cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 100 Documents
PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM ACARA “SENTILAN SENTILUN” DI METRO TV Estiningrum, Windy
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.041 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i2.398

Abstract

Setiap percakapan membutuhkan prinsip kerja sama agar lawan bicara memahami apa yang hendak dikomunikasikan, namun terkadang pelanggaran prinsip kerja sama sengaja dilakukan untuk mengkritik atau membuat lucu. Seperti dalam penelitian ini, yang akan membahas tentang penyimpangan prinsip kerja sama dalam acara Sentilan Sentilun di METRO TV. Acara Sentilan Sentilun dipilih karena membawakan lawakan politik. Semua yang diceritakan atau dialog yang ada di dalamnya menyindir carut marut dunia politik Indonesia. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah penyimpangan prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan yang terjadi dalam acara Sentilan Sentilun. Data yang diperoleh peneliti yaitu berupa tindak tutur yang melanggar prinsip kerja samadalam percakapan yang berlangsung antara Sentilan, Sentilun, dan sejumlah bintang tamu yang dihadirkan dalam acara Sentilan Sentilun. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyediaan data menggunakan metode simak dan tahap penyajian datanya menggunakan metode penyajian data informal. Dari hasil penelitian, bahwa dalam acara Sentilan Sentilun terdapat penyimpangan maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan.Penyimpangan prinsip kerja samadigunakan untuk menimbulkan efek lucu dan sarana kritik sosial.Kata Kunci: penyimpangan, prinsip kerjasama, Sentilan Sentilun
KETERBACAAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2016 DENGAN FORMULA FRY Fatin, Idhoofiyatul
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.331 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterbacaan buku teks Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 dengan menggunakan formula Fry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan berjenis penelitian pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah baca catat. Di dalam buku tersebut terdapat 45 teks utama. Teks tersebut terdiri atas 31 teks sastra dan 15 teks non-sastra. Teks yang dihitung keterbacaannya adalah 11 teks sastra dan 15 teks non-sastra sebab 18 teks sastra tersebut berbentuk puisi dan sebuah teks sastra lainnya berbentuk drama percakapan pendek, sehingga tidak bisa dihitung dengan menggunakan formula fry. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbacaan Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 rendah jika dihitung dengan menggunakan formula fry. Pada teks sastra, terdapat 8 teks yang termasuk dalam kategori tingkat keterbacaan di bawah kelas X dan 3 teks yang termasuk dalam kategori invalid.  Pada teks nonsastra, terdapat 7 teks yang termasuk dalam kategori tingkat keterbacaan di bawah kelas X, 5 teks yang sesuai untuk kelas X, 2 teks yang termasuk kategori tingkat keterbacaan di atas kelas X, dan 1 teks invalid. Dengan mengetahui hasil tersebut, diharapkan agar guru dapat menyelaraskan teks tersebut dengan daya baca siswa.Kata Kunci: kurikulum 2013, buku teks edisi revisi 2016, kelas x, keterbacaan, formula fry
FUNGSI STRUKTUR TEMATIK TUTURAN EMOTIF: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Umi Hanik, Siti
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.325 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.649

Abstract

Fungsi struktur tematik (selanjutnya FST) diawali dengan adanya kegiatan perencanaan produksi ujaran (selanjutnya PPU) yang terjadi antara penutur (selanjutnya Pn) dan penutur (selanjutnya Pn) ketika keduanya saling melakukan percakapan secara langsung dalam konteks tertentu. FSTdalam PPU terdiri atas tiga bagian, yaitu fungsi informasi lama dan baru, fungsi subjek dan predikat, dan fungsi kerangka dan sisipan.Penelitian ini berfokus pada (1) fungsi informasi lama dan informasi baru, (2) fungsi subjek dan predikat, dan (3) fungsi kerangka dan sisipan dalam fungsi struktur tematik tuturan emotifwacana proses mediasi perkara perceraianDi Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah rekaman percakapan suami (selanjutnya S), istri (selanjutnya I), dan mediator (selanjutnya M) yang mengandung tuturan emotif di ruang mediasi Pengadilan Agama Klas 1 ASurabaya. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, simak, sadap, dan catat. Penganalisisan data penelitian menggunakan metode padan pragmatis dan agih dengan teknik ganti, lesap, dan sisip.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) fungsi  informasi lama dan baru merujuk latar belakang topik, (2) fungsi subjek dan predikat teraktualisasi dalam kalimat aktif berbentuk emotif dan serta (3) fungsi kerangka dan sisipan berunsur frasa dengan orientasi Pn. Oleh karena itu, fungsi struktur tematik harus memahami konteks pertuturan.Kata Kunci : tuturan emotif, informasi lama dan baru,  subjek dan predikat, kerangka dan sisipan
KOMUNIKASI FATIK PADA MASYARAKAT PENDALUNGAN DI KABUPATEN JEMBER Anggraeni, Astri Widyaruli
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.806 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.825

Abstract

Beragamnya etnis yang terdapat di daerah Jember yang dikenal dengan istilah pendalungan ini membuat masyarakatnya harus dapat menjalin hubungan baik dengan lingkungan sosialnya. Untuk itu, mereka harus menggunakan tuturan yang mengandung fungsi fatik untuk mempertahankan kelangsungan hubungan sosial dalam keadaan yang baik dan menyenangkan. Selain itu, adanya konteks yang metarbelakangi peristiwa tutur tersebut turut membantu proses komunikasi antaretnis tersebut. Penemuan ini akan menjadi tambahan wacana dalam kegiatan berbahasa terutama pada masyarakat multilingual.Kata kunci: fatik, pendalungan, multilingual
PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA DAN PEMAHAMAN BACAAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NARASI Jayanti, Memmy Dwi
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.305 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh penguasaan kosa kata dan pemahaman bacaan terhadap keterampilan menulis narasi pada peserta didik. Penelitian dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis korelasi dan regresi, data tentang penguasaan kosakata, pemahaman bacaan, dan ketrampilan menulis narasi diperoleh melalui angket dan hasil karangan siswa. Hasil analisis terdapat pengaruh penguasaan kosakata dan pemahaman bacaan terhadap keterampilan menulis narasi, yaitu koefisen korelasi dan koefisien regresi tersebut signifikan.  Temuan menunjukkan bahwa dengan penguasaan kosakata dan pemahaman bacaan yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan menulis. Dengan demikian, peserta didik yang memiliki kuantitas dan kualitas kosakata yang baik, maka baik pula kemampuan berbahasanya dalam menulis narasi. Kata Kunci: Kosakata, Bacaan, dan Keterampilan Menulis
EJAAN DALAM TEKS LAGU BANYUWANGI Indah Werdiningsih, Dina Merdeka Citraningrum,
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.17 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.826

Abstract

Lagu-lagu daerah berperan penting dalam pelestarian kekayaan bahasa daerah.Penulisan ejaan yang baik dan benar dalam teks lagu Banyuwangi hendaknya dijadikan pedoman dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan varian kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using dalam VCD Wandra yaitu dalam bidang fonologi (ejaan) dan bidang morfologi (pembentukan kata). Kesalahan berbahasa Using dalam VCD Wandra dari bidang fonologi (ejaan) meliputi kesalahan penulisan vokal dan kesalahan penulisan konsonan. Dalam bidang morfologi meliputi kesalahan afiksasi. Penelitian ini menggunanakan desain deskriptif kualitatif dan analisis teks dengan ancangan pedoman ejaan bahasa Using karya Hasan Ali. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using. Kesalahan fonologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi: kesalahan penulisan fonem vokal /a/ yang ditulis o, vokal /u/ yang ditulis o dan vokal /o/ yang ditulis u. Kesalahan penulisan fonem konsonan terjadi pada penulisan konsonan /ḑ/ ditulis d, konsonan /b/ yang ditulis dengan p pengurangan konsonan /w/, penambahan konsonan /n/, pengurangan konsonan /y/, penambahan konsonan /y/. Kesalahan morfologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi kesalahan prefiksasi (pengimbuhan awalan),sufiksasi (pengimbuhan akhiran) dan konfiksasi (pengimbuhanbersama awalan dan akhiran).Kata kunci: Ejaan, teks Lagu, Banyuwangi
ANALISIS PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Suaedi, Hasan
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.253 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1109

Abstract

Percakapan guru dan siswa dalam konteks pembelajaran sangat penting. Dikatakan penting, karena percakapan tersebut dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, guru seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Salah satu cara menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan menerapkan maksim kerja sama (PK). Penggunaan maksim kerja sama mempermudah mitra tutur memahami maksud yang dituturkan. Fokus kajian ini mengkaji penerapan dan pelanggaran maksim. Adapun maksim yang dikaji, yaitu (a) penerapan maksim kualitas, (b) penerapan maksim kuantitas, (c) pelanggaran maksim kualitas, dan (d) pelanggaran maksim kuantitas. Metode kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan percakapan selama pembelajaran formal berlangsung. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Jember. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan guru dan siswa. Data tersebut difokuskan pada tuturan yang menerapkan dan melanggar maksim kualitas dan kuantitas. Adapun prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa pemakaian tuturan guru dan siswa. Pertama, maksim kualitas dalam percakapan guru dan siswa diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan interogatif dan (b) tuturan perintah. Kedua, penerapan maksim kuantitas percakapan guru dan siswa juga diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan persetujuan dan (b) tuturan menawarkan. Ketiga, tidak terdapat pelanggaran maksim kualitas pada tuturan guru dan siswa. Keempat, pelanggaran maksim kuantitas diterapkan melalui tuturan menjelaskan tugas. Kata Kunci: tuturan guru dan siswa, maksim kualitas dan kuantitas.
PENYEMPURNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA Mijianti, Yerry
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.216 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1114

Abstract

Pedoman ejaan di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan. Artikel ini membahas dua masalah meliputi: (1) bagaimana perkembangan ejaan dalam bahasa Indonesia? (2) bagaimana ciri-ciri tiap ejaan? Tujuan dalam karya ilmiah ini meliputi: (1) mendeskripsikan perkembangan ejaan bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan ciri-ciri tiap ejaan.Perkembangan ejaan bahasa Indonesia dimulai pada tahun 1901 hingga tahun 2015.Tahun 1901 ejaan yang diberlakukan bernama Ejaan van Ophuijsen. Tahun 1947 terdapat Ejaan Republik. Tahun 1956 terjadi pembahasan Ejaan Pembaharuan yang urung diberlakukan. Tahun 1959 terjadi pembahasan Ejaan Melindo yang urung diberlakukan. Tahun 1967 terdapat Ejaan Baru. Tahun 1972 dan tahun 1988 diberlakukan EYD. Tahun 2009 diberlakukan PUEYD. Tahun 2015 diberlakukan PUEBI. Ketujuh ejaan tersebut memiliki ciri khusus. Ejaan van Ophuijsen memiliki enam ciri khusus. Ejaan Republik memiliki lima ciri khusus. Ejaan Pembaharuan memiliki empat ciri khusus. Ejaan Melindo memiliki enam ciri khusus. Ejaan Baru tidak memiliki ciri khusus karena sama dengan EYD.PUEYD tahun 1972 memiliki tujuh ciri khusus. PUEYD tahun 1988 memilikilima ciri khusus. PUEYD tahun 2009 memiliki empat ciri khusus. PUEBI memiliki lima ciri khusus.Kata kunci: ejaan, perkembangan, ciri khusus.
SAPAAN GELAR KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT MADURA JEMBER: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA Amilia*, Fitri
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.832 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.72

Abstract

Jemberese are multicultural society for they have three different languages and cultures occupied in their interactions. This multicultural circumstance has caused the contact on the language and culture. One of the evidences can be seen from how the “Madura Jember”(MMJ) greets others using their religious titles. This is very interesting to be studied further for it is followed by “specific” a verbal and non-verbal attitudes which have not found in other greetings. This greeting and its verbal and non-verbal attitudes which followed were the reflections of a language, community and the cultural blueprints of Jemberese. The results of the study reveal that there are two systems in greetings using religious title; first is genetic or kinship and second is greeting for efforts and motivation. The genetic or kinship includes kiaé [kiaé], gus [gUs] or lora [lƆra], ning [nIŋ], dan nyai [ñai]. Greeting for efforts and motivation includes haji, makkaè [ma?kaé], Bhindhârâ  [bhindhârâ], dan ustad. The use of genetic or kinship greeting show high social status in MMJ; it is attributed with a polite way of greeting, polite and respectful manners, obedient and conformity. In the greeting for efforts or motivation polite way of greeting is also attributed, but with a little lower degree of politeness. The exceptional of this greeting in “haji” is that there is a change in name on the person who owns the title.Key words: greetings, religious title
STRUKTUR FORMULA DALAM SYAIR LAGU DOLANAN ANAK-ANAK DI KABUPATEN JOMBANG (Kajian Struktur Naratif Albert B. Lord) DAMARISWARA*, RIAN
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.952 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.77

Abstract

The lyries of Nursery Rymes in Jombang, Jember has its own typical characteristes compared to the other lyries of Nursery Rymes in other parts of Java. In Jombang, it has the natural laguage of Jombangan, that is the mixing of Mataraman dialect or Jogja/Solo and arek dialect or Surabaya.There has not been any study focused on the lyrics of Nursery Rymes in Java which was typically regional and case study based. The purpose of the study is to describe the stucture of the formula used in the lyrics of Jombang Nursery Rymes. The theory used is the narrative structure theory of Albert.B.Lord. The method of the study is qualitative. The nature of the study is using informant. The data is in the form of Jombang Nursery Rymes lyrics. The data colletion technig us applied are observation (participant observation) taping and recording, the resuets of the study show that (1) the formula of the lines comprised of the connection or interelationship based on the syntaxis on wordy, complete contruction and elypses, structure similarity, rymes, aliteration and subtitutions.(2) The formula of the lines comprises, the length of the lines, the patterns of the lines, the rymes of the lines.Key words: formula structure, nursery rymes.

Page 1 of 10 | Total Record : 100