cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ)
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medica merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember.Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. jurnal menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER WAJAH GEL PEEL OFF EKSTRAK METANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Pratiwi, Liza; Wahdaningsih, Sri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER WAJAH GEL PEEL OFF EKSTRAK METANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.)Liza Pratiwi1), Sri Wahdaningsih1)1) Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianakemail : lyza_pratiwi@yahoo.com/085643182838ABSTRACTGel peel off facial mask is one of the alternative dosage that can improve the comfort to use and is expected to increase antioxidant activity from papaya fruit. Papaya has antioxidant activity due to antioxidant components such as beta-carotene, vitamin C, lycopene. The purpose of this research is to know that methanol extract of papaya fruit can be formulated into gel peel off facial mask preparation, determining polivinyl alkohol (PVA) that used for gelling agent gel peel off facial mask concentration with physical, chemical, and antioxidant activity with the best IC50 value. The method used in the extraction is maceration with methanol solvent. PVA used with concentration are 2,5%; 8,75%; and 17,5%. The Physical test include organoleptic test, adhesion test, spreading test and the chemical test with pH test. Based on the result of the research, it can be concluded that the methanol extract of papaya fruit can be formulated into gel face mask preparation, the formula with PVA concentration of 8,75% fulfill organoleptic rules, with adhesion test 20,16 seconds ± 2,90, spreading test 10,2 cm ± 1,28, pH value 7,13 ± 0,06 with the physical and chemical properties of gel peel off facial mask methanol extract of papaya fruit, and formula with concentration 8,75% PVA has the highest antioxidant activity with IC50 value 80,52 µg/mL that include as strong antioxidant. Keywords: gel peel off facial mask, methanol extract of papaya fruit, PVA, IC50.ABSTRAKMasker gel peel off merupakan salah satu alternatif sediaan yang dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan dan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan buah pepaya. Pepaya memiliki aktivitas antioksidan karena komponen-komponen antioksidan seperti betakaroten, vitamin C, likopen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak metanol buah pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan masker wajah gel peel off dan menentukan konsentrasi polivinyl alkohol (PVA) yang merupakan bahan dasar masker gel peel off yang memiliki sifat fisik, kimia, dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 terbaik. Metode yang digunakan pada ekstraksi adalah maserasi dengan pelarut metanol. PVA yang digunakan dengan konsentrasi 2,5%; 8,75%; dan 17,5%. Uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji sifat kimia menggunakan uji pH. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa ekstrak metanol buah pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan masker wajah gel peel off, formula dengan konsentrasi PVA 8,75% memenuhi persyaratan organoleptik, daya lekat sebesar 20,16 detik ± 2,90, daya sebar sebesar 10,2 cm ± 1,28, nilai pH 7,13 dengan nilai IC50 80,52 µg/mL yang termasuk antioksidan kuat.Kata kunci: masker wajah gel peel off, ekstak metanol buah pepaya, PVA, IC50. 
PENGARUH CARA PENGERINGAN SIMPLISIA DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP AKTIVITAS PENANGKAL Purwanti, Nera Umilia; Yuliana, Sri; Sari, Novita
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH CARA PENGERINGAN SIMPLISIA DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP AKTIVITAS PENANGKAL RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL)EFFECT OF DRYING METHODS OF PANDAN LEAVES (Pandanus amaryllifolius) TOWARDS SCAVENGING FREE RADICAL ACTIVITY DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) METHODNera Umilia Purwanti1), Sri Luliana1), Novita Sari1)1) Department of Pharmacy, Tanjungpura University, West BorneoABSTRACTPost harvest processing plant can determine the quality of the raw materials of medicinal plants. The main factors that contribute in post harvest processing of medicinal plants is a drying method. Drying is the most important step to keep the compound stability in simplisia especially the compounds that have antioxidant activity. The objective of this research is to know the effect of drying method in gaining of antioxidant activity extract methanol Pandanus amaryllifolius leaves. The drying methods tested were oven-drying at 40ºC, direct sunlight-drying (SML), indirect sunlight-drying (SMTL), air-drying at ±25ºC (KA) and fresh samples without drying as control. In the result of analysis with Kruskall-Wallis test show that the drying method of simplisia can influence significantly of percent inhibition extract methanol Pandanus amaryllifolius leaves against DPPH, the highest percent inhibition were by oven-drying of 64,553%, then followed on samples dried with SML, SMTL, KA and fresh samples respectively of 61,73; 58,81; 56,14 dan 55,13%. Drying method of simplisia can influence antioxidant activity extract methanol Pandanus amaryllifolius, which the optimal drying for the samples were dried in ovenKey Words : Antioxidant, Pandanus amaryllifolius, drying methods, DPPH.ABSTRAKPengolahan pasca panen tanaman dapat menentukan kualitas bahan baku tanaman obat. Faktor utama yang sangat berperan dalam pengolahan pasca panen tanaman obat adalah proses pengeringan. Pengeringan merupakan tahapan penting dalam menjaga kestabilan senyawa dari simplisia terutama senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan simplisia terhadap aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius). Metode pengeringan yang diuji adalah pengeringan oven pada suhu 40ºC, pengeringan sinar matahari langsung (SML), pengeringan sinar matahari tidak langsung (SMTL), pengeringan kering angin pada suhu ±25ºC (KA) serta sampel segar tanpa pengeringan sebagai kontrol. Hasil analisis menggunakan Uji Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa metode pengeringan simplisia dapat berpengaruh secara signifikan pada persen inhibisi ekstrak metanol daun pandan terhadap DPPH, yang mana persen inhibisi tertinggi yaitu pada sampel yang dikeringkan dengan oven sebesar 64,55%, kemudian diikuti pada sampel yang dikeringkan dengan SML, SMTL, KA dan segar masing-masing sebesar 61,73; 58,81; 56,14 dan 55,13%. Metode pengeringan simplisia dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius), dimana pengeringan yang optimal yaitu pada sampel yang dikeringkan dengan oven. Kata Kunci : Antioksidan, daun pandan wangi, metode pengeringan, DPPH. 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI FLAVONOID BEBAS ANDROGRAFOLID DARI HERBA SAMBILOTO(Andrographis paniculata) Nur Rachmani, Eka Prasasti; Pramono, Suwijiyo; Nugroho, Agung Endro
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI FLAVONOID BEBAS ANDROGRAFOLID DARI HERBA SAMBILOTO(Andrographis paniculata)Eka Prasasti Nur Rachmani1,2*), Suwijiyo Pramono1), Agung Endro Nugroho1)1)Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta2)JurusanFarmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman,Purwokerto, Jawa TengahCorresponding author: ekasholehah@yahoo.com081391280002 ABSTRACTThis study aims to determine the antioxidant activity of andrographolide-free flavonoid fraction (FFBA) from bitter herbs (Andrographis paniculata). FFBA is a fraction that contains flavonoids and the andrographolide compounds has been removed. The antioxidant activity of FFBA was tested using the method of reducing free radicals from DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil) and using quercetin as a standard. The results showed that FFBA has antioxidant activity with strong activity with IC50 value of 88.98 μg / mL while quercetin has a very strong activity with IC50 value of 3.42 μg / mL.Key Words : antioxidant, Andrographis paniculata, DPPH, flavonoidABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada fraksi flavonoid bebas andrografolid (FFBA) dari herba sambiloto (Andrographis paniculata). FFBA merupakan fraksi yang mengandung flavonoid dan sudah dihilangkan kandungan senyawa andrografolid. Aktivitas antioksidan FFBA diuji dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas dari DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil) dengan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FFBA memiliki aktivitas antioksidan dengan aktivitas yang kuat yaitu dengan nilai IC50sebesar88.98 μg/mL sedangkan kuersetin memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu dengan nilai sebesar 3,42 μg/mL.Kata kunci :antioksidan, Andrographis paniculata, DPPH, flavonoid
ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ISOLATION AND CHARACTERIZATION ETHANOL EXTRACT OF LEILEM LEAVES (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn) WITH METHODS SPECTROPHOTOMETRIC Utami, Yuri Pratiwi; Imrawati, Imrawati; Rasyid, Abd
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRIISOLATION AND CHARACTERIZATION ETHANOL EXTRACT OF LEILEM LEAVES (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn) WITH METHODS SPECTROPHOTOMETRICYuri Pratiwi Utami1), Imrawati1), Abd.Rasyid.D1)1)Program studi sarjana farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MakassarJl. Perintis Kemerdekaan KM.13,7 Daya telp/fax. 0411-583190 Makassar 90242yuri_pratiwi@yahoo.co.idABSTRACTLeilem leaf (Clerodendrum minahassae Teijsm .And Binn.) have been reported in traditional medicine for the treatment of various deseases such as stomatch ache and ascariasis. In Minahassa, leilem leaf generally consumed as vegetables. The present study revealed that leilem leaf can inhibit the growth of escherhia coli because of the presence of flavonoid that can demage bacterial cell membranes. This study at characterization of isolated compounds from ethanol extract of leilem leaves (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn). Extraction was done maceration using 70% ethanol with the percentage of rendement was 10,19%. The phytochemical analysis of ethanol extract of leilem leaves showed a positive result of alkoloid, flavonoid, streroid and tanin. The ethyl acetate extract was selected and 2 grams of it was taken to continued to second conventional column chromatography and 5 fractions were obtained. Fraction 2 was choosen and continued to preparative and result 2 isolates. Isolate 2 that showed one spot on tlc with rf 0,66. Was continued for spectrofotometri uv-vis and ftir analysis. The spectrophotometer uv-vis maximum wavalength at 269,0 nm and 333,0 nm. The ftir data indicated the presence of functional O-H, C-H, C=C and C-O which is suspected ad flavonoid.Keywords : Isolation, Characterization, leilem leaf (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn)ABSTRAKDaun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) dilaporkan yaitu sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti sakit perut dan Ascariasis. Daun leilem biasanya dikonsumsi sebagai sayuran oleh masyarakat di Minahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil (karakter) senyawa yang diisolasi dari ekstrak etanol daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) ekstrak diperoleh dari proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan persen rendamen 10,19%. Hasil uji kandungan kimia ekstrak etanol daun leilem positif mengandung alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin. Ekstrak etil astetat dipilih dan diambil 2 gram dilanjutkan untuk dilakukan pemisahan menggunakan komatografi kolom konvensional dan menghasilkan 5 fraksi. Fraksi 3 dipilih dilanjutkan kromatografi kolom konvensional kedua dan didapatkan 5 fraksi. Fraksi 2 dipilih dan dilanjutkan ketahapan kromatgrafi lapis tipis preparatif dan menghasilkan 2 isolat. Isolat 2 yang menunjukkan 1 noda tunggal pada profil KLT dengan niliai Rf 0,66 dilanjutkan untuk dianalisis dengan spektofometri UV-Vis dan FT-IR. Hasil analisis spektrofotometri UV-Vis isolat 2 mempunyai serapan maksimal pada panjang gelombang 269,0 nm dan 333,0 nm-1. Data FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, C-H, C=C dan C-O yang diduga merupakan senyawa flavonoid. Kata kunci: Isolasi, karakteriksasi, Daun Leilem(Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn). 
MIKROENKAPSULASI EKSTRAK BUAH BUNI SEBAGAI FOOD SAFETY COLOURING Syamsinar, Syamsinar; Saputri, Nawalu; Risnayanti, Risnayanti; Nisa, Michrun
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MIKROENKAPSULASI EKSTRAK BUAH BUNI SEBAGAI FOOD SAFETY COLOURINGSyamsinar1), Nawalu Saputri1), Risnayanti1), Michrun Nisa1)1)Akademi Farmasi Kebangsaan MakassarJln. Perintis Kemerdekaan KM 13,Daya,Makassar 90242Email : mnmichrunnisa84@gmail.comABSTRACTDyes in food can increase consumer acceptance of a product, but many synthetic dyes can cause damage to body organs if consumed continuously. Therefore the use of natural ingredients as food coloring needs to be developed. Anthocyanins in Bunny fruits are dyes that can be used as an alternative to synthetic dyes that are safe for health. In this study 3 formulas were made with extract concentrations of 1%, 2% and 3% using 10% maltodextrin. The lack of anthocyanin stability is formulated into microencapsulation which can provide protection against anthocyanins. The resulting micrograph has almost the same color characteristics as the Buni fruit, which is red to purple. The best stability of microcapsules can be seen in formulas with 1% extract concentration, absorption efficiency value is 78.26%, after SEM analysis a uniform pore microstructure is obtained compared to other formulas.Key Words : Anthocyanins, microencapsulation, buni fruits, frezee drying, maltodextrinABSTRAKPewarna dalam makanan dapat meningkatkan penerimaan konsumen terhadap suatu produk, namun banyak pewarna sintesis dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh jika dikonsumsi terus menerus. Oleh sebab itu pemanfaatan bahan alami sebagai pewarna makanan perlu dikembangkan. Antosianin dalam buah Buni merupakan zat warna yang dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti pewarna sintetis yang aman bagi kesehatan. Pada penelitian ini dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak 1 %, 2 % dan 3 % dengan menggunakan maltodekstrin 10 %. Kurangnya stabilitas antosianin maka diformulasi kedalam bentuk mikroenkapsulasi yang dapat memberikan perlindungan pada antosianin. Mikrograf yang dihasilkan memiliki karakteristik warna yang hampir sama dengan buah Buni yaitu berwarna merah hingga ungu. Kestabilan dari mikrokapsul yang paling baik dapat dilihat pada formula dengan konsentrasi ekstrak 1 %, nilai efisiensi penyerapan sebesar 78,26%, setelah analisis SEM diperoleh bentuk mikrostruktur pori yang seragam dibandingkan dengan formula yang lain. Kata kunci : antosianin, mikroenkapsulasi, buah Buni, frezee drying, maltodekstrin 

Page 1 of 1 | Total Record : 5