cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition and Health
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23383380     EISSN : 26228483     DOI : -
Core Subject : Health,
JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH) is a journal scientific articles about nutrition and health managed by Department of Medicine of diponegoro university and Departement of Doctor of Clinical Nutrition , Faculty of Medicine, Diponegoro University.
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
FAKTOR RISIKO OBESITAS SENTRAL PADA REMAJA Ardiaria, Martha
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 4, No 1 (2016): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.4.1.2016.%p

Abstract

ABSTRAKFAKTOR RISIKO OBESITAS SENTRAL PADA REMAJA
Lama Pencapaian Target Energi dalam Masa Perawatan Pasien Stroke Dianggra, Phitra Sekar; Subagio, Hertanto Wahyu; Himawan, MR Arientasari
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 6, No 2 (2018): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.31 KB) | DOI: 10.14710/jnh.6.2.2018.57-64

Abstract

Latar belakang :Komplikasi tersering stroke yaitu malnutrisi. Malnutrisi dapatmeningkatkan lama masa rawat dan biaya perawatan. Salah satu cara menilai risikomalnutrisi dengan menilai lama pencapaian target energi. Tujuan : Mengetahui rata-ratapencapaian target energi, perbedaan lama masa rawat antara pencapain target energi ≤ 3 haridengan > 3 hari.Metoda :Jenis penelitian cross sectional, dilakukan di instalasi rekammedis RSUP dr. Kariadi dengan mengambil data pasien yang dirawat di Unit Stroke selamabulan Januari-September 2017. Jumlah subyek sebanyak 71 subyek dipilih secara acaksederhana, kemudian diambil data identitas pasien, lama pencapaian target energi, lama masarawat. Uji beda dilakukan untuk mengetahui perbedaan lama masa rawat antara pencapaintarget energi ≤ 3 hari dengan >3 hari.Hasil :Sebagian besar pencapaian target energi yaitu 3hari (SB : 1,37). Lama pencapaian target energi ≤ 3 hari yaitu 81,7%. Terdapat perbedaanlama masa rawat antara pencapaian target energi ≤ 3 (mean : 13,0) dengan > 3 hari (mean :15,3; p mann whitney 0,60) Simpulan : Pencapaian target energi ≤ 3 hari mempunyai masaperawatan lebih pendek diantara pasien stroke.Kata kunci : lama pencapaian target energi, lama masa rawat, malnutrisi, stroke
NUTRIGENOMIK DAN KESEHATAN Prasetyo, Bondan
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 1, No 1 (2013): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.946 KB) | DOI: 10.14710/jnh.1.1.2013.%p

Abstract

ABSTRAKGenomik dan bidang ilmu yang berkaitan telah memberikan kontribusi yang besar untuk memahami mekanisme seluler dan molekuler dalam hubungannya dengan diet pada penyakit tertentu. Untuk mencegah meningkatnya insidens penyakit yang berhubungan dengan diet, ilmu gizi mulai mengadakan penelitian bagaimana zat makanan bekerja di tingkat molekuler. Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan molekuler antara zat makanan dan respon gen, yang bertujuan supaya dapat meramalkan bagaimana perubahan pada unsur-unsur tersebut dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap polimorfisme genetik pada metabolisme lipid dan karbohidrat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai sistem pengaturan dan pengontrolan yang kompleks terhadap metabolisme lipid dan karbohidrat dalam tubuh. Pengetahuan ini dapat membuka jalan bagi penyusunan rekomendasi diet yang lebih baik berdasarkan faktor genetik seorang individu.untuk menurunkan risko petnyakit jantung koroner dan diabetes melitus.
GAMBARAN STATUS GIZI DAN ASUPAN ZAT GIZI PADA IBU HAMIL DI KOTA SEMARANG Astuti, Rini
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 7, No 1 (2019): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.813 KB) | DOI: 10.14710/jnh.7.1.2019.40-45

Abstract

BackgroundPregnant women in Indonesia not only experience deficiencies of macro nutrients, namely carbohydrates, proteins and fats, but also experience micro deficiencies, namely vitamins and minerals. Until now there is no definitive data on the intake of macro and micro nutrients in pregnant women in Indonesia, especially in Semarang. Therefore this study aims to describe nutritional status and nutrient intake in pregnant women Semarang.MethodsThestudy was conducted in the city of Semarang in 2018, using a cross sectional design, with a total sample of 44 pregnant women. Anthropometric data were obtained by measuring the Mid Upper Arm circumference. The intake data was obtained by conducting interviews using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) form.ResultsIn this study there were 12 (27.3%) pregnant women under the age of 25 years. there are still many nutritional status of pregnant women who are included in the less category which is equal to 38.6%. protein intake, vit B6, and omega 3 fatty acids most of the samples are in the less category. While most saturated fat intake is included in more categories,ConclusionMany nutritional status of pregnant women are included in the less category. In addition, most nutrients needed during pregnancy are still largely lacking.Keywords: pregnancy, nutrition, nutritional status, diet
Perbedaan Tingkat Kecemasan dan Depresi pada Mahasiswa Sistem Perkuliahan Tradisional dengan Sistem Perkuliahan Terintegrasi Hadiati, Titis
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 5, No 1 (2017): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.67 KB) | DOI: 10.14710/jnh.5.1.2017.28-36

Abstract

Latar Belakang: Banyak faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan dan tingkat depresi, salah satunya adalah sistem perkuliahan .Cenderung terjadi peningkatan kasus gangguan kejiwaan diantara para siswa dan mahasiswa pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Salah satu penyakit kejiwaan yang paling sering ditemukan terutama pada masa dewasa muda adalah cemas dan depresi.Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan depresi pada mahasiswa sistem perkuliahan tradisional dengan sistem perkuliahan terintegrasi.Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan belah lintang (cross-sectional). Sampel adalah 368 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang terdiri dari178 orang angkatan 2012 dan 190 orang angkatan 2013. Responden diukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale dan tingkat depresi dengan menggunakan  Zung Self-rating Depression Scale. Uji  yang digunakan adalah uji Chi-square.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan (p=0,490) dan tingkat depresi (p=0,692) antara mahasiswa sistem perkuliahan tradisional dengan sistem perkuliahan terintegrasi.Kesimpulan: Perbedaan tingkat kecemasan dan tingkat depresi berdasarkan sistem perkuliahan memiliki nilai yang tidak bermakna.Kata Kunci: kecemasan, depresi, sistem perkuliahan, tradisional, terintegrasi.
FAKTOR RISIKO ANEMIA PADA IBU MENYUSUI KUSUMASTUTI, ARYU CANDRA
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 2 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.2.2.2014.%p

Abstract

FAKTOR RISIKO ANEMIA PADA IBU MENYUSUI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PELAYANAN ANTENATAL DI POLIKLINIK KEBIDANAN RS ISLAM SUNAN KUDUS SUHENDRO, ANGELINE DEWI; KARTASURYA, MARTHA IRENE; ARSO, SEPTO PAWELAS
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 2 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.717 KB) | DOI: 10.14710/jnh.2.2.2014.%p

Abstract

ABSTRAK   Rumah Sakit Islam Sunan Kudus terus mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien. Selama beberapa tahun terakhir kunjungan pasien di poliklinik kebidanan tidak pernah mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi pasien terhadap dokter, biaya pelayanan, dan akses tempat pelayanan antenatal di Poliklinik Kebidanan dengan minat kunjungan ulang pasien pelayanan antenatal. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain  crossectional. Sebanyak 50 pasien pelayanan antenatal dipilih secara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel terikat adalah minat kunjungan ulang sedangkan variabel bebas adalah persepsi pasien terhadap dokter, biaya, dan akses tempat pelayanan antenatal. Analisis  data bivariat dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20-29 th (50%), usia kehamilan trimester 3 (50%), berpendidikan tinggi (36%), dan bekerja (72%). Persepsi pasien terhadap dokter hampir seluruhnya dalam kategori baik (94%), persepsi terhadap biaya kategori tidak terjangkau (56%), persepsi terhadap akses tempat pelayanan sebagian besar kategori mudah (86%). Sebagian besar responden (54%) tidak berminat melakukan kunjungan ulang ke poliklinik kebidanan. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap biaya berhubungan dengan minat kunjungan ulang. (p=0,0001). Persepsi pasien terhadap dokter dan akses tempat pelayanan tidak berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien pelayanan antenatal (p=0,054 dan 0,32). Disarankan bagi d RSI Sunan Kudus untuk menyesuaikan biaya pemeriksaan dengan kemampuan pasien. Selain itu letak poliklinik kebidanan dipindahkan ke tempat yang lebih strategis.   Kata kunci : Persepsi, pelayanan antenatal, Minat Kunjungan Ulang
PENGARUH SUPLEMENTASI MIKRONUTRIEN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA Candra, Aryu
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 7, No 3 (2019): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.7.3.2019.1-20

Abstract

 Background : The incidence of diarrhea in clinic and hospitals was still high with 6,547 cases and 8,692 cases. Providing zinc and iron supplementation could enhance the immune system to against infectious diseases. This study aimed to determine the effect of zic and iron supplementation on the incidence of diarrhea in toddler.Method : This study used a quasi experimental design with post test only group design. A total of 44 toddlers aged 2-5 years were divided into 4 groups, namely the control group, zinc supplementation group (10 mg/day), iron supplementation group (7.5 mg/day), and group supplementation of zinc+iron (zinc 10 mg/day and iron 7.5 mg/day) for 8 weeks. Data on duration and frequency of diarrhea, as well as supplementation compliance was collected every weekend. Food intake was obtained by the Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ) method. Data were analyzed using the One Way ANOVA and Kruskal Wallis tests. Result : The duration of diarrhea in the zinc, iron, zinc + iron supplementation and control groups were 0.73 ± 1.23 days; 1.00 ± 1.41 days; 0.18 ± 0.60 days; and 1.00 ± 1.78 days. The total frequency of diarrhea in the zinc, iron, zinc + iron supplementation and control groups was 2.45 ± 4.28 times 3.18 ± 4.45 times; 0.73 ± 2.41 times; and 3.36 ± 5.94 times. The frequency of diarrhea per day in the zinc, iron, zinc + iron supplementation and control groups were 0.92 ± 1.58 times; 1.18 ± 1.67 times; 0.36 ± 1.21 times; and 0.93 ± 1.59 times. The duration, total frequency and frequency of diarrhea per day between the four groups did not have a significant differences (p> 0.05).Conclution : There were no significant differences between the four groups based on duration, total frequency and frequency of diarrhea per day. However, the zinc+iron supplementation group had the lowest duration and frequency of diarrhea.Keyword : Diarrhea, Zinc Supplementation, Iron Supplementation ABSTRAK  Latar Belakang : Angka kejadian diare di puskesmas dan rumah sakit masih tinggi dengan 6.547 kasus dan 8.692 kasus. Pemberian suplementasi seng dan zat besi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplementasi seng dan zat besi terhadap kejadian diare pada balita.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan post test only group design. Sebanyak 44 balita berusia 2-5 tahun yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok suplementasi seng (10 mg/hari), kelompok suplementasi zat besi (7,5 mg/hari), dan kelompok suplementasi seng+zat besi (seng 10 mg/hari dan zat besi 7,5 mg/hari) selama 8 minggu. Pengumpulan data durasi dan frekuensi diare, serta kepatuhan suplementasi dilakukan setiap akhir minggu. Asupan makan diperoleh dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ). Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Kruskal Wallis. Hasil : Durasi diare pada kelompok suplementasi seng, zat besi, seng+zat besi, dan kontrol masing-masing 0,73 ± 1,23 hari; 1,00 ± 1,41 hari; 0,18 ± 0,60 hari; dan 1,00 ± 1,78 hari. Total frekuensi diare pada kelompok suplementasi seng, zat besi, seng +zat besi, dan kontrol masing-masing 2,45 ± 4,28 kali; 3,18 ± 4,45 kali; 0,73 ± 2,41 kali; dan 3,36 ±5,94 kali. Frekuensi diare per hari kelompok suplementasi seng, zat besi, seng+zat besi, dan kontrol masing-masing 0,92 ± 1,58 kali; 1,18 ± 1,67 kali; 0,36 ± 1,21 kali; dan 0,93 ± 1,59 kali. Durasi, total frekuensi dan frekuensi diare per hari antara keempat kelompok tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0.05).
Hubungan Lama Pemberian Terapi Anti Retroviral dengan Komposisi Tubuh pada Pasien HIV Mulyati, Muji; Subagio, Hertanto Wahyu; Udji, Muchlis Achsan
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 5, No 2 (2017): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.278 KB) | DOI: 10.14710/jnh.5.2.2017.129-137

Abstract

Latar belakangPerkembangan terapi anti retroviral ARV telah mengurangi angka kematian penderita HIV. Perubahan komposisi tubuh dan metabolik yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama pemberian terapi ARV dengan komposisi tubuh pada pasien HIV.MetodePenelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah Pasien usia > 19 tahun yang menderita HIV dan mendapatkan terapi ARV di poliklinik VCT RSUP Dr. Kariadi Semarang pada 26 September – 26 Oktober 2016. Pasien dianamnesis untuk melengkapi data identitas, pemeriksaan lipodistrofi dan pengukuran menggunakan BIA untuk menghitung massa lemak tubuh.HasilAnalisis statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p=0,018) antara usia dengan komposisi tubuh (presentase lemak tubuh). Sementara variabel lama terapi ARV tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan komposisi tubuh. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama pemberian terapi ARV dengan lipodistrofi pada pasien HIV dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lipodistrofi dengan komposisi tubuh pada pasien HIV.SimpulanTidak terdapat hubungan yang bermakna antara lipodistrofi dengan komposisi tubuh pada pasien HIV.Kata kunci: HIV, komposisi tubuh, lipodistrofi
Hubungan antara Pola Menyusui Ibu dengan Gangguan ADHD pada Anak Hadiati, Titis
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 6, No 1 (2018): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.48 KB) | DOI: 10.14710/jnh.6.1.2018.17-20

Abstract

Pendahuluan : Menyusui dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk masalah perilaku anak di masa kecil. Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) bisa dicegah dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu). Dalam pemberian ASI ini ada beberapa pola menyusui yaitu menyusui eksklusif, menyusui predominan, dan menyusui parsial (WHO).Tujuan : Mengetahui hubungan antara pola menyusui Ibu dengan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak.Metode : Penelitian analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ibu-ibu dari anak-anak di TK Hidayatullah Semarang yang berumur 4 – 6 tahun dan alamat lengkap. Besar sampel sebanyak 71. Alat yang digunakan adalah catatan administrasi murid TK Hidayatullah Semarang selama periode 1 November 2016 - 25 April 2017, Blangko SPPAHI (Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif) dan Kuisioner Pola Menyusui Ibu. Uji statistik ini menggunakan sistem komputerisasi SPSS dengan Chi Square Tests dimana taraf signifikansi (α) yang digunakan adalah 5% (0,05).Hasil : Terdapat 71 data yang diproses, sehingga tingkat kevalidannya 100% (Tabel 1), yang mengalami ADHD sekitar 11 anak (15,5%) dan yang tidak mengalami ADHD sekitar 60 anak (84,5%) (Tabel 2). Hasil uji statistik dengan Chi Square Test pada SPSS versi 20 diperoleh hasil nilai p = 0,444 (Tabel 3). Karena nilai p lebih besar dari 0,05, sehingga dapat diartikan bahwa antara pola menyusui ibu dengan ADHD pada anak tidak terjadi hubungan yang signifikan atau bermakna dan besarnya nilai koefisien kontingensi (r) adalah 0,149 (Tabel 4) maka kekuatan korelasi tergolong sangat lemah.Kesimpulan : ADHD hanya terjadi pada 15,5% anak yang pernah mendapatkan ASI dengan berbagai macam pola menyusui ibu. Tidak ada hubungan antara pola menyusui Ibu dengan ADHD.Kata Kunci : menyusui, ADHD, ASI, Pola Menyusui, penelitian analitik, cross-sectional, Ibu, Anak

Page 1 of 11 | Total Record : 110