cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 223 Documents
GAMBARAN GEJALA KLINIS DAN HASIL PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA PADA PASIEN CEDERA KEPALA DENGAN GCS 13-15 DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT SARAF BOUGENVIL RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Pratama, Sandhy Arya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.87 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i2.2746

Abstract

Cedera kepala adalah salah satu penyebab kematian utama dikalangan usia produktif antara 15-44 tahun. Computed Tomography Scan (CT Scan) Kepala mempunyai indikasi untuk cidera kepala sedang sampai berat, sedangkan cedera kepala ringan diperlukan hanya untuk indikasi tertentu.6 Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran gejala klinis dan hasil pemeriksaan CT Scan kepala pada cedera kepala dengan GCS (Glasgow Coma Scale) 13-15. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan studi retrospektif.26 Penelitian ini melibatkan 99 sampel pasien yang ditentukan yang datang berobat dan dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Saraf Bougenvil RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Data dianalisis dan di interpretasikan dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan penderita cedera kepala dengan GCS 13-15 terbanyak berdasarkan Umur dijumpai pada kelompok umur 17-25 tahun sebanyak 22 kasus (22,2%). Sebagian besar pasien cedera kepala berjenis kelamin Laki-laki yaitu sebanyak 72 orang (72,7%). Sebagian besar pasien memiliki aktivitas atau pekerjaan sebagai pelajar sebanyak 28 orang (28,3%). Penyebab cedera terbanyak dari kecelakaan lalu lintas sebanyak 85 orang (85,9%). Sebagian besar memiliki gejala klinis sakit kepala yaitu sebanyak sebesar 81 orang. Pasien memiliki hasil pemeriksaan CT Scan kepala abnormal yaitu sebesar 61 orang (61,6%). Kelainan yang didapat yaitu fraktur kranial sebanyak 11 orang (11,1%), SDH sebanyak 10 orang (10,1%), EDH sebanyak 6 orang (6,1%), SAH sebanyak 6 orang (6,1%), Edema serebri sebanyak 6 orang (6,1%), ICH sebanyak 3 orang (3,0%).
PERBANDINGAN PANJANG AKSIAL MATA PADA PENDERITA MIOPIA DENGAN EMETROPIA DI POLIKLINIK MATA RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN HUSADA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Syuhada, Rahmat; Detty, Ade Utia; Sabrina, Zata
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.298 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1314

Abstract

Latar Belakang : Kelainan refraksi yang sering terjadi yaitu miopia, sedangkan angka kejadian miopia didunia terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009 di Indonesia, dari seluruh kelompok umur, kelainan refraksi (12,9%) merupakan penyebab low visison/penglihatan terbatas terbanyak kedua setelah katarak (61,3%). Pada penderita miopia sumbu orbita yang lebih panjang dibandingkan panjang fokus media refrakta, dengan perbandingan panjang aksial mata emetropia yaitu 23 mm.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbandingan panjang aksial mata pada penderita miopia dengan emetropia di Poliklinik mata Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif analitik, dengan rancangan case control. Populasi adalah seluruh pasien di Poliklinik Mata RS. Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung, dengan sampel menggunakan perbandingan 1:1, pada kelompok miopia yaitu total populasi sebanyak 35 orang, maka pada kelompok emetropia juga 35 orang. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic yaitu Uji Mann-Whitney U.Hasil:  Hasil penelitian ditemukan rerata panjang aksial mata dextra kelompok miopia 24,1 dan kelompok emetropia 23,4. Hasil uji Mann-Whitney nilai Asymp. Sig (2-tiled) 0,000 < 0,05, maka terdapat perbandingan signifikan rerata panjang aksial mata dextra pada kelompok miopia dengan kelompok emetropia. Sedangkan rerata panjang aksial mata sinistra kelompok miopia 24,2 dan kelompok emetropia 23,5. Hasil uji Mann-Whitney nilai Asymp. Sig (2-tiled) 0,000 < 0,05.  Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbandingan panjang aksial mata pada kelompok miopia dengan kelompok emetropia.
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN KEMUNING (Muraya paniculata(L)Jack) TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) WISTAR JANTAN Anggunan, Anggunan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.692 KB) | DOI: 10.33024/.v1i1.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian infusa daun kemuning terhadap penurunan kadar kolesterol darah tikus putih wistar jantan.  Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan pre-test dan post-test with controlled group design.Sampel berupa 24 tikus wistar jantan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diadaptasi selama 7 hari, lalu hari ke 8 hingga 14 seluruh sample diberikan diit tinggi kolesterol lalu dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah (Pre-test) dan dibagi secara simple random sampling menjadi satu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan.K merupakan kelompok kontrol tanpa diberi infusa daun kemuning. P1 diberi infusa daun kemuning  peroral 2,5 cc, P2 diberi infusa daun kemuning peroral 5 cc, dan P3 diberi infsua daun kemuning  peroral 7,6 cc. Setelah 14 hari dilakukan perlakuan sesuai dosis yang ditentukan semua sampel diperiksa kadar kolesterol darahnya (Post-test) lalu data hasil Pre-test dan Post-test dianalisis menggunakan piranti lunak SPSS 16.0.  Rerata penurunan kadar kolesterol pada kelompok K=14,1,mg/dl; P1=22,6 mg/dl; P2=32,8 mg/dl; P3=42,1 mg/dl. Penurunan kadar kolesterol darah tertinggi pada kelompok P3. Skor yang dinilai meliputi penurunan kadar kolesterol dan selisih penurunannya.  
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Nur, Muhammad; Anggunan, Anggunan; Wulandari, Pradita Defi Wulandari Defi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.205 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.974

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan prevalensi penyakit gagal ginjal kronis (GGK) berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,2%. Penurunan fungsi ginjal pada pasien GGK akan menghasilkan berbagai macam komplikasi salah satunya adalah hiperurisemia, Ginjal mengalami gangguan untuk memfiltrasi darah sehingga zat sisa metabolisme tubuh seperti urea, asam urat dan kreatinin tidak dapat diekskresikan.Tujuan Penelitian adalahUntuk mengetahui hubungan Kadar Asam Urat dengan Kadar Kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan “cross sectional.”. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung berjumlah 55 orang. Sampel total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan uji Laboratorium. Analisa data yang digunakan adalah chi square.Hasil analisis didapatkan rata-rata Kadar Kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah 2,85mg/dl, dengan SD 0,89 mg/dl. Rata-rata kadar asam urat pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah 7,49mg/dl, dengan SD 1,34 mg/dl. Tidak ada hubungan Kadar Asam Urat dengan Kadar Kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2016.
GAMBARAN RASIONALITAS TERAPI AWAL PASIEN REUMATOID ARTRITIS DI POLI PENYAKIT DALAM DAN POLI BEDAH TULANG RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Rusmini, Hetti; Primadiamanti, Annisa; Oktavian, Dimas Rizki
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.581 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.790

Abstract

Rheumatoid Artritis (RA) adalah penyakit kronis, yang berarti dapat berlangsung selama bertahun-tahun, pasien mungkin mengalami waktu yang lama tanpa gejala. Rheumatoid Artritis merupakan penyakit progresif biasanya yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan sendi dan kecacatan fungsional.Menurut data yang diperoleh dari rekam medik didapatkan 59 pasien Rheumatoid Atritis, didapatkan distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin didapatkan laki-laki 69,1%, perempuan 30,9%, distribusi frekuensi berdasarkan nama obat didapatkan 100% tepat obat, distribusi frekuensi berdasarkan golongan obat didapatkan 100% tepat golongan obat, distribusi frekuensi berdasarkan dosis obat didapatkan tepat dosis obat 93,2% sedangkan yang tidak tepat dosis obat 6,8%, distribusi frekuensi berdasarkan cara pemberian obat didapatkan 100% tepat cara pemberian obat, distribusi frekuensi berdasarkan lama pemberian obat didapatkan tepat lama pemberian obat 94,9% sedangkan yang tidak tepat lama pemberian obat 5,1%, distribusi frekuensi berdasarkan tipe terapi didapatkan tepat tipe terapi 89.8% sedangkan yang tidak tepat terapi 10,2%.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah semua resep obat dalam rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosa rheumatoid atritisdi Poliklinik penyakit dalam dan poliklinik bedah orthopedi RSUD Abdul Moeloek periode November 2014 - Oktober 2015 sebanyak 59 pasien. Penarikan sampel menggunakan convenience sampling dengan jumlah sampel 59 pasien. Analisa data yang dilakukan adalah univariat dengan uji deskriptif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran rasionalitas terapi awal Rheumatoid Atritisdi poli penyakit dlaam dan poli beda ortopedhi RSUD Dr.H.Abdul Moeloek provinsi Lampung.
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI UJIAN PADA SISWA/I KELAS AKSELERASI SMP N 2 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013 Reni, octa; Kuswandar, Annisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.272 KB) | DOI: 10.33024/.v1i1.294

Abstract

Kecemasan    dapat dialami oleh siapapun tanpa memandang usia, jenis kelamin,  ras,  ataupun  status  sosial ekonomi.  Dukungan  keluarga  sebagai faktor  psikososial  diketahui  telah menunjukan kontribusinya  terhadap terjadinya kejadian kecemasan. Tujuan  penelitian  ini  mengetahui adakah  hubungan  antara  kecemasan dengan  dukungan  keluarga  dalam menghadapi  ujian  pada  siswa/i  kelas akselerasi  SMP  N 2 Bandar  lampung tahun ajaran 2012/2013 Sampel  dalam  penelitian  ini  adalah total  sampling,  yaitu 40 orang.  Jenis penelitian  ini  menggunakan  survey Rate  Scale  dan  kuesioner  dukungan menggunakan skala likert. Hasil  penelitian  menunjukkan  30 orang sampel  (75,0%)  sampel  dalam kategori  tidak mengalami  kecemasan dengan responden paling banyak pada siswa/i  dengan  dukungan keluarga yang baik yaitu 26 orang (65,0%), dan sebanyak 10 orang (25,0%) mengalami  kecemasan  ringan dengan dukungan keluarga cukup sebanyak 8 orang (20,0%).  Hasil  analisis  data, didapatkan p value = 0,00 yang berarti H0  di  tolak atau terdapat  hubungan yang signifikan.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN BAYI BERAT LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR) DI BAGIAN PERINATOLOGI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Sulanto, Aspri; Mandala, Zulhafis; Doriska, Surya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.54 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1317

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan penting di negara-negara sedang berkembang. Hal ini disebabkan karena angka kejadian, kesakitan dan kematiannya masih cukup tinggi. Selain faktor berat lahir yang telah digunakan sebagai indikator yang kuat atas resiko kematian BBLSR, terdapat juga faktor lain yang nantinya dapat meningkatkan kematian pada BBLSR seperti gangguan pada sistem pernapasan, kardiovaskular, hematologis, saluran pencernaan, metabolik-endokrin, sistem saraf pusat, ginjal dan faktor infeksi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kematian BBLSR. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua BBLSR yang dirawat di bagian perinatologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014 dengan jumlah 130 bayi dan sampel penelitian ini adalah semua BBLSR yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel mengunakan teknik total sampling. Data yang digunakan berupa data sekunder. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik untuk mengetahui pengaruh faktor prognosis terhadap kematian BBLSR. Hasil: Selama periode penelitian terdapat 130 BBLSR yang diikutsertakan ke dalam penelitian, 16 bayi dikeluarkan karena 10 bayi dengan kelainan kongenital, 4 bayi pulang atas permintaan sendiri (APS) dan 2 bayi memiliki data rekam medik tidak lengkap. Angka kematian BBLSR 64,9%. Dari hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang dapat menjadi faktor prognostik kematian BBLSR adalah RDS (OR: 5,456 ; 95% CI: 1,898-15,686) dan sepsis (OR: 2,987 ; 95% CI: 1,073-8,316). Kesimpulan: RDS dan sepsis merupakan faktor prognostik yang secara bermakna meningkatkan kematian BBLSR.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMP NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG Sylvia, Eka; Jhonet, Aswan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.651 KB) | DOI: 10.33024/.v1i4.687

Abstract

Gizi lebih / obesitas dapat terjadi pada siapa saja dan bisa terjadi mulai dari bayihingga usia lanjut, baik pria maupun wanita. Salah satu kelompok umur yang beresiko terjadi gizilebih adalah kelompok umur usia sekolah. Obesitas yang berlanjut pada saat dewasa berpotensimenyebabkan gangguan sindrom metabolik dimana prevalensinya lebih banyak terjadi pada laki-laki27,5% dibandingkan dengan perempuan 25%.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dan aktifitas fisik dengankejadian gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 13 Bandar Lampung.Metode dan Sampel : Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatancross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 55 sampel. Tekhnik pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling. Data didapat dengan cara pengisian kuesioner dan observasi padaresponden. Uji statistik menggunakan uji Mann Whitney Test.Hasil : Dari hasil penelitian 55 responden menunjukan bahwa hubungan antara konsumsi makanancepat saji dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 13 Bandar Lampung berdasarkanuji statistik diperoleh nilai p-value = 0,186 artinya ada tidak ada hubungan. Dan untuk hubunganantara aktifitas fisik dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 13 Bandar Lampungberdasarkan uji statistik diperoleh nilai p-value 0,021 artinya ada hubungan.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian gizi lebih.Dan terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan kejadian gizi lebih
ANALISISKELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT TINDAKAN BEEDAH DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2018 Wulandari, Mardheni; Wasono, Hernowo Anggoro; Lestari, Sri Maria Puji; Maitsya, Ajeng Nabilah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.892 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2296

Abstract

Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik/operasi yang akan dilakukan terhadap pasien dan informed consent ini harus lengkap. Untuk mengetahui analisis kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Periode Desember tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan descriptive. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembar informed consent tindakan bedah mayor elektif terencana. Pengambilan data menggunakan daftar tilik. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik univariat. Hasil penelitian dari 100 lembar informed consent, persentase kelengkapan tertinggi ditemukan pada item nama dan TTL/JK sebanyak 56 lembar (56%). Pada komponen laporan penting kelengkapan informasi ditemukan pada item dasar diagnosa sebanyak 95 lembar (95%) dan persetujuan ditemukan pada item nama penerima sebanyak 81 lembar (81%). Pada kelompok Autentifikasi kelengkapan ditemukan pada item TTD penerima sebanyak 100 lembar (100%). Kesimpulan secara keseluruhan lembar informed consent yang memenuhi kelengkapan sebanyak 23%.
DETERMINAN KEJADIAN PNEUMONIA BERAT PADA BALITA ( Studi Kasus Kejadian Pneumonia Pada Balita Di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Provinsi Lampung) Utami, Deviana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.476 KB) | DOI: 10.33024/.v2i4.720

Abstract

Pneumonia adalah faktor penyebab kematian balita yang paling sering, terutama di negara dengan angka kematian anak yang tinggi, bahkan pneumonia diidentifikasi sebagai  “forgotten killer of children” oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) and WHO. Sebagian besar kasus kematian akibat pneumonia pada anak (99.9%) terjadi di negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Berbagai faktor risiko yang meningkatkan kejadian, beratnya penyakit dan kematian karena pneumonia, yaitu status gizi, pemberian ASI, suplementasi vitamin A, suplementasi zinc, bayi berat badan lahir rendah, vaksinasi, dan polusi udara dalam kamar terutama asap rokok dan asap bakaran dari dapur. Faktor lain yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pneumonia adalah pendidikan ibu dan status sosio-ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah teridentifikasinya determinan kejadian pneumonia di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2014. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang dirawat di ruang rawat inap anak RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Bulan Juni-Juli 2014. Jumlah sampel sebanyak 102 orang, dimana 51 orang  kasus dan 51 orang kontrol. Pengolahan data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan yaitu riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value=0,005; OR=2,229), Imunisasi campak (p-value=0,040; OR=3,181), Kepadatan hunian (p-value=0,015; OR=3,262), Polusi udara (p-value=0,009; OR=4,060). Simpulan dari penelitian ini bahwa determinan kejadian pneumonia adalah polusi udara.  

Page 1 of 23 | Total Record : 223