cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ)
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medica merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember.Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. jurnal menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
MEKANISME REAKSI FRAGMENTASI SENYAWA KIMIA DALAM KULIT BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Antasionasti, Irma; Sudewi, Sri; Jayanto, Imam; Siampa, Jainer Pasca
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26528

Abstract

ABSTRACTInvestigation of the fragment structure of ions and fragmentation reaction is crucial and needs to be done to reconstruct the chemical structure of the examined sample. Therefore, it is necessary to study the fragmentation mechanisms of chemical compound that identified from avocado peel to study the rules of the fragmentation reaction that occurs Sample analysis was examined using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) with ionization Electron Impact (EI). Two compounds foun in avocado peel are 1,2,4-trihidroksiheptadek-12,16-diyne and 1,2,4-trihidroksiheptadek-16-yne-18-ene following the principle of even electron positive (EE+) which tends to always form even electron positive (EE+) and even electron neutral (EE0). The fragmentation mechanisms in both compounds are ? bond dissociation reaction and i cleavage which forms even electron positive (EE+) and even electron neutral (EE0). The fragmentation mechanism of the compounds in avocado peel can be estimated through interpretation of GC-MS mass spectra with base peak m/z 87. Keywords : Persea americana Mill.; GC-MS; fragmentation; 1,2,4-trihidroksiheptadek-12,16-diyne; 1,2,4-trihidroksiheptadek-16-yne-18-ene ABSTRAKPenyidikan struktur ion-ion fragment serta reaksi fragmentasinya sangat penting dan perlu dilakukan untuk dapat merekonstruksi kembali struktur kimia sampel yang diperiksa. Oleh karena itu, perlu diketahui mekanisme fragmentasi senyawa kimia yang diidentifikasi dari sampel kulit buah alpukat untuk mengetahui kaidah reaksi fragmentasi yang terjadi. Analisis sampel dilakukan menggunakan Gas-Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dengan cara ionisasi Electron Impact (EI). Dua senyawa yang terkandung dalam kulit buah alpukat yaitu senyawa 1,2,4-trihidroksiheptadek-12,16-diena dan senyawa 1,2,4-trihidroksiheptadek-16-ena-18-una mengikuti kaidah fragmentasi ion elektron genap positif (EE+) cenderung untuk selalu membentuk ion elektron genap positif (EE+) dan molekul elektron genap netral (EE0). Mekanisme fragmentasi pada kedua senyawa tersebut terjadi melalui reaksi dissosiasi ikatan ? dan reaksi pemutusan induktif membentuk ion elektron genap positif (EE+) dan molekul elektron genap netral (EE0). Mekanisme fragmentasi senyawa dalam kulit buah alpukat dapat diperkirakan melalui interpretasi spektrum massa GC-MS dengan base peak m/z 87. Kata kunci: Persea americana Mill.; GC-MS; fragmentasi; 1,2,4-trihidroksiheptadek-12,16-diena; 1,2,4-trihidroksiheptadek-16-ena-18-una
COST OF ILLNESS PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF DR R.D KANDOU MANADO Manawan, Fridly; Widodo, Gunawan Pamudji; Andayani, Tri Murti
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26532

Abstract

ABSTRACTBreast cancer still became priority concern in developed country, but 69% the dead incident came from developing country. Many of them been diagnose at advance stage, that make treatment and cost more higly. The objectives of this study were to know the burden cost of breast cancer patient in Prof Dr Kandou Medical Center Manado based on hospital perspective, the difference between the real cost and the INA-CBG?s cost, and the key factors that might drive the burden of the real cost of breast cancer. The study was a pharmacoeconomics analys based on hospital perspective to direct medical cost, using non-experimental analysis with cross-sectional design. Data restropectively collect from breast cancer inpatient registered as member of National Health Insurance (JKN) during September 2017-August 2018 period and from financial department of Prof Dr Kandou Medical Center Manado. The sample was used 329 episode of treatment. the data being analyzed using one sample t-test to compare the congruence between the real cost and INA-CBG?s cost. Multivariat linear regression Analysis to find the various predictor factors that might affect on the real cost. The result of the study showed that the average of the real cost per episode of treatment in chemotherapy patient with C-14-3 code was Rp. 13.806.325, treatment in breast procedure with L-1-50 code was Rp. 24.306.626, and treatment for breast tumor with L-4-11 code was Rp. 11.989.772. The difference value between INA-CBG?s and the real cost was Rp. -668.973.281 for 183 breast cancer patient. The congruence value between the real cost and the INA-CBG?s cost generally significantly different except for C-4-13-II, L-1-50-III and L-4-11-I. Based on multivariat linier regression analysis, severity level, :LOS, and treatment care was the factors that affect the real cost. Keywords : Cost of illness, INA-CBG?s, Breast Cancer, Prof. Dr. R.D Kandou Medical Center Hospital Manado ABSTRAKKasus kanker payudara memang menjadi permasalahan penting di negara maju, namun 69% angka kematian terjadi di negara berkembang. Kebanyakan kasus kanker payudara ditemukan berada pada stadium lanjut, dimana menyebabkan upaya dan nilai biaya pengobatan semakin besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya terapi penyakit kanker payudara di RSUP Prof Dr Kandou Manado berdasarkan perspektif rumah sakit, mengetahui perbedaan antara tarif rumah sakit dengan tarif paket INA-CBGs pada perawatan pasien kanker payudara, dan mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap besarnya biaya terapi penyakit kanker payudara. Penelitian ini merupakan analisis farmakoekonomi berdasarkan perspektif rumah sakit terhadap biaya medis langsung, berupa penelitian analitik noneksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diambil secara retrospektif dari pasien rawat inap kanker payudara peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama periode September 2017-Agustus 2018 dan dari bagian keuangan di RSUP Prof Kandou Manado. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 329 episode perawatan. Analisis data dilakukan dengan one sample t-test untuk membandingkan total biaya riil dengan tarif INA-CBGs. Analisis korelasi multivariat regresi linier untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi total biaya riil. Hasil penelitian pasien rawat inap peserta JKN di RSUP Prof Dr Kandou Manado periode September 2017 ? Agustus 2018 menunjukkan rata-rata biaya riil pasien kemoterapi per episode perawatan dengan kode C-4-13 sebesar Rp. 13.806.325, tindakan pada payudara dengan kode L-1-50 sebesar Rp. 24.306.626 dan tumor payudara dengan kode L-4-11 sebesar Rp. 11.989.772. Selisih tarif INA-CBG?s dengan total biaya riil adalah sebesar Rp.-668.973.281 untuk total 183 pasien. Kesesuaian total biaya riil dengan tarif INA-CBG?s menggunakan one sample t-test secara umum berbeda bermakna, kecuali pada kode C-4-13-II, L-1-50-III dan L-4-11-I. Berdasarkan analisis korelasi multivariat regresi linier, Faktor tingkat keparahan, LOS dan kelas perawatan mempengaruhi total biaya riil. Kata kunci: Cost of illness, INA-CBG?s, Kanker payudara, Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R.D. Kandou Manado
UJI TOKSISITAS AKUT INFUSA BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA ARTEMIA SALINA MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Mutammimah, Nuri; Santoso, Bilal S A
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26530

Abstract

ABSTRACT Mengkudu fruit (Morinda citifolia L.) is one of plants which has been known and used by indonesian society as traditional medicine. This plant contains alkaloid, phenol, steroid, and flavonoid which can cause toxicity. The aim of this study was to know about acute toxicity of mengkudu fruit infusions using brine shrimp lethality test method which will be indicated by LC50 value. This research was experimental research using post test only control group design that used negative control and 5 concentrations of infusion those are 1000 mg/L, 500 mg/L, 100 mg/L, 50 mg/L, and 10 mg/L. Death of larvae observed 24 hours after giving the infusiona. LC50 of mengkudu fruit infusion is 62,3 mg/L. The result of this study showed that mengkudu fruit infusions cause toxic effect. Keywords : Noni Fruit, Toxycity, Brine Shrimp Lethality Test, LC50   ABSTRAK Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Tanaman ini mengandung senyawa alkaloid, fenol, steroid, dan flavonoid yang dapat menyebabkan tosiksitas dalam jumlah pemakaian tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut infusa buah mengkudu dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test yang akan ditunjukkan oleh nilai LC50. Penelitian ini termasuk penelitian ekperimental dengan post test only control group design. Uji ini menggunakan kontrol negatif dan 5 konsentrasi infusa yaitu 1000 mg/L, 500 mg/L, 100 mg/L, 50 mg/L, 10 mg/L. Kematian larva diamati 24 jam setelah pemberian infusa. Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 infusa buah mengkudu sebesar 62,3 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infus buah mengkudu bersifat toksik. Kata kunci: Toksisitas, Mengkudu, Brine Shrimp Lethality Test, LC50
OPTIMASI KOMBINASI CARBOMER DAN CMC NA DALAM SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) Mardiana, Lia; Sunarni, Titik; Murukmihadi, Mimiek
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26531

Abstract

ABSTRACTColor and perfume substance factors are essential in a hair dye preparation. Anthocyanin in Butterfly Pea flower (Clitoria ternatea L.) has the potency to act as a natural dye. The physical attributes of hair dye are determined from the combination of carbomer gel and CMC Na as the gelling agent. This research aimed to discover the effect of the combination of carbomer and CMC Na on the physical attributes of the hair dye and to know the optimal formula composition as well as its physical stability during storage and in irritation test. Dry powder of the Butterfly Pea flower was macerated in water that was acidified with tartaric acid using ultrasonic wave to obtain the filtering result?s filtrate with vacuum filtration. The extract was obtained through freeze dry process for 3 days. Eight Butterfly Pea flowers? extracts with various carbomer and CMC Na compositions were tested for its physical attributes in order to obtain the optimal formula which included adhesiveness, dispersion, pH, and viscosity. To obtain the optimal formula, stability test was conducted on its physical qualities using freeze and thaw method in 3 cycles and another stability test conducted on its dying duration, washing, as well as the sunlight?s effect on it. The result showed that carbomer had dominant effect in improving viscosity, adhesiveness, and pH of the gel; meanwhile CMC Na had dominant effect in increasing the gel?s dispersion. The optimal formula for Butterfly Pea flower hair dye contained 1,66% carbomer and 6,00% CMC Na. There were no significant differences between the experiment?s response and prediction. Unstable viscosity, adhesiveness, dispersion (p<0,05) was analyzed through paired t-test in both before and after the stability test for 3 cycles. The optimal formula of the hair dye caused light irritation to the skin and the gel was the panelists? favorite during the hedonic test (texture, color, fragrance, and ease of use).    Keywords : Butterfly Pea Flower, Carbomer, CMC Na, Factorial Design, Hair Dye. ABSTRAKFaktor zat warna dan pewangi sangat penting dalam sediaan kosmetik pewarna rambut. Antosianin pada Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) berpotensi sebagai zat pewarna alami. Sifat fisik pewarna rambut ditentukan dari kombinasi basis gel carbomer dan CMC Na sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi carbomer dan CMC Na terhadap sifat fisik pewarna rambut, mengetahui komposisi formula optimum, stabilitas fisik selama penyimpanan dan pengujian iritasi. Serbuk kering bunga telang dimaserasi dengan air yang diasamkan dengan asam tartarat menggunakan gelombang ultrasonik hingga didapatkan filtrat hasil penyaringan dengan vacuum fitrat. Ekstrak diperoleh dengan metode pengeringan freeze dry selama 3 hari. Delapan formula pewarna ekstrak bunga telang dengan variasi basis gel carbomer dan CMC Na diuji sifat fisiknya untuk mendapatkan formula optimum meliputi daya lekat, daya sebar, pH dan viskositas. Formula optimum yang dibuat dilakukan uji stabilitas mutu fisik dengan metode freeze and thaw selama 3 siklus dan uji stabilitas warna terhadap lama pewarnaan pada rambut, pencucian serta pengaruh sinar matahari. Hasil menunjukkan bahwa carbomer dominan meningkatkan viskositas, daya lekat dan pH gel sedangkan CMC Na dominan meningkatkan daya sebar gel. Interaksi dari carbomer dan CMC Na meningkatkan viskositas, daya lekat, pH dan daya sebar. Formula optimum pewarna rambut bunga telang mengandung carbomer sebesar 1,66% dan CMC Na sebesar 6,00%. Tidak ada beda signifikan antara respon percobaan dengan prediksi. Viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH tidak stabil (p<0,05) dianalisa dengan paired t-test pada sebelum dan sesudah uji stabilitas selama 3 siklus. Formula optimum pewarna rambut menyebabkan iritasi ringan pada kulit dan merupakan gel yang disukai oleh panelis pada uji hedonik (Tekstur, warna, aroma dan kemudahan pengambilan sediaan). Kata kunci: Bunga Telang, Carbomer, CMC Na, Factorial Design, Pewarna Rambut.
FORMULASI DAN PENGUJIAN STABILITAS FISIK GEL ANTIJERAWAT LIOFILISAT LIMBAH KOKON ASAL KABUPATEN SOPPENG Dambur, An Maria Redi; Malluka, Rifka; Anton, Nurafiat; Kursia, Sukriani
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26529

Abstract

ABSTRACT Lyophilisate of cocoon silkworm (Bombyx mori L.) possess antibacterial activity against Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis, and S. aureus which belong to the group of bacteria that cause acne. Therefore, this research was carried out to make a formula for anti-acne gel based on Carbopol 940®. The gel dosage form was chosen because it is easier to clean from the surface of the skin after use and contains no oil which can increase the severity of acne. The formulation was tested on the physical stability of the preparations in the form of organoleptic, homogeneity, pH, dispersibility, adhesion and viscosity tests. The results of the study showed that the anti-acne gel formulat had a good preparation quality and anti-acne activity. Keywords : Cocoon, gel, anti-acne, Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus   ABSTRAK Liofilisat kokon ulat sutera (Bombyx mori L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis, dan S. aureus yang merupakan bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membuat formula sediaan gel antijerawat dengan basis gel Carbopol 940®. Bentuk sediaan gel dipilih karena lebih mudah dibersihkan dari permukaan kulit setelah pemakaian dan tidak mengandung minyak yang dapat meningkatkan keparahan jerawat. Hasil formulasi dilakukan uji stabilitas fisik sediaan berupa uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulagel antijerawat liofilisat kokon memiliki kualitas sediaan yang baik. Kata kunci: Kokon, gel, antijerawat, Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus

Page 1 of 1 | Total Record : 5