cover
Contact Name
Jaya Miharja
Contact Email
jaya.miharja@uinmataram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jaya.miharja@uinmataram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Istinbath Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
ISSN : 18296505     EISSN : 26549042     DOI : -
Istinbath fokus pada bidang hukum Islam yang meliputi Hukum Keluarga Islam, Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam, Fiqh-Ushul Fiqh, Kaidah Fiqhiyah, Masail Fiqhiyah, Tafsir dan Hadits Ahkam.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2016): Juni" : 8 Documents clear
KONSTRUKSI HUKUM EKONOMI ISLAM KONTEMPORER (ANALISIS "TEORI SISTEM JASSER AUDA" TERHADAP KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARIAH) Ulum, Fahrur
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.593 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.134

Abstract

Penelitian ini menjawab permasalahan tentang upaya konstruksi keilmuan hukum ekonomi Islam dengan pendekatan teori system yang dicetuskanoleh Jasser Auda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, jenis literature. dengan konstruksi tersebut diharapkan mampu memenuhi tujuan keilmuan itu sendiri yaitu terciptanya keilmuan hukum ekonomi Islam yang lebih holistic dan tidak reduksionis, lebih bersifat moral dan tidak bersifat harfiah, lebih menekankan multidimensi dan tidak satu dimensi, lebih multi-nilai dan tidak sekedar membandingkan, lebih rekonstruksionis dan tidak dekonstruksionis, dan lebih teleologis, bukan sekedar kausal. Konstruksi keilmuan hukum ekonomi Islam tersebut dilakukan dengan memfungsikan system pada basic prinsip validating all cognitions, openness, holism, multidimensionality, and purposefulness.
EFEKTIVITAS MAQÂSHID AL-SyARÌ’AH DALAM ISTINBÂTH FIQH MINORITAS; TELAAH ATAS PEMIKIRAN YÛSUF AL-QARDHÂWÌ Yaqin, Ainol
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.642 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.135

Abstract

Tulisan ini menelaah konsep metodologi istinbath fiqh minoritas yang diformulasikan oleh yûsuf al-Qardhâwi. Sebagai pemikir islam kontemporer, ia merekontruksi pola istinbath hukum islam (fiqh) untuk direlevansikan dan dikontekstualkan dengan tuntutan situasi dan kondisi kekinian yang melingkupinya. Konsep dasar maqâshid al-syari?ah ulama? klasik dan yang telah dikembangkan ulama? kontemporer sebagai pendekatan studi ini. Menurutnya, keberadaan minoritas muslim sangat membutuhkan fiqh khas yang bisa mencover kebutuhan mereka, baik yang bersifat dharûriyât (primer), hâjiyât (sekunder) dan tahsiniyyât (tersier). Karena itu, yûsuf al-Qardhâwi menetapkan Sembilan prinsip metodologi istinbath fiqh minoritas dengan tetap berpijak pada dasar-dasar syari?at islam. Fiqh minoritas adalah fiqh yang berbasis pada terwujudnya kemashlahatan yang menjadi tujuan utama maqâshid al-syari?ah dengan metode yang fleksibel dan elastis. Sehingga, produk hukum islam yang dilahirkan dari metode ini memuat kemashlahatan dan mendatangkan kemudahan untuk diimplementasikan masyarakat minoritas muslim dalam menjalaninya.
ELASTISITAS SYARI’AT ISLAM DALAM PERUBAHAN SOSIAL Syaripuddin, Said
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.023 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji fleksibilitas hukum Islam di tengah-tengah perubahan sosial, berupaya untuk menggambarkan sifat komprehensif dan karakter teks hukum Islam dan menganalisis faktorfaktor syariah yang memiliki relevansi untuk perubahan sosial. Tulisan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan multidisiplin termasuk pendekatan yuridis normatif, asas manfaat, dan pendekatan sosiologis. Studi ini menunjukkan bahwa isi teks syariah inklusif sehingga memungkinkan untuk ditafsirkankembali. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Syariah menjadi dinamis dan relevan untuk beradaptasi dalam lingkungan baru. Pertama, ada sejumlah isu syariah yang tidak dijelaskan pada status hukumnya. Kedua, pada umumnya teks syari'ah menjelaskan semuamasalah. Ketiga, teks-teks syariah umumnya memiliki banyak "multitafsir". Keempat, hukum Islam mengakui kondisi darurat dan force majeure (istisna?) sebagai pengecualian hukum. Kelima, hukum Islam bersifat elastis, materi dapat diubah tergantung pada waktu, tempat, dan situasi. Oleh karena itu, pemahaman teks syari'ah harus terus dipertahankan dengan memperhatikan lingkungan di mana mujitahid hidup. Jadi mujtahid dapat menguraikan berbagai penafsiran teks syari?ah sebagai akibat dari pengaruh yang mereka terima baik dari aspek waktu maupun lingkungan.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH DALAM AKAD PEMBIAYAAN DI PEGADAIAN SYARIAH , Hidayatulloh
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.771 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.137

Abstract

Pegadaian syariah merupakan salah satu dari Industri Keuangan Non Bank yang mendapatkan perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan Tahun 2010-2014 disampaikan ke publik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumah aset yang pesat di industri pegadaian syariah. Pada tahun 2014 tercatat asetnya mencapai Rp3.304.260.000 (Tiga Milyar Tiga Ratus Empat Juta dua Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah). Kemudahan mendapatkan pinjaman dana untuk kebutuhan yang cepat menjadi salah satu alasan mengapa nasabah memiliki minat tinggi untuk bertransaksi di pegadaian syariah. Namun pegadaian syariah tidak lepas dari kritik, antara lain kegiatan usaha yang mirip dengan kredit di pegadaian konvensional dan perlindungan hukum bagi nasabah pembiayaan. dengan metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menjawab beberapa persoalan penerapan prinsip syariah dan perlindungan hukum bagi nasabah berdasarkan peraturan perundang-undangan dan perspektif fikih. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach) dalam menguji data sekunder yang digunakan dan menganalisis secara kualitatif yang lebih mengutamakan kualitas data daripada kuantitasnya. Pada akhirnya, penelitian ini mengemukakan bahwa operasional pegadaian syariah di Indonesia telah sesuai dengan prinsip syariah dan perlindungan hukumbagi nasabahnya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan khususnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Adapun dengan konsep Himayah al-Mustahlik, Islam telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap perlindungan hukum bagi nasabah sesuai dengan maqashid syariah.
TEORI SISTEM SEBAGAI FILOSOFI DAN METODOLOGI ANALISIS HUKUM ISLAM YANG BERORIENTASI MAQASHID AL- SYARI’AH (Telaah atas Pemikiran Jasser Auda) Rofiah, Khusniati
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.193 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.138

Abstract

Adanya penyalah gunaan dalam penerapan hukum Islam saat ini, diantaranya; masih bersifat reduksionis dari yang seharusnya holistik, menjadi sangat literal dari yang seharusnya bermoral, menggunakan satu pendekatan dari yang seharusnya multi pendekatan, meyakini dua nilai dari yang seharusnya multi value, dekonstruksi dari yang seharusnya rekonstruksi dan lain sebagainya, telah mendorong Jasser Auda melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan multi disipliner dengan menggabungkan konsep-konsep yang relevan, yakni maqashid al-syariah beserta konsep-konsep ushul fiqih yang bertalian dengannya dengan menggunakan pendekatan teori sistem yang diambil dari ilmu pengetahuan Alam (sains.). Shifting paradigm dari sistem berfikir berdasar ?lllah (sebab) ke ?Maqasid? (tujuan). dalam hal ini, sistem adalah rangkaian unit-unit, bagian-bagian atau elemen-elemen dari berbagai ?fungsi? yang berbeda-beda tata kerjanya, yang kemudian membentuk satu kesatuan kerja yang terintegrasi secara utuh-menyeluruh. Maqasid al-Syari?ah perlu memperhatikan dan memenuhi 6 (enam) elemen yang saling terkait: Cognitive, Wholeness, Openness, Interrelatedness, Multidimensionality dan purposefulness. Pendekatan System Analysis membantu pikiran manusia mengatur dunia nya (mengorganisir fakta dan pola pikir). dengan pendekatan system ini, Auda menawarkan formula ushul fikih baru yang mengacu pada ?maqasid al-Ammah? untuk mewujudkan penerapan hukum Islam yang lebih kongkrit dan dinamisyang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, kemaslahatan, keadilan, keseimbangan dan kebaikan.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL TERHADAP IJTIHAD SAHABAT MU’ĀZ IBN JABAL , Nofialdi
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.249 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.139

Abstract

Perdebatan di seputar watak hukum Islam sebagai hukum yang statis dan dinamis masih terus berlanjut. dua kutub pemikiran yang ada masing-masing menganggap hukum Islam bersifat abadi dan tetap. Sementara kelompok lain berpandangan sebaliknya, yakni hukum Islam sangat fleksibel. Tulisan ini akan mengekplorasi ijtihad seorang sahabat bernama Mu'àz bin Jabal dan mengeksplorasi metode ijtihad serta menganalisis faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya. Tujuannya adalah untuk mendukung pendapat yang mengatakan hukum Islam tidak kaku akan tetapi fleksibel. Dengan mengajukan tiga contoh ijtihad Mu'?z dalam masalah hukum bagi wanita hamil, pembayaran zakat dengan harga dan warisan orang kafir, terlihat bagaimana pertimbangan-pertimbangan sosial selain teks juga turut mempengaruhi ijtihad Mu'àz. Karena tingkat intelektualitasnya yang tinggi, kesalehan dan kedekatannya dengan Nabi Saw, serta kejeliannya dalam melihat suatu persoalan, ijtihad Muaz mempengaruhi secara kuat para Sahabat saat itu, tak terkecuali Umar bin Khattab. dengan demikian, metode ijtihad Mu'àz, yang salah satu pertimbangannya adalah berangkat dari persoalan sosial riil dan empiris, adalah metode yang diterima dan diakui sebagai metode yang valid.
FATWA MUI, PSAK DAN PRAKTIK MUSYARAKAH , Widyarini; Hadi, Syamsul
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.781 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.141

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk melihat penerapan akad musyarakah pada BMT ?X? serta mengkaji kepatuhannya terhadap standar-standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan dua sumber data. Sumber data primer didapat melalui wawancara dan pengamatan yang terjadi di BMT, sedangkan data pembanding berasal dari kepustakaan yang berupa Fatwa MUI dan PSAK No. 106 (Musyarakah). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa BMT ?X? belum sepenuhnya dapat menerapkan akad musyarakah sesuai dengan aturan. Terdapat beberapa praktik yang masih belum sempurna. Adanya beberapa bagian fatwa MUI dan PSAK yang belum sejalan, sehingga masih banyak kerancuan yang terjadi pada praktik dilapangan.
MAQASID SHARI’AH JASSER AUDAH DALAM PENGEMBANGAN PRODUK KEUANGAN SYARI’AH , Syaifuddin
istinbath Vol 15 No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.482 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v15i1.143

Abstract

Hukum Islam, merupakan disiplin ilmu yang meliputi Fiqh, Ushl al-Fiqh, ilmu tafsir dan ilmu hadith, seharusnya dapat memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat di seluruh tempat dan zaman dalam kehidupan masyarakat dunia Islam yang rahmatan lil?alamin. Namun Islam yang tampil nyatanya tidak ramah, tidak toleran dan diskriminatif. Kegelisahan tersebut mendorong Jasser Auda melakukan penelitian tentang penggunaanal-Maqasid Syari?ah sebagai filsafat hukum Islam dengan menggunakan pendekatan sistem. dalam melakukan risetnya Jasser menggunakan filsafat sistem sebagai objek formal kajian ilmu atau sudut pandang penelitian, dan al-Maqasid Shari?ah sebagai objek material kajian ilmu atau fokus kajian. Teori hukum Islam dengan pendekatan sistem mempunyai sifat, Menuju ke arah validasi semua pengetahuan, kesatuan (wholenes), multidimensional, terbuka dan berorientasi padatujuan tertentu (purposefulnes). Al-Maqasid Syari?ah pada ahirnya berperan untuk pembaruan hukum Islam kontemporer sehingga bermanfaat dalam meletakkan landasan ijtihad kontemporer, untuk pengembangan produk keuangan syari?ah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8