cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
MODEL BUKU TEKS PELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Anwas, Oos M.
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n1.p17--32

Abstract

Innovation on book industry, textbooks of particular, tends to be relatively static, eventhough the demand and the development of ICT advances very fast. This article aims to study the benefits and the development model of ICT based textbooks. This article applies a review method of relevant literature. The results show that the benefits of ICT-based textbooks are among others: enabling the content presented in multimedia format so that it becomes more attractive and easily understood, learning becomes more active, variety, interactive, more productive in efficient manner, and in line with the development trend of the digital native generation.The ICT-based textbooks development can be packaged in audiobooks and e-books. The development of audiobooks and e-books is done by repackaging the printed books into audio media by optimizing dialogue or monologue, music, and sound effects aspects.The development model of e-books and audiobooks is done by changing the printed book content into digital format including the text, images, audio, video, animation, and interactive simulations according to the characteristics of the lesson content. The study concluded that ICT-based textbooks needs to be developed in the models of audiobook and e-book by presenting the learning content in multimedia format so that it becomes more attractive and easily understood by learners. AbstrakInovasi industri perbukuan terutama buku teks pelajaran cenderung statis, padahal tuntutan dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat pesat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji manfaat dan model pengembangan buku teks pelajaran berbasis TIK. Tulisan ini menggunakan metode kajian literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manfaat buku teks pelajaran berbasis TIK antara lain: menyajikan konten mutimedia sehingga lebih menarik dan mudah dipahami; belajar lebih aktif, variatif, dan interaktif; secara produksi lebih efisien; serta sesuai dengan trend perkembangan generasi digital native. Pengembangan buku teks pelajaran berbasis TIK dapat dilakukan melalui model audiobook dan e-book. Pengembangan model audiobook dilakukan dengan cara mengemas buku cetak ke dalam media audio dengan mengotimalkan aspek: dialog/monolog, musik, dan efek suara. Pengembangan model e-book dilakukan dengan cara mengubah sajian konten buku cetak ke dalam format digital, meliputi unsur: teks, gambar, audio, video, animasi, dan simulasi interaktif sesuai dengan karakteristik dari konten pelajaran tersebut. Kajian ini menyimpulkan bahwa buku teks pelajaran berbasis TIK perlu dikembangkan baik model audiobook maupun e-book dengan menyajikan konten pembelajaran secara multimedia sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
PENGARUH DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA TENTANG KONSENTRASI LARUTAN DAN APLIKASINYA Mustofa, Zainul
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v7n1.p14--29

Abstract

The main objective of this study was to determine the effect of discovery learning assisted e-learning  in improving mastery of the concept of solution and solution concentration. The research subjects consisted of 19 dressmaking students, Al Munawwariyyah Vocational School, Bululawang, Malang. The results showed that discovery learning assisted e-learning can significantly improve student mastery of concepts with an N-gain average value of 0.63 (high medium) and an effect size value of 0,72 (high medium). Students' skills in applying the theory of solution and the concentration of a solution in the process of coloring cloth with a certain concentration increased. Through the activities of e-learning  based discussion forums in the classroom, most students are interested in utilizing the fabric coloring theory in increasing fabric color variations to increase the attractiveness of the products produced. AbstrakTujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran discovery learning berbantuan e-learning  dalam meningkatkan penguasaan konsep larutan dan konsentrasi larutan. Subjek penelitian terdiri atas 19 siswa Tata Busana, SMK Al Munawwariyyah, Bululawang, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran discovery learning berbantuan e-learning dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa secara signifikan dengan nilai N-gain rata-rata sebesar 0,63 (medium tinggi) dan effect size sebesar 0,72 (medium tinggi). Keterampilan siswa dalam mengaplikasikan teori larutan dan konsentrasi larutan pada proses pewarnaan kain dengan konsentrasi tertentu meningkat. Melalui kegiatan forum diskusi berbasis E-learning  di kelas, sebagian besar siswa tertarik untuk memanfaatkan teori pewarnaan kain dalam meningkatkan variasi warna kain agar meningkatkan daya tarik produk yang dihasilkan.
PENGEMBANGAN BUKU SISWA BERTEMA CUACA MENGGUNAKAN METODE FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Syar, Nur Inayah; Meriza, Nadya
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p190--212

Abstract

The teaching and learning process is built on three interaction aspects such as the interaction among the teachers, students, and learning sources. To ease this process, the teacher can make their own teaching material that will be used in learning process. This research aims to develop weather theme students’ book by using Four Steps Teaching Material Development (4STMD) method. The research method used was Research and Development (R&D). This students’ book consists of 5 sub-themes such as substance characteristics, interaction of organisms and their environment, temperature and heat, pollution and global warming. This book was developed by using 4STMD method through four stages such as selection, structurization, characterization, and didactic reduction. The feasibility test results show that the student book has complete material based on basic competencies and indicators, has accurate, actual and integrated material. Besides the student’s book that was developed also has aspects of legibility, language rules and language logic that is appropriate, presented attractively and has a layout and design that is feasible to be used. Overall the students’ perception on the usage and result of this students’ book development is positive. ABSTRAKProses belajar mengajar dibangun oleh tiga aspek interaksi. Interaksi tersebut adalah interaksi antara pendidik, peserta didik dan sumber belajar. Untuk memudahkan proses tersebut, guru dapat membuat sendiri bahan ajar (buku) yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku siswa bertema Cuaca  dengan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD) dan menganalisis kelayakan serta persepsi siswa terhadap buku siswa yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Buku siswa ini terbagi atas 5 sub tema yaitu karakteristik zat, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, suhu dan kalor, pencemaran dan pemanasan global. Buku ini dikembangkan dengan metode 4STMD melalui empat tahap, yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Hasil Uji Kelayakan menggambarkan bahwa buku siswa memiliki cakupan materi yang lengkap berdasarkan Kompetensi Dasar dan indikator, memiliki materi akurat, mutakhir serta terpadu. Selain itu buku dikembangkan juga memiliki aspek keterbacaan, kaidah bahasa dan logika bahasa yang baik, disajikan dengan menarik dan memiliki tata letak serta desain yang layak digunakan. Adapun persepsi siswa terhadap penggunaan dan hasil pengembangan buku siswa, secara keseluruhan bernilai positif.
PERAN DAN TANTANGAN PROFESI PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Warsita, Bambang
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v5n2.p77--90

Abstract

Objects in the science of instructional technology are instructional and learning. Instructional and learning are experiencing change and tremendous transformation lately, especially at the turn of the millennium leading to the 21st century. Therefore, this condition is a challenge and demand professional role of instructional technology developers (PTP) to provide solutions. This study aims to describe what are the roles and challenges of the profession instructional technology developer in the learning of the 21st century, as well as what products should be produced by PTP in the future. This study uses a descriptive method. Data collection techniques and information through a literature study. The results of this literature review indicate that the future development of instructional technologies should be able to produce products such as; innovative ICT-based learning models, instructional media, and the application of e-learning. Therefore, the role and challenges facing the current PTP, namely: PTP must be creative and innovative to develop cutting-edge learning model appropriate learning paradigm of the 21st century; PTP must work collaboratively with other professionals in a team to produce a product; PTP needs to improve their competencies, they are competency in the area of learning and competency in the area of technology, especially regarding the new learning media; PTP needs to show real work and o er solutions to problems of learning with e-learning applications. Finally PTP products will be awaited and necessary to support the implementation of the learning process in different types, levels and appropriate education pathway applicable curriculum. AbstrakObjek keilmuan teknologi pembelajaran adalah belajar dan pembelajaran. Belajar dan pembelajaran mengalami perubahan dan transformasi yang luar biasa akhir-akhir ini, terutama pada pergantian millennium mengawali abad ke 21. Kondisi ini menjadi tantangan dan menuntut peran profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) untuk memberikan solusinya. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa peran dan tantangan profesi pengembang teknologi pembelajaran dalam pembelajaran abad 21, serta produk-produk apa yang harus dihasilkan oleh PTP di masa depan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasinya melalui studi literatur. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa ke depan pengembang teknologi pembelajaran harus mampu menghasilkan produk-produk berupa; model pembelajaran inovatif berbasis TIK, media pembelajaran, dan aplikasi e-pembelajaran. Oleh karena itu, peran dan tantangan yang dihadapi PTP saat ini yaitu: PTP harus kreatif dan inovatif mengembangkan model pembelajaran mutakhir yang sesuai paradigma belajar abad 21; PTP harus bekerja sama secara kolaboratif dengan profesi lain dalam suatu tim untuk menghasilkan produk; PTP perlu meningkatkan kompetensinya, yaitu kompetensi bidang pembelajaran dan kompetensi bidang teknologi khususnya mengenai media pembelajaran terbaru; dan PTP perlu menunjukkan karya nyata dan menawarkan solusi-solusi masalah pembelajaran dengan aplikasi e-pembelajaran yang tepat guna. Akhirnya, peran dan produk-produk PTP tersebut ditunggu dan dibutuhkan untuk menunjang terselenggaranya proses pembelajaran di berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai kurikulum yang berlaku.
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU TEKS PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS VII Permatasari, Anggraeni Dian; Anwas, Ence Oos Mukhamad
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v7n2.p156--169

Abstract

Based on reality, textbook is the main learning source. Based on Curriculum 2013, textbook is not only to present subjects, but also to embed character education. The aim of the study is to analyze character education content on chemistry subject of the natural sciences textbook of 7th grade students of second semester, which was published by Ministry of Education and Culture. The study was conducted by qualitative method using content analysis technique to study the conformity of chemistry subject with character education aspect in Curriculum 2013. There are two chemistry subjects in the textbook. They are Environmental Pollution and Global Warming. The study results showed the values that have not been mentioned yet in the Environmental Pollution were religious, confidence, and communicative. While Global Warming subject have already mentioned all the values of Basic Competencies 3 and 4.  AbstrakRealitas bahwa Buku Teks Pelajaran menjadi sumber belajar utama di sekolah. Sesuai tuntutan kurikulum 2013, buku teks pelajaran tidak sekedar menyajikan materi, akan tetapi juga perlu menanamkan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis muatan pendidikan karakter pada materi Kimia dalam buku teks pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, kelas VII semester 2, yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan teknik analisis isi untuk mengetahui kesesuaian materi Kimia dengan aspek pendidikan karakter dalam kurikulum 2013. Adapun materi kimia yang terdapat dalam buku tersebut yaitu Pencemaran Lingkungan dan Pemanasan Global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang belum disampaikan dalam bab Pencemaran Lingkungan adalah nilai religius, percaya diri, dan komunikatif. Sedangkan dalam bab Pemanasan Global telah disampaikan semua nilai yang terkandung dalam Kompetensi Dasar 3 dan Kompetensi Dasar 4.
REFLECTIVE MODUL BERBASIS CHILD FRIENDLY SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN KARAKTER SISWA Permata, Santy Dinar; Mustadi, Ali
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p251--274

Abstract

Welcoming the Golden Generation 2045 program the Indonesian government envisions the literacy movement in schools as an effort to improve the literacy abilities and character of students. The problem in the field is the lack of types of student reading that are able to develop students 'thinking power and character, therefore this study aims to produce reflective module development products based on child friendly schools that are fit for use by fifth grade elementary school students in school literacy activities as a means of increasing students' literacy abilities and character. The type of research used is Research and Development (RnD) research, referring to the type of research developed by Borg and Gall. The subjects of the study were the fifth grade 73 students at SDN Tegalrejo 3 and SDN Bangirejo 1. Collecting data through interviews, observations, questionnaires and response scales. The analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the child friendly school-based reflective module products met the eligibility criteria by referring to the results of the questionnaire validation by media experts and material experts as well as the scale of responses of teachers and fifth grade elementary school students. AbstrakMenyongsong program Generasi Emas 2045 pemerintah Indonesia mencangangkan adanya gerakan literasi di sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan karakter siswa. Permasalahan dilapangan adalah kurangnya jenis bacaan siswa yang mampu mengembangkan daya pikir dan karakter siswa oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan reflective modul berbasis child friendly school yang layak digunakan oleh siswa kelas V SD dalam kegiatan literasi sekolah sebagai sarana meningkatkan kemampuan literasi dan karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (RnD) mengacu pada jenis penelitian yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Subjek penelitian adalah 73 siswa kelas V SD di SDN Tegalrejo 3 dan SDN Bangirejo 1. Pengumpulan data melalui wawancara,observasi,angket dan skala respon. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk reflective modul berbasis child friendly school memenuhi kriteria kelayakan dengan mengacu pada hasil validasi angket oleh ahli media dan ahli materi serta skala respon guru dan siswa kelas V SD.
PENGEMBANGAN MODEL PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN Koesnandar, Ade
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p122--142

Abstract

This article is about the development of information and communication technology utilization model for education on remote, rural and border areas in Indonesia. The model is named “PSB di Daerah 3T” or information and communication technology-based learning resource center at school on remote, rural, and border areas. The model was developed based on modern learning, empowering, bottom- up, and partnership approaches and also set a benchmark with experiences of other countries. Piloting was developed in five sub-districts, they are Naringgul in Cianjur (West Java), Cijaku in Lebak (Banten), Atambua in Belu (East Nusa Tenggara), Sebatik in Nunukan (East Kalimantan), and Marore in Sangihe Islands (North Sulawesi). An elementary and a secondary school without electricity and internet access were choosen within each sub-district. Then a pack of learning resource contained an electric generator solar cell, a parabolic antenna, a television set, 6 units of laptop, wi-fi apparatus, and a hard disc of digital open learning material was given to each school. To ensure the success of the program a series of activities were conducted such as training, assistance, monitoring, and evaluation. Hopefully, within the following three years the program could be fully adopted and run independently by the school itself. Then the model couldbe disseminated to another districts that have similar characteristics. AbstrakArtikel ini menjelaskan pengembangan model pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk sekolah di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Model diwujudkan dalam bentuk “PSB di Daerah 3T” yakni pusat sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi di sekolah pada daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Pengembangan dilakukan berdasarkan konsep pembelajaran modern, pemberdayaan, tumbuh dari bawah, dan kemitraan, serta dengan belajar dari pengalaman Negara lain. Rintisan dikembangkan di lima daerah, yaitu Naringgul, Cianjur (Jawa Barat), Cijaku, Lebak (Banten), Atambua, Belu (NTT), Sebatik, Nunukan (Kalimantan Timur), dan Marore, Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara). Pada masing-masing daerah tersebut dipilih satu Sekolah Dasar dan satu Sekolah Lanjutan tingkat Pertama yang tidak terjangkau layanan energi listrik dan akses internet. Pada masing-masing sekolah tersebut diberikan paket bantuan pusat sumber belajar lengkap yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, antena parabola, pesawat televisi, 6 unit laptop, modem, wi-fi, dan sebuah harddisk satu terabyte berisi konten bahan belajar digital. Guna menjamin keberhasilan program ini diberikan pula paket pelatihan dan bimbingan, pendampingan, serta monitoring dan kajian. Selanjutnya diharapkan program ini dapat dijalankan secara mandiri oleh masing-masing sekolah. Model ini dapat diadopsi atau diadaptasi oleh Dinas Pendidikan dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualitas pembelajaran di daerah masing-masing.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN BERDASARKAN TOPIK TERTENTU MELALUI MEDIA PRESENTASI PADA SISWA KELAS XII SMALB TUNARUNGU KARYA MULIA SURABAYA Warsito, Totok
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 2, No 2 (2014): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v2n2.p108--121

Abstract

Writing skills based on the topic of the presentation by some used in the lesson for students of class XII SMALB Tunarungu Karya Mulia Surabaya is to help the students. Teachers can explained a knowledge of the images through life (video), picture dead, even a teacher can make variety of information are connected through the internet at the time. Media is developed for writing on a specific topic in learning encounters many obstacles, based on a particular topic proven low-self municipality study result of the students far below KKM. For that writer do a class action research (PTK) includes 3 cycle and each cycle consists of two times. The research starts from the pre action activities as spearhead of research action class, and then continued with a cycle 1, 2, to cycle the cycle 3. The results indicate an increase in the class learned the student of class XII SMALB Karya Mulia Surabaya based on a speci c topic during a presentation by the media. AbstrakKeterampilan menulis karangan berdasarkan topik tertentu melalui media presentasi yang digunakan pembelajaran bagi siswa kelas XII SMALB Tunarungu Karya mulia Surabaya sangat membantu mempermudah pemahaman siswa. Guru dapat menjelaskan berbagai pengetahuan, baik melalui tulisan, gambar hidup (video), maupun gambar mati. Bahkan guru dapat memilih berbagai informasi melalui internet yang disambungkan pada media presentasi. Media ini dikembangkan karena pelajaran menulis berdasarkan topik tertentu menemui kendala, yang terbukti dari masih rendahnya nilai hasil belajar siswa, jauh di bawah KKM. Oleh karena itu, penulis tergugah untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mencakup 3 siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dimulai dari kegiatan pra tindakan, dilanjutkan dengan siklus-1, siklus-2, sampai dengan siklus-3. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMALB Karya Mulia Surabaya dalam menulis berdasarkan topik tertentu melalui media presentasi.
PENGEMBANGAN MODEL APLIKASI SIMULATOR KAMERA VIDEO BERBASIS ANDROID Budisantoso, Heri Triluqman; Mulyoto, nFn; Sutimin, Leo Agung
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v6n1.p74--91

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) in the learning process developed into a fight trought various designs and strategies which can be grouped into (1) E-learning as a learning form system that utilizes electronic devices and digital media,  and (2) Mobile learning (M-learning)  as a particular learning form to utilize mobile communication devices and information technology. The rapid development of mobile devices, relatively easy operation,  and more affordable prices,  is supporting factors in the widespread use of mobile learning into a new alternative of learning media. Those conditions encourage the learning paradigm that can be done anytime and anywhere.  The purpose of research to be achieved is to develop the design of the android camera based simulator software model as a learning media in cinematography lesson study program of educational technology FIP Unnes.  This research method refers to the research and development strategy proposed by Borg and Gall (in Sukmadinata,  2016) with some modifications that have been developed by Sukmadinata.  The research procedure used in the study focusing on the development stages of application design model.  The steps includes the following steps (1) model development (product design), (2) design validation, (3) design revisions. The results of research on the development of video camera simulator model can be concluded that the application of android based video camera in the process of validation by media experts obtained the results of software engineering aspects obtained 92 scores with very good category, while the visual communication design aspect scored 84, also with very good category. As for the material experts, validation on aspects of learning design got score 85 with very good category as well. Based on the validation results of media experts and materials experts, the application of this androdi-based video camera simulator is improved according to the records of media experts and material experts. Before used in the next research process should this application really well prepared, so the results obtained in accordance with the expected AbstrakPengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran terus berkembang dengan berbagai pola dan strategi, yang dapat dikelompokkan menjadi (1) sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, dan (2) mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. Perkembangan perangkat mobile yang begitu pesat, operasional yang relatif mudah, dan harga yang semakin terjangkau, merupakan faktor pendorong semakin meluasnya penggunaan mobile learning menjadi alternatif baru media pembelajaran. Kondisi tersebut mendorong terbentuknya paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengembangkan desain model Aplikasi Simulator Kamera Video Berbasis Android sebagai media pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran prodi Teknologi Pendidikan FIP Unnes. Metode penelitian ini mengacu pada strategi penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2016) dengan beberapa modifikasi yang telah dikembangkan oleh Sukmadinata. Adapun dalam artikel ini, prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian, fokus pada tahap pengembangan desain model aplikasi. Dalam tahap ini mencakup langkah-langkah sebagai berikut (1) Model pengembangan (desain produk), (2) Validasi desain, (3) Revisi desain, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan desain model aplikasi simulator kamera video berbasis android dilakukan melalui langkah-langkah sesuai prosedur penelitian di atas, diawali dengan analisis kebutuhan, kemudian menyusun peta kompetensi, peta materi, Garis Besar Isi Media (GBIM), jabaran materi, flowchart dan naskah, kemudian dilakukan validasi desain dan revisi produk. Desain model aplikasi simulator kamera video ini juga siap digunakan untuk tahap penelitian dan pengembangan selanjutnya. Penggunaan aplikasi simulator kamera video berbasis android sangat diperlukan dalam proses pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran, khususnya materi teknik dan prosedur pengambilan gambar karena dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri
PENGEMBANGAN BUKU AUDIO UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR ANAK DISLEKSIA Indriastuti, Faiza
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v3n2.p91--106

Abstract

Difficulty learning for learners refers to significant learning problems in learning. One is dyslexics who have difficulty in reading and reading comprehension. Therefore needed the help of technology that can be used as a tool for dyslexic learners in that learning, so as to overcome gaps in their understanding of learning. This article discusses how to develop instructional media as a solution that can be used to overcome for learners difficulties as dyslexic. The one of technologies development that relevant can be used to help students with dyslexia is audiobooks. DTB is one of audiobooks format that can assist learners with learning difficulties as dyslexics become better learners. Because, DTB is can be an effective aids to support the learning of reading and increase in reading comprehension, so as to improve the ability of learners with dyslexia that will ultimately lead to better of value lessons. DTB form in accordance with the needs of dyslexic learners is Tobi DAISY, which is in the form of digital talking books are synchronized between the visual (text, images, tables, charts) and audio. It is possible to make it easier for dyslexic learners in learning to read or understand the reading. The purpose of this article is to give an overview of Tobi DAISY de-velopment that could be used and produced individually for dyslexics to fit the required content. Through Tobi DAISY advantages, it can be concluded that this relevant to be used for dyslexics to help in reading and reading comprehension. AbstrakKesulitan belajar bagi peserta didik mengacu pada masalah belajar yang signifikan dalam pembelajaran. Salah satunya adalah penderita disleksia yang mempunyai kesulitan dalam membaca maupun memahami bacaan. Oleh karenanya diperlukan bantuan teknologi yang dapat digunakan sebagai alat bantu peserta didik disleksia dalam belajar membaca atau memahami bacaan, sehingga dapat mengatasi kesenjangan pemahaman mereka dalam pembelajaran. Artikel ini membahas tentang bagaimana mengembangkan media pembelajaran sebagai solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik disleksia. Salah satu pengembangan teknologi yang relevan dapat digunakan membantu peserta didik disleksia adalah buku audio. DTB merupakan salah satu format buku audio yang membantu peserta didik yang memiliki kesulitan belajar menjadi pebelajar yang lebih baik. Karena, DTB dimungkinkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung dalam kegiatan belajar membaca dan peningkatan pemahaman bacaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik disleksia dalam membaca dan memahami bacaan yang pada akhirnya akan mengarah ke nilai yang lebih baik. Format DTB yang sesuai dengan kebutuhan anak disleksia adalah Tobi DAISY, yang merupakan buku bicara dalam bentuk digital yang disinkronisasikan antara visual (teks, gambar, tabel, denah) dan audio. Hal ini dimungkinkan lebih memudahkan peserta didik disleksia dalam belajar membaca atau memahami bacaan. Tujuan kajian artikel ini adalah memberikan gambaran pengembangan Tobi DAISY yang dapat digunakan dan diproduksi secara pribadi bagi pend erita disleksia sehingga sesuai dengan konten yang dibutuhkan. Melalui kelebihan yang dimiliki Tobi DAISY, maka dapat disimpulkan relevan untuk digunakan bagi penderita disleksia dalam membantu belajar membaca dan memahami bacaan.

Page 1 of 10 | Total Record : 93