cover
Contact Name
Dewan Redaksi
Contact Email
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : -
Jurnal Agroindustri Halal Merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian maupun ulasan ilmiah dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal, dan lain-lain. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal" : 9 Documents clear
KARAKTERISTIK KIMIA PADA PEMBUATAN MI SAGU (Metroxylon sagu) KERING Engelen, Adnan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.498 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.691

Abstract

Gandum yang dikonsumsi di Indonesia diimpor dari luar negeri. Untuk meminimalisir impor gandum dibutuhkan bahan-bahan olahan lokal dan digunakan menjadi produk lokal. Salah satu produk lokal yang berasal dari bahan baku lokal adalah sagu. Pemanfaatan sagu dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat mi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi mi sagu kering. Sagu mi dibuat melalui suatu proses menggunakan twin screw extruder dengan menambahkan emulsifier berupa GMS (Gliserol monostearat) dan ISP (Isolated Soybean Protein). Dua tahapan yang dilakukan pada penelitian ini : 1) pembuatan mi sagu kering, 2) karakterisasi kimia, warna dan sifat sensori mi sagu kering. Mi sagu kering menghasilkan komponen kimia antara lain air (10.32%), abu (0.20%), protein (2.63%), lemak (0.21%), karbohidrat (86.63%), dan nilai warna (L = 34.70, a = 2.56, b = 6.19). Hasil penelitian dengan menggunakan uji t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara mi sagu kering dan mi terigu pada parameter kekerasan, kelengketan, elongasi dan overall.
BEBERAPA KOMPONEN FISIKOKIMIA KAKAO FERMENTASI DAN NON FERMENTASI Tarigan, Elsera Br
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.112 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.687

Abstract

Kakao salah satu tanaman perkebunan penghasil devisa negara, karena Indonesia merupakan produsen terbesar ketiga dunia. Kakao Indonesia umumnya memiliki mutu lebih rendah, salah satunya disebabkan oleh tidak dilakukannya proses fermentasi. Fermentasi merupakan perubahan kimia pada zat organik yang timbul akibat enzim mikroba. Mikroba jenis Bacillus dan jamur filamenteus akan menguraikan pulpa sehingga terbentuk aroma cokelat. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan beragam metode, seperti ditumpuk atau menggunakan wadah kotak. Rata-rata proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 5-6 hari. Mutu fisik biji kakao fermentasi sudah diatur dalam SNI 2323-2008. Beberapa penelitian yang terkait perbedaan mutu fisik biji kakao hasil fermentasi dan tidak fermentasi terlihat jelas pada warna, aroma dan tekstur biji pada saat dilakukan uji belah. Selain itu, kandungan lemak dan nilai pH pada biji kakao hasil fermentasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan tanpa fermentasi. Senyawa volatil yang lazim ditemukan pada kakao merupakan golongan aldehid, keton, ester, alkohol, asam, pirazin dan senyawa lainnya. Senyawa golongan aldehid yang memberikan flavor cokelat seperti 2-methylbutanal meningkat selama fermentasi. Rerata kandungan senyawa volatil yang memberikan aroma yang disukai meningkat selama bertambahnya waktu fermentasi.
INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN BENALU CENGKEH (Dendrophthoe pentandra (L.) Mic) Fitrilia, Tiana
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.982 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.693

Abstract

Benalu cengkeh merupakan tumbuhan yang hidup menempel pada pohon inangnya. Daun benalu yang telah diekstraksi memiliki berbagai fungsi biologis seperti antioksidan dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan menentukan ekstrak paling aktif dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak terpilih dilakukan pengujian terhadap kinetika enzim dan identifikasi senyawa menggunakan LC-MS/MS. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi daun benalu adalah air dan etanol. Selanjutnya, ekstrak etanol difraksinasi dengan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Sampel yang diuji terdiri atas ekstrak air, ekstrak etanol dan fraksi dari ekstrak etanol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol memiliki aktivitas dalam menginhibisi enzim paling besar dengan nilai IC50 sebesar 129.7 µg/mL. Sementara, akarbose sebagai kontrol positif memiliki nilai IC50 sebesar 0.1 µg/mL. Secara statistik, semua sampel uji memiliki nilai IC50 yang berbeda secara signifikan. Hasil kinetika enzim dari ekstrak etanol menunjukkan jenis inhibisi nonkompetitif campuran dan berdasarkan identifikasi LC-MS/MS, ekstrak etanol memiliki bobot molekul 700.73 (m/z) dengan waktu retensi 1.45.
PENGGUNAAN BAHAN PENSTABIL PADA MUTU VELVA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) DENGAN PEMANIS MADU Safitri, Armita Dwi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.262 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.690

Abstract

Bunga rosela memiliki kandungan penting yang terdapat pada bunga rosela yaitu pigmen antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula velva. Serta Mengetahui tahapan pembuatan dengan ditambahkan madu dan penstabil. Penelitian pendahuluan ini dibuat tiga konsentrasi pemanis madu. Hasil memperlihatkan bahwa velva rosela terpilih berdasarkan distribusi frekuensi adalah konsentrasi pemanis madu 35%. Velva rosela terpilih mempunyai nilai yang lebih besar pada distribusi frekuensi dan lebih ekonomis harganya. Penelitian utama ini dibuat empat konsentrasi bahan penstabil. Penelitian Utama velva rosela terpilih berdasarkan parameter butiran kristal adalah penstabil menggunakan gum arab 3% sebesar 4.05%. Velva rosela terpilih berdasarkan parameter overrun adalah penstabil CMC 3% sebesar 5.59%. Velva rosela terpilih berdasarkan parameter persen leleh adalah penstabil menggunakan gum arab 3% sebesar 28.18%. Analisis sifat fisik menunjukkan bahwa velva rosela memiliki aktifitas antioksidan 52.191 ppm.
FORMULASI NORI ARTIFISIAL BERBAHAN BAKU BAYAM (Amaranthus hybridus L.) Agusta, Eka Nurul
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.31 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.685

Abstract

Saat ini pasar retail Indonesia telah didominasi oleh produk camilan impor. Salah satu jenis produk camilan tersebut adalah rumput laut (nori). Peningkatan konsumsi nori di dalam negeri mengakibatkan perlu adanya diversifikasi produk nori untuk menghasilkan jenis produk yang serupa dengan produk nori camilan namun menggunakan bahan baku selain rumput laut yang ketersediaannya masih sangat terbatas. Bayam dapat menjadi alternatif bahan pengganti rumput laut sebagai bahan dasar pembuatan nori artifisial sebagai makanan camilan. Dengan dilakukannya substitusi nori rumput laut menjadi nori bayam, maka diharapkan angka impor makanan camilan rumput laut dapat dikurangi. Formulasi nori artifisial berbahan baku bayam ini dibagi menjadi 2 (dua) tahap penelitian. Pada penelitian di tahap pertama terdapat 2 (dua) perlakuan (tanpa blansir dan dengan blansir), kemudian pada tahap kedua terdapat 3 (tiga) perlakuan dengan menggunakan 3 (tiga) macam bahan pengisi berbeda (tepung tapioca, maltodekstrin dan tepung beras). Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian dengan  analisis sensori metode uji pembedaan serta uji hedonik didapatkan bahwa camilan nori artifisial berbahan baku bayam yang paling disukai panelis adalah produk dengan bahan baku/bayamnya tanpa dilakukan proses blansir dan menggunakan tepung tapioca sebagai bahan pengisi
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM PRODUKSI SABUN TRANSPARAN ANTIMIKROBA BERBASIS STEARIN Wahyuni, Sri
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.828 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.684

Abstract

Sistem produksi sabun transparan antimikroba berbasis stearin adalah suatu sistem yang dapat menjelaskan mengenai proses produksi sabun transparan dengan menggunakan bahan baku utama berupa stearin dengan penambahan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga L.). Penulisan ini memiliki tujuan untuk dapat mengidentifikasi komponen (elemen) dan peran (role) yang terdapat pada  sistem produksi sabun transparan antimikroba, mendesain dan mengoptimalkan sistem produksi sabun transparan antimikroba berbasis stearin sehingga dapat diperoleh keuntungan yang maksimal. Tahap kegiatan ini mencakup analisis sistem produksi sabun transparan antimikroba, menentukan indikator keberhasilan sistem, klasifikasi sabun transparan antimikroba, dan optimasi sabun transparan antimikroba. Hasil dari pengklasifikasian sabun transparan terdiri atas tiga grade yaitu grade 1 (satu), grade 2 (dua) dan grade 3 (tiga) berdasarkan sifat mutu fisik yaitu, penampakan visual (transparansi), kekerasan dan warna sabun serta sifat kimia dari sabun antimikroba. Keuntungan maksimal sebesar Rp 9.275.000 akan diperoleh oleh perusahaan apabila dapat memproduksi sabun grade 1 sebanyak 1.325 pcs pada kondisi optimal.
PENAMBAHAN DAUN SIRSAK (Annona muricata) PADA JELLY DRINK ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) Suryani, Merisa
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.469 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat penganekaragaman minuman fungsional yaitu jelly drink rosella dengan penambahan daun sirsak. Daun sirsak yang diekstrak pada fase air dicampurkan dengan ekstrak rosella sesuai perlakuan, kemudian ditambahkan gula dan karagenan. Penelitian menggunakan tiga formulasi dengan konsentrasi daun sirsak 0,2%; 0,6%; dan 1%. Konsentrasi rosella pada ketiga perlakuan dan kontrol adalah 1%. Penambahan daun sirsak menimbulkan pengaruh pada tingkat kecerahan, aroma, tekstur, tingkat kesukaan, total asam, dan kapasitas antioksidan. Jelly drink rosella terpilih adalah jelly drink rosella dengan daun sirsak 1%. Jelly drink rosella terpilih memiliki karakteristik sensori warna cukup merah (5,29) namun agak gelap (3,71), memiliki rasa cukup asam (5,61) dan cukup manis (5,21), dengan aroma rosella cukup kuat (5,91), dan terkstur yang kental (6,05). Jelly drink rosella ini juga disukai konsumen dengan nilai 6,36 (suka). Jelly drink rosella dengan penambahan daun sirsak terpilih mengandung antosianin sebesar 1,30 mg/Kg, fenol sebanyak 286,49 mg/Kg, kadar abu sebesar 0,23 %, total asam 20,71 mg/Kg, pH 2,93, viskositas 30078 cps, serta kapasitas antioksidan setara dengan 14,01 mg Vitamin C/100g sampel.
EVALUASI KETIDAKSESUAIAN JUMLAH TEORITIS DENGAN JUMLAH AKTUAL SUSU STERIL 70 ML Uzwatania, Fina
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.027 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.682

Abstract

Penelitian dilakukan di PT X. PT X merupakan perusahaan yang memproduksi minuman susu steril dengan berbagai rasa dan merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidak sesuaian jumlah teoritis dengan jumlah aktual susu steril Milky 70 ml. Hasil penelitian di lapangan dibandingkan dengan dokumen BOM (Bill of Material) sebagai data teoritis produksi, kemudian ketidaksesuaian dianalisa menggunakan diagram pareto dan diagram fish bone. Penelitian dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari proses mixing sampai proses packing. Hasil penelitian menunjukan adanya produk yang terbuang pada proses filling dan proses sterilisasi. Persentase produk yang terbuang pada proses filling menunjukan jumlah yang lebih tinggi dengan nilai 79,63%, sedangkan proses sterilisasi menghasilkan produk yang terbuang dengan jumlah 20,37%. Produk cacat yang diperoleh dari proses sterilisasi merupakan produk cacat yang tidak tertangani pada saat inspeksi produk dari mesin filling. Hasil penelitian menunjukan bahwa mesin filling merupakan sumber terbesar tingginya produk yang terbuang selama proses produksi. Sehingga proses filling perlu dianalisa lebih lanjut agar produk cacat yang dihasilkan dapat diminimalisir.
ANALISIS EKUIVALENSI TINGKAT KEMANISAN GULA DI INDONESIA Kurniawati, Maya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.889 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.688

Abstract

Gula pasir adalah komoditi penting di Indonesia karena banyaknya pangan olahan yang menggunakan gula sebagai bahan pembuatannya. Gula pasir yang umum beredar yaitu gula pasir curah dan gula pasir bermerk terafinasi. Gula bermerk berasal dari olahan pabrik yang memiliki warna lebih putih dibandingkan dengan gula pasir curah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan ekuivalensi kemanisan antara gula curah, gula rafinasi bermerk, dan pemanis buatan aspartam.  Analisis ekuivalensi tingkat kemanisan menggunakan metode analisis deskriptif magnitude estimation. Analisis deskriptif merupakan analisis sensori untuk mendapatkan deskripsi sensori produk pangan. Metode ini merupakan metode kuantitatif subjektif langsung dengan menggunakan reference dalam pengujiannya Hasil ekuivalensi kemanisan pada gula bermerk dan gula curah memberikan hasil bahwa kadar kemanisan gula bermerk lebih baik dari gula curah. Kadar kemanisan gula bermerk 1,04 kali , gula curah 1,02 kali, aspartam 31 kali dari sukrosa 9%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9