cover
Contact Name
Nebuchadnezzar Akbar
Contact Email
nezzarnebuchad@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
ilmukelautanunkhair@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 2620570X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yang mencakup: biologi laut, ekologi laut, biologi oseanografi, kimia oseanografi, fisika oseanografi, geologi oseanografi, oseanografi perikanan, akustik kelautan, remote sensing kelautan, sistem informasi geografis kelautan, mikrobiologi kelautan, pencemaran laut, akuakultur kelautan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi kelautan, interaksi laut dan atmosfir, perubahan iklim, dan rekayasa kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Studi karakteristik habitat peneluran penyu di desa pekik nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu Setiawan, Roni; -, Zamdial; SPN, Bertoka Fajar
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.638 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu lokasi tempat penyu mendarat dan bertelur di Provinsi Bengkulu adalah di pantai Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Mengingat penyu adalah satwa langka yang dilindungi, maka perlu dilakukan kegiatan konservasi untuk melindungi dan menyelamatkan penyu. Untuk mendukung upaya konservasi perlu mempelajari lokasi-lokasi tempat penyu bertelur. Seperti halnya penelitian terhadap lokasi pendaratan dan tempat penyu bertelur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kesesuaian karakteristik kondisi bio-fisik habitat tempat peneluran penyu di wilayah pantai Desa Pekik Nyaring. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2017 dengan menggunakan metode survei. Kegiatan survei meliputi observasi lapangan dan pengumpulan data primer. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa jenis penyu yang bertelur di pantai Desa Pekik Nyaring adalah jenis penyu lekang (Lepidochelis olivácea). Hasil analisis data menunjukkan bahwa, panjang pantai yang menjadi lokasi peneluran penyu adalah 1,47 km, lebar pantai adalah 99,9 – 170 m, kemiringan pantai 2,22%-30,85%, suhu substrat 28°C - 28,66 °C, kelembaban substrat 28,77 % - 40,44 %. Untuk tekstur substrat, pada semua stasiun termasuk dalam kategori halus, sedangkan persentase vegetasi pantai 22,3 % - 60,3%. Dari ketiga stasiun pengamatan, stasiun 1 dan 2 cukup sesuai, sedangkan stasiun 3 masuk kategori tidak sesuai sebagai lokasi peneluran penyu.Kata kunci : Penyu, karateristik, tempat bertelur, Pekik Nyaring, Bengkulu
Inventarisasi organisme avertebrata terumbu karang di perairan Tanjung Dehegila Kabupaten Pulau Morotai Alwi, Djainudin; Muhammad, Sandra Hi; Bisi, Sukirno
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.887 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Pulau Morotai merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumberdaya laut yang cukup melimpah, terutama jenis-jenis ikan, serta berbagai biota laut seperti, teripang, lobster dan berbagai jenis moluska yang hidup berasosiasi dengan terumbu karang. Ditinjau dari aspek ekologi beberapa jenis organisme aveteberata memiliki peran sebagai bio-indikator bagi kesehatan karang sedangkan dari aspek ekonomidapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan maupun obat-obatan dan tentunya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Data dan informasi mengenai potensi sumberdaya laut non ikan seperti organisme avertebrata terumbu karang masih sangat minim olehnya itu perlu dilakukan kajian ilmiah mengenai keberadaan organisme tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi jenis serta mengetahui keanekaragaman jenis, indeks dominasi, indeks keseragaman dan kepadatan jenis dari organisme avertebrata terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai pada bulan September 2017yang berlokasi di Tanjung Dehegila Kabupaten Pulau Morotai. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu metode transek sabuk(belt transect). Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi jenis avertebrata yang ditemukan pada lokasi penelitian terdiri dari; stasiun I sebanyak 20 jenis dan 54 individu, stasiun II sebanyak 11 jenis dan 23 individu, sementara pada stasiun III sebanyak 19 jenis dan 45 individu. Hasil analisis keanekaragaman jenis avertebrta dilokasi penelitian tergolong tinggi, Indeks dominansi pada ketiga stasiun tergolong rendah. Sementara itu hasil analisis indeks keseragamantermasuk kategori tinggi. Sedangkan hasil analisis kepadatan jenis organisme avertebrata dilokasi penelitian di wakili oleh jenis lincikia laevigata dari Filum Ehinodermata.Kata kunci: inventarisasi, organisme averetebrarta, terumbu karang.
Assessing fish community structure at two different coral reef depths around Seribu Islands, Jakarta Fahlevy, Karizma; Yudha, Firsta Kusuma; Andika, Wedi; Suprianto, Ahmad Eko; Irianda, Nadya Jeny; Irfanto, Mas; Subhan, Beginer; Madduppa, Hawis
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.289 KB)

Abstract

ABSTRACTCoral reefs structure play important roles for reef fish assemblages. Coral coverage and reef fish abundance are associated with the positive relationship. However, the relationship between reef fish abundance and composition and depth variation around Pramuka Island is poorly known. This study was carried out to investigate the biodiversity and the trophic level of fish communities between two different depths (3 and 10 m) around Pramuka Island regions (Pramuka Island and Sekati Island). The hard coral at the depth of 10 m within both study sites in Pramuka island held significantly higher percent cover than the depth of 3 m except in Dock 2 A total of 2620 individual fishes were counted, belonging to 58 species and 13 families. The fish community in 3 and 10 depth was dominated by omnivorous fishes. The multivariate analysis of fish abundance using the Bray Curtis similarity index and non-metric multidimensional scaling (NMDS) clearly showed the clustering of two different depths. The NMDS results showed that at the depth of 10 m are more clustered than 3 m depth. The present study results showed that the biodiversity of reef fishes around Pramuka Island seemed to be linked to the hard coral condition and depth.Keywords: Coral, Depth, Reef fishes, Trophic level
Restorasi lamun; studi transplantasi lamun Enhalus acaroides di perairan pantai Kastela, Kota Ternate Lessy, Muhammad Ridwan; Ramili, Yunita
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.773 KB)

Abstract

ABSTRAKEkosistem padang lamun di Pesisir Kota Ternate mulai mengalami kerusakan karena aktivitas manusia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menguji metode yang terbaik untuk melakukan transpalntasi lamun. Ketiga metode yang diuji adalah metode Turf, metode Peat Pot dan metode spring anchored. Sampel lamun yang digunakan sebagai donor diambil dari lokasi sekitarnya. Pengamatan tingkat kelangsungan hidup lamun transplantasi dilakukan selama tiga bulan sedangkan pengukuran parameter lingkungan dilakukan dua kali dalam sebulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan masih mendukung kehidupan lamun. Dari ketiga metode yang diuji, metode spring anchored menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang paling tinggi (86,7%) kemudian disusul oleh metode Peat Pot (73,3%) dan metode Turf (33,3%).Kata Kunci: Ekosistem Lamun; Transplantasi; Wilayah Pesisir; Ternate
Pengaruh pemberian pakan buatan menggunakan limbah kepala udang terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) -, Juliana; Koniyo, Yuniarti; Panigoro, Citra
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.244 KB)

Abstract

ABSTRAKPakan dalam kegiatan budidaya ikan memerlukan biaya yang paling tinggi dibandingkan dengan biaya produksi lainnya. Salah satu cara untuk menekan biaya produksi adalah dengan menggunakan sumber bahan baku pakan yang tersedia dalam jumlah yang banyak, memiliki nilai gizi tinggi dan harganya murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan dengan menggunakan limbah kepala udang dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Gurame (Osphronemus gouramy). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 4 perlakuan 3 ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan Gurame (Osphronemus gouramy) sebanyak 240 ekor dengan rata-rata panjang awal 3 cm dan berat awal 1.3 gram, dengan padat tebar 2 ekor/liter. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dosis pakan berbeda yaitu (A) 5 %, (B) 10%, (C) 15% dan (D) 20%. Wadah penelitian yang digunakan berupa 12 buah akuarium dengan volume 16 liter dan dilengkapi dengan aerasi. Pengukuran panjang dan berat benih dilakukan seminggu sekali dan pemeliharaan benih ikan berlangsung selama 3 bulan. Analisa data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisa sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang (Fhit 0.38 < Ftab 4.07) dan pertumbuhan berat (Fhit 0.01 < Ftab 4.07) benih ikan Gurame (Osphronemus gouramy). Pemberian pakan dengan dosis yang berbeda juga tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih ikan Gurame (Fhit 3.99 < Ftab 4.07)Kata kunci : Kelangsungan Hidup, Limbah Kepala Udang, Osphronemus gouramy, Pakan, Pertumbuhan
Analisis kestabilan pantai berdasarkan karakteristik sedimen di Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan -, Najamuddin; Tahir, Irmalita
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.427 KB)

Abstract

ABSTRAKKarakterisitik sedimen yang menyusun suatu wilayah pantai dapat dijadikan indikator untuk menentukan kestabilan wilayah pantai. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasi kategori tekstur sedimen, menentukan karakteristik sedimen penyusun pantai, dan menentukan tingkat kestabilan pantai perairan Pulau Maitara. Klasifikasi kategori tekstur sedimen menggunakan skala Wenworth dan analisis karakteristik sedimen dilakukan dengan aplikasi program GSA (grain size analysis). Hasil penelitian diperoleh kategori tekstur sedimen penyusun pantai Pulau Maitara terdiri dari 6 kategori yaitu pasir sangat kasar, pasir kasar, pasir sedang, pasir halus, pasir sangat halus dan lumpur dengan kategori tekstur sedimen yang dominan menyusun pantai pulau Maitara adalah jenis pasir sedang dan pasir halus. Karakteristik sedimen penyusun pantai Pulau Maitara untuk kategori sorting adalah tersortir sedang (moderately sorted), skewness adalah mendekati simetris (nearly symmetrical), dan kurtosis adalah tumpul (platykurtic). Tekstur dan karakteristik sedimen pantai yang menyusun Pulau Maitara menunjukkan indikasi bahwa dibagian timur Pulau Maitara merupakan wilayah pantai yang stabil. Adapun di wilayah pantai bagian utara dan selatan mengindikasikan wilayah pantai yang mengalami erosi.kunci: kestabilan pantai, tekstur, sedimen, Pulau Maitara
Kondisi Suhu, Salinitas, pH dan Oksigen Terlarut di Perairan Terumbu Karang Ternate, Tidore dan Sekitarnya Patty, Simon I; Akbar, Nebuchadnezzar
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.969 KB)

Abstract

Pengamatan suhu, salinitas, pH dan oksigen terlarut di perairan terumbu karang Ternate, Tidore dan sekitarnya, telah dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa suhu air dan oksigen terlarut di lapisan permukaan dengan dekat dasar adalah berbeda nyata. Salintas dan pH tidak berbeda nyata antara lapisan permukaan dengan dekat dasar. Variasi kedalaman air laut terhadap suhu, salinitas, pH dan kadar oksigen menunjukkan perbedaan yang relatip kecil namun masih dalam batas ambang kehidupan biota laut. Pada lapisan permukaan nilai AOU yang positip diperoleh 85,71 % dan AOU negatip 14,29 % menggambarkan adanya lokasi yang pemakaian oksigennya lebih besar daripada produksi oksigen. Nilai suhu air laut, salinitas, pH dan oksigen terlarut di perairan ternate, tidore dan sekitarnya belum menunjukkan dampak negatif terhadap lingkungan perairan dan masih baik untuk pertumbuhan terumbu karang.
Status Gastropoda Pada Ekosistem Terumbu Karang Di Pulau Tidung Kepulauan Seribu Dody, Safar; Winanto, Tjahjo
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.105 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status struktur komunitas gastropoda pada ekosistem terumbu karang di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Pengamatan dilakukan pada 2 lokasi terumbu karang berdasarkan kondisi (life form) “rusak” (Stasiun 1: life form 0-24.9 %) dan kondisi “sedang” (Stasiun 2: life form + 36.05%). Pengamatan dilakukan pada daerah terumbu karang menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) sepanjang 50 m serta pengambilan sampel Gastropoda menggunakan metode transek kuadrat (1 x 1 m) pada kedalaman 90 cm. Garis transek (LIT) 50 m diletakan sejajar dengan garis pantai dengan jarak tiap garis transek adalah 25 m dengan 3 ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Gastropoda berasosiasi dengan terumbu karang, karena menggunakan terumbu karang sebagai habitat, tempat berlindung atau memakan jaringan/lendir karang. Jenis-jens yang ditemukan adalah Lambis lambis, Drupella sp., Cypraea tigris, Filifusus filamentosus, Cerithium asper, and Angaria nodosa. Kepadatan Gastropoda adalah 4-7 indv/m2 (Satasiun 1 > stasiun 2). Keragaman Gastropoda tergolong sedang (4.16 - 36.05%), dan nilai Dominasi (D = 0,69) oleh jenis Drupella sp.
Keanekaragaman Jenis Dan Persentase Tutupan Karang Keras Di Perairan Desa Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara Souhoka, Jemmy
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.243 KB)

Abstract

Karang keras merupakan salah satu komponen pembentuk ekosistem terumbu karang dan perannya sangat penting baik secara biologi maupun ekologi dalam suatu perairan pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengiventarisasi jenis-jenis karang keras dan melihat persentase tutupan karang keras di perairan desa Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian karang keras di perairan desa Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara dilakukan pada bulan Pebruari 2018 dengan menggunakan metode transek garis yang dilakukan di sebelas lokasi yaitu Stasiun 1(Bohanga), Stasiun 2 (Tangonggo), Stasiun 3(Tongapen), Stasiun 4(P.Punten),Stasiun 5(DPL.Tumbak Madani),Stasiun6(P. Balengbaleng), Stasiun 7(Tumbak Madani), Stasiun 8(Nyare Panjang), Stasiun 9(Katama Rumbia), Stasiun 10(Bentenan Indah) dan Stasiun 11(Tg. Papaya). Hasil analisis menunjukkan jumlah jenis karang keras yang ditemukan sebanyak 85 jenis yang termasuk dalam 32 marga. Indeks keanekaragaman jenis (H) berkisar dari 0,71 sampai 1,45, indeks kemerataan jenis (E) berkisar dari 0,77 sampai 0,92 dan indeks dominansi (D) berkisar dari 0,05 sampai 0,25. Persentase tutupan karang keras berkisar dari 42,68 % sampai72,70% yang berarti masuk kategori sedang sampai baik. Pola pertumbuhan koloni karang keras yang dominan di perairan desa Tumbak adalah karang bercabang, karang acropora bercabang dan karang masif. Jenis karang keras yang sangat umum ditemukan yaitu Porites nigrecens, Acropora formosa dan Porites lutea.
Rantai Pasar Ikan Sagela Asap (Hemirhamphus sp.) Asal Provinsi Gorontalo Syariah, Ni’mawati; Asruddin, Asruddin
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.88 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, dan efisiensi pemasaran ikan sagela asap di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan di propinsi Gorontalo pada bulan Mei- Agustus 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah sensus dengan responden dalam penelitian ini adalah produsen sebanyak 8 orang, pedagang besar 5 orang, supplier 1 orang dan 4 pedagang pengecer yang diambil secara sampling jenuh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, marjin dan efisiensi pemasaran.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Saluran tata niaga ikan sagela asap asal provinsi Gorontalo yaitu mulai dari produsen kemudian menjualnya ke pedagang besar, supplier luar propinsi dan pedagang pengecer untuk seterusnya ke konsumen. Margin tertinggi ikan asap asal Desa Pasalae sebesar Rp 8.000,-, dan margin tertinggi ikan asap asal Desa Bangga dan Desa Pentadu Barat sebesar Rp 3.000,-. Saluran pemasaran yang paling efisien untuk ikan sagela asap asal Desa Pasalae dan Pentadu Barat adalah saluran yang langsung dari produsen ke konsumen sedangkan di Desa Bangga saluran pemasaran yang efisien adalah saluran yang dari produsen ke pedagang besar kemudian ke pedagang pengecer selanjutnya ke konsumen.