cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ILMU LINGKUNGAN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
STUDI KEARIFAN LOKAL SASI KELAPA PADA MASYARAKAT ADAT DI DESA NGILNGOF KABUPATEN MALUKU TENGGARA Renjaan, Melissa Justine; Purnaweni, Hartuti; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.304 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.23-29

Abstract

PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN KOMBINASI BEBERAPA GULMA AIR: STUDI KASUS KOLAM RETENSI TALANG AMAN KOTA PALEMBANG Imron, Imron; Dermiyati, Dermiyati; Sriyani, Nanik; Yuwono, Slamet Budi; Suroso, Erdi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.064 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.51-60

Abstract

Limbah domestik (greywater) sebagian besar dibuang langsung dalam badan air tanpa adanya pengolahan karena biaya yang mahal, penerapan yang sulit dan teknologi yang belum terjangkau masyarakat, sehingga dapat mencemari lingkungan. Pengolahan air limbah domestik yang efisien, murah, mudah dan ramah lingkungan harus dikembangkan. Fitoremediasi merupakan salah satu pengolahan air limbah dengan menggunakan agen biologi gulma air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas fitoremediasi menggunakan kombinasi beberapa jenis gulma air Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart)), Kiambang (Salvinia molesta) dan Kayu apu (Pistia Stratiotes L.) dalam memperbaiki kualitas air limbah domestik. Rancangan percobaan yang digunakan perlakuan faktorial 8 x 2 dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis gulma dengan 8 level yaitu tunggal, kombinasi 2 gulma dan kombinasi 3 gulma Faktor kedua adalah waktu pengamatan dengan 2 level yaitu 4 hari dan 8 hari. Parameter yang diukur adalah pH, COD, BOD, TSS, amonia dan minyak lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma Eceng gondok, Kiambang, Kayu apu perlakuan tunggal, kombinasi 2 jenis gulma dan kombinasi 3 jenis gulma sangat efektif dan sama baiknya dalam menaikan pH dan menurunkan COD, BOD, TSS, amonia dan minyak lemak air limbah domestik pada hari ke-4 maupun hari ke-8 sampai memenuhi baku mutu yang disyaratkan oleh kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016.
PENGENDALIAN EMISI GAS BUANG BOILER BATUBARA DENGAN SISTEM ABSORBSI Djayanti, Silvy; Purwanto, P; Sasongko, Setia Budi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.642 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.18-24

Abstract

Absorption study of emission gas (SO2, NO2, CO, and CO2) from coal boiler with NaOH absorber waste of textile industry has been done. Acid gasses neutralized and particulate trapped by NaOH solution.  NaOH was chosen for efficiency of waste neutralized and obtained from waste absorber and conventional textile finishing process (NaOH) with the concentration of 100 mol/m3. Emitted disposal gas concentration at flow rate 500, 1000, 2500, 5000, and 10,000 L/hour before and after absorption was measured and analyzed using MATLAB and EXCEL software. There was no significant difference between observation and theoretical calculation data (P<0,05). At flow rate 2500 L/hour concentration of emission gas have shown under threshold values. A liquid-gas absorption model that obtained form this study could be used to predict optimum flow rate required for reducing the emission gas concentration to the quality threshold values.
Analisis Neraca Air Lahan untuk Tanaman Padi dan Jagung Di Kota Bengkulu Paski, Jaka A. I.; S L Faski, Gita Ivana; Handoyo, M. Fajar; Sekar Pertiwi, Dyah Ajeng
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.322 KB) | DOI: 10.14710/jil.15.2.83-89

Abstract

Ketersediaan air tanah yang sebagian besar berasal dari curah hujan merupakan faktor pembatas yang penting bagi peningkatan produksi suatu tanaman. Neraca air merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk melihat ketersediaan air tanah bagi tanaman pada waktu tertentu. Prosedur perhitungan neraca air dibuat berdasarkan sistem tata buku Thorntwaite dan Mather (1957) dengan satuan tinggi air (mm). Analisis ketersediaan air tanah secara grafik disajikan dalam periode bulanan, mulai Januari hingga Desember secara klimatologis. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data rata-rata jumlah curah hujan bulanan dan suhu rata-rata bulanan tahun 1985-2011 dari Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu yang mewakili daerah penelitian yaitu wilayah Kota Bengkulu dan data tanah Kota Bengkulu. Wilayah Kota Bengkulu memiliki ketersediaan air yang sangat cukup dengan persentase air tersedia setiap bulannya 100%, yang dibuktikan dari hasil perhitungan, oleh karena itu Kota Bengkulu memiliki nilai surplus sepanjang tahun. Pada kondisi jumlah curah hujan bulanan yang cukup tinggi berkisar 179 - 458 mm, suhu yang relatif rendah berkisar 25,9 - 26,9 ËšC, dan lahan dengan nilai surplus yang tinggi seperti ini, di wilayah Kota Bengkulu baik untuk ditanami padi, sedangkan untuk penanaman jagung kurang baik.Kata kunci: neraca air, curah hujan, kesesuaian lahan, suhu udara, klasifikasi oldemanABSTRACTThe availability of groundwater most of which comes from rainfall is an important limiting factor for increasing the production of a plant. Water balance is a method that can be used to see the availability of ground water for plants at a certain time. The water balance calculation procedure is based on the Thorntwaite and Mather book keeping system (1957) with water unit (mm). Analysis of groundwater availability graphically is presented in monthly periods, from January to December climatologically. The data used in this analysis is the average data of the amount of monthly rainfall and the average monthly temperature of 1985-2011 from Bengkulu Island Climatology Station representing the research area of Bengkulu City and Bengkulu City land data. Bengkulu City has a very good water supply with percentage of water available every month 100%, as evidenced from the calculation, therefore Bengkulu City has surplus value throughout years. While conditions of high monthly rainfall is quite high ranging from 179 - 458 mm , Relatively low temperatures ranging from 25.9 - 26.9 ËšC, and land with a high surplus value like this, in the area of Bengkulu City is suitable for planting rice, whereas for the planting of maize is less suitable.Keywords: water balance, rainfall, land suitability, air temperature, oldeman classificationCitation: Paski, J.A.I., Faski, G.I.S.L., Handoyo, M.F. dan Pertiwi, D.A.S. (2017). Analisis Neraca Air Lahan untuk Tanaman Padi dan Jagung di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 83-89, doi:10.14710/jil.15.2.83-89
IMPLEMENTASI PROGRAM CSR LINGKUNGAN PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SUMATERA SELATAN Sari, Enda Kartika; Mulyana, Andy; Alfitri, Alfit
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.239 KB) | DOI: 10.14710/jil.13.1.42-52

Abstract

CSR (Corporate Social Responsibility) lingkungan merupakan tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial dan lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Menurut Anatan (2008), CSR merupakan salah satu wujud partisipasi dunia usaha untuk mengembangkan program kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar melalui penciptaan dan pemeliharaan keseimbangan antara mencetak keuntungan, fungsi-fungsi sosial dan pemeliharaan lingkungan hidup. Penelitian ini  termasuk penelitian deskriptif dengan metode survey. Sampel penelitian berjumlah 382 Kepala Keluarga (KK) dengan teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Data disajikan dalam bentuk grafik serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan skor jawaban responden implementasi program CSR lingkungan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yang selalu dan sering dilakukan di Kelurahan Sukajadi, Air Gading, Talang Jawa, Saung Naga, Tanjung Agung, Pusar dan Batu Kuning adalah pada indikator program pengembangan prasarana keagamaan dan fasilitas umum dan indikator program pemberian bantuan korban bencana alam. Dapat disimpulkan bahwa Implementasi program CSR Lingkungan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah ring I Kabupaten Ogan Komering Ulu. Saran penelitian adalah perlu dibuat strategi kebijakan pembuatan program CSR Lingkungan PT Semen Baturaja yang lebih memperhatikan nilai lokal masyarakat, agar efektifitas dan efisiensi program dapat dicapai
Spatial Analysis and Sustainable-Strategic Environment Management at Baron Spring Catchment Area, Karst of Gunung Sewu, Yogyakarta Reinhart, Hilary; Rifani, Andi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.983 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.341-350

Abstract

Gunung Sewu’s karstic aquifer characteristic of fracture-fissure water conduit leads to pollution problem in the water resources. One main source of water used is the Baron Spring. This study aims to analyze the water quality of the Baron Spring toward the land use in the catchment area and provide recommendations for spatial planning and water management in certain area. This research used spatial analysis of GIS and water quality was analyzed by Pollution Index. The results showed that the Baron Spring was in a mild contaminated state with amount of TSS was 97,1 mg/L, bicarbonate 96 mg/L, total coliform 210 MPN/100ml, and total oil and fat 2 mg/L which have exceeded the water source quality standards. Those results are related with the land use in the catchment area where settlement is dense in the upstream, also because of the distribution of settlement and sinkhole in the middle-part of catchment. In coping with the contamination and pollution several strategies are urged to be designed and implemented. Strategies comprised by two approaches, socio-cultural and spatial approach. Each of the approaches is linked and should not be separated. Management of catchment including stakeholder involvement and spatial planning are essential to be considered.
Perubahan Tutupan Lahan Akibat Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit: Dampak Sosial, Ekonomi dan Ekologi Amalia, Rizka; Dharmawan, Arya Hadi; Prasetyo, Lilik Budi; Pacheco, Pablo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.298 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.130-139

Abstract

Perkebunan kelapa sawit berdampak negatif pada aspek-aspek lingkungan, sosial dan ekonomi komunitas lokal. Melalui peningkatan system tata kelola perkebunan kelapa sawit maka dapat mengurangi dampak negatif tersebut. System tata kelola seperti sertifikasi dan standar-standar keberlanjutan diinisiasi oleh produser, distributor, pemerintah, akademisi, pasar internasional dan LSM. Sistem tata kelola ini dapat mencakup skala global atau nasional. Indonesia telah mengimplementasikan system tata kelola yang berskala global dan nasional namun belum semua perusahaan perkebunan kelapa sawit dan smallholder mengimplementasikanya. Oleh karena itu, sistem tata kelola tersebut belum berhasil menurunkan dampak negatif ekspansi perkebunan kelapa sawit. Konflik sosial masih sering terjadi akibat dari kebakaran hutan dan pencemaran lingkungan. Di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia, ekspansi perkebunan kelapa sawit terjadi secara cepat dimana ekspansi tersebut ada yang tidak menerapkan sistem tata kelola perkebunan kelapa sawit. Menggunakan metode survey dan wawancara mendalam, penelitian ini bertujuan mengukur dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit pada kerentanan ekologi, sosial dan ekonomi.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa (1) RSPO dan ISPO belum bisa menekan laju deforestasi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit; (2) Walaupun RSPO dan ISPO diimplementasikan, masih tetap terjadi konflik sosial dan kerentanan ekonomi pada komunitas lokal.  
EVALUASI LAHAN BASAH BUATAN VEGETASI MANGROVE DALAM MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN (Studi Kasus di Desa Kepetingan Kabupaten Sidoarjo) Kusumastuti, Widayati; Hendrarto, Budi; Sutrisnanto, Danny
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.829 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.2.69-74

Abstract

Hutan mangrove sebagai salah satu sumber daya alam yang mempunyai peranan penting, salah satunya adalah untuk mengatasi pencemaran lingkungan. Di daerah penelitian di Desa Kepetingan Kabupaten Sidoarjo terdapat lahan mangrove di areal pertambakan yang dimaksudkan  menjadi lahan basah untuk fitoremidiasi bagi air tambak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kemampuan lahan basah mangrove yang sudah ada sekaligus menilik kemungkinan pengembangannya sebagai wetland buatan. Penelitian yang dilaksanakan selama Juni hingga Desember 2007. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 25, 26 dan 27 Juni 2007. Penelitian ini mengkaji efektifitas lahan basah kaitannya dengan kualitas air dan sedimen yang diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran langsung kualitas air, kualitas sedimen dan pengambilan sample vegetasi lahan basah buatan. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada tempat–tempat yang dianggap mewakili keadaan Sungai Kepetingan, lahan basah dan area tambak secara keseluruhan. Sampel diambil pada lima stasiun yaitu stasiun sungai, stasiun inlet, stasiun lahan basah, stasiun outlet dan stasiun muara. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap stasiun. Studi struktur dan komposisi mangrove dilakukan dengan menggunakan metode yang merupakan modifikasi dari cara yang digunakan oleh Mueller Dumbois dan Ellenberg (1974). Pengamatan pasang surut dilakukan di satu titik pada lokasi yang representatif dengan lama pengamatan 30 x 24 jam. Pengamatan dilakukan dengan cara memasang alat ukur ketinggian muka air yang dibaca setiap jam. Pengukuran kecepatan aliran dilakukan secara berjajar pada beberapa titik dalam satu lokasi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan current meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan basah mangrove di Kepetingan memiliki tipe dataran pantai yang didominasi jenis Rhizopora sp, Avicennia Sp dan Excoecaria Sp. Dalam area lahan seluas 7.762 m2 frekuensi kehadiran tertinggi kategori pohon, sapling dan seedling lahan basah berkisar 0.45 – 0.55 %. Species yang berada di dalam wetland adalah Avicennia Sp dengan kerapatan 64 Ind/Ha. Pengukuran parameter fisika kualitas air menyatakan efisiensi telah tercapai karena wetland mangrove mampu mengatasi kekeruhan dan dapat meningkatkan kecerahan. Kemampuan lahan basah sangat tinggi dalam mengatasi kelimpahan kadar nitrat dan fosfat. Kadar nitrat berkurang menjadi 0.13 mg/l di outlet dari semula 0.63 mg/l di inlet dan kadar fosfat menjadi 0.05 mg/l di outlet dari semula 0.35 di inlet. Kadar tembaga (Cu) di outlet mencapai 0.053 mg/l dari semula 0.042 mg/l di inlet. Kadar BOD mencapai maksimum di dalam wetland yaitu sebesar 76 mg/l. Lahan berhasil mereduksi kadar cadmium (Cd) menjadi 0.017 di outlet dari awalnya 0.026 di inlet. Logam Pb di sedimen, lahan mangrove berhasil mengurangi konsentrasi dari 25 mg/kg dan 45 mg/kg menjadi hanya 18 mg/kg di outlet. Cu di sedimen, konsentrasi tertinggi justru berada di dalam lahan yaitu sebesar 277 mg/kg namun sedikit menurun menjadi 219 mg/kg pada pengukuran di outlet. Lahan basah berfungsi untuk menangkap dan mengendapkan logam-logam berat.
Pengendalian Penyakit Layu Stewart Pada Tanaman Jagung yang Ramah Lingkungan dengan Rizobakteri Temaja, I Gede Rai Maya; Wirya, GN Alit Susanta; Puspawati, Ni Made; Nulzaen, Muhammad Ikhsan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.831 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.44-48

Abstract

ABSTRAKPenyakit layu stewart telah menimbulkan masalah besar bagi negara produsen jagung. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Pantoea stewartii subsp. stewartii ini pertama kali dilaporkan keberadaannya pada tanaman jagung di Bali yaitu pada tahun 2017. Kejadian penyakit baru pada komoditas penting seperti jagung, sangat urgen untuk dicarikan solusi pengendaliannya. Menyusun strategi pengendalian penyakit, harus mengacu pada pertanian berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan dan keamanan lingkungan, kesehatan petani dan konsumen. Alternatif pengendalian yang yang merupakan tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan rhizobakteria sebagai penginduksi ketahanan tanaman terhadap penyakit layu stewart. Penelitian rumah kaca dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial dilakukan untuk menguji potensi rizobakteri sebagai agens penginduksi ketahanan tanaman jagung. Penelitian menggunakan dua faktor yaitu isolat rizobakteri (isolat TLKC, isolat CgBd dan tanpa isolat rizobakteri yaitu menggunakan air steril sebagai kontrol) dan cara apilkasinya (perendaman kecambah, perendaman akar bibit, dan penyiraman bibit). Variabel yang diamati adalah keparahan penyakit, pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah daun), hasil (panjang dan berat tongkol per tanaman), total fenol dan kandungan asam salisilat. Perlakuan isolat rizobakteri CgBd yang diaplikasikan melalui perendaman kecambah merupakan perlakuan terbaik, karena memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun terbanyak, dan produksi yaitu panjang dan berat tongkol yang tertinggi; dan keparahan penyakit terendah. Rendahnya keparahan penyakit karena tanaman jagung memiliki ketahanan yang meningkat terhadap penyakit layu stewart. Indikator peningkatan ketahanan jagung terhadap penyakit layu stewart adalah peningkatan kandungan total fenol dan asam salisilat. Penelitian menyimpulkan bahwa rizobakteri isolat CgBd dan TLKC mampu berperan sebagai agens penginduksi ketahanan sistemik dan sekaligus sebagai pemacu pertumbuhan tanaman; dan cara aplikasi rizobakteri yang terbaik adalah melalui perendaman kecambah jagung pada suspensi rizobakteri. Kata kunci: jagung, Pantoea, rizobakteri, perendaman kecambah, keamanan lingkunganABSTRACTStewart wilt disease has caused major problems for corn producing countries. Disease caused by Pantoea stewartii subsp. stewartii was first reported its existence on corn plants in Bali, in 2017. The incidence of new diseases on essential commodities such as corn, it is very urgent to look for its control solutions. Devise strategies for disease control, it should refer to sustainable agriculture by considering the balance and the environmental security, the health of farmers and consumers. An alternative control which is the purpose of this research is the utilization of rhizobakteria as inducers of plant resistance to stewart wilt disease. Greenhouse studies was designed using a randomized block design (RBD) with factorial pattern was conducted to test the potential rhizobakteria as inducer agents of plant resistance. The study was used two factors, namely: rizobakteri isolates (TLKC isolate, CgBd isolate and without rizobakteri isolates i.e. using sterile water as a control) and the way applications (soaking of sprouts, soaking of seedling root and watering the seeds). The variables measured were disease severity, plant growth (plant height and number of leaves), productions (length and weight of cobs per plant), phenols total and salicylic acid contents. Treatment of CgBd isolate applied trough sprouts soaking was the best treatment. It was giving the effects on plant growth, namely: the highest plant height and leaves number; production that were the highest of length and weight of cobs per plant; and the lowest disease severity. The low level of disease severity because the corn plants had increased resistance to stewart wilt disease. The indicator of increased corn resistance to stewart wilt disease was an increase in total content of phenols and salicylic acid. The study concluded that CgBd and TLKC rizobakteri isolates able to act as inducer agent of systemic resistance as well as plant growth promoters; and the best way of rizobakteri isolates application was through sprouts soaking on rizobakteri suspension.Keywords: corn, Pantoea, rhizobakteria, sprouts soaking, environmental securityCitation: Temaja, I G. R.M., Wirya, G.N.A.S., Puspawati, N.M. dan Nulzaen. M.I. (2018). Pengendalian Penyakit Layu Stewart Pada Tanaman Jagung yang Ramah Lingkungan dengan Rizobakteri. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 44-48, doi:10.14710/jil.16.1.44-48
Potensi Mahoni (Swietenia macrophylla King) Pada Hutan Rakyat Sistem Kaliwo di Malimada, Sumba Barat Daya Raharjo, S.Agung Sri; Kurniawan, Hery; Umroni, Aziz; Pujiono, Eko; Wanaha, Mellianus
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.861 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.1-10

Abstract

ABSTRAK Hutan rakyat berpotensi menjadi solusi defisit kebutuhan kayu secara lokal maupun nasional. Optimalisasi peran hutan rakyat memerlukan perencanaan yang tepat dan data yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi dan komposisi kayu penyusun hutan rakyat di Malimada, Kecamatan Wewewa Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif dengan metode sampling kuadrat. Sampel berjumlah 10 plot yang diambil secara puposive. Indeks Nilai Peneting (INP) digunakan untuk menggambarkan potency kayu dan komposisi jenis penyusun hutan rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahoni (Swietenia macrophylla King) mendominasi tegakan dengan nilai INP pada tingkat sapihan, tiang dan pohon berturut-turut adalah 188,28; 211,28 dan 246,04. Struktur tegakan yang ada memiliki karakteristik yang hampir sama dengan hutan alam,  hal ini terlihat dari grafik distribusi tingkat pertumbuhan yang berbentuk (J) terbalik (reverse J-shape). Kata kunci : potensi kayu, hutan rakyat, mahoni, analisis vegetasi   ABSTRACT Private forests potentially solve the problem of local and national wood deficit. Optimizing the role of private forests, needs proper plannings and accurate data. This study aimed at determining wood potency and composition on private forest of Malimada, North Wewewa sub district, Southwest Sumba District of East Nusa Tenggara. This research used quantitative descriptive approach. Samplings purposive used quadrat methods with 10 plots were established. Important Value Index (IVI) was employed in order to depict wood potency and trees composition of private forest. The research results revealed that standing stock predominantly by mahogany (Swietenia macrophylla King.) with IVI at saplings, poles, and trees level were 188.28; 211.28 and 246.04 respectively. The existing structure stock has similar characteristics to the nature forest, this was indicated by reverse J-shape level of growth distribution curve.   Keywords : wood potency, private forest, mahogany, vegetation analysis.

Page 1 of 24 | Total Record : 231