cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ)
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medica merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember.Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. jurnal menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Medica" : 5 Documents clear
AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA STILBENOID DARI DAUN Macaranga aleuritoides Aldin, Muhammad Fajar; Saputri, Ratih Dewi; Tjahjandarie, Tjitjik Srie; Tanjung, Mulyadi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.1.2019.23606

Abstract

AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA STILBENOID DARI DAUN Macaranga aleuritoides  Muhammad Fajar Aldin1), Ratih Dewi Saputri1), Tjitjik Srie Tjahjandarie1), Mulyadi Tanjung1*)1)Kimia Organik Bahan Alam, Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabayamulyadi-t@fst.unair.ac.id ABSTRACT            Macaranga aleuritoides is one of species belongs to Euphorbiaceae family. Macapruinosin A (1) is one stilben derivatives with an irregular sesuiterpenyl side chain was isolated from the leaves of Macaranga aleuritoides. The structure of the isolated compound were determined by spectroscopic methods, including UV, IR, 1D and 2D NMR. The anticancer activity of macapruinosin A towards murin P-388 cells showed IC50 value of 1.65 μg/mL and showed high activity.Keywords : Macaranga aleuritoides, macapruinosin A, stilbenoid, anticancer. ABSTRAK            Macaranga aleuritoides merupakan salah satu spesies tumbuhan dari famili Euphorbiaceae. Makapruinosin A, senyawa turunan stilben dengan rantai samping seskuiterpen tak teratur telah diisolasi dari daun M. aleuritoides Struktur senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi,meliputi UV, IR, 1D dan 2D NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa makapruinosin A terhadap sel murin P-388 memperlihatkan nilai IC50 sebesar 1,65 μg/mL dan dikategorikan sangat aktif. Kata kunci : Macaranga aleuritoides, makapruinosin A, stilbenoid, antikanker.     
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L) Terhadap BAKTERI Staphylococcusepidermidis dan Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Thomas, Nur Ain; Abdulkadir, Widy Susanti; Mohi, Mega Agustiwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.1.2019.23610

Abstract

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L) Terhadap BAKTERI Staphylococcusepidermidis dan Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Nur Ain Thomas1), Widysusanti Abdulkadir1), Mega Agustiwi Mohi1) 1)Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan KesehatanUniversitas Negeri Gorontalo ABSTRACT Acne is a skin disease in the form of inflammation in the layer of polysebaseus triggered by the bacteria Staphyloccoccus epidermidis and Propionibacterium acnes. One plant that is empirically and based on scientific data has anti-acne properties is bitter melon (Momordica charantia L). In pare fruit extract contains flavonoids which are thought to be able to act as active compounds in the form of anti-acne. This study aims to formulate bitter melon extract as an anti-acne gel and determine the inhibition of bitter melon extract gel against acne-causing bacteria, namely Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acne. Pare fruit extract gel with 3 variations of extract concentration, namely 5%, 7.5% and 10%. Evaluation of gel preparations included organoleptic test, homogeneity, spreadability, pH, viscosity, and irritation test. Data analysis using Oneway ANOVA. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that bitter fruit extract (Momordica charantia L) can be formulated as an anti-acne gel, and the preparation of bitter fruit extract gel (Momordica charantia L) at a concentration of 10% has a inhibition of 10 mm against Staphylococcus epidermidis and 7, 1 mm against the bacterium Propionibacterium acne which is included in the medium category. Keywords: Acne, Extract, Gel , Stahpylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes  ABSTRAK Jerawat merupakan penyakit kulit berupa peradangan pada lapisan polisebaseus yang dipicu oleh bakteri Staphyloccoccus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Salah satu tanaman yang secara empiris dan berdasarkan data ilmiah memiliki khasiat antijerawat adalah buah pare (Momordica charantia L). Dalam ekstrak buah pare terkandung flavonoid yang diduga dapat berperan  sebagai senyawa aktif sedian antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk  memformulasikan ekstrak buah pare sebagai gel antijerawat dan menentukan daya hambat gel ekstrak buah pare terhadap bakteri penyebab jerawat yaitu Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acne. Gel ekstrak buah pare dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 7,5% dan 10%. Evaluasi sediaan gel meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, viskositas, dan uji iritasi.Analisis data menggunakan ANOVA Oneway. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah pare (Momordica charantia L) dapat diformulasikan sebagai gel antijerawat, dan sediaan gel ekstrak buah pare (Momordica charantia L) pada konsentrasi 10% mempunyai daya hambat 10 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan 7,1 mm terhadap bakteri Propionibacterium acne yang termasuk dalam kategori sedang.Kata Kunci :Jerawat, Ekstrak Buah Pare, Gel, Stahpylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes  
UJI IN VIVO EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK TERIPANG LAUT (Holothuria Scabra) DALAM VARIASI DOSIS DENGAN PARAMETER SGPT TERHADAP HEWAN UJI YANG DIINDUKSI PARASETAMOL DOSIS HEPATOTOKSIK Abdulkadir, Widy Susanti
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.1.2019.23609

Abstract

UJI IN VIVO EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK TERIPANG LAUT (Holothuria Scabra) DALAM VARIASI DOSIS  DENGAN PARAMETER SGPT TERHADAP HEWAN UJI YANG DIINDUKSI PARASETAMOL DOSIS HEPATOTOKSIK Widy Susanti Abdulkadir1)1)Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo ABSTRACT Sea cucumber sea as one of the sea animals that are efficacious as a remedy. The specialty of sea cucumber is to have the capacity to regenerate cells, so as to stimulate regenaration the cells of human tissue that had broken even decompose so that a recovered. The research is a research experiment using lab animals are in vivo. The purpose of this study to see the effects of hepatoprotektor of the provision of extracts of sea cucumber sea (Holothuria Scabra) in a variety of doses with parameters SGPT of test animals are induced paracetamol dose hepatotoxic.This study did Pharmacology and Toxicology laboratorium from mei until agustus 2017. Methodof  research using the extraction of sea cucumber sea of Holothuria Scabra the test is in vivo using mice are divided into six groups : group 1 the control of the negative (the Na. CMC 1 %), the two (extracts of sea cucumber sea 1000 mg / kg weight), a group of three (extracts of sea cucumber sea 750 mg / kg weight), a group of four (extracts of sea cucumber sea 500 mg / kg weight), a group of five control posititf (group kurkuma 2, 5 mg 25 g of the weight of mice), a group of six control paracetamol dose of 62, 5 mg/25 g weigth of mice). Analysis data in one way anova.The research, produce that the negative do not differ significantly with the two (1000 mg / kg weight) and the five groups kurkuma, 5 mg/25 g weight of mice). It is concluded that extracts of sea cucumber with a dose of 1000 mg / kg of weight had improved the sgpt to normal. Key words : Extract from sea cucumber, SGPT ABSTRAK Teripang laut sebagai salah satu jenis hewan laut yang berkhasiat sebagai obat. Keistimewaan teripang adalah memiliki kemampuan regenerasi sel yang tinggi, sehingga mampu merangsang regenerasi/pemulihan sel pada jaringan tubuh manusia yang telah rusak bahkan membusuk sehingga menjadi pulih kembali. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan hewan percobaan secara in vivo. Tujuan penelitian ini untuk melihat efek hepatoprotektor dari pemberian ekstrak teripang laut (Holothuria Scabra) dalam variasi dosis dengan parameter SGPT terhadap hewan uji yang diinduksi parasetamol dosis hepatotoksik.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi-Toksikologi dari bulan Mei sampai Agustus 2017. Metode penelitian menggunakan hasil ekstraksi teripang laut jenis Holothuria Scabra yang di uji secara in vivo dengan menggunakan mencit yang dibagi dalam enam kelompok yaitu kelompok 1 kontrol negatif (kelompok Na. CMC 1%), kelompok 2 (ekstrak teripang laut 1000 mg/kg bb), kelompok 3 (ekstrak teripang laut 750 mg/kg bb), kelompok 4 (ekstrak teripang laut 500 mg/kg bb), kelompok 5 kontrol posititf (kelompok kurkuma 2,5 mg/ 25 g bb mencit), kelompok 6 kontrol parasetamol dosis 62,5 mg/25 g bb mencit). Analisis data menggunakan one way anova.Hasil Penelitian menghasilkan bahwa kelompok negatif tidak berbeda signifikan dengan kelompok 2 (1000 mg/kg BB) dan kelompok 5 kelompok kurkuma 2,5mg/25 gBB mencit). Hal ini menyimpulkan bahwa ekstrak teripang dengan dosis 1000 mg/ Kg BB mengalami perbaikan nilai sgpt mendekati normal.Kata kunci: Ekstrak teripang laut, SGPT
REVIEW PENERAPAN REGULASI ICH Q3D DAN PENGARUHNYA BAGI INDUSTRI FARMASI INDONESIA Pamolango, Steven A.; Musfiroh, Ida
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.1.2019.23608

Abstract

REVIEWPENERAPAN REGULASI ICH Q3D DAN PENGARUHNYA BAGI INDUSTRI FARMASI INDONESIA Steven A. Pamolango1), Ida Musfiroh1)1)Program Studi Profesi ApotekerFakultas Farmasi, Universitas PadjadjaranJalan Raya Bandung – Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363Email : stevenpamolango@gmail.com  ABSTRACT Regulation issued by the International Council for Harmonization (ICH) in ICH Q3D makes the pharmaceutical industry need to consider the assessment of the impurity factors on the drug products they produce. The elemental impurity assessments have been based only on the heavy metal test, but ICH Q3D assessments requires specific method for each elemental impurity. To quantify the amount of the elemental impurities require a special instrument, The United State Pharmacopeia (USP) suggests the use of Inductively Coupled Plasma (ICP) as instrument in its tests. Indonesia National Agency of Drug and Food Control as the regulatory agency has not issued a special regulation related to the elemental impurities but some pharmaceutical companies in Indonesia who export their products to ICH member countries have conducted the risk assessment of elemental impurities especially the pharmaceutical companies with Foreign Investment. Keywords : ICH Q3D, Elemental Impurities, Analysis Method, Risk Assessment.  ABSTRAK Peraturan yang dikeluarkan The International Council for Harmonisation (ICH) dalam ICH Q3D membuat industri farmasi perlu menerapkan penilaian resiko terhadap unsur pengotor pada produk obat yang mereka produksi. Sebelumnya, penilaian unsur pengotor selama ini hanya berdasarkan pengujian terhadap logam berat namun ICH Q3D mewajibkan pengujian spesifik untuk tiap unsur pengotor. Upaya untuk mengetahui unsur pengotor yang merupakan unsur logam memerlukan instrument khusus, dan pada United State Pharmacopeia (USP) menyarankan penggunaan Inductively coupled plasma (ICP) sebagai instrumen dalam pengujiannya. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia sebagai instansi regulatory saat ini belum mengeluarkan regulasi khusus terkait unsur pengotor namun beberapa perusahaan farmasi di Indonesia yang melakukan proses ekspor produknya ke negara anggota ICH telah melakukan kajian resiko unsur pengotor terutama perusahaan farmasi dengan Penanaman Modal Asing (PMA). Kata Kunci : ICH Q3D, Unsur Pengotor, Metode Analisis. Kajian Resiko.
UJI EFEK KOMBINASI EEDS DAN DPW TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROLTOTAL DAN GLUKOSA DARAH TIKUSPUTIH JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA-DIABETES Tandi, Joni; Na'i, Alpina; Basilingan, Aprince
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.1.2019.23607

Abstract

UJI EFEK KOMBINASI EEDS DAN DPW TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROLTOTAL DAN GLUKOSA DARAH TIKUSPUTIH JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA-DIABETES Joni Tandi1), Alpina Na’i1), Aprince Basilingan1)1)Program Studi S1 Farmasi, STIFA Pelita Mas PaluEmail :jonitandi757@yahoo.com  ABSTRACT The study aimed to investigate the effect of combination on EEDS soursop extract ethanol and ethanol extract of EEDPW fragrant pandan leaves, lowering total cholesterol and blood glucose in male white rats induced high cholesterol and streptozotocin and did not cause toxicity in mice and determine the dose of EEDS and EEDPW leaf which effectively decreases total cholesterol and blood glucose levels in male white rats. This research is a laboratory experiment using posttest randomized controlled group design with posttest randomized control design with 8 treatment groups consisting of 5 test animals. Group 1 (normal control). group 2 (negative control) was given a NaCC Na suspension of 0.5% w / v. Group 3 positive (simvastatin suspension) and (metformin suspension). Group 4 was given EEDS 150 mg / kg BW. Group 5 was given EEDPW 600 mg / kg BW. Group 6 was given a combination of (I) EEDS, EEDPW 150 + 600 mg / kg BW. Group 7 was given a combination of (II) EEDS, EEDPW 75 + 300 mg / kg BW. The results showed that; there is a secondary metabolite compound in soursop leaf extract and pandan wangi, EEDS combination, EEDPW can decrease total cholesterol and blood glucose level, the most effective dose in decreasing the concentration of soursop leaves leaf sole 150 mg / kg BW. While the most effective dose is a combination (II) EEDS and EEDPW with a dose of 75 + 300 mg / kg BW, giving the maximum effect on decreased blood glucose levels. Keywords:.High Cholesterol Feed, Streptozotocin, Annona muricata L, Pandanus amarylifollius Roxb, Total Cholesterol  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui efekkombinasi pada ekstraketanol daun sirsak EEDS dan ekstrak etanol daun pandan wangi EEDPW, penurunkan kadar kolesterol total danglukosa darah tikus putih jantan yang diinduksi pakan tinggi kolesterol dan streptozotocin dan tidak menimbulkan toksisitas pada tikus dan menentukan dosis berapa EEDS dan daun EEDPW yang efektif menurunkan kadar kolesterol total dan glukosa darah pada tikus putih jantan. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan menggunakan rancangan penelitian modifikasi posttest randomized controlled group design dengan 8 kelompok perlakuan yang terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok 1(kontrol normal) dan kelompok 2(kontrol negatif) diberi suspensi Na CMC 0,5% b/v. Kelompok 3 kontrol positif (suspensi simvastatin) dan (suspensi metformin). Kelompok 4 diberiEEDS 150 mg/kg BB. Kelompok 5 diberiEEDPW 600 mg/kg BB. Kelompok 6 diberi kombinasi (I) EEDS, EEDPW 150+600 mg/kg BB. Kelompok 7 diberi kombinasi (II) EEDS, EEDPW 75+300 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;terdapat senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun sirsak dan pandan wangi,pemberian kombinasi EEDS, EEDPWdapat menurunkan kadar kolesterol total dan kadar gluosa darah, dosis yang paling efektif dalam penurunan kadar koleserol daun sirsak dosis tunggal 150 mg/kg BB.Sedangkan dosis paling efektif adalah kombinasi (II) EEDS  dan EEDPW dengan dosis 75+300 mg/kg BB, memberikan efek maksimal terhadap penurunan kadar glukosa darah. Kata Kunci : Pakan Tinggi Kolesterol, Streptozotocin, Annona muricata L,Pandanus amarylifollius Roxb, Kolesterol Total 

Page 1 of 1 | Total Record : 5