cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Sintesis Grafena dengan Metode Dry Ice dan Aplikasinya sebagai Sensor Gas CO2 Nafi, Maula
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sensor gas karbon dioksida dapat difabrikasi dengan mensintesis material grafena, yang digadang-gadang adalah alotrofi karbon dengan sifat semikonduktor yang baik, sifat elektrik yang baik, konduktivitas tinggi, dan mobilitas elektron pada temperatur kamar tinggi. Grafena disintesis dengan reduksi karbon dioksida, yaitu dengan cara membakar magnesium pada kondisi lingkungan karbon dioksida. Pembakaran dilakukan di dalam dry ice, maka akan terbentuklah karbon yang merupakan grafena. Grafena tersebut kemudian diuji karakteristiknya dengan pengujian SEM, lantas dipreparasi untuk menjadi sampel sensor gas. Pengujian sensitivitas sensor gas CO2 dilakukan pada sebuah chamber yang dapat dialiri gas CO2 yang dapat diatur konsentrasinya dan temperatur operasinya. Pengujian dilakukan dengan konsentrasi gas 300, 400, dan 500 ppm, pada temperatur operasi 30, 50, dan 70oC. Nilai sensitivitas tertinggi didapatkan pada konsentrasi 500 ppm pada 30oC, yaitu 7,03. Semakin tinggi temperatur operasinya, semakin rendah nilai sensitivitasnya, disinyalir karena terjadi degradasi pada material sensor.Kata kunci: dry ice, grafena, karbon dioksida, SEM, sensor gas
PENGARUH ADITIF MALEIMIDE BINER PADA PERFORMANSI BATERAI LITHIUM DENGAN GRAPHENE OXIDE SEBAGAI ANODA Fauzan Adziimaa, Ahmad
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang modifikasi aditif maleimide dengan gugus fungsi fluorine yang digunakan pada elektrolit baterai lithium berbasis silikon-graphene. Elektrolit 1.0 M LiPF6 dalam Etilen Karbonat (EC): Etilen Metil Karbonat (EMC) (1:2 perbandingan volume) terkandung 1.0 wt% 2F-MI digunakan untuk memicu pembentukan lapisan SEI (solid electrolyte interface) dan untuk meminimalisir terjadinya pengembangan volume pada partikel silikon. Lapisan SEI unik yang terbentuk membatasi terjadinya retak pada morfologi partikel silikon saat proses interkalasi berlangsung. Melalui pengujian elektrokimia menggunakan cyclic voltammetry, spesifik reduksi potensial dari 2F-MI terjadi pada rentang 2.27 – 2.31 V. Lebih lanjut, penambahan aditif 2F-MI dapat menurunkan nilai ketidakbalikan dari 65.99% menjadi 55.52%. Selain itu penambahan aditif 2F-MI mampu meningkatkan performa dan kestabilan charge-discharge hingga siklus ke-22.
ANALISA TERMAL KALSIUM FERIT BERBASIS BAHAN ALAM Fe2O¬·H2O EKSTRAKSI PASIR BESI DAN CaCO3 DARI BATU KAPUR Mastuki, Mastuki
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir besi mengandung banyak Fe3O4 yang dapat disintesis menjadi Fe2O3 dan batu kapur sendiri merupakan CaCO3. Kedua bahan ini sangat berlimpah di Indonesia. Karena banyaknya kedua bahan ini, dilakukan penelitian untuk pengelolaan dan pengembangan produk dengan langkah awal yakni dengan menganalisis karakterisasi termal dari pencampuran kedua bahan tersebut, yaitu Kalsium Ferit. Pencampuran Fe2O3 yang Diekstraksi dari pasir besi dan endapan kalsium karbonat menggunakan metode pencampuran larutan telah dilakukan. Ekstraksi batu kapur sebagai bahan baku endapan CaCO3 (PCC) dan pasir besi Fe2O3•H2O disiapkan. PCC dan Fe2O3•H2O masing-masing dilarutkan dalam 1 M HNO3 dan dicampur menjadi homogen dengan rasio mol Ca / Fe adalah 1/8. Hasil pencampuran dilakukan pengujian DTA/TGA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada penurunan massa yang drastis hingga temperatur 5000C dan menurun perlahan. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ada proses dehidrasi dan kalsinasi sebelum temperatur 5000C dan proses difusi berikutnya terjadi di atas temperatur 5000C.Kata kunci: pasir besi, batu kapur, Kalsium Ferit, DTA-TGA.
ANALISA BESAR LAJU KOROSI BETON BERTULANG DENGAN METODE POLARISASI POTENSIODINAMIK DAN KEHILANGAN BERAT Kusminah, Imah Luluk
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju korosi pada beton bertulang terhadap perbedaan salinitas air laut dengan metode polarisasi potensiodinamik  dan kehilangan berat. Beton bertulang merupakan material yang terbuat dari beton dan baja tulangan. Berdasarkan kegunaannya, beton bertulang terletak pada media yang sangat korosif yaitu di air laut. Salinitas air laut berkisar antara 32 - 37 0/00. Penelitian ini dibagi menjadi tiga macam kadar salinitas yaitu 32 0/00, 34 0/00, dan 36 0/00 NaCl. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa beton bertulang di lingkungan 36 0/00 NaCl memiliki kebutuhan proteksi yang relatif lebih besar dibandingkan pada 32 0/00 NaCl dan 34 0/00 NaCl. Sehingga nilai laju korosi di lingkungan 36 0/00 NaCl  juga lebih besar yaitu 17,9 mpy daripada di lingkungan 32 0/00 NaCl yaitu 5,2 mpy, dan 34 0/00 NaCl yaitu  6,8 mpy berdasarkan metode kehilangan berat. Besar laju korosi dengan metode polarisasi potensiodinamik  yaitu 3,25 sampai  6,47 mpy. Berdasarkan penyetaraan tabel perbandingan mpy dengan tingkat korosi metrik, tingkat korosi pada tiga kondisi salinitas termasuk dalam kategori baik.Kata kunci: Beton Bertulang, Laju Korosi, Potensiodinamik. Salinitas, Weight Loss
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL SUHU PADA REAKTOR MESIN PIROLISIS PRODUKSI BAHAN BAKAR MINYAK DARI SAMPAH PLASTIK Fauzan Adziimaa, Ahmad
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kontrol suhu pada reaktor mesin pirolisis berfungsi untuk mengatur suhu yang ada pada reaktor sehingga nilai panas pada ruang pemanas dapat terjaga sesuai dengan nilai yang dikehendaki. Pembuatan sistem pengendalian suhu pada miniplant pirolisis diawali dengan menggunakan sensor thermocouple tipe K yang dihubungkan dengan Atmega16 sebagai kontroler dan Motor Operated Valve (MOV) sebagai aktuator. Sensor bertugas untuk melakukan penginderaan suhu yang ada di dalam reaktor pemanas dan MOV bertugas untuk mengatur laju aliran gas untuk mengendalikan nyala api pada kompor. Sensor yang telah dibuat memiliki akurasi sebesar 99,2%. Sistem pengedalian yang diterapkan yaitu menggunakan mode feedback control dengan nilai Konstanta Proporsional (Kp) sebesar 10, 6 dan 1,2. Dari graik hasil respon didapatkan respon terbaik terjadi pada nilai Kp 1,2 dengan nilai overshoot sebesar 16˚C, nilai error steady state sebesar 3% dengan rise time sebesar 8 menit dan settling time sebesar 6 menit. Kata Kunci: pirolisis, kontrol suhu, sampah plastik
ANALISA PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN DAN WAKTU PENDINGINAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN AL 6061 – SERBUK BESI SETELAH PERLAKUAN PANAS T6 Ismail, Ismail; Lutfi, Moh Rizal Taufik
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2019): December
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.16 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i02.3203

Abstract

Aluminium atau logam yang tergolong mempunyai sifat ringan dan tahan korosi yang digunakan sebagai matriks dan serbuk besi sebagai penguat guna untuk dapat menghasilkan sebuah paduan aluminium komposit yang memiliki sifat mekanik yang bagus dan bisa di dapatkan dengan biaya yang sangat terjangkau sehingga dapat bersaing secara luas dengan macam jenis komposit lainnya. Media pendingin merupakan media pendingin secara cepat dengan menggunakan oli SAE, air garam, air dan waktu pendinginan 10 menit ?  20 menit , kemampuan suatu jenis media dalam mendinginkan spesimen bisa berbeda ? beda, kemampuan media pendingin disebabkan oleh temperatur, kekentalan, kadar larutan dan bahan dasar media pendingin. Penilitian bertujuan menganalisa pengaruh perlakuan panas T6 dengan variasi media pendingin suhu ruangan, oli sae, air garam, dan air dengan variasi waktu pendinginan 10 menit dan 20 menit. Presentase berat komposit yaitu 95 % alumunium 6061 + 5 % serbuk besi. Sehingga penelitian ini mendapatkan hasil uji kekerasan paling tinggi pada spesimen dengan variasi media pendingin air dengan waktu 10 menit 57,3 HRB dan pendingin air dengan waktu 20 menit 59,2HRB. Hasil pengamatan strktur mikro spesimen dengan media pendingin dan waktu pendinginan air 10 menit memiliki butir merata dan spesimen dengan media pendingin dan waktu pendingin memiliki struktur butir yang merata.
ANALISA TERMAL KALSIUM FERIT BERBASIS BAHAN ALAM FE2O·H2O EKSTRAKSI PASIR BESI DAN CACO3 DARI BATU KAPUR Mastuki, Mastuki; Priyandokohadi, Sugeng
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2018): December
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v4i02.3340

Abstract

Pasir besi mengandung banyak Fe3O4 yang dapat disintesis menjadi Fe2O3 dan batu kapursendiri merupakan CaCO3. Kedua bahan ini sangat berlimpah di Indonesia. Karenabanyaknya kedua bahan ini, dilakukan penelitian untuk pengelolaan dan pengembanganproduk dengan langkah awal yakni dengan menganalisis karakterisasi termal daripencampuran kedua bahan tersebut, yaitu Kalsium Ferit. Pencampuran Fe2O3 yangDiekstraksi dari pasir besi dan endapan kalsium karbonat menggunakan metode pencampuranlarutan telah dilakukan. Ekstraksi batu kapur sebagai bahan baku endapan CaCO3 (PCC) danpasir besi Fe2O3?H2O disiapkan. PCC dan Fe2O3?H2O masing-masing dilarutkan dalam 1 MHNO3 dan dicampur menjadi homogen dengan rasio mol Ca / Fe adalah 1/8. Hasilpencampuran dilakukan pengujian DTA/TGA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adapenurunan massa yang drastis hingga temperatur 500C dan menurun perlahan. Dalam hal inidapat dikatakan bahwa ada proses dehidrasi dan kalsinasi sebelum temperatur 5000C danproses difusi berikutnya terjadi di atas temperatur 5000C.Kata kunci: pasir besi, batu kapur, Kalsium Ferit, DTA-TGA.
EFFECT OF ETHANOL-GASOLINE MIXES ON PERFORMANCES IN LAST GENERATION SPARK-IGNITION ENGINES WITHIN THE SPARK-PLUG NO GROUND-ELECTRODES TYPE. Setyono, Gatot; Arifin, Ahmad Anas
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2019): December
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.296 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i02.3003

Abstract

The objective of this research is to investigate the effect of ethanol-gasoline mixes on the performances of a four-stroke Spark-Ignition engine. Ethanol is observed as an alternative fuel for Spark-Ignition engines and is known for producing blends with gasoline. An experimental investigation was performed on the engine is a four-stroke cycle single-cylinder, engine volume of 124,8 cm3, port fuel injection, a compression ratio of 9,3:1 , and a Euro 3 large-size motorcycle fuelled with commercial gasoline with a Research Octane Number (RON) of 95 and gasoline/ethanol mixes G25, G35, and G45 (range of 25%, 35%, and 45%). The experiments were performed utilizing spark plug no ground-electrodes type, varied engine speeds of 4000-9000 rpm. Regulated and unregulated performances and fuel consumption were measured over the carrying out of chassis-dynamometer tests. The combustion analysis, actualized by taking the pressure cycle inside the cylinder, highlights the autoregulation of the engine control unit and guarantees utilize within the same parameters of various tested fuels, with the besides of fuel injection time, which escalates with increasing ethanol percentage. The maximum power, mean effective pressure and efficiency thermal values were obtained with an ethanol-gasoline mix (G45) the position with operated at 7000 rpm. A significant decrease in specific fuel consumption was observed using an ethanol-gasoline mix of G45 (45%)
PENGARUH MODEL TURBULENSI ALIRAN TERHADAP SIMULASI NUMERIK AIRCURTAIN Lillahulhaq, Zain; Maulana, Hasan Syafik
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2019): December
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.978 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i02.3008

Abstract

Aircurtain commonly used in department store enterance, biocabinet, display refrigenerator even in operating room. Turbulance model, which used in air curtain simulation, involve numerical simulation result. This numerical simulation held to study various effect of turbulancy model in air curtain model. The characteristic of fluid flow in aircurtain is being shown in this paper. The 2D simulation of stady state air curtain flow is simulated using compressible fluid. k-? BSL dan Transition k-kl-? is suitable turbulance model which can be used in air curtain simulation.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH KAYU SISTEM CRUSHER PENGHASIL SERPIHAN KAYU UNTUK BAHAN DASAR PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL Mufti, Mohammad; Saifudin, Saifudin; Rachman, Dzikri Fatur
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2019): December
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.377 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i02.3207

Abstract

Mesin pencacah kayu merupakan mesin yang dapat menghacurkan kayu menjadi serpihan-serpihan yang halus. Dari bahan serpihan halus kayu tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku beragam industri dalam bidang agrobisnis salah satunya papan partikel. Mesin pencacah kayu ini dirancang untuk dapat menghancurkan dan menghaluskan kayu pada beragam macam tingkat kekerasan kayu. Seperti ranting, batang gelondong, maupun akar dapat dihancurkan dan dihaluskan oleh mesin ini.Seiring bertambahnya permintaan kebutuhan perabotan rumah tangga yang memanfaatkan bahan baku kayu maka diperlukan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pembuatan komponen rumah tangga diantaranya MDF (Midle Dencity Fiberboard). MDF merupakan jenis kayu olahan yang dibuat dari serpihan kayu yang dipadatkan.Dimensi dari mesin pencacah kayu ini adalah 1120 x 900 x 500 mm. Mesin ini digerakkan oleh sebuah motor listrik 3,7 kW 1 phase, sebagai pencacah kayunya digunakan pisau dengan dimensi 70 x 50 x 8 mm. Untuk mentransmisikan daya motor digunakan pulley 50 mm dan 80 mm 2 jalur dengan sabuk type A untuk menggerakkan poros perantara berdiameter 25 mm, pulley 50 mm dan 145 mm 2 jalur dengan sabuk type B untuk menggerakkan poros output berdiameter 43 mm. Kata kunci: mesin pencacah kayu, limbah kayu, serpihan kayu