal April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v2i1.4371

Abstract

Penderita Tuberkulosis (TB) paru di Indonesia terus menerus mengalami peningkatan mulai dari tahun 1997 hingga tahun 2014. Kasus TB paru pada anak di Indonesia mulai ditemukan pada tahun 2013 yaitu pada umur < 1 tahun sebanyak 2‰, 1-4 tahun sebanyak 4‰ , dan 5-14 tahun sebanyak 0,30‰. Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Pada tahun 2013 Indonesia menduduki peringkat keempat dalam prevalensi  kasus  TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pendidikan dan sikap dari penderita TB. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita TB yang berobat di Puskesma. Sampel sejumlah 30 orang yang diambil dengan cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap pada nilai p=0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan sikap penderita TB yang berobat di wilayah Puskesmas karanganyar.
NADI ISTIRAHAT DAN NADI PEMULIHAN DIPENGARUHI OLEH RUTINITAS OLAHRAGA Kusuma, Gusti Reka; Basuki, Sri Wahyu; Risanti, Erika Diana; Hernawan, Budi
Herb-Medicine Journal Vol 3, No 3 (2020): Herb-Medicine Journal Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i3.6746

Abstract

The level of physical fitness in Indonesia is still poor. Research shows physical fitness 22 provinces inIndonesia is 56.07% middle, while the rest are stated as being moderate. Thera are any corelation betweenphysical fitness and pulse. Assessing the work of the heart can be seen fromthe pulse which is the propagationof the heart rate. The recovery rate is one indicator to determine the level of physical fitness. This Harvard stepup test measurement is to see how quickly the body's ability to recover after doing activities. The purpose of theauthors conducting this study was to determine the difference in mean resting pulse, recovery rate of minutes 1,2 and 3 in students who regularly exercise and do not. The research method is analytic observational using across-sectional approach. A sample of 65 students, 20 who regularly exercise and 45 students do not regularlyexercise. The results of this study were treated with the mann-whitney and t-independent test showing a restingpulse value p<0.05. Researchers concluded that there weresignificant differences in the mean resting pulse,recovery rate of minutes 1, 2 and 3 in students who routinely exercised and did not.