cover
Contact Name
Ni Wayan Sartini
Contact Email
etno@journal.unair.ac.id
Phone
+628123034605
Journal Mail Official
etno@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Kampus B UNAIR Jl. Dharmawangsa Dalam Surabaya-60286
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ETNOLINGUAL
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : 25800280     DOI : https://doi.org/10.20473/etno.v3i2.14640
Etnolingual is a journal that is focused on highlighting the links between language and culture of all societies in the world. Without limiting the topic of study in terms of culture only, other linguistic studies such as; First, Second and Foreign Language Teaching and Acquisition, Language Planning, Translation, Clinical Linguistics, Pragmatics and pure linguistic studies, are also accepted.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL" : 7 Documents clear
TINDAK TUTUR DAN FUNGSI KATA BI DAN BA DALAM PROSES KOMUNIKASI BAHASA DAYAK STUDI KASUS PADA MASYARAKAT RIAM DURIAN Hartuti, Sri; Nurfarida, Ika
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.58 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.7393

Abstract

AbstrakMasing-masing kata dalam bahasa daerah memiliki fungsi yang berbeda dengan daerah lainnya. Oleh sebab itu, pemahaman tentang fungsi kata sangat penting. Fungsi kata hanya bisa dipahami jika konteks kalimat jelas, apakah kalimat termasuk termasuk kalimat imperatif, deklaratif, atau interogatif. Salah satu fenomena yang berkaitan dengan fungsi kata yakni kata bi dan ba dalam bahasa Dayak di desa Riam Durian, kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data yang dianalisis, kata bi hanya digunakan apabila seseorang ingin membuat kalimat interogatif atau kalimat tanya, sedangkan kata ba hanya digunakan apabila seseorang ingin membuat kalimat imperatif atau kalimat perintah. Selain itu, kata bi jika dikaitkan dengan teori tindak tutur ternyata memenuhi unsur sebagai bagian dari tindak tutur direktif, sedangkan kata ba memenuhi unsur sebagai bagian dari tindak tutur komisif. Meskipun demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kedua kata tersebut memiliki makna apabila digunakan dalam kalimat dan tidak bisa berdiri sendiri.
HIDDEN CULTURE IN DIFFERENT CONCEPTUAL MEANING OF INDONESIAN POPULAR FOOD AMONG JAVANESE PEOPLE IN JAVA ISLAND Nirmala, Irma
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.03 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.7392

Abstract

Abstract Different conceptual meaning of Indonesian popular food can be happened among Javanese people in Java Island due to having distinctive food perception. When people in East Java order the popular food (Bakso or Tempe tepung) at food stall, café, or restaurant in Central Java, they will probably get food which is not same as their perception or experience like in East Java. It is caused people in Central Java have own conceptual meaning of food in spite of having same name. This study finds two possibilities of conceptual meaning. They are having same name but different conceptual meaning and vice versa. Obviously its conceptual meaning represents their culture, such as the taste of food, the use of food in special event, type of food, and the eaters. Even though the meal itself has become a part of culture, because it is belong to outcome from the local community. It has gone that way, because people in group of community or area repeat cooking activity many times. It becomes habit; and it is continued by next generation.
BAHASA ANTARA BARISTA DAN PELANGGAN STARBUCKS DI SURABAYA TOWN SQUARE: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Sulistiawati, Afwin; Yogadinata, Dewa Made Artha; Nashahta, Terra Bellatrix Aden
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.754 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.7391

Abstract

AbstrakPenelitian ini difokuskan untuk meneliti kalimat yang digunakan oleh barista yang ada di Starbucks Surabaya Town Square kepada pelanggan yang dikaji menggunakan pendekatan sosiopragmatik. Sampel penelitian ini mencakup tuturan bahasa yang telah diperoleh melalui teknik rekam, simak, dan transkripsi. Analisis data yang digunakan yakni metode deskriptif kualitatif yang terdiri atas tiga proses, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian yang didapat ialah bahwa tindak tutur dalam dialog yang terjadi antara barista dengan pelanggan baru lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang standar dan formal, juga tidak ditemui faktor keakraban sehingga maksim yang terlihat hanya maksim pertimbangan. Sedangkan tindak tutur pada dialog antara barista dan pelanggan yang sering datang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang tidak formal bahkan menggunakan bahasa daerah (ragam rendah). Maksim yang muncul juga bermacam-macam, yakni maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kecocokan, dan maksim penghargaan.
PERBEDAAN KATA SAPAAN OLEH PENUTUR BAHASA MADURA DI PULAU MADURA DAN LUAR PULAU MADURA: STUDI KASUS PERBEDAAN KATA SAPAAN PADA NARASI ACARA INDONESIA BAGUS NET TV EPISODE ‘SUMENEP MADURA’ DAN ‘PROBOLINGGO’ Zakiyah, Fitriyatus
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.251 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.7390

Abstract

AbstrakKata sapaan merupakan kata yang digunakan oleh penutur untuk menyapa lawan tuturnya pada suatu peristiwa tutur. Kata sapaan ini memikili beberapa fungsi, seperti mempertahankan hubungan sosial, menunjukkan perhatian dan lain-lain. Dalam penggunaannya, pemilihan kata sapaan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kekuasaan dan solidaritas. Tidak menutup kemungkinan bahwa pengguna satu bahasa yang sama menggunakan istilah dan jenis kata sapaan yang berbeda pada satu konteks yang sama, seperti Sumenep dan Probolinggo. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dari masing-masing kota tersebut. Pada penelitian ini, peneliti membahas perbedaan kata sapaan yang digunakan oleh narator acara Indonesia Bagus NET TV pada episode Sumenep dan Probolinggo. Acara tersebut dipilih karena narator acara tersebut adalah penutur asli dari daerah yang ditayangkan sehingga mampu mencerminkan budaya dan bahasa daerah tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena menggunakan video dan transkrip (teks) video sebagai data analisisnya. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa langkah mulai dari pengunggahan video hingga proses transkripsi. Setelah itu data dianalisis untuk mengidentifikasi kata sapaan yang digunakan pada kedua episode tersebut. Hasil analisis menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dari penggunaan kata sapaan yang digunakan oleh narator pada kedua episode tersebut. Narator pada episode Probolinggo menggunakan jenis kata sapaan panggilan akrab sedangkan narator pada episode Sumenep menggunakan jenis kata sapaan kekerabatan. Namun, kedua narator menggunakan kata sapaan dengan tujuan yang sama, yaitu untuk menjaga hubungan mereka dengan para penonton sehingga penonton menikmati acara mereka.
ADJECTIVAL COLLOCATIONS FOR HALLOWEEN IN EARLY 19TH UNTIL 20TH IN COHA AND COCA Rahayu, Puji
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.676 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.7394

Abstract

AbstractKnowing the development of certain word in society and relating it with the social perspective is quite interesting. Diachronic corpus is a science in the corpus linguistics that can be used to traverse space and time. To trace the development of certain aspect of language in America, diachronic corpus can be applied by using superior corpus of the Corpus of Contemporary American English (COCA) and the Corpus of Historical American English COHA as the tools to determine the actual state of a society. Halloween is one of the celebrations which firstly celebrated in America and transmitted to be celebrated in all over the world. How Halloween is perceived in its origin country, America. This research aims to find any words that become the adjectives collocation for [Halloween] word and the perspectives about it in America in different periods of time. Employing mixed-method as approach, this research took the computerized data in COHA and COCA then interpreting the result of the adjectival collocations result. The result of this research shows that there is the changing perspective in America toward Halloween. Comparing the perspective of Halloween in the past and the current time shows that Halloween is changing overtime from religiously sacred to be fun and joyful celebration with many interesting tricks to celebrate it.
FRONT MATTER VOL 1 NO 1, 2017 Matters, Front
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4511.813 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.19919

Abstract

FRONT MATTERS VOL 1 NO 1, 2017 Matters, Front
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4266.128 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.20225

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7