cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Publika
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN UNDANG -UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIKDI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) Erman, Titi; Hidayat, Yahya Rahmana
Publika Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study has a background which shows indications concerning the lack of seriousness of the public body to comply with UU KIP and this may occur because of the factors influenced such as communication, resources, attitudes and bureaucratic structures owned by public bodies as policy implementers. Therefore, this study aims to identify and explain the influence of the factors such as communication, resources, attitudes and bureaucratic structures to the successful of the UU KIPimplementation. This study used a descriptive design, and the data used in the form of feedback from the UU KIP implementers. Data taken using a questionnaire and analyzed by descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The results of this study concluded that the structure of bureaucracy provides the greatest influence on the level of success of the implementation of the UU KIP compared with the influence of communication, resources and attitudes.  Keywords: analysis of policy implementation, public information disclosure, communication  AbstrakPenelitian ini memiliki latar belakang bahwa terdapat indikasi minimnya keseriusan badan publik untuk mentaati UU KIP dan hal ini mungkin terjadi karena dipengaruhi faktor –faktor komunikasi, sumber daya, sikap dan struktur birokrasi yang dimiliki badan publik sebagai pelaksana kebijakan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh komunikasi, sumber daya, sikap dan struktur birokrasi terhadap keberhasilan implementasi kebijakan UU KIP. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif , data yang digunakan berupa tanggapan dari pelaksana implementasi UU KIP. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode statistik deskriptif serta analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Struktur Birokrasi memberikan pengaruh yang paling besar terhadap tingkat keberhasilan implementasi kebijakan UU KIP dibandingkan dengan pengaruh komunikasi, sumber daya dan sikap. Kata kunci: analisis implementasi kebijakan, keterbukaan informasi publik, komunikasi
PENGARUH PARTISIPASI DAN UNCERTAINTY AVOIDANCE DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP BUDGET SLACK PADA PEMERINTAH PROVINSI BANTEN Wibisono, Windhu
Publika Vol 3, No 01 (2011): Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebijakan penyusunan anggaran di pemerintah daerah adalah penganggaran partisipatif yang melibatkan masyarakat, satuan kerja-satuan kerja, tim penyusun anggaran, dan DPRD. Pemerintah Provinsi Banten dalam pelaksanaan anggarannya (tahun 2004—2007) cenderung dapat mencapai target anggaran dengan mudah. Hal tersebut merupakan kecenderungan bentuk anggaran yang disusun agar mudah dicapai (budget slack). Penelitian Dunk (1993) dan Falikha-tun (2007) menyebutkan bahwa budget slack dipengaruhi oleh partisipasi secara signifikan. Dunk & Nouri (1998) menyebutkan bahwa faktor ketidakpastian dapat dipertimbangkan untuk menjelaskan budget slack. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh partisipasi dan uncerta-inty avoidance terhadap budget slack pada Pemerintah Provinsi Banten. Model yang dihasilkan diharapkan dapat menjelaskan budget slack disektor pemerintahan. Model yang digunakan pa-da penelitian ini dianalisis dengan metode analisis regresi. Penelitian ini menggunakan partisi-pasi dan uncertainty avoidance sebagai variabel independen yang diduga berpengaruh pada bud-get slack. Instrumen yang digunakan untuk mengukur budget slack, partisipasi, dan uncertainty avoidance adalah instrumen Dunk (1993), instrument Milani (1975) dan instrumen Hofstede (1991). Dilakukan pengujian kualitas data dengan menguji validitas dan reliabilitas dan dilaku-kan pengujian bahwa model telah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat budget slack yang cukup tinggi pada Pemerintah Provinsi Banten. Penelitian ju-ga menghasilkan kesimpulan bahwa partisipasi dan uncertainty avoidance baik secara simultan maupun individual memiliki pengaruh signifikan terhadap budget slack. Semakin tinggi partisi-pasi dari penyusun anggaran yang cenderung mempertahankan tingkat stress rendah dan me-nerima perilaku yang tidak biasa untuk menyiasati ketidakpastian maka akan semakin tinggi budget slack yang dibuat oleh penyusun anggaran. Untuk meminimalkan budget slack, Pemerin-tah Provinsi Banten disarankan mengoptimalkan pengendalian internal dan sistem informasi dalam proses penyusunan anggaran. Kata Kunci: partisipasi, uncertainty avoidance, budget slack
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM RUSUN BUMN BINA LINGKUNGAN PEDULI BAGI KELOMPOK SASARAN MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DENGAN SKEMA RELOKASI DI KEMAYORAN – JAKARTA Tambunan, Rachmana Ajie; Bratakusumah, Deddy S.
Publika Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract “Rusun BUMN BL Peduli” program is one of the government programs in the effort to provide decent and affordable housing in the area Kemayoran Jakarta. The program mission is to organize the slums by relocating residents to a shelter house owned flats, the target group is the Low-Income Communities. The study design using Method mix, and in this study the identification of the process of policy implementation “Rusun BUMN BL Peduli”, analytical approach used is a model inter-variable theory of George Edward III variable communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The analysis used in this research is multiple linear regression analysis, to measure how much variables George Edward III. Hypothesis testing is done while the t test for independent variables simultaneously test used F test. These results indicate there is simultaneously a positive and powerful influence between the variables of communication, human resources, attitudes and bureaucratic structure of policy implementation “Rusun BUMN BL Peduli”. The results could give an idea of the policy “Rusun BUMN BL Peduli” as a whole, so that the communication factor, resources and bureaucratic structures of concern to be improved, as well as the need to put in the form of supporting policies, among others. Keywords : implementation of policy, communication, reources AbstrakProgram Rusun BUMN BL Peduli merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau di wilayah Kemayoran Jakarta. Program misinya yaitu menata hunian kumuh dengan merelokasi warga ke hunian Rusunami, dengan kelompok sasarannya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Desain Penelitian menggunakan mix Method, serta dalam penelitian ini dilakukan identifikasi terhadap proses implementasi kebijakan Rusun BUMN BL Peduli, pendekatan analisis yang digunakan yaitu model antar variabel teori George Edward III yaitu variabel komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisr egresi linear berganda, untuk mengukur seberapa besar variabel-variabel George Edward III. Uji hipotesis dilakukan dengan uji t sedangkan untuk menguji variabel independen secara simultan digunakan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan secara simultan terdapat pengaruh positif dan kuat antara variabel komunikasi, sumberdaya manusia, sikap dan struktur birokrasi terhadap implementasi kebijakan Rusun BUMN BL Peduli. Hasil penelitian ini dapat memberi gambaran mengenai kebijakan Rusun BUMN BL Peduli secara keseluruhan, sehingga faktor komunikasi, sumber daya dan struktur birokrasi menjadi perhatian untuk ditingkatkan, serta perlu dituangkan dalam bentuk kebijakan pendukung. Kata kunci : implementasi kebijakan, komunikasi, sumber daya
ANALISIS MOTIVASI PEGAWAI PADA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KARANGANTU, PROVINSI BANTEN Armansyah, Mohamad; Hidayat, Yahya Rahmana
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is an of evaluation on employee motivation at Fishery Port of Nusantara (PPN) inKarangantu, Banten Province, as a Technical Implementation Unit of the Directorate General of Capture Fishery, Ministry of Marine Affairs and Fisheries. This study was conducted to determine the factors that most influence employee motivation based on 3 independent variables tested, namely: remuneration, organizational culture, and leadership. While the data collection procedure is conducted through a survey of all employees, where employees are given a questionnaire in a closed model. To obtain valid and reliable data, tested on samples in research instrument that is processed by using SPSS 21. From the results of data processing obtained value coefficient of determination (R2) of 0.667 or 66.7%. The data gathered can be interpreted as: work motivation of 66.7 percent is influenced by remuneration, organizational culture, and leadership. While the remaining 33.3 percent is explained by other independent variables that are not included in this study. This research suggests that to improve employee motivation, it is necessary to formulate a change of policy concerning organizational culture by evaluating the human resource placement pattern, in accordance with the competence of educational background, in order to carry out the tasks according to the direction of the leader, to work professionally and to provide the best service to the stakeholders. Keywords: remuneration, organizational culture, leadership AbstrakPenelitian ini merupakan salah satu evaluasi atas motivasi pegawai yang diterapkan pada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Provinsi Banten, selaku Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi motivasi pegawai berdasarkan 3 variabel independen yang diuji, yaitu: remunerasi, budaya organisasi dan kepemimpinan. Sementara prosedur pengumpulan data dilakukan melalui survey terhadap seluruh karyawan, di mana karyawan diberikan kuesioner dengan model tertutup. Untuk mendapatkan data yang valid dan terpercaya, dilakukan uji pada sampel pada instrument penelitian yang diolah dengan menggunakan SPSS 21. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,667 atau 66,7%. Dapat diartikan motivasi kerja sebesar 66,7 persen dipengaruhi oleh remunerasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan. Sedangkan sisanya 33,3 persen dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi pegawai perlu merumuskan perubahan kebijakan mengenai Budaya Organisasi dengan mengevaluasi pola penempatan sumber daya manusia, sesuai dengan kompetensi latar belakang pendidikan, agar dapat menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan, bekerja secara professional dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholders. Kata kunci: remunerasi, budaya organisasi, kepemimpinan
PENGARUH OTONOMI PENGELOLAAN ANGGARAN DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI KELURAHAN (Penelitian Pada 6 Kelurahan di Kecamatan Cengkareng Kotamadya Jakarta Barat) Handayani, Suci
Publika Vol 3, No 01 (2011): Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Cengkareng sebagai salah satu daerah di Wilayah Kotamadya Jakarta Barat adalah merupakan bagian dari komponen organisasi pemerintahan terendah yang lebih dekat kepada masyarakat dan mewakili pemerintahan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mem-pelajari dan menguji secara empiris seberapa besar pengaruh Otonomi Pengelolaan Anggaran dan budaya kerja baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pegawai Kantor Kelu-rahan di lingkungan Kecamatan Cengkareng, serta melihat faktor yang lebih dominan dalam mempengaruhi kinerja pegawai Kantor Kelurahan di lingkungan Kecamatan Cengkareng. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk mengukur seberapa be-sar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Uji hipotesis dengan uji t untuk menguji pengaruh secara parsial dan uji F untuk menguji secara simultan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software statistic (SPSS versi 15 Tahun 2006). Hasil pengujian diperoleh bahwa secara simultan Otonomi Pengelolaan Anggaran dan budaya kerja mempunyai penga-ruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kelurahan di lingkungan Kecamatan Cengka-reng. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji F dimana Fhitung = 18,480 > Ftabel = 3,15. Begitu juga deng-an hasil uji t test diperoleh bahwa secara parsial variabel Otonomi Pengelolaan Anggaran dan budaya kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kelurahan di lingkungan Kecamatan Cengkareng. Hal ini dilihat dari hasil uji t (X1Y) dimana thitung = 5,095 > ttabel = 1,986 dan uji t (X2Y) dimana thitung = 2,312 > ttabel = 1,986. Sedangkan otonomi memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kinerja pegawai. Kata kunci: otonomi, anggaran, budaya kerja
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPARANSI PENDAPATAN NEGARA DARI INDUSTRI EKSTRAKTIF PADA KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN Niswanto, Iwan; Bratakusumah, Deddy S.
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPresidential Decree No. 26 Year 2010 on Transparency of State Revenues and Regional Income Gained from Extractive Industries is a formal basis for the implementation process of Extractive Industry Transparency Initiative (EITI). This research is a quantitative research. The analysis used in this research is multiple linear regression analysis, to measure the size of communication, human resources, disposition, and bureaucratic structure can explain the dependent variable of the implementation of state income transparency policy from extractive industry. Hypothesis test is done by t-test to test the influence of independent variable partially to dependent variable. Meanwhile,F-test is used to test the independent variable simultaneously. The results of this study indicate that there are significant influences of communication, human resources, disposition and bureaucratic structure to the implementation of the state revenue transparency policy from extractive industry of 60.7 percent simultaneously. However, only disposition factors have no positive effect on the success rate of the policy. Meanwhile, the other three factors give a significant influence where the bureaucracy structure factor has a regression coefficient of 0.353, followed by resource factor with regression coefficient 0,184, and communication with regression coefficient 0,214, The results of this researchmay form a recommendation for the Coordinating Ministry for Economic Affairs to improve the planning documents’ utilization and increase the involvement of human resources in order to succeed the implementation of state revenue transparency policy from extractive industries. Keywords : implementation of policy, transprarant of national income, coordinating ministry for economic affairs AbstrakPeraturan Presiden No. 26 Tahun 2010 Tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang Diperoleh dari Industri Ekstraktif merupakan suatu landasan formal terhadap proses implementasi EITI. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, untuk mengukur seberapa besar variabel-variabel komunikasi, sumber daya manusia, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi dapat menjelaskan variabel dependen implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industry ekstraktif. Uji hipotesis dilakukan dengan t-test untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Sedangkan untuk menguji variabel independen secara simultan digunakan F-test. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel komunikasi, sumber daya manusia, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi terhadap implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industri ekstraktif simultan sebesar 60,7 persen. Namun, hanya faktor disposisi yang tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap keberhasilan kebijakan tersebut. Sedangkan ketiga faktor lainnya memberikan pengaruh yang signifikan, dimana faktor struktur birokrasi memiliki koefisien regresi 0,353, disusul faktor sumberdaya dengan koefisien regresi 0,184 dan komunikasi dengan koefisien regresi 0,214. Hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperbaiki penggunaan/pemanfaatan dokumen perencanaan dan meningkatkan jumlah dan keterlibatan SDM demi menyukseskan implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industri ekstraktif. Kata kunci: implementasi kebijakan, transparansi pendapatan negara, kementerian koordinator bidang perekonomian
PENGARUH PERSEPSI MENGENAI PARTISIPASI MASYARAKAT DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENGEMBANGAN INDUSTRI KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN TANGERANG Bastian, Yosep Tommy
Publika Vol 3, No 01 (2011): Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini akan mengupas secara mendalam tentang faktor-faktor apakah yang mempe-ngaruhi pengembangan industri kepariwisataan di kabupaten tangerang di lihat dari bebera-pa variabel, yaitu partisipasi masyarakat dan infrastruktur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda untuk mengukur seberapa besar variabel-variabel partisipasi masyarakat dan infrastruktur dapat menjelaskan variabel dependen. Uji hipotesis dilakukan dengan t-test untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Sedangkan untuk menguji variabel independen secara simultan digunakan F-test. Dari hasil yang diperoleh adalah bahwa kontribusi yang diberikan kedua variabel bebas terhadap keberhasilan pengembangan industri kepariwisataan masing-masing adalah 51.9% dan 54.3% tanpa mengontrol pengaruh yang satu dengan yang lain. Nilai koe-fisien determinasi/koefisien penentu (R square) yang diperoleh yaitu sebesar 0.587 (atau se-besar 58.7%) mencerminkan variasi perubahan pada variabel partisipasi masyarakat dan in-frastruktur, bahwa pengembangan industri kepariwisataan dapat ditentukan/dideterminasi oleh semua variabel secara simultan sebesar 58.7%, dan sisanya yaitu 41.3% merupakan deter-minasi dari dimensi lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini, dengan model regresi berganda sebagai berikut Y = 1.166 + 0.273 X1 + 0.327 X2. Semua besaran di atas adalah signi-fikan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini, menginformasikan bahwa variabel mengenai persepsi partisipasi masyarakat dan infrastruktur merupakan dua faktor penting da-lam pengembangan   industri kepariwisataan. Dengan kata lain, keberhasilan pengembangan industri kepariwisataan tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan infrastruktur baik seca-ra individu maupun secara bersama-sama. Kata Kunci : partisipasi, infrastruktur, pengembangan
PENGARUH REMUNERASI, BUDAYA ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG TANGERANG) Purwanto, Budi
Publika Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research was conducted to determine whether the remuneration, organizational culture and leadership had an influence on employee’s work motivation.  The subjects of this research were all employee of the KPKNL Tangerang, amounting to 35 people. The research instrument in the form of questionnaires used to measure the perceptions of respondents using a Likert scale model. While the data collection prosedure is done through a survey of all employees where the employee is given a questionnaire with a closed model (altervative to the respondent’s answer has been provided). Data obtained from the result of this study were analyzed using descriptive statistics and inferential statsistic analysis. Statistical calculation results obtained by the coefficient of determination (R2) of 0.774 or 77.4 percent. Means work motivation variable (Y) of 77.4 percent was influenced by variable remuneration (X1), organizational culture (X2), and leadership (X3). While the remaining 22.6 percent is explained by other independent variables were not included in the modelThis study suggests to formulate a policy change regarding the calculation method of analysis of the workload of employees in greater detail used to adjust performance benefits as well as providing input to the Government, especially the Ministry of Finance in drafting legislation regarding changes in benefits and additional performance benefits of employee performance. Keywords: remuneration, organizational culture, leadership AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah remunerasi, budaya organisasi dan kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian dan menguji hipotesis-hipotesis penelitian penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan kondisi masing-masing variabel penelitian. Subyek penelitian ini adalah semua pegawai KPKNL Tangerang, sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur persepsi responden menggunakan model skala Likert. Sementara prosedure pengumpulan data dilakukan melalui survei terhadap seluruh karyawan melalui kuesioner dengan model tertutup (alternatif jawaban responden telah disediakan). Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial statsistic yang diolah menggunakan SPSS 22.0. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefesien determinasi (R2) sebesar 0,774 atau 77,4 persen. Dapat diartikan variabel motivasi kerja (Y) sebesar 77,4 persen dipengaruhi oleh variabel remunerasi (X1), budaya organisasi (X2), dan kepemimpinan (X3). Sedangkan sisanya sebesar 22,6 persen dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak dimasukan dalam model. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi pegawai perlu untuk merumuskan perubahan kebijakan mengenai metode perhitungan analisis beban kerja karyawan secara lebih rinci yang digunakan untuk menyesuaikan tunjangan kinerja serta memberikan masukan kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan dalam menyusun peraturan mengenai perubahan tunjangan kinerja dan tambahan tunjangan kinerja pegawai. Kata kunci: remunerasi, budaya organisasi, kepemimpinan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENEMPATI RUSUNAWA FLAMBOYAN KEL. CENGKARENG BARAT, KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Sabri, Mieco; Wiranto, Tatag
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the determinant of decision to occupy Low Cost Rent Apartment (Rusunawa). The data used is primary obtained by questionnaires to the 234 heads of households who is settled to Rusunawa Flamboyan, West Cengkareng, West Jakarta Administration. The method used to analyze the data is multiple regression, correlation coefficient, coefficient of determination, test hypotheses using SPSS version 17.0. The results of the analysis states that: rusunawa infrastructure, neighborhoods and accessibility to and from the high-rise apartments are correlated significantly influence decision to occupy Rusunawa. This is consistent with the results of the F test which is denoted that the three variables that significantly influence the decision rusunawa occupied. Meanwhile, the results of the t test, showed that rusunawa infrastructure, environment and accessibility to and from the high-rise apartments significantly influence the decision to occupy rusunawa Flamboyan, West Cengkareng, West Jakarta Administration. Keywords : infrastructure, residential environment, accessibility AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menempati rusunawa. Data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 234 kepala keluarga yang menempati rusunawa Flamboyan, Kel. Cengkareng Barat, Kota Administrasi Jakarta Barat. Metoda yang dipergunakan untuk menganalisisnya adalah regresi berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji hipotesa F dan t dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 17.0. Hasil analisis menyatakan bahwa : sarana prasarana rusunawa, lingkungan pemukiman dan aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa berkorelasi dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa. Hal ini sejalan dengan hasil uji F yang menyatakan bahwa ketiga varibel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati Rusunawa. Sedangkan, hasil uji t, menunjukan bahwa: sarana prasarana rusunawa berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa, lingkungan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa dan aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa, serta factor yang dominan mempengaruhi keputusan menempati rusunawa Flamboyan, Kel. Cengkareng Barat, Kota Administrasi Jakarta Barat, adalah aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa. Kata kunci : sarana prasarana, lingkungan pemukiman, aksesibilitas
KAJIAN PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DALAM RANGKA REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DI WILAYAH DKI JAKARTA Good, Dasmir
Publika Vol 3, No 01 (2011): Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui : (i) beda pilihan tempat berbelanja masyara-kat antara sebelum dengan setelah ada pembangunan pasar modern yang letaknya berdeka-tan dengan pasar tradisional yang telah ada sebelumnya; (ii) beda pilihan masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman tertata baik dengan yang tinggal di kawasan permukiman kampung sekitar pasar tradisional Bendungan Hilir dan pasar tradisional Perumnas Klender dalam memilih tempat berbelanja setelah ada pasar modern dibangun berdekatan letaknya dengan pasar tradisional; (iii) beda pilihan masyarakat yang tinggal di sekitar pasar tradisio-nal Bendungan Hilir dengan yang tinggal di sekitar pasar tradisional Perumnas Klender da-lam memilih tempat berbelanja setelah ada pasar modern dibangun berdekatan letaknya de-ngan pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan Desain Kausalitas dan Deskriptif, mema-kai metoda survey dan mengambil sample dengan purposive sampling di lingkungan permuki-man yang tertata baik dan perkampungan kota sekitar Pasar Tradisional Bendungan Hilir dan Perumnas Klender, Provinsi DKI Jakarta.             Analisis yang digunakan untuk menganalisis data ádalah (i) Uji beda memakai metoda Uji T dan Uji Anova serta Analisis Deskriptif yang dilakukan dengan program komputer SPPS. Hasil penelitian ini menunjukan, Pertama; terda-pat perbedaan yang signifikan pilihan masyarakat berbelanja sebelum dan setelah ada pemba-ngunan pasar modern yang berdekatan letaknya dengan pasar tradisional yang telah ada se-belumnya. Kedua; terdapat perbedaan yang signifikan pilihan berbelanja masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman tertata baik dengan yang tinggal di kawasan permukiman kumuh sekitar pasar tradisional Bendungan Hilir dan pasar tradisional Perumnas Klender se-telah ada pasar modern dibangun berdekatan letaknya dengan pasar tradisional. Ketiga; ti-dak terdapat perbedaan yang signifikan pilihan berbelanja masyarakat yang tinggal di seki-tar pasar tradisional Bendungan Hilir dengan yang tinggal di sekitar pasar tradisional Pe-rumnas Klender dalam memilih tempat berbelanja. Secara deskriptif diperoleh pula temuan, bahwa sebagian besar responden memilih berbelanja ke pasar tradisional dan sekaligus ju-ga ke pasar modern. Sedangkan yang memilih berbelanja ke pasar modern saja, angkanya rela-tif kecil. Hasil penelitian ini mengisyaratkan bahwa pasar tradisional membutuhkan revitali-sasi. Bila kebijakan ini tidak dilakukan, maka publik sebagai pebelanja ke pasar tradisional akan dirugikan dan upaya pemberdayaan pedagang kecil yang berjualan di pasar tradisio-nal sebagai UKM cenderung akan kurang berhasil. Dampaknya, sumber PAD dari sektor pa-sar cenderung akan berkurang pula. Diharapkan hasil penelitian ini berguna antara lain se-bagai masukan bagi  Pemda Provinsi DKI Jakarta khususnya dan Pemda lainnya dalam mem-buat kebijakan merevitalisasi pasar tradisional di tengah persaingannya dengan pasar mo-dern. Kata Kunci : pasar tradisional, pasar modern, revitalisasi

Page 1 of 2 | Total Record : 13