cover
Contact Name
Firda Zulivia Abraham
Contact Email
fird007@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
fird007@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
ISSN : 14108283     EISSN : 2527693X     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Press Research and Development Communicatarion is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Communication and Informatics as well as related topics that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan" : 5 Documents clear
INDONESIA DALAM FILM BALIBO FIVE Muna, Nalal
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.064 KB)

Abstract

Indonesia is described as cold-blooded, brutal, sadistic, cruel and inhumanity like a monster in Australian film, Balibo Five. This research aims to describe the representation of Indonesian in cinematography package and to find the dominant ideology. Semiotic is used to answer these objectives by observing three level of signs e.g. reality, representations and ideology. The result shows that there are some forms of violation which committed by Indonesian special forces troops such as assassination, torture, persecution and other cruel and human degrading treatment that violate human rights and accused them as war criminal. In addition, dominant ideology which operates is in form of demonization, dehumanization and sentiment towards Indonesia. Based on the result, this film become propaganda which potentially influence its viewer the spirit of anti-Indonesia especially amongst Australian to sympathize and uphold justice for the victims.Keywords: indonesia, balibo five, film, representation, semiotics ABSTRAKIndonesia dalam film Balibo Five digambarkan sebagai yang kejam, brutal dan tidak manusiawi seperti sosok monster. Penelitian ini mengungkap penggambaran Indonesia dan makna di balik penggambaran sinematografi film. Analisis semiotika digunakan untuk membaca tanda-tanda sinematografi yang menyusun film tersebut dengan melihat pada tigal level tanda yakni level reality, representations dan ideology. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Balibo Five banyak sekali menonjolkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh tentara Indonesia seperti pembunuhan, penyiksaan, penganiayaan dan lain sebagainya yang merujuk pada pelanggaran HAM dan kejahatan perang. Dominan ditampilkan dalam bentuk penyerupaan terhadap setan, merendahkan martabat manusia dan penyebaran kebencian. Ini merupakan media propaganda anti-Indonesia yang menyulut sentimen terhadap Indonesia serta mempengaruhi warga Australia agar bersimpati dan berpartisipasi untuk menegakkan keadilan terhadap para korban tersebut.Kata kunci : indonesia, balibo five, film, representasi, semiotika
DEKONSTRUKSI BINGKAI DOMINASI MASKULIN DALAM BUKU 'ACT LIKE A LADY THINK LIKE A MAN' Yusriana, Amida
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.108 KB)

Abstract

This research is a study of a self â?? help book, titled Act Like a Lady Think Like a Man by Steve Harvey. It is a best seller book and was adapted into a movie titled Think Like a Man. Problem arises because the book contains of masculine dominance while its main reades are women. Masculine domination in the romantic relationship can potentially cause harm such as male violence against women. This study aimed to describe the framing of masculine domination in this book and explained the background of the dominant ideology behind it. The analyzes were performed by critical paradigm and Robert Entmanâ??s framing method. Muted Group Theory is used as a theory that explains the influence phenomenon of patriarchal ideology and book Act Like a Lady Think Like a Man to romantic relationship. The result shows the presence of masculine dominance in the terms of think and act in every chapter of the book and even though feminine â?? feminine value was found, it couldnâ??t speak out loud because it was built under the concept of patriarchy.Keywords: Domination, Masculine, Patriarchy, Gender, Self-Help ABSTRAKPenelitian ini merupakan kajian yang dilakukan pada buku teks populer jenis self â?? help karya Steve Harvey berjudul Act Like a Lady Think Like a Man. Buku tersebut memperoleh predikat sebagai best seller dan diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar berjudul Think Like a Man. Persoalan muncul karena buku ini mengandung dominasi maskulin dengan pembaca utamanya adalah wanita. Dominasi maskulin dalam romantic relationship dapat membahayakan karena berpotensi menimbulkan kekerasan pria terhadap wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembingkaian dominasi maskulin dalam buku Act Like a Lady Think Like a Man dan menjelaskan latar belakang ideologi dominan di baliknya. Analisa dilakukan dengan paradigma kritis dan menggunakan metode framing milik Robert Entman. Muted Group Theory digunakan sebagai teori yang menjelaskan fenomena pengaruh ideologi patriarki dan buku Act Like a Lady Think Like a Man dalam romantic relationship. Hasil penelitian ini memperlihatkan pengaruh ideologi patriarki dan adanya dominasi cara berpikir dan bertindak secara maskulin dalam paparan setiab bab buku Act Like a Lady Think Like a Man, meskipun muncul juga paparan feminin â?? feminin namun ternyata masih terpoles dalam konsep patriarki. Kata Kunci: Dominasi, Maskulin, Patriarki, Gender, Self-Help
MENGKAJI ULANG POLA KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN SUKU ANAK DALAM DI PROVINSI JAMBI Idris, Nahri
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.343 KB)

Abstract

Governments, especially in Jambi province has attempted to empower suku anak dalam. Empowerment is also performed by the relevant stakeholders such as NGOs / NGOs and companies. Empowerment is still less show a success rate as expected. One reason for the communication patterns that still need to be improved. The pattern of empowerment, has brought negative impacts on suku anak dalam itself, such as the lack of self ability, materialistic and lead to conflict, both internal sukuanak dalam and with outside parties. Changing patterns of communication should be done with more emphasis on cognitive aspects for the change to be more quickly achieved. In this case refers to the change in Communicators, Message, Media and Audience.Keywords: Communications, Government, Empowerment, Suku Anak Dalam ABSTRAKPemerintah khususnya di Provinsi Jambi sudah berupaya melakukan pemberdayaan terhadap suku anak dalam. Pemberdayaan juga dilakukan oleh stakeholder terkait seperti LSM/NGO dan perusahaan. Pemberdayaan yang dilakukan masih kurang menunjukkan tingkat keberhasilan seperti yang diharapkan. Salah satu penyebabnya karena pola komunikasi yang masih perlu diperbaiki. Pola pemberdayaan selama ini menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap suku anak dalam itu sendiri, seperti ketidak mandirian, materialistis dan menimbulkan konflik, baik internal suku anak dalam maupun dengan pihak luar. Perubahan pola komunikasi harus dilakukan dengan lebih menekankan aspek kognitif agar perubahan lebih cepat tercapai. Dalam hal ini perubahan merujuk kepada Komunikator, Pesan, Media, dan Khalayak.Kata Kunci: Komunikasi, Pemerintah, Pemberdayaan, Suku Anak Dalam
TRANSPARANSI KOMUNIKASI DALAM BIROKRASI PEMERINTAHAN Buluamang, Yohanes Museng Ola
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.113 KB)

Abstract

Bureaucracy reformation requires government institution to implement the principle of transparency in many areas of life. This research aims to explore the application of communication transparency within the government bureaucracy. The method used is a qualitative with case study approach. Techniques of data collection uses the focus group discussions and participant observation that conducted for two years. The results of research appoints that the transparency of communication within the government bureaucracy still experiences challenges in aspects of performance transparency, budgets transparency and public communications policy.Keywords: Communication Transparency, Government Bureaucracy, Case Study ABSTRAKReformasi birokrasi menuntut setiap instansi pemerintah melaksanakan prinsip transparansi di berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan transparansi komunikasi di lingkungan birokrasi pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik teknik pengumpulan data menggunakan teknik focus group discussion dan observasi partisipan yang dilakukan selama dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi komunikasi dalam lingkungan birokrasi pemerintahan masih mengalami tantangan pada aspek kinerja, anggaran dan kebijakan komunikasi publik.Kata kunci: Transparansi Komunikasi, Birokrasi Pemerintahan, Studi Kasus
ANALISIS KONTEN TWITTER DALAM KASUS BOIKOT SARI ROTI PASKA PERISTIWA AKSI BELA ISLAM 3 Maarif, Muhammad Rifqi
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.616 KB)

Abstract

Defending Islam 3 is a biggest mass action that happened on pra-reform era. A many event which accompanies that event after, which is interesting enough to be research further. One of event besides Defending Islam 3 event which have pretty much get the spotlight is a sari roti boycott after that event. Itâ??s interesting because sari roti is a famous bread brand and have biggest market in Indonesia. Twitter is a one of platform sosial media which have largest user base in Indonesia. Twitter user in Indonesia. On this research, using simple data sampling and analysis to get linked tweet against sari roti boycott. Have registered, no less 40,000 tweet which was successfully collected within 6 days, from 22-27 December 2016.Keywords: Social Media, Twitter, Sari Roti Boycott, Defending Islam 3, Text Analysis ABSTRAKAksi Bela Islam 3 merupakan salah satu aksi masa terbesar yang terjadi pasca reformasi. Banyak sekali peristiwa yang mengiringi aksi tersebut yang cukup menarik untuk diteliti lebih lanjut. Salah satu peristiwa pendamping Aksi Bela Islam 3 yang cukup banyak mendapatkan sorotan adalah peristiwa pemboikotan produk Sari Roti yang terjadi pasca aksi. Hal ini menarik karena Sari Roti merupakan salah satu brand yang cukup terkenal dan memiliki pangsa pasar yang sangat luas di Indonesia. Twitter merupakan salah satu platform media sosial yang memiliki basis pengguna yang sangat besar di Indonesia. Dalam penelitian ini pengumpulan dan analisis sederhana terhadap tweet yang terkait dengan aksi boikot Sari Roti. Tercatat, tidak kurang dari 40 ribu tweet berhasil dikumpulkan dalam kurun waktu 6 hari, mulai dari tanggal 22 sampai 27 Desember 2016.Kata kunci: Media Sosial, Twitter, Boikot Sari Roti, Aksi Bela Islam 3, Analisis Teks.

Page 1 of 1 | Total Record : 5