cover
Contact Name
NUANSA : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Contact Email
jurnal.stkipalamindpu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@stkip-al-amin-dompu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
NUANSA
Published by STKIP Al-Amin Dompu
ISSN : 22524975     EISSN : 26227665     DOI : -
Core Subject : Education,
Nuansa: Jurnal ilmiah pendidikan berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan, inovasi-inovasi pendidikan, dan pemikiran pendidikan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Locus of Control: Teori, Temuan Penelitian dan Reorientasinya dalam Manajemen Penanganan Kesulitan Belajar Peserta Didik Syatriadin, Syatriadin
NUANSA Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret-Agustus 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.218 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji locus of control dari sisi teori, temuan-temuan penelitian tentang locus of control dalam konteks pendidikan dan pembelajaran serta mereorientasikannya dalam manajemen penanganan kesulitan belajar siswa.Menggunakan pendekatan kualitatif,jenis non-interaktif dengan metode studi literer. Metode analisis data menggunakan meta-analisis dengan teknik kombinasi analisis konten dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan locus of control adalah salah satu variabel kepribadian individu mengenai keyakinan akan kontrol diri terhadap peristiwa yang dialami dalam kehidupan yang ditentukan oleh diri sendiri (internal locus of control) atau dikontrol oleh lingkungan eksternal (external locus of control). Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Rotter yang sekaligus penawarkan instrumen pengukuran dan pengelompokannya melalui Internal-External Scale. Dari perspektif riset, locus of control memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Peserta didik dengan locus of control internal rata-rata memiliki prestasi lebih baik dibanding kelompok eksternal. Mempertimbangkan pentingnyalocus of control dal­am pengembangan pendidikan dan pembelajaran, reorientasi dapat dilakukan dengan mengembangkannya dalammanajemen penanganan kesulitan belajar. Prosesnya mencakup: identifkasi kasus dan masalah, diagnosis, prognosis, remedial/referal, serta evaluasi dan follow up dengan mengintegrasikan sistem locus of control.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran dalam Mendesain dan Mengaplikasikan Perencanaan Pembelajaran di MI Al-Kautsar Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Haris, Abdul
NUANSA Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret-Agustus 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi guru dalam mendesain dan mengaplikasikan perencanaan pembelajaran di MI Al-Kautsar Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.Subyek penelitiannya adalah guru kelas di MI Al-Kautsar Ranggo yang berjumlah 6 orang. Yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah kompetensi guru dalam mendesain dan mererencanakan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menujukkan bahwa guru kelas di MI Al-Kautsar Ranggo pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 telah menyusun program perencanaan pembelajara, antara lain; kalender pendidikan, rencana minggu efektif, program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kalender pendidikan disusun oleh guru dan kepala sekolah. Guru menghitung minggu efektif dan hari efektif dari kalender pendidikan yang telah disusun. Program tahunan dan program semester disusun oleh guru berpedoman pada rencana minggu efektif. Guru menyusun silabus berpedoman pada kurikulum yang berlaku di sekolah. Guru kelas menyusun RPP berpedoman pada silabus dan program semester. RPP yang disusun terdiri dari komponen standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan, langkah pembelajaran, materi, metode, media, sumber belajar dan penilaian. Namun demikian, rata-rata guru belum mampu mengembangan strategi dan mekanisme yang memadai dalam mengaplikasikan perencanaan pembelajaran di kelas.
Implementasi Pendidikan Kritis dalam Pendidikan Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu Amin, Muhammad
NUANSA Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret-Agustus 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.055 KB)

Abstract

Pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, namun pendidikan Islam bermasalah dengan kualitas pendidikannya, dimana praktik pendidikan Islam hanyalah upaya pewarisan ilmu pengetahuan dari ulama terdahulu kepada generasi sekarang. Sekolah tinggi agama islam (STAI) Al-Amin dompu merupakan satu-satunya perguruan tinggi islam yang berada di kabupaten Dompu. Pendidikan kritis merupakan hal baru dalam praktik pendidikan Islam di Indonesia pada umumnya dan Dompu pada khususnya. Pendidikan kritis akan menjadi negasi bagi praktik pendidikan Islam yang telah berlangsung selama beribu-ribu tahun. Suatu hal yang tidak bisa dinafikan adalah terjadinya berbagai macam pertarungan ideologis yang kemudian akan melahirkan banyak problem dalam praktik pendidikan kritis dalam pendidikan Islam itu sendiri karena pendidikan kritis disini tidak hadir dalam ruang hampa, ia hadir dalam kemapanan ideologi pendidikan konservatif yang sangat kental sebagai warisan dari para pemikir muslim abad pertengahan
Kontribusi Khutbah Jumat dalam Pembinaan Kerukunan Antar Umat Beragama di Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Anamina Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu) Khuluq, Husnul
NUANSA Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret-Agustus 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.363 KB)

Abstract

Khutbah Jumat merupakan salah satu sarana untuk menciptakan kerukunan umat beragama. Melalui khutbah jumat masyarakat dapat diberikan pemahaman akan pentingnya hidup rukun antara umat beragama. Berdasarkan hasil pemaparan dalam jurnal ini maka dapat disimpulkan bahwa yang melatar belakangi timbulnya kerukunan hidup antar umat beragama adalah: (1) Faktor pendidikan, sebagian besar penduduk yang telah mengenyam pendidikan menjadi lebih tahu akan pentingnya menjaga kerukunan hidup antar umat beragama. Hal itu membuktikan bahwa pemahaman mereka tentang perbedaan agama tidak lagi dangkal, sehingga perbedaan bukan menjadi dalih untuk saling menjatuhkan. Akan tetapi itu semua dijadikan sebagai suatu sarana untuk dapat menjalin kerjasama. (2) Kondisi lingkungan, keadaan dan situasi lingkungan yang kondusif, dalam arti di sana jarang sekali dan bahkan tidak pernah terjadi suatu konflik yang mengatas-namakan agama. Hal itu menjauhkan mereka dari pengaruh sekulerisme dan isu-isu sara yang dapat menimbulkan perpecahan. (3). Letak geografis, ditinjau dari letak geografis, desa Anamina Kec. Manggelewa Kab. Dompu yang terletak agak terpencil di pinggiran kota membuat kehidupan mereka menjadi lebih aman dan nyaman karena terhindar dari pengaruh kerasnya kehidupan kota yang lebih menyuguhkan prinsip hidup individualisme
A Contrastive Study of Indonesian and American Compliments (A Socio - Pragmatic Approach) Rusdin, Rusdin
NUANSA Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret-Agustus 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.181 KB)

Abstract

The purpose of this study is to identify and classify the types of topic of compliments, the functions and the compliment responses conveyed by the Indonesian and American. The data in this study were taken from each of the two films, namely; "Kapan Kawin?" and “Garuda di Dadaku" from the Indonesians and “Modern Family "and Pixels" from the Americans. The method used in analyzing this research is descriptive qualitative and quantitative method. The data for this study were collected using ethnographic analyzing by Manes and Wolfson (1980) and Janet Holmes (1986). The analysis is exploring the features of distribution of giving compliments, functions, and responses for Indonesian and American. The discussion of data begins with watching the movie, writing the transcripts dialogs that contains of compliments and compliment responses used in the movie. The result of this study shows that there is a difference equation signs and similarity of compliment and compliment responses are used by the people of Indonesia and American. In which can be seen from the percentage of the use of compliments and compliment responses strategy used by both countries. The compliment topics used by Indonesian and American complimenters show a strong preference for ability/skill and personality over appearance and possessions. In the tables shown that American used 225 compliments and compliment responses while Indonesian used 146 compliments and compliment responses. Americans are more often give compliments and compliment responses rather than Indonesian. It was clear evident that generally Americans are more frequently to produce compliments and compliment responses rather than Indonesian. This different can be cause of the culture and habit that influence both of the countries. The researcher hopes that this research gives a contribution to the teachers and students in teaching and learning of speech act of compliments especially in terms of sociolinguistic.
Relasi Sinergi Guru dengan Siswa dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Woja Fitriani, Fitriani
NUANSA Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret-Agustus 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat Kualitatif Deskriptif, dengan mengambil latar SMP Negeri 2 Woja. pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi dengan dua modus, yaitu dengan menggunakan sumber ganda dan metode ganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Model Relasi Sinergi Guru dengan Siswa yaitu dengan membentuk Kontrak Belajar, Membuat Kelompok Belajar bagi siswa dan mengadakan Evaluasi Belajar secara bersama. Dan ketiga tersebut menunjukan adanya pola Relasi Sinergi antara Guru dengan siswa di SMP Negeri 2 Woja. (2) Hambatan Relasi Sinergi guru dengan siswa muncul dari dua faktor yaitu Internal yaitu siswa dan guru, dimana masih terdapat pada sebagian siswa yang ingin mendominasi keadaan pada saat proses pelaksanaan belajar kelompok, dan guru dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pendidik, sejauh ini masih berlangsung secara monoton dan dalam keterpaksaan. Sedangkan dari faktor Eksternal penghambat tersebut yaitu minimnya partisipasi atau keterlibatan langsung orangtua dan masyarakat, pengaruh teknologi dan teman sepermainan serta dari segi ekonomi
Modernisasi Pendidikan Pesantren dalam Perspektif Azyumardi Azra Amin, Muhammad
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi identitas dan fungsi pokok pesantren. Modernisasi pesantren menurut Azra dalam bentuk kelembagaan seperti pertanian, perikanan atau sekolah-sekolah umum didalam lingkungan pesantren telah menimbulkan kemrosotan identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk Tafaqquh fi Al-Din dan memproduksi ulama. Menurut Azra pesantren harus memberikan apresiasi semua perkembangan yang terjadi dimasa kini dan mendatang sehingga tetap dapat memproduksi ulama yang berwawasan luas. Memasukkan ilmu-ilmu umum dalam kurikulum pesantren telah menimbulkan persoalan yaitu bagaimana tepatnya secara epistomologi menjelaskan Ilmu-ilmu empiris atau ilmu-ilmu sekuler secara sistematis.
The Sociolinguistics Study of Varieties Addressing System in Bima-Dompu Society Rusdin, Rusdin
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this paper is to explore the using of addressing system on their name in Bima society based on their social status in their social interaction. This study focusing on specific detail of addressing system name using around the social class of (suku mbojo) Bimaness  (e.g. Dae, dae, Ruma, Muma, Papi, Uma, Ince, Lalu, Lala, Rato, Tati, Teta, Dade, Tato, Uba, Pua, and Ama Ka’u dan Ina Ka’u). Those names have constructed their status in social interaction based on their relatives and kingdom’s breeds. The writer using library research based on the data found on the resources. In collecting the data focus only at Suku mbojo (Bima-Dompu) society. In conclusion the data result there are 17 addressing system using by Suku mbojo in their social life.
Pluralisme Agama dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam (Perspektif Al-Qur’an) Kisman, Kisman
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Realitas suatu bangsa yang menunjukkan adanya kondisi keanekaragaman budaya, menga­rahkan pada pilihan untuk menganut asas pluralis. Dalam asas pluaralisme ada kesadaran bahwa bangsa itu tidak tunggal, tetapi terdiri atas sekian banyak komponen yang berbeda.Indonesia merupakan salah satu negara pluralis terbesar di dunia. Berbagai pluralitas yang ada di Indonesia terdiri dari keragaman kelas sosial, etnis, ras, gender, agama, bahasa, dan usia. Kenyataan ini mengantarkan kita kepada sebuah konsep bahwa Indonesia bukan terbentuk dari satu suku, satu budaya, satu agama, satu ras dan golongan namun justru Indonesia terbentuk dari keberagaman atau keperbedaan.Pluralisme sangatlah dihargai oleh Al Qur’an masyarakat terdiri dari berbagai macam komunitas yang beragam dan berbeda. Dengan keragaman dan perbedaan tersebut ditekankan perlunya masing-masing berlomba pada kebajikan.Al Qur’an bersifat sangat demokratis terhadap pluralisme agama sebagai sebuah fenomena dan tidak menghendaki adanya perseteruan antar agam (clash). Konsep Al Qur’an tentang pluralisme agama yang sudah tertera dalam pendidikan Islam baik berupa kurikulum, metode pengajaran, penyampaian mata pelajaran sejak dari TK sampai Perguruan Tinggi untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa STAI Al-Amin Dompu dalam Menyusun Alat Penilaian Hasil Belajar Aspek Kognitif pada Tingkat Madrasah Tsanawiyah Haris, Abdul
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa STAI Al-Amin Dompu dalam menyusun alat penilaian hasil belajar aspek kognitif pada tingkat madrasah tsanawiyah. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa yang mengikuti matakuliah Evaluasi Hasil Pembelajaran PAI pada semester genap tahun 2015/2016. Hasil penelitian menujukkan bahwa diperoleh peningkatan kemampuan mahasiswa STAI Al-Amin Dompu dalam menyusun alat penilaian hasil belajar aspek kognitif pada tingkat madrasah tsanawiyah melalui remediasi dan ujian ulangan mencapai 83,5% layak dan 16,5% belum layak dari kemampuan awal sebanyak 40,7% layak dan 59,3% belum layak dari 4 item yang dianalisis. Dalam kegiatan remediasi menggunakan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, serta demonstrasi