cover
Contact Name
Triyanto
Contact Email
triyanto@utu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jcommunityutu@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
community: Pengawas Dinamika Sosial
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24775746     EISSN : 25020544     DOI : 10.35308/jcpds
Core Subject : Social,
JURNAL COMMUNITY PENGAWAS DINAMIKA SOSIAL (JCPDS) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh lembaga penerbitan Jurusan SOSIOLOGI, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar. JCPDS memuat kajian seperti MASALAH-MASALAH SOSIAL, Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Sosial, dan Perubahan Sosial & Budaya. Kesemuanya difokuskan pada masyarakat pedesaan dan pesisir sebagaimana visi misi prodi dan Universitas yang mengarah pada agro and marine industry. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah. JCPDS terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2016): Community" : 7 Documents clear
HUMAN SECURITY, UNITED NATIONS AND ROHINGYA REFUGEES IN MALAYSIA Khairi, Aizat
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.979 KB)

Abstract

Artikel ini menganalisa tentang masalah pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari tanah air mereka kerana dinafikan HAM oleh pemerintah Myanmar. Kehidupan sebagai pengungsi tidak aman berbanding dengan komunitas lokal.  Mereka harus melarikan diri dari tempat asal demi kelangsungan nyawa. Proses untuk keluar tidak mudah kerana mereka harus menghadapi tantangan baik faktor pemerintah maupun kondisi alam. Malangnya,  sesetengah dari pada mereka tidak terselamat dan tewas dalam pergerakan sebagai pengungsi.  Walaupun mereka berjaya tiba ke destinasi baru seperti Malaysia untuk memulai kehidupan yang lebih baik, masalah lain pula muncul kerana polis pemerintah Malaysia yang tidak mengiktiraf status pengungsi bagi orang  Rohingya. Jadi, masalah yang dihadapi oleh pengungsi Rohingya di Malaysia telah dikaji dari kanta Human Security United Nations Development Programme (UNDP). Hasil analisa menunjukkan bahwa kehidupan seharian pengungsi Rohingya berada di dalam kondisi tidak menentu berdasarkan 7 kategori UNDP. Walau bagaimanapun, kebanyakan Rohingya merasakan bersyukur kerana kehidupan di Malaysia adalah lebih baik dari pada di Myanmar. Walaupun pemerintah tidak mengiktiraf mereka, tetapi pemerintah tidak meletakkan mereka di kem-kemtahanan. Jadi, Rohingya berasa bebas bagi lakukan aktivitas kelangsungan hidup di Malaysia.  Inisiatif membantu pengugnsi Rohing ya harus diikhtiarkan supaya mereka mempunyai kehidupan yang lebih baik di Malaysia sementara menunggu pulang ke tempat asal mereka pada masa hadapan. Kata Kunci: Pengungsi Rohingya, UNHCR, UNDP, Pemerintah Malaysia
PANDANGAN TOKOH PESANTREN TERHADAP EKSISTENSI ULAMA PEREMPUAN DI KABUPATEN ACEH BARAT JURAIDA, IRMA
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.606 KB)

Abstract

This study discusses about Islamic figures boarding point of view toward “ulama” woman figure existence in West Aceh Regency. “The problem of the study of this thesis is analysis about how is point of view of social about existence.. This research is done in West Aceh Regency by using qualitative approach, especially by a much deeper interview technique method by meeting directly and observation. “Ulama” woman figure point of view is assumed as dialectic process (habitus, capital and field) and by time journey (history process and usuality) and influence by social environment (domain) that creating it. The result of this study shows that social point of view about existence “Ulama” woman figure is more fix by usuality, social background, culture and religious value that is comprehended by Islamic figures boarding or people or society group pertinent as a “Ulama” man figures friends and still contribution in woman capacity (taklim, local preachers, teachers or recitation teungku). Key words: social view, Islamic figures boarding, existences “Ulama” woman figures
TRANSFORMASI ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL ACEH PASCA MOU HELSINKI Tjoetra, Afrizal
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.464 KB)

Abstract

Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Aceh telah berproses dengan pendekatan berbeda dalam pembangunan perdamaian. Selama periode konflik, lebih dominan mendorong proses perdamaian, dan bahkan terlibat dalam proses awal damai yang difasilitasi Henry Dunant Center. Pasca gempa dan tsunami akhir 2004, OMS di Aceh aktif terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Berikutnya, pasca MoU Helsinki sejumlah NGO/Ornop/LSM fokus pada advokasi pemenuhan hak korban konflik, pemberdayaan ekonomi dan advokasi kebijakan. Salahsatu advokasi kebijakan yang penting dan strategis berlangsung selama pembentukan UU Pemerintah Aceh (UUPA).Tulisan ini hendak menggambarkan transformasi OMS di Aceh, baik berdasarkan isu yang ditangani maupun perannya. Kajian literatur menjadi pilihan dalam penulisan ini, yang didukung berbagai dokumen yang berhubungan dengan OMS di Aceh. Peran OMS di Aceh berlangsung sesuai perubahan situasi, dari konflik menuju damai. Jika sebelum MoU pendekatannya konfrontatif dengan penentu kebijakan maka dalam pembangunan perdamaian menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Upaya-upaya kemitraan menjadi pengalaman baru,  baik terhadap pemerintah maupun sejumlah OMS yang terlibat. Begitu juga dengan fokus agenda, pasca MoU lebih mengacu pada formulasi kebijakan serta memastikan pelaksanaannya guna mendorong tatapemerintahan yang baik, bersih, dan terbuka, meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan, memastikan dan memperluas keterbukaan informasi publik, peningkatan kesejahteraan hidup melalui  pemenuhan layanan dasar dan program pengembangan ekonomi, baik untuk korban konflik, bencana tsunami maupun kelompok masyarakat marjinal lainnya. Kata kunci: Transformasi, OMS, Konflik, Perdamaian.
ADAPTASI MASYARAKAT DI PEMUKIMAN PASCABENCANA: (STUDI PADA INTERAKSI SOSIAL DI PERUMAHAN JACKY CHAN, DESA NEUHEN, KABUPATEN ACEH BESAR) Nurkhalis, Nurkhalis
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.878 KB)

Abstract

Kehadiran tempat tinggal baru disebabkan faktor bencana alam, dengan orang menempatinya berasal dari beragam suku dan profesi, pada dasarnya interaksi sosial rentan mengalami kesulitanmenimbulkan perselisihan, persengketaan dan bahkan berujung pada konflik. Adapun artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja proses penyesuaian diri di perumahan jacky chan. Metode dalam penelitian ini kualitatif dengan pemilihan beberapa informan di dalamnya menggunakan teknik Snow Ball dan teori menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter Berger dan Thomas Luckmann. Maka hasil penelitiannya diperoleh bahwa Interaksi; Praktik Keagamaan  (Wirid, Tahlilan, Dzikir), kegiatan sosial (gotong royong, menjenguk orang sakit dan ibu melahirkan), dan toleransi sosial beragama.Kata Kunci: Adaptasi, Interaksi, Konstruksi Sosial, Toleransi
POLITIK PEREMPUAN BERBASIS GENDER Kumalasari, Luluk Dwi
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.31 KB)

Abstract

The increasing number of women, who concern in politics and have sensitivity and awareness about the important of social relation, economics, law, culture issues among women and men will trigger gender equality in politics. However, it is not easy as imagined due to patriarchy concept on Indonesian women which have less access to gain high achievement in public sectors. On the other hand, the idealization of political participation of Indonesian women in political practices still not comparable to the number of Indonesian women. Therefore, women movement especially on politics, quality improvement through education, and support women to get excellent prestation in front stage (public area), it is a effective way to give opportunity,  appreciation and gender equality for women. Keywords: Politics Representation, gender, sensitivity and awareness
KARAKTERISTIK DAN FENOMENA KEMISKINAN KELUARGA MISKIN PEDESAAN DI ACEH Maifizar, Arfriani
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.245 KB)

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu permasalahan  sosial masa kini, karena masyarakat sangat sulit keluar dari kondisi kemiskinan yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh kehidupan masyarakat hanya cukup untuk memenuhi kebuhan konsumtif rumah tangga, sehingga penghasilan yang diperoleh tidak mampu untuk melakukan ivestasi dalam dunia pendidikan maupun dunia usaha. Lebih menarik perhatian Aceh pasca tsunami, sebahagian kecil masyarakat pesisir yang desanya tidak layak untuk dijadikan pemukiman penduduk maka direlokasikan ketempat yang baru, sehingga dari tempat yang baru tersebut masyarakat sulit beradap tasi karena kondisi alam yang tidak potensial dalam mengembangkan ekonomi rumah tangga. Akibat fenomena tersebut mayoritas para suami bekerja keluar, ada yang menjadi nelayan, petani dan juga ada yang menjadi buruh, sedangkan kaum ibu hanya menjadi menjadi ibu rumah tangga yang tidak produktif. Para ibu rumah tangga hanya duduk dirumah dengan tidak ada pekerjaan karena pengangguran yang dihadapinya. Penganguran ini terjadi karena tidak memiliki skill dalam bidang tertentu, hanya mengharapkan dari hasil kelautan dan penangkapan ikan di sungai. Sayangnya kemiskinan juga terjadi pada kaum lansia yang tidak memiliki keluarga yang produktif, dimana lansia tersebut walaupun akses transportasi yang jauh tetap mencari nafkah kesungai untuk mempertahankan hidup.Karakteristik kemiskinan ini di perparah dengan program pemerintah yang tidak tepat sasaran dalam memberdayakan keluarga miskin. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Gampong Cot Kumbang dan Gampong Suak ie beuso, pendekatan penelitian yaitu menggunakan metodelogi kualitatif, teknik penarikan sampel yaitu purposive  sampling. Adapun hasil penelitian yaitu Jauhnya akses ekonomi masyarakat, kegagalan pemberdayaan masyarakat oleh Pemerintah dan LSM dan ketergantungan yang berlebihan masyarakat kepada Pemerintah. Keywords: Kemiskinan, Keluarga, Desa, Ekonomi Lemah, Faktor Kemiskinan
PENGARUH KOTA TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DALAM INTERAKSI ANTAR TETANGGA DI SAMATIGA Triyanto, Triyanto
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.844 KB) | DOI: 10.35308/jcpds.v2i3.99

Abstract

Masyarakat sebagai bentuk kesatuan hidup manusia memiliki sistem nilai untuk mengatur dirinya sendiri. Sebagai anggota masyarakat, setiap warga berusaha mempertahankan keutuhannya. Namun sistem nilai yang berlaku di desa dan kota ternyata berbeda, dan Samatiga sebagai daerah perdesaan yang tidak jauh dari kota menerima pengaruh yang dianggap negatif bagi masyarakat desa. Sehingga dalam berinteraksi dengan tetangga diasumsikan mengalami perubahan. Penelitian ini untuk memastikan bagaimana persepsi masyarakat terhadap tetangga dan bagaimana masyarakat Samatiga menyelesaikan konflik antar warga. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan teori interaksi simbolik sebagai pisau bedah terhadap data yang diperoleh di tempat penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang bahwa tetangga merupakan orang penting yang lebih dekat daripada saudara kandung yang berada di tempat lain. Terlalu sering sebuah keluarga melibatkan tetangganya, sehingga kehidupannya dipastikan tidak terlepas dari tetangga. Untuk itu setiap warga berusaha dekat dengan tetangga. Dengan demikian setiap konflik yang terjadi antar warga, penyelesaiannya diupayakan cukup dengan antar keduabelah pihak saja. Namun, ketika konflik tidak dapat diselesaikan, maka diperlukan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikannya. Masyarakat menghindari penyelesaian konflik yang melibatkan kepolisian.    Keywords: Persepsi, Interaksi, Masyarakat, Tetangga, Samatiga, Desa Kota

Page 1 of 1 | Total Record : 7