cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Sahafa Journal of Islamic Communication
ISSN : 26223449     EISSN : 26224313     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Komunikasi Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Program PONED Oleh Bidan Desa Di Kota Majalengka FSM, Nur'annafi
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.328 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2850

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk menggambarkan tujuan dan sebab pemilihan yang dilakukan ibu hamil untuk tetap mendatangi dukun beranak. Menggambarkan tujuan dan sebab pemilihan yang dilakukan ibu hamil untuk tetap mendatangi Bidan desa. Menggambarkan pola komunikasi bidan desa kepada Ibu hamil, Ibu bersalin dan ibu menyusui. Menggambarkan kredibilitas bidan desa berdasarkan penilaian Ibu hamil, Ibu bersalin dan ibu menyusui. Menghasilkan isi dan pengemasan pesan dalam mempersuasi Ibu hamil, Ibu bersalin dan ibu menyusui, dalam meningkatkan kredibilitas bidan desa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode studi kasus deskriptif. Adapun penentuan sampel menggunakan teknik cluster. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: Tujuan untuk tetap mendatangi Periksa dan konsultasi kehamilan dengan jumlah presentase, melahirkan dengan jumlah presentase, periksa dan konsultasi anak dengan jumlah presentase, konsultasi KB dengan jumlah presentase. Konsultasi Ibu menyusui dengan jumlah presentase. Pola komunikasi bidan yang dirasakan ibu meliputi aspek komunikasi verbal dan non verbal. Mengenai kredibilitas bidan, secara keseluruhan aspek kompetensi, kharisma, sarana pelayanan kesehatan, peralatan dan obat-obatan yang diberikan bidan desa sudah sangat baik dirasakan oleh para ibu. Namun kemampuan komunikasi bidan harus ditingkatkan lagi, karena bidan bertindak sebagai opinon leader bagi masyarakat Desa Cikeusik. Pesan yang efektif untuk mempersuasi ibu guna meningkatkan kredibilitas bidan desa yaitu penekanan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan bidan desa kepada masyarakat merupakan pelayanan kesehatan yang menjamin profesi kebersihan, kenyamanan, lengkap, professional dan gratis.AbstractThe research aims to describe the objectives and causes of selection by pregnant women to go to the dukun beranak. Describe the goals and causes of the choices made by pregnant women to continue visiting the village midwife. Describe the pattern of communication of village midwives to pregnant women, maternity and nursing mothers. Describe the credibility of village midwives based on the assessment of pregnant women, maternity and nursing mothers. Producing content and packaging of messages in persuading pregnant women, mothers of birth and nursing mothers, in increasing the credibility of village midwives. The approach used in this study is a descriptive qualitative research approach, with descriptive case study methods. The sample determination uses cluster techniques. The results and conclusions of the study show that: The aim to keep visiting is to check and consult the pregnancy with the number of percentages, giving birth to the number of percentages, checking and consulting the child with the percentage, family planning consultation with the percentage. Consultation of nursing mothers with the number of percentages. The midwife’s communication pattern felt by the mother includes aspects of verbal and non verbal communication. Regarding the credibility of midwives, overall aspects of competence, charisma, health care facilities, equipment and medicines provided by village midwives have been very well felt by mothers. But the communication skills of midwives must be increased again, because midwives act as opinon leaders for the people of Cikeusik Village. An effective message to persuade mothers to improve the credibility of village midwives is the emphasis that the health services provided by village midwives to the community are health services that guarantee the profession of cleanliness, comfort, complete, professional and free.
Toleransi Terhadap Non-Muslim Dalam Pemahaman Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) Romadlan, Said
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.856 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2740

Abstract

AbstrakArtikel ini menitikberatkan pada pemahaman dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mengenai toleransi terhadap non-muslim, sebagai salah satu isu utama dalam gerakan radikalisme. Isu toleransi terhadap non-muslim seringkali menjadi pemantik tindak kekerasan, ketidakadilan, bahkan diskriminasi karena adanya pemahaman yang tidak kontekstual terhadap teks-teks (ayat) kitab suci yang berkaitan dengan hubungan muslim dengan non-muslim. Di sini pemahaman terhadap teks menjadi kunci, maka kajian ini menggunakan teori Interpretasi Paul Ricoeur yang memfokuskan pada penafsiran berdasarkan penjarakan (distansiasi) teks dengan pembaca. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode hermeneutika Ricoeur yang menitikberatkan pada distansiasi bahasa, diskursus, dan tekstualitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman Muhammadiyah dan NU mengenai toleransi terhadap non-muslim didasarkan pada surat al Hujurat ayat 13. Muhammadiyah memahami toleransi terhadap non-muslim sebagai sebagai ukhuwah insaniyah yang didasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan universal, sedangkan NU memahami toleransi terhadap non-muslim sebagai ukhuwah wathaniyah dalam konteks berbangsa dan bernegara. Pemahaman yang moderat mengenai toleransi terhadap non-muslim dari kedua ormas Islam tersebut dapat dijadikan kontra-diskursus atas pemahaman tentang isu toleransi terhadap nonmuslim yang selama ini dapat memicu tindakan tidak adil dan diskriminatif. AbstractThis article focuses on understanding the two largest Islamic organizations in Indonesia, namely Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) regarding tolerance for non-Muslims, as one of the main issues in the radicalism movement. The issue of tolerance for non-Muslims is often the trigger of violence, injustice, and even discrimination because there is a non-contextual understanding of the texts (verses) of the scriptures relating to Muslim relations with non-Muslims. Here the understanding of the text is key, so this study uses Paul Ricoeur’s Interpretation theory which focuses on interpretation based on spacing (distancing) the text with the reader. The analytical method used is Ricoeur’s hermeneutics method which focuses on language distortion, discourse, and textuality. The results of the study indicate that the understanding of Muhammadiyah and NU regarding tolerance for non-Muslims is based on the letter Al Hujurat verse 13. Muhammadiyah understands tolerance of non-Muslims as a ukhuwah insaniyah based on universal human values, while NU understands tolerance for non-Muslims as ukhuwah wathaniyah in the context of  nation and state. A moderate understanding of tolerance towards non-Muslims from the two Islamic organizations can be used as a counter-discourse on an understanding of the issue of tolerance for non-Muslims which has been able to trigger unfair and discriminatory actions 
Komunikasi Interpersonal Antara Ibu Single Parent Dengan Anak Remaja Chaidirrullah, Chaidirrullah; Abdullah, Abdullah
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.202 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2212

Abstract

AbstrakTujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal antara ibu (single parent) dengan anak remaja di Kelurahan Kertosari.Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kertosari Kabupaten Ponorogo dan berlangsung selama tiga bulan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif mengacu pada penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan kepustakaan. Data yang diperoleh secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, yaitu dengan mengumpulkan data, mereduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data untuk memberikan gambaran mengenai masalah yang dibahas dalam penelitian serta dikembangkan berdasarkan teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara ibu single parent dengan anak remajanya, belum sepenuhnya berjalan secara efektif sehingga kebersamaan sulit terjalin. Kebersamaan meliputi keterbukaan, Empati, Mendukung, Positif, Kesetaraan. Penelitian ini juga menemukan beberapa faktor yang menghambat komunikasi antara orang tua single parent dan anak yakni sibuk beraktifitas sehari – hari, perasaan tidak nyaman, takut dan canggung yang dirasakan oleh anak, serta emosi orang tua kurang terbimbing sehingga tidak terjalin kebersamaan dalam keluarga. Proses komunikasi terjadi di semua tempat, baik di kalangan orang-orang yang berpendidikan maupun di kalangan masyarakat primitif yang tidak mengenal pendidikan sama sekali. Semua sepakat tidak ada manusia di dunia ini yang luput dari berkomunikasi.AbstractAbstract The purpose of this research is to describe interpersonal communication between single parent mothers and adolescents at Kertosari Village. This study was conducted in Kertosari Subdistrict Ponorogo and lasts for three months. The type of research used in this study is qualitative methods referring to field research. The technique of collecting data is done by observation, indepth interviews, and literature study. The data obtained interactively and continues continuously until complete, namely by collecting data, reducing data, presenting data, and concluding data to provide an overview of the problems discussed in the study and developed based on the theory used. The results of the study showed that interpersonal communication between single parent mothers and adolescents was not fully effective so that togetherness was difficult. Togetherness includes openness, empathy, supportive attitude, positivity, equality. This study also found several factors that inhibit communication between single parent and their child, namely busy daily activities, feelings of discomfort, fear and awkwardness felt by children, and emotions of less guided parents so that they are not together in family. The process of communication takes place in all places, both among educated people and among primitive communities who know no education at all. All agree that no human in this world escapes communicating.
Pariwisata Halal di Aceh : Gagasan dan Realitas di Lapangan Saleh, Rahmat; Anisah, Nur
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.245 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2849

Abstract

AbstrakSalah satu yang terlintas ketika orang menyebut Aceh adalah penerapan Syariat Islam dalam setiap sendi kehidupan, tidak terkecuali dalam aspek pariwasata. Wisata halal merupakan upaya yang terus dilakukan oleh jajaran Pemerintah Aceh untuk mewujudkan merek Aceh sebagai simbol halal. Faktanya Aceh memenangkan tiga kategori dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016 versi Kemenpar RI. Potensi pariwisata Aceh pun sangat menjanjikan baik dari sisi keragaman dan keunikan budaya, kekhasan kuliner, cita rasa kopi, atmosfir di warung kopi, budaya Islami dan pesona alamnya yang indah dan natural. Upaya melakukan branding Aceh sebagai wisata halal menjadi tantangan yang tidak mudah untuk diimplementasikan. Label halal di Aceh sejatinya bukanlah sebuah terminologi yang perlu diperdebatkan lagi. Semua pihak percaya bahwa keabsahan halal di Aceh (khususnya kuliner) bahkan tidak memerlukan pengakuan di atas kertas berupa sertifikasi lembaga otoritas resmi seperti MUI. Namun ketika label halal ingin diwujudkan dalam aspek pariwisata, maka pertanyaannya adalah apa dan bagaimana wisata halal yang ingin diwujudkan di Aceh? Sejauh mana pengalaman label halal tersebut dapat dirasakan publik dan turis? Bagaimana branding halal dipahami oleh para pihak dan bagaimana ketersediaan infrastruktur yang mendukung branding wisata halal. Tulisan ini merupakan library research dan membahasnya dari perspektif komunikasi pemasaran dan kreativitas pesan dari sisi kehumasan. AbstractOne of the things that come to mind when people call Aceh is the application of Islamic Shari’a in every aspect of life, including the aspect of tourism. Halal tourism is an ongoing effort by the Acehnese Government to realize the Aceh brand as a halal symbol. The fact is that Aceh won three categories in the 2016 National Halal Tourism Competition held by the ministry of Tourism of Republic of Indonesia. Aceh’s tourism potential is very promising both in terms of diversity and unique culture, culinary peculiarities, coffee flavors, atmosphere in the coffee shop, Islamic culture and its natural and beautiful natural charm. Efforts to branding Aceh as halal tourism are challenges that are not easy to implement. The halal label in Aceh is actually not a terminology that needs to be debated again. All parties believe that the legal validity in Aceh (especially culinary) does not even require recognition on paper in the form of certification of official authority institutions such as the MUI. But when the halal label wants to be realized in the aspect of tourism, the question is what and how halal tourism wants to be realized in Aceh? How far can the experience of the halal label be felt by the public and tourists? How halal branding is understood by the parties and the availability of infrastructure that supports halal tourism branding. This paper is a library research and discusses it from the perspective of marketing communication and message creativity from the view of public relations.
Strategi Komunikasi Wali Kelas Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Santri Kelas Lima Di PMDG Sesuai Nilai-Nilai Islam Nusantara, Andi Adil Pratama; Setyaningsih, Rila
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.202 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2147

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendesrkripsikan serta menjelaskan strategi komunikasi wali kelas dalam menumbuhkan motivasi belajar santri kelas lima di Pondok Modern darussalam Gontor (PMDG). Hal ini mengacu pada latar belakang mengenai peran penting wali kelas lima untuk menumbuhkan motivasi belajar. Dipilihnya kelas lima sebagai objek karena kelas siswa lima di Gontor setara dengan kelas dua SMA diluar, karena idealnya mereka sudah dapat mengetahui dan juga mengidentifikasikan strategi untuk belajar. Fenomena yang terjadi pada kelas lima di Gontor adalah mereka menghadapi beberapa permasalahan yang kompleks, seperti menjadi pengurus asrama, pengurus organisasi pelajar dan juga mengendalikan beberapa acara besar di Gontor, sehingga berimbas pada rendahnya nilai siswa kelas lima dietiap tahunnya. Padahal seharusnya siswa kelas lima dapat menjadi contoh dan juga teladan yang baik bagi siswa kelas satu sampai empat dalam belajar. Penelitian ini disusun dengan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan cara melakukan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan mengamati iklim belajar kelas lima bersama wali kelas, melakukan studi dokumentasi dan juga mengadakan wawancara. Hasil penelitian ini adalah wali kelas lima di Gontor telah banyak menerapkan strategi motivasi seperti, reward, pemberian pujian, punishment dan juga pengkondisian situasi dan juga momen yang tepat dalam melancarkan motivasi. Lebih dari itu wali kelas lima juga berusaha mengenali siswa-siswa mereka dengan pendekatan secara kelompok dan juga personal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap para wali kelas dalam menentukan strategi tepat dalam menumbuhkan motivasi siswanyaAbtractThis study aims to describe and explain the strategy of homeroom teachers in fostering the motivation to learn in fifth grade students of Pondok Modern Darussalam Gontor.This refers to the background of the importance of the class five homeroom teacher to foster the motivation to learn, choosing class five as an object because students of class five in Gontor are equivalent to the class two of high school outside which ideally they can know and also identify strategies for learning, but in Gontor, the phenomenon that occurs in the fifth grade at Gontor is that they face some complex issues, such as being managers of dormitory, managers of student organization and also controlling some big events in Gontor. Ideally, it should be a fifth grade student that can be an example and also a good ideal for students in classone to four in learning. This research is arranged with descriptive qualitative method; that is by doing descriptive research and tending to use analysis with inductive approach. The data collection technique is done through observation by observing the fifth grade learning climate with the homeroom teacher, doing documentation study and also conducting interviews. As for the results of this research is the homeroom of class five in Gontor has applied many motivational strategies such as reward, giving praise, punishment and also conditioning the situation and also the right moment in launching motivation. Moreover, the fifthgrade homeroom also seeks to recognize their students by both group and personal approaches. This study is intended to facilitate the homeroom teacher in determining the right strategy in growing students’ motivation
Strategi Komunikasi Dakwah dalam Pembinaan Mental Narapidana Ariyanto, Budi; Firosyurahman, M; Mangkarto, M Rizki K; Barkah, Fauzi Nurul; Fatoni, Uwes
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.111 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2851

Abstract

AbstrakBanyaknya residivis yang kembali melakukan kejahatan setelah keluar dari penjara menjadi masalah yang meresahkan masyarakat. Masalah ini merupakan pekerjaan rumah bagi lembaga pemasyarakatan dalam membina anak didiknya yaitu para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sehingga perlu diterapkan strategi komunikasi dakwah yang tepat dan kreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi dakwah yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan di kota Metro, serta faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan dakwah. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus ditemukan strategi komunikasi Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan mental warga binaan pemasyarakatan menggunakan strategi tilawah melalui ceramah, strategi tazkiyah melalui dzikir bersama dan strategi ta’lim melalui halaqah jamaah di masjid At-Taubah. Temuan dalam penelitian ini adalah setelah strategi komunikasi dakwah tersebut diterapkan, warga binaan mengalami perubahan menjadi sadar dan bersikap lebih baik dari sebelumnya, juga timbul efek lanjutan yaitu berkurangnya residivis mantan warga binaan yang kembali masuk penjara.AbstractSome residivists ommit criminals after released from the jail have been obstacles for society. This problems are home works for prison management in educating them. it is necessary to apply appropriate and creative communication strategies with Islamic perspective. This study aims to find out the communication strategy of da’wah conducted by preachers in the mentoring of assisted citizens in class II prison A Metro city and several supporting and inhibiting factors in preaching. The method used in this study is qualitative with a case study approach. The da’wah communication strategy applied in class II prison A Metro city in the mentoring of correctional inmates is a reconnaissance strategy through preachers, tazkiyah strategies through collective dhikr and ta’lim strategies through the halaqah of At-Taubah mosque congregation. The results of the study can be concluded that, after the implementation of the da’wah communication strategy by the preachers who issued above to the inmates in prison, the spread of deviant circumstances became aware and better than before and presented a deterrent effect.
Perencanaan Komunikasi Pendidikan Karakter Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Madiun Nugroho, Hery; Marantika, Nurhana
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.809 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2908

Abstract

AbstrakSD Muhammadiyah Kota Madiun merupakan sekolah inklusi satu-satunya di Kota Madiun. Sekolah inklusi merupakan lembaga pendidikan dengan sistem pelayanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Di sekolah dasar ini peserta didik berkebutuhan khusus belajar, bermain, dan berinteraksi dengan peserta didik biasa pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan komunikasi pendidikan karakter terhadap peserta didik berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah Kota Madiun dengan menggunakan model perencanaan komunikasi alur tanda “?”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan karyawan SD Muhammadiyah Kota Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah perencanaan komunikasi pendidikan karakter untuk peserta didik berkebutuhan khusus SD Muhammadiyah Kota Madiun sangatlah dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan yaitu menanamkan kepada peserta didik berkebutuhan khusus mengenai nilai-nilai luhur sebagai bekal dalam berkehidupan bermasyarakat kelak. Pesan yang disampaikan dalam pendidikan karakter adalah nilai-nilai utama yang diintenalisasikan dalam pendidikan karakter adalah nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, mengargai prestasi, bersahabat, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab dengan media atau saluran tatap muka. Media atau saluran komunikasi yang digunakan adalah saluran komunikasi tatap muka. Saluran komunikasi ini dianggap paling efektif saat ini dalam rangka menginternalisasikan nilai-nilai luhur dalam pembentukan karakter pada peserta didik. Evalusi hasil pendidikan karakter dilakukan tiap akhir semester untuk mengetahui sejauh mana peserta didik berkebutuhan khusus mampu menerima dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter.AbstractMuhammadiyah Elementary School in Madiun City is the only inclusive school in Madiun. Inclusion schools are educational institutions with an education service system requiring children with special needs to study in the closest schools in ordinary classes with friends of their age. In this elementary school, students with special needs learn, play, and interact with ordinary students in general. The purpose of this study is to find out the character education communication plan for special needs students in Muhammadiyah Elementary School in Madiun using communication planning model of “?” (question mark flow). The research method used in this study was descriptive qualitative and research subjects involved were principals, teachers, and staff of the Muhammadiyah Elementary School in Madiun. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data used triangulation techniques. The result of this study states that the planning of character education communication for students with special needs at the Muhammadiyah Elementary School in Madiun is needed to achieve the expected goal of instilling it with special needs students regarding noble values as a provision for future social life. The message conveyed in character education is the main values introduced in character educat i on including religious values, honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democrat i c, nationalistic spirit, love f or the country, respect for achievement, frien d ly, communic a tive, love peace, love to read , care for the environment, social care, a nd responsi b ility with the media or channe l s face to f ace. Media and communication channels used are face-to-face communication channels . Nowadays, this communication channel i s considered as the most effective way to i n ternalize the noble values in building students’ character . The validation of character education results is conducted at the end of each semester to determine to what extent students with special needs are able to accept and implement the values in character education.
ADAPTASI SANTRI BARU LUAR NEGERI DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Risaldy, Faisal
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.184 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3179

Abstract

Dalam bersosialisasi manusia harus dapat beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya supaya bisa merasakan kenyamanan dalam suatu lingkungan tertentu. Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan pesantren yang memiliki puluhan ribu santri dengan daerah yang bermacam-macam dan budaya yang beragam. Santri baru luar negeri dengan etnis dan budaya yang berbeda dengan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor diharuskan untuk dapat beradaptasi agar dapat menjalin komunikasi yang efektif serta dapat belajar dengan sempurna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan adaptasi santri baru luar negeri dengan santri lain yang berasal dari daerah lokal Pondok Modern Darussalam Gontor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi metode dan sumber digunakan untuk mengukur keabsahan data dalam penelitian ini.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi komunikasi antarbudaya antara santri baru Pondok Modern Darussalam Gontor yang berasal dari luar negeri dengan santri lokal (hostculture) tidak dapat terjadi secara langsung (instan) karena membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Tahap adaptasi komunikasi antarbudaya menurut islam ada 4, yaitu: ta?aruf, tafahum, ta?awun, dan takaful/iitsaar. Dalam proses adaptasi semua santri baru luar negeri sudah melewati empat tahapan meskipun masing masing santri mempunyai cara yang berbeda dalam melalui setiap tahapan tersebut. Tercapainya semua tahapan adaptasi akan dapat menjadikan setiap proses komunikasi semakin efektif.
Manajemen Komunikasi Markas Islamisasi Dalam Menyelenggarakan Kajian Jumat Malam Pambudi, Rilo; Setyaningsih, Rila
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.874 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3143

Abstract

 AbstrakKajian Jumat malam merupakan salah satu program bagian markaz islamisasi untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman mahasiswa UNIDA Gontor. Merupakan gagasan dari Wakil Rektor 1 UNIDA Gontor Al-Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy yang menginginkan adanya kajian keislaman rutin setiap minggunya sehingga diadakanlah Kajian pada hari Jumat Malam. Namun dari data rekapan absensi kehadiran mahasiswa yang diperoleh terlihat adanya kesenjangan antara minat mahasiswa dalam mengikuti kajian jumat malam tersebut, padahal acara ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen komunikasi markas islamisasi dalam mengadakan kajian jumat malam di UNIDA Gontor. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti ikut terjun langsung ke lapangan dalam observasi, dalam pengumpulan data peneliti melakukan tiga teknik koleksi data yaitu dengan wawncara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan Planning,Organizing,Actuating,Controlling (POAC) yang biasa digunakan dalam ilmu manajemen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markaz Islamisasi unida Gontor sudah melaksanakan POAC dalam manajemen kajian jumat malam meskipun belum optimal, masih ditemui beberapa kendala. Kontribusi penelitian ini berupa manajemen markaz islamisasi dalam penyelenggaraan kajian jumat malam.AbstractIslamization of knowledge is one of the efforts to realize the ideals of the University of Darussalam Gontor, Fountain of Wisdom. “Kajian Jumat Malam” was one of the programs in the markaz Islamization section to enhance the Islamic values of Gontor’s UNIDA students. However, from the recapitulation data, the attendance obtained by the students was seen to be a gap between the interest of students in following the study that “Kajian Jumat Malam”, even though this event was mandatory for all students. The purpose of this study was to find out how the communication management of the Markaz Islamisasi in conducting a study on “Kajian Jumat Malam” at UNIDA Gontor. The method carried out in this research is descriptive qualitative where the researcher participates directly into the field in observation, in the data collection the researcher conducted three data collection techniques, namely by way of interviews, observations, and documentation. Data analysis is analyzed by data reduction, categorization, synthesis, compiling a working hypothesis. The validity of the data used triangulation methods and sources. The results of the study showed that the “Markaz Islamisasi” has carried out all stages Planning, Organizing, Actuating, Controlling in the holding of the “Kajian Jumat Malam” but it has not run optimally. The contribution of this research in the form of markaz Islamization management in the organize Kajian Jumat Malam.
STRATEGI KOMUNIKASI PIMPINAN TOKO BUKU LATANSA GONTOR DALAM MENJAGA KINERJA PEGAWAI rohim, abdul
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.84 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3884

Abstract

Abstrak Pada sebuah perusahaan atau organisasi, komunikasi yang baik yang berperan menjaga para anggota yang terdapat didalam organisasi tersebut tetap baik dan dapat mencapai apa yang dicita-citakan dan diharapkan oleh perusahaan. Dalam sebuah perusahaan pemimpin yang berperan sebagai seorang komunikator. Pemimpin yang baik dan efektif umumnya harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif sehingga sedikit banyak akan mampu merangsang partisipasi orang-orang yang dipimpin. Agar dapat membuat komunikasi yang efektif tentunya seorang komunikator harus mempunyai strategi komunikasi yang tepat agar dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pimpinan toko buku Latansa Gontor dalam menjaga kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun  sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder yang disajikan oleh sumber data di toko buku Latansa Gontor dan dari hasil wawancara yang didapatkan melalui beberapa informan yang memenuhi kriteria. Analisis menggunakan analisis deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Harold D. Lasswell mengenai strategi pemilihan komunikator, pesan, media dan komunikan dalam proses komunikasi. Berdasarkan analisa data, diperoleh kesimpulan bahwa pimpinan toko buku Latansa Gontor membuat strategi komunikasi dengan memperhatikan faktor berikut: mengenal khalayak, penyusunan pesan, pemilihan metode, pemilihan media. Mengenal khalayak dengan baik sebelum melakukan komunikasi dengan mereka, menyusun dan mempersiapkan isi pesan sebelum disampaikan kepada komunikan, dan memilih metode penyampaian pesan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi, dan juga memilih media penyampaian pesan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. AbstractIn a company or organization, good communication that plays a role in keeping the members in the organization remains good and can achieve what is aspired and expected by the company. In a company leader who acts as a communicator. A good and effective leader generally must have effective communication skills so that more or less will be able to stimulate the participation of people who are led. To be able to make effective communication of course a communicator must have the right communication strategy in order to achieve these goals.The purpose of this study was to determine the communication strategy of Latansa Gontor bookstore leaders in maintaining employee performance. This study uses a qualitative method. The data sources used are primary and secondary data presented by data sources at the Latansa Gontor bookstore and from interviews obtained through several informants who met the criteria. Analysis using descriptive analysis. The theory used is Harold D. Lasswell's theory regarding the selection strategy of communicators, messages, media and communicants in the communication process. Based on data analysis, it was concluded that the head of the bookstore Latansa Gontor made a communication strategy by taking into account the following factors: getting to know the audience, composing messages, choosing methods, choosing media. Get to know the audience well before communicating with them, compile and prepare the contents of the message before it is conveyed to the communicant, and choose the method of delivering the message that is appropriate to the needs and conditions, and also choose the media to deliver the message according to the needs and conditions.