cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ)
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medica merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember.Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. jurnal menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Farmasi Medica" : 5 Documents clear
UJI AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG EKSTRAK ETANOL DAUN SUJI (DRACAENA ANGUSTIFOLIA (MEDIK.)ROXB. ) SECARA IN VITRO Handayani, Nestri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.1.1.2018.19648

Abstract

UJI AKTIVITAS FAGOSITOSIS  MAKROFAG  EKSTRAK ETANOL  DAUN SUJI (Dracaena angustifolia (Medik.)Roxb. ) SECARA  IN VITRONestri Handayani 1,2*), Subagus Wahyuono2), Triana Hertiani2), Retno Murwanti2)1)Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Sebelas Maret Surakarta2)Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta*Email : nestri.uns@gmail.com  ABSTRACT Immunomodulatory activity has been carried out on ethanol extract of suji leaf (Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb with in vitro macrofag phagocytosis method. . Suji is a plant that is often used as a food coloring and has long been used medicinally. This study aimed to test in vitro macrophage phagocytosis on ethanol extract of suji leaf. The suji leaves are extracted by maceration method. The obtained viscous extract was then tested for Thin Layer Chromatography (TLC) and in vitro macrophage phagocytosis test. The parameters used are Phagocytosis Index and Macrophage Capacity. The results of in vitro macrophage phagocytosis test with 4 concentrations of 10.25,50 and 100 microgram / ml, showed for the largest average Fagocytosis (IF) Index shown at concentration 10 mcg / ml, while concentrations 25 and 50 mcg / ml showed values The same phagocytic (KF) capacity. Keywords :  Suji leaf, Phagocytic Macrophage Activity,  ethanolic  extract   ABSTRAKUji aktivitas imunomodulator telah dilakukan terhadap ekstrak etanol  daun suji (Dracaena angustifolia (Medik.)Roxb..  Suji merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai pewarna makanan dan telah lama digunakan untuk obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji fagositosis makrofag in vitro terhadap ekstrak etanol daun suji. Daun suji diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji fagositosis makrofag in vitro. Parameter yang digunakan adalah Indeks fagositosis dan Kapasitas makrofag. Hasil uji fagositosis makrofag in vitro dengan 4 konsentrasi sebesar 10,25,50 dan 100 mikrogram/ml, menunjukkan untuk Indeks Fagositosis (IF) rata-rata terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 10 mcg/ml, sedangkan konsentrasi 25 dan 50 mcg/ml menunjukkan nilai  Kapasitas Fagositosis (KF) yang sama besar. Kata kunci : Daun suji, fagositosis makrofag, ekstrak etanol    
DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS Ilkafah, Ilkafah
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAUN KERSEN  (Muntingia calabura L.) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS Ilkafah1)1)Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin ABSTRACT               Gout is a disease that is often suffered by the elderly. Pain is a commonly reported and is caused by increasing uric acid in the blood. Allopurinol is one of the drugs choice for people with gout but that has some side effects so it needs other alternative treatments. Herbal therapy is one type of complementary therapies in nursing, one of which is Muntingia calabura L. The aim of this study was to see the difference in effectiveness of Muntingia calabura L. and allopurinol in reducing uric acid and pain scale in gout patients in Tamalanrea Makassar. This study used an experimental design, randomized two-group design by giving Muntingia calabura L. on 22 respondents and allopurinol 100 mg (twice in one day) in 22 respondents selected by simple random sampling with criterion of sample were pain scale on 1-6 and uric acid value were > 6.5 mg / dl (for female); > 7.5 mg / dl (for male). Giving Muntingia calabura L. for 3 weeks drunk twice in one day. Measurement of pain using Visual Analog Scale (VAS). Uric acid level were measured using laboratory tests. The data were analyzed by paired sample t-test for each intervention and by independent t-test to see the effectiveness difference of both therapies with significant level α <0,05. The statistical results showed a decrease in joint pain scale in cherry leaf group (p = 0,00), but no decrease of pain in allopurinol administration (p = 0.07). Both interventions had an effect on decreasing uric acid value (p = 0,00 ) There was a difference in decreasing the pain scale of both interventions but there was no difference to the decrease in uric acid value.It requires further research upon the benefits of Muntingia calabura L. Keywords: Gout, Muntingia calabura L., Pain Scale, Uric Acid Level ABSTRAKGout merupakan penyakit yang sering diderita oleh lansia. Nyeri merupakan keluhan yang sering dilaporkan. Nyeri tersebut diakibatkan tinginya asam urat dalam darah. Allopurinol salah satu obat pilihan bagi penderita gout tetapi obat tersebut memiliki beberapa efek samping sehingga diperlukan terapi lain selain obat. Terapi herbal adalah salah satu jenis terapi komplementer dalam keperawatan, salah satunya adalah daun kersen. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efektivitas daun kersen dan obat allopurinol dalam menurunkan nilai asam urat dan skala nyeri pada penderita gout di Tamalanrea Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah Experimental Design, rancangan penelitian Randomized Two-group Design dengan cara memberikan rebusan daun kersen pada 22 responden dan obat allopurinol 100 mg (2x sehari) pada 22 responden yang dipilih melalui teknik acak yaitu simple random sampling dengan kriteria sampel skala nyeri 1-6 dan nilai asam urat >6,5 mg/dl (bagi wanita); >7,5 mg/dl (bagi pria). Pemberian air rebusan daun kersen selama 3 minggu diminum 2x sehari. Pengukuran nyeri sendi menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Kadar asam urat diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium. Analisis penelitian untuk setiap intervensi menggunakan uji Paired Sample T-test dan untuk melihat perbedaan efektivitas kedua terapi menggunakan independent t-test dengan tingkat signifikan α < 0,05. Uji statistik menunjukkan ada penurunan skala nyeri sendi pada kelompok rebusan daun kersen  (p = 0,00), tetapi tidak ada penurunan nyeri pada pemberian allopurinol (p=0,07. Kedua intervensi berpengaruh terhadap penurunan nilai asam urat (p = 0,00). Ada perbedaan penurunan skala nyeri dari kedua intervensi tetapi tidak ada perbedaan untuk penurunan nilai asam urat. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai manfaat tanaman kersen Kata Kunci : Daun karsen, Gout, Nilai Asam Urat, Skala Nyeri 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA COKLAT JENIS Padina sp. DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Shigella dysenteriae Nuzul, Putri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA COKLAT JENIS Padina sp. DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Shigella dysenteriae Putri Nuzul1), Daniel Lantang2), Septriyanto Dirgantara3)1)Program Studi Farmasi, FMIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura-Papua2)Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, JayapuraKampus UNCEN Waena. Jl Perumnas III Waena Jayapura 99351 PapuaEmail*: putrinuzulkabaret@gmail.com ABSTRACT Infections that drug resistant especially with bacterial involvement are still major challenges. Therefore, it is essential to discover new antibiotic compounds from marine resources such as algae. There are numerous of compounds derived from algae with a broad range of biological activities, incluiding antibacterial agent. The objective of this research are to know antibacterial activity of Padina sp. from different solvents on Staphylococcus aureus and Shigella dysenteriae and to know the extract of Padina sp. which most effectively inhibits development of Staphylococcus aureus and Shigella dysenteriae. Stages of this works includes: manufacturing crude drug, extraction by stratified maceration method using solvent, eq diethyl ether, ethyl acetate, and ethanol 96%, screening phytochemical and exameration of antibacterial activity using disc diffusion method. The result was demonstrated that antibacterial activity of extract brown algae Padina sp. have ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Shigella dysenteriae. Several solvent in extraction of Padina sp. provides different antibacterial activity in which antibacterial activity with the better inhibitory zone against Staphylococcus aureus is with ethyl acetate solvent and antibacterial activity with the best inhibitory zone against Shigella dysenteriae with ethanol 96% solvent. The most effective brown algae extract (Padina sp.) on Staphylococcus aureus bacterial is ethyl acetate solvent with 100 ppm concentration of 12,66 mm and Shigella dysenteriae bacterial is ethyl acetate solvent with 250 ppm concentration that is 10,69 mm. Keywords: Antibactery agents, Padina sp., Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriaeABSTRAKInfeksi yang resistan terhadap obat terutama dengan keterlibatan bakteri masih merupakan tantangan besar. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan senyawa antibiotik baru dari sumber laut termasuk alga. Alga merupakan sumber laut yang kaya akan ragam metabolit sekunder. Ada banyak senyawa yang berasal dari alga yang didukung dengan berbagai aktivitas biologis, termasuk antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri Padina sp. dari pelarut yang berbeda terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae dan untuk mengetahui ekstrak Padina sp. yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae. Tahapan kerja meliputi: pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut dietil eter, etil asetat, dan etanol 96%, identifikasi senyawa fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alga coklat jenis Padina sp. mampu menghambat pertumbuan bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae. Perbedaan pelarut pada ekstraksi Padina sp. memberikan aktivitas antibakteri yang berbeda dimana aktivitas antibakteri dengan zona hambat terbaik terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu dengan pelarut etil asetat dan aktivitas antibakteri dengan zona hambat terbaik terhadap bakteri Shigella dysenteriae yaitu dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak alga coklat (Padina sp.) yang paling efektif untuk bakteri Staphylococcus aureus adalah pelarut etil asetat dengan konsentrasi 100 ppm yaitu 12,66 mm dan bakteri Shigella dysenteriae adalah pelarut etil asetat dengan konsentrasi 250 ppm yaitu 10,69 mm. Kata Kunci: Antibakteri, Padina sp., Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriae
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA HIJAU (Ulva sp.) DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Liswandari, Melisa Selly
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA HIJAU (Ulva sp.) DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Escherichia coli  DAN Staphylococcus aureus Melisa Selly Liswandari1), Daniel Lantang2), Septriyanto Dirgantara1)1)Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura2)Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura, Kampus UNCEN Waena. Jl Perumnas III Waena Jayapura 99351 PapuaEmail*: melisa.sellyfarmasi@gmail.com  ABSTRACT The green algae (Ulva sp.) are potentially as antibacterial agent because it contains triterpenoids, flavonoids, and saponins. The objective of this research are to know antibacterial activity of green algae (Ulva sp.) extracts using different levels of solvent polarity and the most effective concentration inhibits the growth of bacterial Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Green algae (Ulva sp.) extracted by stratified soxletation method using solvent, eq diethyl ether, ethyl acetate, and ethanol 96%. Test antibacterial activity using the disc diffusion method. This research using the of CRD (Completely Randomize Design) with 7 treatments was concentration of 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, positive control (ciprofloxacin 5µg) and negative control (aquades steril) with 3 repetitions. The data was analyzed using ANOVA and continued by HSD (Honestly Significant Difference) test with 95% confidence level. The result was demonstrated that extract green algae (Ulva sp.) the most effective to inhibits the growth of bacterial Escherichia coli is ethyl acetate extract with concentration 250 ppm (9,26 mm) and bacterial Staphylococcus aureus is ethanol 96% extract with concentration 750 ppm (9,57 mm). Keywords : Ulva sp., antibacterial agent, Escherichia coli, Staphylococcus aureus. ABSTRAK             Alga hijau (Ulva sp.) berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung triterpenoid, flavonoid, dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak alga hijau (Ulva sp.) yang menggunakan tingkat kepolaran pelarut berbeda dan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Alga hijau (Ulva sp.) diekstraksi dengan metode sokletasi bertingkat menggunakan pelarut dietil eter, etil asetat, dan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini menggunakan RAL dengan 7 perlakuan yaitu konsentrasi 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, kontrol positif (ciprofloxasin 5µg) dan kontrol negatif (akuades steril) dengan 3 pengulangan. Data analisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut BNJ dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alga hijau (Ulva sp.) yang paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 250 ppm (9,26 mm) dan bakteri Staphylococcus aureus adalah ekstrak etanol 96% dengan konsentrasi 750 ppm (9,57 mm). Kata kunci : Ulva sp., antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus. 
AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PTEROKARPAN DARI Erythrina fusca L. Anggreini, Novi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PTEROKARPAN DARI Erythrina fusca L. Novi Anggreini1), Ratih Dewi Saputri1), Tjitjik Srie Tjahjandarie1), Mulyadi Tanjung1*)1)Natural Products Chemistry Research Group, Organic Chemistry Division,Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, Universitas Airlangga, Surabaya 60115, Indonesiamulyadi-t@fst.unair.ac.id  ABSTRACT Two pterocarpans  namely as sandwicensin (1)  dan phaseollin (2) were isolated from  the stem bark of. Erythrina fusca L. Their structures were determined  based on spectroscopic data such as UV, IR, MS, 1D and 2D NMR. Compounds 1–2 were evaluated for their anticancer against murin leukemia P-388 cells showing their IC50 were 1.20 and 1.05 µg/ml, respectively and very high activity. Keywords : Erythrina fusca L., sandwicensin, phaseollin, anticancer  ABSTRAK Dua senyawa pterokarpan yakni sandwisensin (1)  dan paseollin (2) telah diisolasi dari kulit batang Erythrina fusca L. Struktur senyawa pterokarpan ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS, 1D dan 2D NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap sel murin leukemia P-388 memperlihatkan IC50 1,20 dan 1,05 µg/ml yang dikategorikan sangat aktif. Kata kunci : Erythrina fusca L., sandwisensin, paesolin, antikanker  

Page 1 of 1 | Total Record : 5