cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
sutarno.haryono151@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Greget
ISSN : 1412551X     EISSN : 2716067X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Greget focuses on theoretical and empirical research in the Dance Arts. The journal welcomes the submission of manuscripts with the theoretical or empirical aspects from the following broadly categories.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
PROSES PENCARIAN IDENTITAS GERAK GECUL GARENG OLEH SUMAR BAGYO Wulandari, Dewi; MD, Slamet
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.218 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1725

Abstract

Sumar Bagyo yang dikenal sebagai Gareng Ngesti Pandowo merupakan salah satu pelawak yang populer dengan membawakan karakter Gareng. Gerak gecul merupakan karakter dan identitas panggungnya. Karakter gerak gecul Gareng yang dibawakan oleh Sumar Bagyo merupakan pencitraan akan dirinya dan merupakan ciri khas yang akan sulit ditiru oleh orang lain.Fenomena inilah yang menjadi perbedaannya dengan para pelawak lainnya yang lebih mengedepankan guyon maton. Muncul pertanyaan bagaimana proses kesenimanan Sumar Bagyo dalam mencari gerakgecul Gareng sebagai identitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan sejarah. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan pendokumentasian, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori perubahan sosial A. Boskof. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesuksesan karir dan dalam mencari gerak gecul meliputi faktor internal 1) Bagyo memiliki gen seorang Gareng. 2) Bagyo memiliki bakat ndagel dan menari yang terus diasah. 3) mampu menabuh gamelan. 4) sebagai staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 5) pengalaman pentas diberbagai tempat dan kalangan. 6) kreatifitas. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu 1) Bagyo hidup dilingkungan seni. 2) Bagyo selalu up to date. 3) mempersiapkan bahan lawakan berbeda. 4) mengerti berbagai disiplin ilmu. Kata kunci: gecul, Gareng, karakter.
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI Ningtyas, Ika Ayu Kuncara; MD, Slamet
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.273 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1727

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruksi melalui (1) penggalian tari, (2) pemadatan tari, (3) peningkatan karyakarya tari dan penyebarluasan. Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo mengalami sentuhan kreativitas oleh M.Th. Sri Mulyani salah satu seniman tari di Kraton Surakarta. Bentuk koreografinya dikemas lebih padat dan menarik dikarenakan tari Bedhaya Sukoharjo dalam konteks penyambutan tamu. Perubahan ini lebih ditata pada komponen gerak, tata rias dan busana, desain lantai dan musik tari. Kegiatan penggalian dimaksudkan untuk merekonstruksi tari yang bersumber dari masyarakat, melibatkan penari, pemusik dan penata busana serta seniman di daerah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kualitatif dengan bentuk deskriptif analisis, sehingga ruang lingkup pembahasan meliputi 1) bagaimana proses rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani, 2) bagaimana bentuk hasil rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani, 3) bagaimana faktor-faktor yang mendukung rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani. Analisis data dilakukan dari setiap bagian yang ditemukan. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi pustaka dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan secara kualitatif sesuai dengan pokok bahasannya. Konsep yang digunakan dalam merekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo adalah konsep bentuk dalam kajian tari: teks dan konteks dengan memberi inovasi yaitu pertunjukan yang singkat, padat dan menarik. Maka berdasarkan konsep di atas, tari Bedhaya Sukoharjo dapat menjadi aset seni pertunjukan di Kota Surakarta. Dengan demikian, imajinasi dan realitas kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari komunitas pemiliknya sehingga akan selalu muncul sebagai identitas baru sebagai jati diri personal melalui produksi karya tari visualisasi baru. Kata kunci: rekonstruksi, Tari Bedhaya Sukoharjo, koreografi.
PRAGMATIK TARI KIONGKONG SABUK JANUR DUSUN PLAWAN, NGARGOYOSO, KARANGANYAR Fitriani, Ria
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.611 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1719

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengungkap Pragmatik tari Kiongkong Sabuk Janur dari perspektif linguistik pragmatik untuk menemukan dan mendeskripsikan tentang: (1) Bentuk komponen verbal tari Kiongkong Sabuk Janur yang mencakup: teks bagian narasi, teks bagian pertama: tembang maskumambang, teks bagian kedua: janturan dansenggakan, teks bagian ketiga: senggakan, teks bagian keempat:tembang pangkur, teks doa, teks kegembiraan, dan teks senggakan, Rekapitulasi jenis-jenis tindak tutur komponen verbal pada tari Kiongkong Sabuk Janur; (2) Bentuk komponen nonverbal tari Kiongkong Sabuk Janur yang mencakup: tema, gerak, penari, ekspresi wajah, kostum, iringan, Panggung dan pola lantai, properti; (3) Analisis komplementer komponen verbal dan nonverbal. Bentuk penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik. Teori yang digunakan untuk mengkaji tari Kiongkong Sabuk Janur adalah: (1) Teori pragmatik dan (2) Teori seni pertunjukan. Simpulannya berdasarkan analisis komplementer komponen verbal dan nonverbal secara kontekstual bahwa tari Kiongkong Sabuk Janur merupakan jenis tarian binatang yang digarap dalam bentuk drama kehidupan sosial yang difungsikan sebagai bentuk hiburan dan memberikan pesan moral untuk meningkatkan semangat kehidupan gotong royong. Makna tari Kiongkong Sabuk Janur adalah mengajarkan betapa pentingnya rasa kebersamaan, gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: Tari Kiongkong Sabuk Janur, pragmatik, komponen verbal dan nonverbal.
KARYA SASTRA AKSARA JAWA SEBAGAI EKSPEKTASI TARI AKSARA TUBUH KARYA BOBY ARI SETIAWAN Hapsari, Fani Dwi
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.896 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1729

Abstract

Penelitian ini berjudul aksara Jawa sebagai inspirasi tari karya Boby ini berjudul karya sastra aksara Jawa sebagai inspirasi boby. Memfokuskan pada karya tari aksara tubuh sebagai bentuk transformasi aksara Jawa ke dalam bentuk sebuah karya tari. Permasalahan dalam tari ini bagaimana daya tarik karya sastra aksara Jawa sehingga menginspirasi Boby untuk melahirkan karya baru. Karya tari aksara Jawa ditransformasikan ke bentuk tari. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan teori kreativitas dari umar kayam tentang kreativitas dan keberbakatan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini sastra aksara Jawaditransformasikan ke dalam gerak-gerak yang berupa simbolsimbol yang berbentuk aksara Jawa.Kata kunci: Sastra, Aksara Jawa, Aksara Tubuh.
KAJIAN GERAK TARI SUNDA STUDI KASUS TARI JAIPONG Mulyadi, Tubagus
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.617 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1721

Abstract

Metode interaktif dengan pendekatan teks tari didapat suatu hasil pembentukan motif dipola oleh gerak baku, gerak selingan, dan gerak variasi. Analisis ini diperlukan dalam upaya pembelajaran dan penciptaan tari Jaipong. Secara teknik pembentukan motif gerak Jaipong terpola dari gerak baku pencak silat dikembangkan dengan selingan gerak dan variasi membentuk motiv-motiv baru sebagai ragam gerak tari Jaipong. Metode yang digunakan dalam analisis motiv gerak adalahEfort-Shape sebagai proses pembentukan koreografi meliputi ketubuhan atau media, tema, dan dinamika serta bentuk meliputi lintasan gerak, level, dan volume gerak. Hasil yang dicapai dalan analisis ini secara teknik dapat digunakan dalam pencatatan sebuah tari maupun pembelajaran tari.Kata kunci: motif, gerak baku, gerak selingan, dan gerak variasi.
KESENIAN CÈPÈTAN DALAM UPACARA KHITANAN DI DESA WATUAGUNG KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS Yuniarsih, Sastri
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.716 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1731

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk dan arti kesenian Cèpètan dalam upacara khitanan bagi masyarakat Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bersifat kualitatif, data yang digunakan meliputi data tertulis dan lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnokoreologi. Pengumpulan datanya dilakukan dengan cara-cara: observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasilnya diantaranya, bentuk penyajian dari kesenian Cèpètan meliputi: gerak, rias busana, ruang dan waktu serta kelengkapannya, dimana secara bersama-sama elemenelemen itu saling terkait antara satu sama lain. Kesenian Cèpètan oleh sebagian besar masyarakat Watuagung masih dilestarikan karena keberadaannya masih memiliki arti yang penting bagi kehidupan masyarakat yaitu sebagai sarana dalam upacara khitanan untuk membuang sukerta atau keburukan dalam diri seseorang serta meminta keselamatan.Kata kunci: kesenian cèpètan, khitanan, dan masyarakat Watuagung
PERKEMBANGAN KREATIVITAS DALAM TARI BEDANA KIPAS DI SANGGAR MULI JEJAMA BEBAGI LAMPUNG Sofia, Arini
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.014 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1723

Abstract

Tari Bedana kreasi merupakan hasil kreasi tari bedana tradisi. Tari tersebut merupakan tari pergaulan yang bisa disajikan tunggal, berpasangan, atau kelompok dengan menggunakan properti yang digunakan dalam berbagai acara. Tari Bedana yang tadinya ditarikan berpasangan pada masa sekarang ini hanya ditarikan secara kelompok dengan tambahan properti kipas hal ini membuat tarian bedana menjadi lebih menarik dan lebih bebas tidak terikat dengan nilai-nilai tradisi Dahulu tari ini merupakan tarian yang hanya disajikan untuk upacara adat sakral yang hanya ditarikan oleh penari yang ditentukan oleh tetua adat setempat, serta hanya dapat ditampilkan di tempat tertentu. Tari Bedana merupakan tarian sakral yang hanya diadakan pada acara hatam qurâ??an tapi pada masa sekarang ini Tari Bedana dapat ditampilkan dimana saja kapan saja tanpa harus terikat dengan normanorma adat. Kata kunci: Tari Bedana tradisi menjadi Tari Bedana Kreasi.
BENTUK TARI CAKILAN DALAM PERTUNJUKAN EBEG TEATER JANUR Lestari, Vicky Yoga
Greget: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.026 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1733

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gerak tari Cakilan dalam pertunjukan Ebeg Teater Janur yang di dalamnya menyangkut perkembangan bentuk tari Ebeg yang diakibatkan oleh perubahan sosial masyarakat Banyumas. Salah satu bentuk perkembangan dari tari Ebeg yaitu dengan adanya gerak tari Cakilan. Gerak tari Cakilan menarik untuk diteliti karena di dalamnya terdapat fenomena baru yaitu berupa akulturasi budaya Banyumas dan Surakarta. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Untuk menjelaskan tentang permasalahan yang muncul dengan menggunakan pendekatan etnokoreologi dan teori-teori yang berhubungan dengan objek yang diteliti. Tahap pengumpulan data penelitian meliputi observasi, wawancara dan studi pustaka serta tahap pengolahan dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan tentang asal-usul gerak tari Cakilan dalam pertunjukan Ebeg Teater Janur, proses penciptaan dan pembentukannya serta faktor pendukung yang mempengaruhi masuknya tari Cakilan dalam pertunjukan Ebeg Teater Janur.Kata kunci: gerak tari cakilan, pertunjukan ebeg, dan teater janur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8