cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 103 Documents
DILUAR BATAS Lini, Zurma
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 2 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i2.263

Abstract

Karya tari berjudul ”Diluar Batas” adalah interpretasi dan daya imajinasi pengkarya dalam menuangkan ide kedalam bentuk karya tetang keterkekangan yaitu seorang anak yang merasa diatur secara berlebihan oleh orang tuanya. Konsep karya ini merupakan hasil pengamatan pengkarya terutama yang terjadi dalam kehidupan sahabat pengkarya sendiri. Selain itu, pengkarya melihat langsung dan bisa merasakan bagaimana rasanya ketika kita dikekang secara berlebihan. Untuk memvisualisaikan ide garapan ke dalam karya tari, pengkarya menggunakan properti dan setting sebagai simbol privasi dan rambut berfungsi sebagai properti, simbol seorang perempuan, dan untuk memperkuat ekpresi yang akan dilahirkan oleh penari. Eksplorasi gerak terkait dengan gerak-gerak MinangKabau (pitunggua, gelek dan sebagainya) dan pengembangan teknik putar, rolling, ketahanan, kelenturan, dengan pengolahan berdasarkan pola-pola penjelajahan gerak yang sudah dipelajari, yang sesuai dengan karakter di dalam karya ini. Metoda yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, imajinasi, eksplorasi, pengkarya gerak, improvisasi dan evaluasi. Dalam karya ini terdapat tiga bagian yang setiap bagiannya dengan 3 suasana (tenang, marah dan sedih) dan semuanya mencakup tentang keterkekangan/aturan. Dance entitled “Di Luar Batas” is choreographer’s interpretation and imagination in channelling idea into choreography about anxiety namely a child who feels that he is being overly controlled by his/her parent. This choreography concept is choreographer’s result of observation particularly from what happens in the life of choreographer’s best friend. Besides, choreographer saw it happened directly and could imagine how it felt to be overly controlled. To visualize choreography idea in dance created, choreographer used property and setting as privacy symbol and hair functioned as property and symbol of a woman, and to strengthen expression produced by dancers. Movement exploration was related to Minangkabau movements (pitunggua, gelek, and etc.) and the development of spinning, rolling, endurance, and flexibility techniques, with processing based on movement exploration pattern that have been learned before and in accordance with characters in this choreography. Methods used were observation, interview, library research, imagination, exploration, movement choreography, improvisation, and evaluation. In this choreography, there are three parts and each part has 3 atmospheres namely calm, angry and sad atmospheres and all of them talk about anxiety/rule.   
PIJAK BAISI Lusiana, Andesta
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.247

Abstract

Karya “Pijak Baisi” merupakan karya yang berangkat dari sebuah fenomena “Mairiak” di daerah Pasaman. Mairiak merupakan sebuah kegiatan para petani memanen padi. Padi di iriak di atas rumah panggung yg dilakukan oleh para muda mudi. Dalam kegiatan mairiak terjadilah berbalas pantun antara pemuda dan pemudi sehingga terjadi kedekatan emosional antara pemuda dan pemudi, bahkan ada yg sampai berjodoh.Hal ini di tuangkan dalam sebuah karya tari yang berjudul “Pijak Baisi”.Karya ini memakai properti niru, Katidiang, dan Jerami.Gerak pencak silat menjadi dasar gerak dalam mengungkapkan fenomena Mairiak. “Pijak Baisi” work is artwork that’s inspired from a “Mairiak” phenomenon in Pasaman. Mairiak is farmers’ activity of harvesting their paddy. Paddy is experienced an activity called diiriak on stilt house done by young generations. In the activity of mairiak, there is a rhyme-reply game between young men and young women that results on emotional proximity between these young men and young women moreover some of them then becomes marriage partner. These phenomena are then choreographed into a dance that its title is “Pijak Baisi.” This choreography uses properties such as niru, Katidiang, dan Jerami (hay). Pencak silat movement becomes basic movement in revealing Mairiak phenomenon.
TARI TABUT SEBAGAI MANIFESTASI BUDAYA MASYARAKAT KOTA BENGKULU FEBRIANTY, SYIELVI DWI; SYOFIA, NINON
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tari Tabut sebagai manifestasi budaya masyarakat Kota Bengkulu. Tari Tabut merupakan rekayasa simbolik yang bersumber dari budaya Tabut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis. Teori yang digunakan adalah teori manifestasi yang dikemukakan oleh La Ode Malim dan teori budaya yang dikemukakan oleh E.B Tylor. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah mengenalkan budaya Tabut melalui tarian yang hampir selalu ditampilkan setiap tahunnya dalam perayaan Tabut dan beberapa even besar lainnya baik di dalam maupun di luar Kota Bengkulu. 
TRADISI MUSIK RABAB DI DAERAH PESISIR MINANGKABAU (RABAB PIAMAN DAN RABAB PASISIA) Hajizar, Hajizar
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i2.921

Abstract

Setiap jenis tradisi musik Rebab yang hidup pada berbagai etnik di nusantara ini memiliki ciri khasnya masing-masing sesuai dengan latar belakang kehadiran, konsep organologi, konsep musikal, konsep ensambel dan materi musikal, serta konsep penyajiannya.Tulisan ini menggambarkan tentang keadaan hidup dua jenis tradisi musik Rebab yang dimiliki oleh masyarakat Pesisir Minangkabau, yaitu Rabab Piaman, dan Rabab Pasisia. Kedua jenis Rabab Minangkabau ini memiliki konsep organologis dan konsep musikal yang berbeda, bahkan realitas perkembangan Rabab Pasisia yang dinamis, dan terdegradasinya eksistensi kehidupan Rabab Piaman dewasa ini dapat menjadi sumber perenungan bagi para seniman muda Minangkabau di masa datang.
PEMBELAJARAN MUSIK ANSAMBEL REBANA MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 15 PALEMBANG SEPDWIKO, DERIA
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.1042

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Pembelajaran Musik Ansambel Rebana Menggunakan Metode Drill pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 15 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimanakah Pembelajaran Musik Ansambel Rebana Menggunakan Metode Drill  terhadap hasil belajar Kepada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 15 Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes dan dokumentasi.Penilaian dalam proses belajar mengajar harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Dengan melakukan penilaian dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa dalam meraih kopetensi yang telah ditetapkan. Dimana tes yang digunakan menggunakan alat musik rebana untuk melatih respon belajar siswa dalam melaksanakan tugas kelompok dalam proses pembelajaran yang dianggap berhasil. Berdasarkan hasil dokumentasi yang diperlihatkan melalui foto-foto kegitan siswa menunjukan bahwa pembelajaran musik ansambel rebana yang diajarkan kepada siswa. Dalam proses belajar musik ansambel rebana siswa di beri arahan oleh peneliti dalam cara memegang dan memainkan rebana serta dalam membaca partitur yang telah di siapkan. Karena rebana yang digunakan saat proses belajar musik ansambel rebana hanya tersedia 3 rebana maka siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempermudah pada saat memainkannya. Pembelajaran, Musik Rebana,  Metode Drill
PENCIPTAAN KARYA TARI “ SARASO” Junia, Cica; Wahyuni, Wahida; Loravianti, Susas Rita
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i1.410

Abstract

Saraso merupakan karya tari yang terinspirasi dari Mangampiang yang merupakan sebuah peristiwa kematian di kenagarian Batipuah Kabupaten Tanah Datar. Mangampiang dilakukan sehari sesudah kematian yang biasanya dilakukan seiring dengan aktifitas bakayu. Karya tari ini difokuskan pada proses mangampiang terutama dari aktifitas marandang, manumbuak dan manampi. Ketiga bentuk aktifitas ini mengandung nilai–nilai saling tolong menolong kebersamaan dan silaturahmi. Beranjak dari ketiga bentuk inilah yang digarap menjadi sebuah karya dengan menggunakan metode;  eksplorasi, improvisasi, komposisi dan evaluasi.
Estetika Akuturasi Pertunjukan Gurau Oyak Saluang Orgen Syari'ah, Desi
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2016): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.122

Abstract

ALIH WAHANA DAN RANCANGAN DRAMATURGI NASKAH RANDAI PARANG KAMANG DENGAN GAYA REALISME SOSIAL Indra, Wiky
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.252

Abstract

Naskah randai Parang Kamang dialih wahana menjadi Naskah Siti Asiah. Pada naskah Siti Asiah berlatar belakang kebudayaan minangkabau pada saat zaman penjajahan Belanda, khususnya pada nagari Kamang. Pihak Belanda mewajibkan rakyat untuk membayar blasting. Masyarakat tidak mau membayar blasting, maka masyarakat melakukan perlawanan. Masyarakat setempat menamai dengan parang kamang. Dari peristiwa tersebut diangkat kembali delam bentuk pertunjukan teater dengan gaya realisme sosial. Yang menjadi pijakan bagi penulis dalam pengalih wahana naskah, setelah naskah randai Parang Kamang dialih wahana menjadi naskah Siti asiah. penulis menganalisis struktur dan teakstur dari naskah Siti Asiah dan membuat rancangan dramaturgi. Randai script “Parang Kamang” is mode-switched into the script of Siti Asiah. The background of Siti Asiah script is Minangkabau culture in Dutch colonial era, particularly in Kamang country. Netherlands required people to pay blasting. People did not want to pay blasting so they rebelled. Local people named this rebellion as Parang Kamang. That event is rewritten into a theater performance with social realism style that becomes the author’s foothold in modeswitching the script after randai script of Parang Kamang is mode-switched into script of Siti Asiah. Author analyzes the structure and texture of Siti Asiah script and make dramaturgy design. 
DARI TARI GALOMBANG KE TARI PASAMBAHAN: PERUBAHAN TARI MINANGKABAU DALAM PERKEMBANGAN BUDAYA POPULER DAN INDUSTRI PARIWISATA YULIZA, FRESTI
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.1016

Abstract

Tulisan ini membahas tentang perubahan dari Tari Galombangke Tari Pasambahan dalam khasanah seni tari tradisional dalam masyarakat Minangkabau. Menggunakan perspektif budaya populer, tulisan ini bermaksud menelusuri riwayat ringkas perubahan tersebut dan maknanya dalam kehidupan di masa kini. Pengamata menunjukkan bahwa perubahan nama dan fungsi tersebut tidak terlepaskan dari riwayat penciptaan tari yang lazim dinamakan sebagai ‘tari kreasi’ di Sumatera Barat, yang pada dasarnya adalah bagian dari semangat tumbuhnya tari modern. Adapun perubahan tersebut, selain menunjukkan kecenderungan budaya populer yang cenderung relatif, pragmatis dan hibrid, juga merupakan bagian dari semangat budaya kontemporer, yang mengedepankan sifat kesementaraan, tidak satabilan, dan perubahan yang terus-menerus
TEKNIK BABIOLA PADA MASYARAKAT ETNIK MINANGKABAU DI KECAMATAN BATANGKAPAS KAB.PESISIR SELATAN PROV. SUMATERA BARAT DARMANSYAH, DARMANSYAH
LAGA-LAGA : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.1059

Abstract

Babiola dalam  pengertian  masyarakat Batangkapas  Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat adalah suatu pertunjukan musik dengan menggunakan instrumen musik biola produk budaya setempat, yang menyerupai konstruksi biola pada musik Barat (Eropa).  Mendapat awalan ba sebagai bentuk aktivitas pertunjukan. Biola adalah  alat musik gesek  memiliki empat tali yang terbuat dari dawai. Masing-masing tali diberi nama; tali satu (tali aluih), tali duo, tali tigo tali danguang  dan tali empat tali  panimbang yang berfungsi untuk menghasilkan melodi dan mengiringi lagu. Dari  keempat tali  tersebut yang paling dominan dimainkan adalah  tali aluih, tali duo, dan tali danguang yang ketika digesek dilakukan dengan gesekan panjang bolak- balik    ( droon) yang bersamaan dengan tali duo (senar dua) bukan dalam posisi melodi. Terdapat 3 teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang musisi (tukang) biola. Teknik yang pertama adalah terkait dengan cara mememgang biola, teknik memegang biola, kepala biola, leher biola, badan biola dan teknik men stem ( tuning system) senar biola. Teknik yang kedua adalah teknik mememgang tali penggesek, teknik memegang gagang penggesek(pangka penggesek), atau pendabiah, penggoso, teknik meletakkan lidah biola, kuda-kuda biola (penopang). Selanjutnya teknik yang ke tiga yaitu teknik dalam posisi memainkan biola, terkait dengan posisi duduk, posisi menempatkan badan biola, teknik memegang penggesek (pendabiah), teknik menggesek biola, teknik penggunaan tangan kiri, dan kombinasi keseimbangan dalam memainkan biola. Merupakan teknik-teknik yang harus dikuasai oleh seorang tukang biola dalam memainkan alat musik gesek dalam kebudayaan etnik Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya dan kecamatan batang kapas pada khusussnya

Page 1 of 11 | Total Record : 103