cover
Contact Name
Dewan Redaksi
Contact Email
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : -
Jurnal Agroindustri Halal Merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian maupun ulasan ilmiah dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal, dan lain-lain. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
PENGUKURAN WAKTU KERJA BAKU PADA PROSES PEMBUATAN ROTI FIPHAL Zulaeha, Siti Salwa
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.45 KB) | DOI: 10.30997/jah.v2i1.170

Abstract

Pengaturan sistem kerja meliputi beberapa aspek, diantaraya yaitu pekerja, mesin, peralatan dan lingkungan. Gerakan merupakan faktor utama dalam perancangan kerja. Pengamatan studi gerak dengan memperhatikan analisis elemen gerak pekerja bertujuan untuk menganalisis gerak efektif serta gerakan tidak efektif. Pengukuran waktu baku dapat digunakan sebagai cara dalam menentukan jumlah target produksi dan jumlah pekerja yang harus digunakan. Proses analisis studi gerakan dilakukan dengan pengukuran elemen gerakan berdasarkan prinsip gerakan Therbligh dilanjutkan dengan proses pengukuran waktu baku. Berdasarkan hasil dari perhitungan diperoleh pernyataan bahwa semua rata-rata subgroup yang dilakukan oleh pekerja pembuat roti ini masih berada didalam batas kendali normal yaitu 1,81 menit. Analisis studi gerak ini mampu memberikan pengetahuan terhadap pekerja agar tidak melakukan gerakan yang kurang efektif dan memberikan waktu baku kerja lebih baik.
Pengaruh Lama Pengasinan Pada Pembuatan Telur Asin dengan Cara Basah Engelen, Adnan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.585 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama pengasinan terhadap kandungan zat gizi telur itik pada pembuatan telur asin dengan cara basah. Konsumsi telur asin dimasyarakat cukup tinggi. Namun, pada proses pembuatan telur asin belum diketahui secara pasti lama pengasinan terbaik sehingga dibutuhkan penelitian agar mengetahui lama pengasinan terbaik pada pembuatan telur asin. Penelitian ini merupakan penelitian dengan lama pengasinan 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari pada pembuatan telur bebek mentah cara basah. Adapun parameter gizi yang akan diuji adalah analisis kadar lemak, pH, NaCl, dan kadar air. Hasil Analisis Ragam Anova didapatkan bahwa pengaruh lama pengasinan 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari adalah kadar lemak kuning telur (128,94 %), kadar lemak putih telur (0,18 %), kadar pH kuning telur (0,16 %), kadar pH putih telur (0,34 %), kadar NaCl kuning telur (0,71 %), kadar NaCl putih telur (0,77 %), kadar air kuning telur (63,93 %), kadar air putih telur (0,81 %). Hasil tersebut menunjukkan bahwa lama pengasinan terhadap telur asin tidak berpengaruh nyata.
OPTIMASI PENGGANTIAN SUBSTRAT DAN EKSPOS UDARA PADA PRODUKSI KEFIR-AIR Pertiwi, Sri Rejeki
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.493 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i2.409

Abstract

Suplai makanan dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba. Suplai makanan dapat diperbaharui dengan perlakuan penggantian substrat. Pada penelitian awal diamati pertambahan bobot biji kefir-air dan perubahan nilai pH kefir-air yang difermentasikan pada berbagai frekuensi penggantian substrat. Biji kefir-air difermentasikan pada media larutan gula 5% dengan perlakuan frekuensi penggantian substrat (setiap 1, 2, 3, 4, 5 hari) selama 20 hari. Frekuensi penggantian substrat berpengaruh terhadap pertambahan bobot biji kefir-air dan nilai pH. Pertambahan bobot biji kefir-air maksimal dicapai pada perlakuan penggantian substrat setiap hari. Pada penelitian berikutnya diamati pertambahan bobot biji kefir-air, nilai pH, tatal bakteri, dan total khamir pada kefir-air yang difermentasikan pada 2 perlakuan ekspos udara (wadah tertutup dan terbuka) dan substrat diganti setiap hari. Perlakuan ekspos udara tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot biji kefir-air tetapi berpengaruh nyata terhadap nilai pH, total baketri, dan jumlah khamir. Total bakteri dan total khamir lebih tinggi dijumpai pada perlakuan wadah tertutup.Kata kunci: ekspos udara, kefir-air, penggantian substrat.
Karakteristik Yoghurt Kacang Hijau dengan Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oliefera) Kusumaningrum, Intan; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Putri Damayanti, Anisha
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1334

Abstract

ABSTRACTYoghurt can be made from leguminose. In this research yogurt made from mungbean with addingl extract kelor leaves. This research is aim to know characteristic of mungbean yoghurt with adding extracts kelor leaves.  This research used Completely Randomized Design (CDR) factorial. First factor is starter consentratiton with three treatment level 5%, 10%, and 15%. The second factor is extracts kelor leaves consentration with two treatment 5% and  10%. Analysis was about total lactic acid, pH value, amount of Lactic Acid Bacteria, and viscosity. The best yoghurt will be analysis characteristic of sensory  ( quality of sensory and hedonic), proksimat (ash, protein, and fat content) and calcium. The best yoghurt is yoghurt with starter 5% and extract kelor leaves 5% contains 1,03% total lactic acid, pH value 4,54, total lactic acid bacteria 1,5 × 108cfu/g, viscocity 2200 cP, ash content 1,25%, protein content 5,58%, fat content 0,94%, and calcium 52,28 mg/100g.
KAJIAN STABILITAS KOMPONEN VOLATIL SIRUP CAMPURAN JAHE, SEREH, DAN MADU SELAMA PENYIMPANAN Hikmah, Tika Nur
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.158 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i1.363

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) dan sereh (Cymbopogon citratus) merupakan dua dari jenis rempahrempah yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman dan makanan. Madu juga merupakan bahan yang telah diketahui memiliki sifat fungsional. Berbagai bentuk minuman fungsional telah dibuat, salah satunya sirup. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik dari sirup berbahan dasar jahe, sereh, dan madu; dan mempelajari profil komponen volatil sirup selama penyimpanan pada suhu ruang. Formula terbaik sirup terdiri atas ekstrak jahe 25%, ekstrak sereh 15%, dan madu 10% . Komponen volatil utama pada sirup antara lain citral, neral, zingiberene, curcumene, beta-bisabolene, dan cineol (1.8). Penyimpanan selama 8 minggu pada suhu ruang menyebabkan terjadinya penurunan luas area pada citral, neral, curcumene, dan beta bisabolene. Hal berbeda ditunjukkan pada cineole (1.8) dan zingiberne yang mengalami peningkatan luas area selama penyimpanan.
Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Manisan Kering Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dengan Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Ramdani, Hisworo; Novidahlia, Noli; Yuhana, Ulif
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.325 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1339

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan kondisi optimum lama perendaman larutan CaCl2 2% dan berbagai larutan gula terhadap karakteristik manisan kering cabai merah menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Cabai merah direndam larutan CaCl2 2% selama 8, 10, 15, 20 dan 22 menit, dan 56%, 60% 70%, 80% dan 84% larutan gula. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 13 unit percobaan. Analisis termasuk fisik (warna), kimia (air, vitamin C, gula total), uji hedonik (warna, rasa, tekstur), uji deskriptif (warna, rasa manis, rasa pedas, tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman larutan CaCl2 2% berpengaruh terhadap rasa manis manisan kering cabai merah. Optimasi kondisi proses pembuatan manisan kering cabai merah dicapai pada kombinasi lama perendaman larutan CaCl2 2% 8 menit dan larutan gula 74% dengan chroma 21,16, air 8,88 % bk, vitamin C 9,34 mg/100 g, gula total 50°Brix, nilai hedonik: warna 5,03( agak suka), rasa 4,43 (netral),tekstur 4,42 (netral), dan deskripsi panca indera: 5,24 (agak merah), rasa manis 4,05 (netral), rasa pedas 5,05 (agak pedas) dan tekstur 4,53 (agak kenyal).
KARAKTERISTIK KIMIA PADA PEMBUATAN MI SAGU (Metroxylon sagu) KERING Engelen, Adnan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.498 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.691

Abstract

Gandum yang dikonsumsi di Indonesia diimpor dari luar negeri. Untuk meminimalisir impor gandum dibutuhkan bahan-bahan olahan lokal dan digunakan menjadi produk lokal. Salah satu produk lokal yang berasal dari bahan baku lokal adalah sagu. Pemanfaatan sagu dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat mi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi mi sagu kering. Sagu mi dibuat melalui suatu proses menggunakan twin screw extruder dengan menambahkan emulsifier berupa GMS (Gliserol monostearat) dan ISP (Isolated Soybean Protein). Dua tahapan yang dilakukan pada penelitian ini : 1) pembuatan mi sagu kering, 2) karakterisasi kimia, warna dan sifat sensori mi sagu kering. Mi sagu kering menghasilkan komponen kimia antara lain air (10.32%), abu (0.20%), protein (2.63%), lemak (0.21%), karbohidrat (86.63%), dan nilai warna (L = 34.70, a = 2.56, b = 6.19). Hasil penelitian dengan menggunakan uji t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara mi sagu kering dan mi terigu pada parameter kekerasan, kelengketan, elongasi dan overall.
Pengaruh Perlakuan Fisik dan Variasi Produk Second Grade Terhadap Kebocoran dan Sifat Fisik pada Produk Industri Susu dalam Kemasan Botol Ahmad, Syarbaini; Ginantaka, Aditia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.26 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1158

Abstract

PT. Milko Beverage Industry merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri minuman yang berbasis susu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan fisik dan variasi produk second grade terhadap kebocoran dan sifat fisik produk . Sampel produk yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Cereal Milk Drink 200ml dan Milky Moo 70ml. Analisis produk NG dilakukan dengan menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pengaruh tingkat kebocoran ditentukan melalui simulasi uji statis dengan taraf perlakuan 550 kg, 600 kg dan 650 kg, uji dinamis dengan taraf perlakuan 1000 km, 2000 km, dan 3000 km, serta uji balai kemasan sebagai pembanding. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa produk dengan volume kemasan 70ml dan 200ml tidak terkendali secara statistik karena berada diluar batas UCL (batas garis atas). Hasil uji simulasi statis dan dinamis terhadap produk second grade tidak memberikan pengaruh terhadap kebocoran produk.
TEKNOLOGI DISINFEKSI LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN OZON Ginantaka, Aditia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.569 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i2.559

Abstract

Penanganan limbah merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian berbagai negara di dunia. Hal ini ditunjukan dengan penerapan beberapa regulasi mengenai produk ramah lingkungan melalui penggunaan ecolabeling pada sebuah produk industri. Beberapa teknik penanganan limbah konvensional telah banyak diterapkan, mulai dari pendekatan end of pipe maupun pendekatan preventif melalui konsep cleaner production. Paper ini menjelaskan hasil review dari beberapa literatur tentang penanganan limbah cair secara lanjutan dalam penanganan tersirer yang bertujuan untuk membersihkan air hingga mencapai parameter kualitas yang lebih baik. Tujuan dari paper ini yaitu, untuk membandingkan beberapa penerapan teknik disinfeksi limbah cair dengan penambahan ozon serta konfigurasi output yang dihasilkan. Selain itu paper ini bertujuan untuk menunjukan tentang hal-hal yang perlu dilakukan selanjutnya dalam rangka menghadapi trend di masa mendatang berdasarkan sudut pandang para peneliti. Hasil review menunjukan bahwa teknologi disinfeksi dengan ozon direkomendasikan sebagai satu unit operasi yang dapat memenuhi kebutuhan penanganan limbah industri dan pengembangannya mampu menyesuaikan dengan tuntutan regulasi yang ada.
Kajian Minuman Fermentasi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) Menggunakan Bakteri Asam Laktat Parhusip, Adolf
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.674 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i2.902

Abstract

Pemanfaatan daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) dalam pengolahan pangan masih terbatas, tidak seoptimal buahnya. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa daun jeruk nipis memiliki banyak jenis komponen aktif dan kapasitas sebagai antimikrobial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa karakteristik dari minuman fermentasi daun jeruk nipis yang menggunakan Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus plantarum. Sari daun jeruk nipis dibuat menjadi empat konsentrasi, yaitu 2%, 3%, 4%, dan 5%. Konsentrasi 0% digunakan sebagai kontrol. Sari daun jeruk nipis dengan konsentrasi 5% dipilih berdasarkan jumlah proporsional tertinggi daun jeruk nipis dalam jus, dan kemudian dibuat menjadi minuman fermentasi dengan 12 formulasi berbeda berdasarkan konsentrasi gula dan susu skim, yaitu 4%, 6%, 8%, dan 10% untuk konsentrasi gula dan 4%, 6% dan 8% untuk konsentrasi susu skim. Minuman fermentasi daun jeruk nipis dengan 4% gula dan 4% susu skim dipilih berdasarkan nilai pH, total asam tertitrasi, total bakteri asam laktat. Produk fermentasi terpilih dilakukan analisis nutrisi, jumlah asam laktat, kadar antioksidan, dan organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa minuman fermentasi daun jeruk nipis adalah produk tanpa lemak dengan total asam laktat 18992.77 ppm. Produk juga memiliki jumlah antioksidan, fenolik dan flavonoid berturut-turut adalah 12.47 mgVCE/L, 33.49 mgGAE/100ml, dan 223.75 mgQE/L. Namun minuman fermentasi daun jeruk nipis tidak disukai masyarakat umum.Kata kunci: minuman fermentasi, daun jeruk nipis, bakteri asam laktat, Lactobacillus plantarum, Streptococcus thermophilus

Page 1 of 19 | Total Record : 185