cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dewaruci@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Nomor 19, Kentingan, Jebres, Surakarta 57126, Indonesia.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Seni
ISSN : 20871759     EISSN : 27232468     DOI : 10.33153
urnal Abdi Seni memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dalam bidang seni. Cakupan jurnal Abdi Seni memiliki ranah keilmuan di bidang seni rupa dan desain ataupun seni pertunjukan (Tari, Karawitan, Pedalangan, Teater, Etnomusikologi, dll), yang mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat serta menambah literasi dalam berkesenian.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020)" : 8 Documents clear
Reaktualisasi Gamelan Krumpyung Bersama MGMP Seni Budaya Kabupaten Purbalingga Darno, Darno; Budiarti, Muriah
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.764 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3123

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran praktek berbasis kompetensi yang berorientasi produktif dalam pembelajaran praktek bagi para guru seni di daerah. Ada dua target capaian pada program ini adalah meningkatkan kemampuan praktek musik tradisi bagi para guru seni, dan memahamkan prinsip-prinsip dasar penyusunan karya musik baru dari sumber musik daerah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi guru yang berorientasi produktif; (2) model pembelajaran tersebut efektif dapat meningkatkan kemampuan guru pada pembelajaran praktek; (3) model pembelajaran tersebut dapat menciptakan iklim belajar yang memposisikan peserta didik sebagai centre learning dengan segala aktivitas yang dilakukannya. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, partisipasi, dan diskusi. Metode ini mendorong dan membangkitkan keberanian belajar dan bekerja yang didasari komitmen yang tinggi dan berdisiplin, meningkatkan kecepatan belajar, motivasi belajar, semangat belajar, kerja sama kelompok, kreatifitas, dan inovasi. Kata kunci : pembelajaran praktek, reaktualisasi, penyusunan musik inovasi tradisi.AbstractThis Community Service Program (PKM) aims to develop competency-based practice learning models that are productively oriented in practical learning for art teachers in the regions. There are two targets in this program to improve the ability to practice traditional music for art teachers, and to understand the basic principles of composing new music from local music sources. The results of this activity show that (1) the learning model can improve the competency of teachers who are productive-oriented; (2) the learning model can effectively improve the ability of teachers in practical learning; (3) the learning model can create a learning climate that positions students as learning centers with all the activities they do. The methods used are lectures, demonstrations, participation, and discussion. This method encourages and inspires courage to learn and work based on high commitment and discipline, increase the speed of learning, motivation to learn, enthusiasm for learning, group cooperation, creativity, and innovation.Keywords: practical learning, re-actualization, compilation of musical innovations in tradition
Branding : Video-Foto Instagramable Bagi Pokdarwis Dharma Jati & Komunitas Seni Thinthir Dalam Pengembangan Desa Wisata “A-B-S” (Alam–Budaya– Spiritual) Di Desa Anggrasmanis, Kabupaten Karanganyar Candra D.A., Nur Rahmat Ardi
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1743.403 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3128

Abstract

Desa Wisata dalam konteks Wisata pedesaan tersebut dapat disebut sebagai aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi pedesaan dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke lokasi desa tersebut. Sebagai sebuah pengembangan destinasi wisata mandiri, masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Thinthir ini memiliki permasalahan yang mendasar yaitu masih minimnya dukungan dari eksternal seperti halnya dari pemerintah daerah. Semua kegiatan yang diadakan berasal dari inspirasi warga masyarakat setempat, tata kelola, manajemen, publikasi, promosi, dan pemasaran belum tergarap dengan baik. Pemberdayaan masyarakat sekitar desa wisata merupakan kegiatan yang penting dalam pengembangan sebuah desa wisata. Pengembangan wisata sebagai pengejawantahan dari konsep pariwisata inti rakyat mengandung arti bahwa masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam perencanaan sekaligus strategi pengembangan pariwisata di daerahnya. Luaran dari pelatihan ini akan menyampaikan dan memberikan beberapa materi (modul) yang terkait dengan dasar-dasar produksi audio visual khususnya tentang naskah video pendek, penataan videografi dan fotografi yang unik dan menarik seputar keberadaan spot – spot desa wisata di daerah desa Anggrasmanis, kecamatan Jenawi, kabupaten Karanganyar. Terakhir, nantinya juga akan dihasilkan artikel ilmiah yang terkait denganKata kunci: Pelatihan Foto-Video, Promosi, Potensi Wisata, Kampung Thinthir
Proyek Branding Kampung Bantaran Kali Boro Sebagai Penguatan Identitas Kampung Kreatif Di Kelurahan Purwodiningratan Surakarta Himawan, Muhammad Hendra; Anggoro, Albertus Rusputranto Ponco; Isnanta, Satriana Didik
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7210.511 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3124

Abstract

Penelitian PPM Tematik Kelompok ini merupakan program pemberdayaan warga kampung di bantaran kali Boro. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mem-branding kampung Bantaran Kali Boro, sebagai bagian dari Kampung Kreatif. Yang dilakukan dengan melalui serangkaian kegiatan untuk mengetahui sejauh mana kreativitas warga kampung di bantaran Kali Boro dalam mengelola lingkungan sekitar dan bagaimana kreativitas tersebut dikembangkan demi tercapainya sebuah kampung kretif dan mandiri dalam mengelola lingkungan dengan kreativitas seni. Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam upaya branding kampung ini diantaranya adalah 1.Workshop Merchandising berciri khas Kampung Joyoraharjan berupa : workshop cetak cetak reproduksi (patung miniature) serta workshop grafis dan  sablonase. Workshop akan diberikan pada pemuda karang taruna kampung Joyoraharjan. 2. Workshop Batik Jumput dan Shibori, sebagai produk khas kampung Joyoraharjan. Workshop akan di berikan pada ibu-ibu dan remaja putri kampung Joyoraharjan. 3. Workshop Desain Product dan Kemasan (Packaging) untuk potensi kuliner warga kampung Joyoraharjan, sebagai bentuk inisiasi produk unggulan UMKM di Kampung Joyoraharjan. 4.Workshop Digital Marketing untuk publikasi potensi kesenian warga Kampung Kreatif Joyoraharjan. 5. Workshop Mural Sejarah Kampung bersama Anak-anak kecil 6. Penyelenggaraan Mini Festival Kampung -Kampung Kreatif Joyoraharjan, sebagai bagian dari event promosi dan branding kampung kreatif di Kota Surakarta. Kata Kunci :Pemberdayaan warga, kampung, Bantaran Kali Boro, Seni Rupa
Pemantapan Jatidiri Bangsa Melalui Pelatihan Karawitan pada Kel. Karawitan Marsudi Budaya dan Sdn Sugihan I Kec. Bendosari Kab. Sukoharjo Riyadi, Slamet
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5706.429 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3129

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini tujuan utamanya adalah memantapkan kehidupan karawitan Jawa di masyarakat. Selain tujuan utama tersebut, sebagai dampak pengiring yang diharapkan adalah terbangunnya karakter anak didik yang utama, yaitu memiliki mental tangguh, kompetitif, beraklak mulia, bermoral, toleran, bergotong royong, dan berjiwa patriotik sejati. Permasalahan utamanya adalah upaya menghidupkan kembali aktivitas karawitan di SDN Sugihan 01, Sukoharjo dengan kondisi murid yang mulai dari titik nol sedangkan untuk kelompok Karawitan Marsudi Budaya perlu peningkatan kualitas setiap pemain gamelannya mulai dari kendang ciblon, imbal dan bonangan; peningkatan keterampilan para pemain instrumen balungan, dan para pemain vokal untuk menyuarakan nada-nada tinggi, serta keluasan repertoar gending. Adapun metode dukungnya adalah partisipatif, ceramah, diskusi, dan drill. Penerapan dari metode-metode tersebut bersifat fleksibel, artinya mempertimbangkan kondisi pada saat berlangsungnya suatu kegiatan. Kedua kelompok tersebut setelah dilakukan pendampingan dan pembinaan, menjadi lebih percaya diri untuk melakukan pertunjukan di depan public. Hal ini terbukti beberapa kali melakukan pementasan untuk publik. Selain itu kemampuan teknis dalam setiap anggotanya telah meningkat dan lebih berkualitas.Kata kunci: Pemantapan, Jati diri Bangsa, Pelatihan Karawitan
Pendampingan Jaranan Margowati Sebagai Ikon Temanggung dan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Slamet, Slamet
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3018.169 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3125

Abstract

Margowati adalah sebuah desa di Kabupaten Temanggung. Desa ini memiliki potensi sebagai desa wisata, di sini terdapat situs-situs seperti tempat pengembangbiakan kuda di dusun Kapalan yang ditandai dengan jejak kaki seekor kuda (situs). Temuan ini juga terkait dengan nama desa yang disebut Kapalan, yang merupakan nama lain untuk kuda. Sebagian besar komunitas dusun Kapalan membuat kerajinan tangan yang terkait dengan kuda, seperti kepang. Kesenian yang populer adalah Jaranan, yang biasa disebut dengan Kuda Lumping. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Margowati merupakan tindak lanjut dari penelitian tentang identitas Kabupaten Temanggung yaitu tari Jaranan. Pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan serta sosialisasi Margowati sebagai ikon dan penentuan warisan budaya. Pelatihan dilakukan di kelompok Krido Turonggo di desa Margowati. Pemilihan mitra dalam kaitannya dengan grup ini digunakan sebagai model dengan pertimbangan bahwa grup ini adalah kelompok yang telah banyak melahirkan penari handal. Masalah yang harus dipecahkan adalah ; 1) Bagaimana melakukan pendampingan terhadap model jaranan Temanggung yang digunakan sebagai ikon ?, 2) Bagaimana melakukan pedampingan terhadap pengusulan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda pada jaranan Margowati ?, dan 3) Bagaimana melakukan pelatihan terhadap hasil model jaranan Temanggung sebagai ikon ? Sasaran luaran dari kegiatan ini adalah jurnal Nasional, Dokumentasi Video, Model Jaranan Temanggung, dan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual dan Warisan Budaya Tak Benda. Fase implementasi dengan mitra yang disepakati adalah pembuatan model Temanggung Temanan yang telah didahului oleh penelitian, dan proposal untuk pengajuan objek warisan budaya.Kata kunci :  pelatihan, Warisan Budaya Tak Benda, jaranan. 
Pemanfaatan Limbah Jerami Sebagai Souvenir yang Bernilai Artistik Sutriyanto, Sutriyanto; Purnomo, Muhammad Arif Jati; Prasetya, Rd. Ernasthan Budi
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11070.62 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3130

Abstract

Limbah jerami merupakan salah satu material yang sangat melimpah didaerah pedesaan, terutama di daerah yang menjadikan tanaman padi menjadi tanaman pokok dalam bercocok tanam. Di daerah pertanian yang subur dengan sistim irigasi yang lancar sepanjang tahun, mereka mampu panen padi tiga kali selama satu tahun, artinya tiap tiga bulan mereka panen. Jerami adalah batang padi sisa dari panen yang dibiarkan tidak dimanfaatkan selain sebagai makanan ternak atau sebagai media untuk tumbuh jamur merang. Berangkat dari latar belakang tersebut maka timbul satu permasalahan untuk mengangkat material sisa hasil panen padi yang melimpah tiap tahun ini menjadi lebih bernilai guna, baik secara material maupun fungsional. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan atau pengetahuan kepada masyarakat tentang alternative pemanfaatan limbah jerami untuk souvenir yang lebih bernilai ekonomi. Metode yang digunakan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan sampai menghasilkan produk yang layak jual. Hasil dari kegiatan ini berupa prototype atau model souvenir yang artistic yang memiliki nilai jual yang lebih.Kata kunci: Limbah, Jerami, Souvenir
Pelatihan Karawitan dan Tari Gaya Minang Pada Sanggar Seni Sayuk Rukun Dukuh Girimulya Desa Tibayan Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten Darlenis, Teti; Santoso, Iwan Budi
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.689 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3126

Abstract

Bangsa Indonesia dengan beragam kekayaan seni dan budaya yang ditemukan di berbagai pulau dari Sabang hingga Merauke adalah aset nasional yang luar biasa. Inilah identitas masing-masing daerah yang merupakan bagian dari Bangsa Indonesia. Stabilitas identitas daerah di Indonesia  dibutuhkan untuk menangkal derasnya arus budaya asing di era globalisasi yang terkadang memiliki bagian-bagian yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kegiatan Pengabdian Masyarakat adalah bagian dari cara untuk memperkuat identitas nasional di masyarakat.Musik dan tarian adalah bagian dari seni yang memiliki peran yang penting dalam pengembangan karakter kehidupan masyarakat. Keduanya adalah  bentuk kekayaan budaya. Karawitan dan tarian yang tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah kekayaan yang beragam, dan ada yang sesuai dengan budaya masyarakatnya. Untuk memperkuat dan menerapkan perlawanan terhadap derasnya budaya asing, peran Pengabdian Masyarakat dalam bentuk pelatihan musik dalam tari gaya Minang untuk masyarakat Jawa adalah kegiatan positif. Manfaat kegiatan Pengabdian Masyarakat pada akhirnya mampu mendominasi dan memperkaya kosakata seni antar daerah. Dengan demikian akan berdampak pada pengalaman dan pengetahuan masyarakat lain untuk belajar tentang budaya bangsa. Kata kunci : musik, tarian, budaya, identitas.
Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak SD dengan Pelatihan Pembuatan Jumputan Untuk Asesoris Interior Hapsari, Putri Sekar; Badriyah, Siti; Utomo, Tri Prasetyo
Abdi Seni Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3521.383 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i1.3127

Abstract

This community service activity aims to improve children's kinesthetic intelligence and to introduce local cultural arts to children from an early age, by taking partnersin two state primary schools in Serengan district at the age of 7-12 years.The reason for taking samples at this age is because children of that age have entered a concrete operational stage, where children have the ability to group,arrange and connect / count numbers or numbers. The training that will be carried out is to provide provision of batik practice learning with jumputan techniques to increase children's experience, knowledge and creativity, especially in the areaof handicraft skills. Children aged 7-12 years tend to have a high level of activity, so this activity if directed properly will be able to increase the kinestheticintelligence it has. There are limitations to the lack of class hours to learnvarious skills, especially batik because it is incorporated into SBDP subjects. The absence of optimizing the kinesthetic intelligence in the batik making field and the lack of insight and knowledge of teachers about the practice of makingbatik. Based on these findings, training needs to be held, one of them is the practice of batik making to optimize the potential of kinesthetic intelligence. So that children can be trained which later can bring up student creativity.Besides that, children have more insight and understanding of local culturalarts by producing a product that can be efficient. This activity is planned fora period of six months, planned activities in the form of: counseling about batikas a legacy of local cultural arts, training in pattern making / design, practice ofusing practical and appropriate tools, coloring practices, then training in developing batik patterns / designs that in the market right now. Keyword : Develop kinesthetic intelligence, batik jumputan, elementary school

Page 1 of 1 | Total Record : 8