cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
ANALISIS FUNGSI REKREASI DI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDUNG (Studi Kasus: Taman Lansia dan Teras Cikapundung) Ratnafury, Dea Intan Novia; Rahmafitria, Fitri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13283

Abstract

Masyarakat kota memiliki jalan kehidupan yang cepat atau disebut juga mobilitas tinggi, terkadang waktu akhir pekan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif tempat untuk berekreasi yang dekat dengan pemukiman dan berada di tengah-tengah kota. Ruang Terbuka Hijau dalam hal ini Taman Kota bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan alternatif tempat berekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi rekreasi di Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan uji hipotesis beda rata-rata (Independent t-test). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Bandung yang menggunakan ruang terbuka hijau dan seluruh Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung. Sampel yang dipilih untuk sampel wilayah adalah Taman Lansia dan Teras Cikapundung, sedangkan sampel responden sebanyak 100 responden di masing-masing taman kota pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan fungsi rekreasi yang dirasakan pengunjung di masing-masing taman. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan Pemerintah Kota Bandung bisa meningkatkan elemen fungsi rekreasi di Ruang Terbuka Hijau atau taman kota, sehingga bisa digunakan masyarakat untuk alternatif tempat berekreasi.Kata Kunci: Rekreasi, Ruang Terbuka Hijau, Perkotaan, Taman Kota
TOURISM DEMAND MODELING: PRICE AND INCOME ELASTICITY Kusumah, A.H.G
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13748

Abstract

This paper provides a tourism demand model that estimates the price elasticity of demand and income elasticity of demand in Australia, European Union (EU), and USA. The results show that Australia and EU tourists markets are price elastic, while USA market is slightly price inelastic. It indicates that both Australia and EU tourists markets are sensitive to the tourism price while USA market is not. The study also found that the income elasticity of demand from the three markets is relatively income inelastic. In other words, tourism demand in the three markets is unresponsive to a change in income.Keywords: Tourism Demand, Price ElasticityThis paper provides a tourism demand model that estimates the price elasticity of demand and income elasticity of demand in Australia, European Union (EU), and USA. The results show that Australia and EU tourists markets are price elastic, while USA market is slightly price inelastic. It indicates that both Australia and EU tourists markets are sensitive to the tourism price while USA market is not. The study also found that the income elasticity of demand from the three markets is relatively income inelastic. In other words, tourism demand in the three markets is unresponsive to a change in income.
TOURISM ECONOMIC IMPACT OF SOUTH LAMPUNG REGENCY Cahyadi, Hery Sigit
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13771

Abstract

ABSTRACT                                                       South Lampung regency as one of the gates of Sumatra Island became one of the many tourist destinations in Indonesia, especially on the island of Sumatra. The existence of tourism activities in South Lampung District economic impacts for the community, such as increasing public income, increased employment and business opportunities for local communities. The purpose of this research is to measure the economic impact of tourism activities in South Lampung Regency. In analyzing the economic impacts of tourism activities in South Lampung District using Keynesian Income Multiplier and multiplier analysis to see the direct impact, indirect impacts, and further impacts. Based on the results of the analysis shows that the presence of tourism activities in South Lampung Regency has had an economic impact on the local economy even though the perceived impact is still small. As evidenced by the value of Keynesian Income Multiplier is 1.95, value ratio Income Multiplier of Type I 1.09, and value ratio Income Multiplier of Type II 1.34. Keywords: South Lampung Regency, Economic Impact, Tourism Activities, Multiplier Effects
PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI SALES AND MARKETING DEPARTMENT (STUDI KASUS DI HOTEL Y JAKARTA) Subakti, Agung Gita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16432

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya jumlah wisatawan di Indonesia membuat investasi di bidang pariwisata dan perhotelan semakin menjanjikan, sehingga peluang ini tentunya sangat diperhatikan oleh para investor untuk berbisnis dengan membangun hotel-hotel baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di Hotel Y Jakarta. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa linear regresi sederhana dimana dapat digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel independen terhadap variabel dependen serta juga dapat menunjukan arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku konsumen dan keputusan pembelian di Hotel Y Jakarta, yaitu sebesar 51% dan 49% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Diantara kedua variabel ini juga terdapat sebuah hubungan yang kuat dan positif (0,714) yang berarti terjadi hubungan searah antara perilaku konsumen dengan keputusan pembelian. Dimana jika perusahaan dapat lebih memahami perilaku konsumen, maka diharapkan keputusan pembelian juga meningkat. Kata Kunci: Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen  CONSUMER BEHAVIOR TOWARDS PURCHASING DECISIONS IN SALES AND MARKETING DEPARTMENT(CASE STUDY AT Y JAKARTA HOTEL) ABSTRACTThe increasing number of tourists in Indonesia has made investments in tourism and hospitality sectors became more promising, this opportunity has been seen by the investors to build new hotels and another establishment. The purpose of this study was to determine the influence of consumer behavior towards purchase decision at Hotel Y Jakarta. The analysis used in this study is the analysis of simple linear regression which can be used to predict the extent to which changes in the value of independent variable on the dependent variable and can also indicate the direction of the relationship between the independent variable and the dependent variable. The results of this study showed a significant influence between consumer behavior and purchase decision at Hotel Y Jakarta, the result is 51% and it means the 49% are influenced by other factors that not examined in this study. Among these two variables there is also a strong and positive correlation (0.714) which means there is a directional correlation between consumer behavior and purchase decisions. Wherein if the company are more concern about their consumer behavior, so it is expected that the purchase decision will also increase. Keywords: Consumer Behavior, Purchase Decision
PERBANDINGAN PERSEPSI PENGUNJUNG PROSPEKTIF DAN PENGUNJUNG PERTAMA KALI TENTANG KEUNIKAN DAYA TARIK WISATA FARMHOUSE SUSU LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Theresia, Theresia; Marhanah, Sri; Rosita, Rosita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13286

Abstract

Farmhouse Susu Lembang adalah tempat wisata baru yang menyuguhkan suasana Eropa yang nampak dari arsitektur bangunan dan atraksi yang disediakan. Nuansa Eropa tersebut mengundang pengunjung untuk mengabadikannya di media sosial, khususnya akun Instagram. Dari unggahan foto tersebut akan membentuk persepsi masyarakat yang belum pernah mengunjungi Farmhouse Susu Lembang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data informasi tentang perbandingan persepsi pengunjung prospektif dengan stimulus foto dan kalimat unggahan yang dilihat dari Instagram serta persepsi pengunjung yang sudah berkunjung pertama kali. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan kuesioner yang dibagikan kepada 200 responden, 100 responden yang belum pernah berkunjung dan 100 kuesioner lagi untuk responden yang sudah berkunjung sekali. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda dengan menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan pengunjung prospektif maupun pengunjung pertama kali setuju bahwa Farmhouse Susu Lembang adalah daya tarik wisata yang unik dan menarik. Perbedaannya terdapat pada skor total persepsi pengunjung prospektif, yang lebih besar daripada skor total persepsi pengunjung pertama kali.Kata kunci: Persepsi, Pengunjung Prospektif, Pengunjung Pertama Kali
ANALISIS FAKTOR MOTIVASI WISATAWAN MUDA DALAM MENGUNJUNGI DESTINASI WISATA MINAT KHUSUS Sari, Desmala; Kusumah, Ahmad Hudaiby Galih; Marhanah, Sri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13762

Abstract

ABSTRAKDalam penelitian ini penulis menganalisis faktor motivasi wisatawan muda dalam mengunjungi destinasi wisata minat khusus. Memahami pengetahuan motivasi wisatawan terutama wisatawan muda sangat penting untuk memprediksi pola perjalanan masa depan dan memungkinkan pemasar tujuan untuk merencanakan dan melaksanakan strategi pemasaran yang efektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor apa saja yang memotivasi dan faktor apa yang mendominasi wisatawan muda dalam berwisata. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kuantitatif berdasarkan data yang didapatkan melalui kuisioner. Tekhnik analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh faktor-faktor baru yang mempengaruhi motivasi wisatawan muda dalam mengunjungi destinasi wisata minat khusus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi baru dalam bidang analisis faktor motivasi wisata minat khusus yang selama ini belum banyak diteliti sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dalam penelitian di masa yang akan datang maupun bagi pengelola destinasi wisata minat khusus dalam menyusun strategi pemasaran yang ditujukan untuk wisatawan muda.Kata Kunci : Analisis Faktor, Wisatawan Muda, Motivasi Wisata, Destinasi Wisata Minat Khusus.  FACTOR ANALYSIS OF YOUNG TRAVELERS' MOTIVATIONS IN VISITING SPECIAL INTEREST TOURISM DESTINATIONS ABSTRACTIn this study, researcher aims to analyze young travelers' factors of motivations in visiting special interest tourism destinations. Understanding the concept of tourist motivations, specifically young tourists in this case, is very important to predict travel patterns in the future and enable destinations marketer to plan an effective strategy of marketing. Goals  in this research were to identify what factors motivate and which factor dominates young travelers the most in traveling. This research uses a quantitive approach based on data collected by survey with questionnaires. Technique of data-analyzing in this research is factor analysis. Result of this research concludes that there are 7 new factors which influence young travelers' motivations in visiting special interest tourism destinations. This result hopefully is able to be a new reference in the factor analysis of special interest tourism motivations field of study which has only a few researches conducted regarding the topic. In addition, researcher also wishes that this research could become a reference for special interest tourism destinations marketers in planning their market strategies for young travelers.  Keywords: Factor Analysis, Young Travelers, Travel Motivations, Special Interest Tourism Destinations.
ANALISIS SEKTOR POTENSIAL, DAPATKAH PARIWISATA MENJADI LOKOMOTIF BARU EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT? Islamy, Nurul
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16426

Abstract

ABSTRAKEkonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih tergantung pada tambang bijih logam dan ekspor. Padahal, NTB dengan berbagai keindahan alam maupun budaya lokalnya merupakan salah satu provinsi yang dalam perkembangannya ditargetkan menjadi gerbang pariwisata nasional. Dengan semakin mantapnya posisi NTB sebagai destinasi wisata nasional, sekaligus tujuan investasi di bidang kepariwisataan di Indonesia, maka perlu dilakukan studi untuk dapat diketahui sejauh mana lapangan usaha yang berafiliasi dengan dunia pariwisata memberikan kontribusi sebagai lokomotif baru perekonomian NTB di luar sektor pertambangan. Untuk mendapatkan sektor/kategori unggulan di suatu wilayah, beberapa metode pengukuran yang umum digunakan antara lain Location Quotient (LQ), Analisis Shift–Share, dan Tipologi Klassen. Berdasarkan tiga metode tersebut diperoleh hasil bahwa dari delapan kategori unggulan, tiga diantaranya merupakan kategori yang menyokong pariwisata di NTB yakni lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan, Real Estate dan Jasa–jasa. Kategori penting lainnya yaitu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Konstruksi; dan Perdagangan berpotensi lebih digenjot untuk semakin meningkatkan perekonomian NTB. Bagi pengusaha, kategori unggulan yang menyokong pariwisata tersebut dapat “dilirik” untuk investasi di masa mendatang. Tanpa menutup kemungkinan untuk membuka usaha baru di lapangan usaha yang potensial. Ada satu kekuatan ekonomi baru yang menyeruak dari hasil analisis yaitu ekonomi kreatif. Ternyata lapangan usaha yang berkaitan dengan Ekonomi Kreatif telah terdeteksi sebagai kategori potensial yang patut dikembangan di NTB. Diperlukan kajian lebih lanjut terkait topik ini dengan menggunakan Tabel Input–Output agar didapatkan gambaran hubungan timbal balik dan keterkaitan antarsektor dalam perekonomian di NTB secara menyeluruh utamanya terkait pariwisata. Kata Kunci : Analisis Shift–Share, Ekonomi Kreatif, Location Quotient (LQ), Sektor Unggulan, Sektor Pariwisata, PDRB,  Tipologi Klassen  POTENTIAL SECTOR ANALYSIS, CAN THE TOURISM BE A NEW LOCOMOTIVE ECONOMY OF WEST NUSA TENGGARA? ABSTRACTThe economy of Nusa Tenggara Barat (NTB) reflected in the Gross Regional Domestic Product (GRDP) still depends on metal ore mining and exports. In fact, NTB with a variety of natural beauty and local culture is one of the provinces which in its development is targeted to become the gate of national tourism. With the increasing position of NTB as a national tourist destination, as well as an investment destination in the field of tourism in Indonesia, it is necessary to study to find out the extent to which industry affiliated with the tourism contribute as a new locomotive for the NTB economy outside the mining sector. To obtain leading sectors /categories in a region, several commonly used measurement methods include Location Quotient (LQ), Shift–Share Analysis, and Klassen Typology. Based on the three methods, the results show that of the eight leading categories, three of them are categories that support tourism in NTB, namely the Transportation and Storage, Real Estate and Services. Other important categories are Accomodation & food Service Activities; Construction; and Trade has the potential to be further boosted to further improve the NTB economy. For entrepreneurs, the leading categories that support tourism can be "glimpsed" for investment in the future. Without closing the possibility to open a new business in a potential industry. There is one new economic power that has emerged from the results of analysis, namely the creative economy. It turns out that the industry related to the Creative Economy have been detected as potential categories that deserve to be developed in NTB. Further studies are needed regarding this topic using the Input–Output Table in order to obtain an overview of the interrelationships and inter–sectoral linkages in the economy in NTB as a whole, especially related to tourism. Keywords: Creative Economy , GRDP , Klassen Typology, Leading Sector, Location Quotient (LQ), Shift – Share Analysis, Tourism Sector.
REPURCHASE INTENTION ANALYSIS ON DECISION MAKERS IN PURCHASING MEETING PACKAGE AT BUSINESS HOTEL IN BANDUNG Kani, Eiza Maghfira; Kusumah, Ahmad Hudaiby Galih; Wirakusuma, Reiza Miftah
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13292

Abstract

The MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) industry is set by the government as the flagship product of national tourism. This is because the MICE industry is also the top five contributors or the top 5 contributors along with shopping, culinary, heritage, and religious tourism. This research focuses on meeting packages at hotels in Bandung City which is also one of the supporting facilities for this sector. Analysis of repurchase intention is done to find out how big the level of a decision maker to conduct a meeting at a business hotel in Bandung. This research is important to know what things can increase their desire for repeat purchase that affects occupancy. The purpose of this study is also to find out what is the motivation of repurchase intention, along with its elements. In its implementation, this research used content analysis method and looked for information with semi-structured interview to 10 people. The results of this study indicate that repurchase intention is formed by the pull factor and the driving factor formed from 11 constituent elements, namely satisfaction, company policy, novelty seeking, pricing, facilities, location, F & B products, service, hotel image, bonus & privilege, and flexibility.Keywords: repurchase intentions, hotel meeting packages, intrinsic and push & pull factors
IDENTIFYING CUSTOMER’S EMOTIONAL RESPONSES TOWARDS GUEST-ROOM DESIGN BY USING FACIAL EXPRESSION RECOGNITION, IN HOTEL’S VIRTUAL AND REAL ENVIRONMENTS Alvarez León, Iván; Juliá-Nehme, Begoña; Yoon, So Yeon
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16681

Abstract

MENGIDENTIFIKASI RESPON EMOSIONAL PELANGGAN TERHADAP DESAIN KAMAR DENGAN MENGGUNAKAN PENGENALAN EKSPRESI WAJAH, DI LINGKUNGAN VIRTUAL DAN AKTUAL SEBUAH HOTELABSTRAKSangat umum diketahui bahwa emosi memainkan peran penting dalam pengalaman pelanggan dalam pariwisata. Mengukur emosi dapat memberikan informasi berharga tentang persepsi pelanggan tentang ruang hotel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis lingkungan hotel mana, Virtual atau Asli, yang lebih efektif dalam memunculkan respon emosional dari responden yang ditunjukkan untuk pertama kalinya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap komponen kamar tamu mana, contohnya pemandangan alam ke luar atau interior yang mampu memicu respon emosional yang lebih tinggi. Dua percobaan dilakukan untuk memberikan bukti, yang pertama disajikan Lingkungan Virtual kepada responden melalui video, dan yang kedua dilakukan di lingkungan nyata pada jenis kamar presidential suite. Respon emosional dianalisis menggunakan perangkat lunak FaceReader, sistem pengenalan ekspresi wajah yang mengidentifikasi tujuh emosi, gairah fisiologis, dan kesenangan. Hasil menunjukkan nilai intensitas rata-rata keseluruhan yang rendah dari setiap emosi di lingkungan virtual dan nyata. Namun demikian, perbedaan signifikan dalam nilai intensitas puncak maksimum ditemukan antara lingkungan virtual dan nyata dengan nilai intensitas lebih tinggi di ruang tamu nyata. Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam tanggapan emosional terhadap pemandangan ke luar atau pandangan dari interior kamar. Kata kunci: Desain Emosional, Desain Hotel, Pengalaman Pelanggan, Pengenalan Ekspresi Wajah Otomatis  IDENTIFYING CUSTOMER’S EMOTIONAL RESPONSES TOWARDS GUEST-ROOM DESIGN BY USING FACIAL EXPRESSION RECOGNITION, IN HOTEL’S VIRTUAL AND REAL ENVIRONMENTS ABSTRACTIt is well known that emotions play a key role in the customer experience in tourism. Measuring emotions can provide valuable information about customer’s perceptions regarding hotel spaces. The purpose of this study is to identify which type of hotel environment, Virtual or Real, is more effective in eliciting emotional responses from participants who are shown a scenario for the first time. Furthermore, this study aims to uncover which of the components of guestrooms, e.g., natural views to the outside or interiors are capable of triggering higher emotional responses. Two experiments were conducted to provide evidence, the first presented a Virtual Environment to participants via video, and while the second one was conducted in Real Environments of presidential suites. Emotional responses were analyzed using FaceReader software, a facial expression recognition system that identifies seven emotions, physiological arousal and pleasure. Results showed low overall mean intensity values of each emotion in both virtual and real environments. Nevertheless, significant differences in the maximum peak intensity values were found between virtual and real environments with intensity values being higher in the real guestroom. No significant differences were found in emotional responses to the views to the outside or views of the guestroom interiors. Keywords: City Image, Cognitive Image, Unique Image, Affective Image, Repeat Visit.
COMMUNITY INVOLVEMENT IN ECOTOURISM DEVELOPMENT AT AKETAJAWE LOLOBATA NASIONAL PARK Cahyadi, Hery Sigit; Budisetyorini, Beta; Permana, Odang
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16431

Abstract

ABSTRAKKeterlibatan masyarakat merupakan elemen penting dalam pengembangan pariwisata, terutama di kawasan lindung. Konflik sering terjadi di dalam taman nasional karena perbedaan kepentingan. Masyarakat lokal berasumsi bahwa mereka telah hidup di taman nasional selama beberapa generasi, sementara pihak taman nasional beerasumsi bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memiliki sumber daya di dalam taman nasional. Keberadaan taman nasional sebagai objek wisata memungkinkan mereka untuk saling bekerja sama dengan cara yang saling menguntungkan. Jadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat yang terkandung di dalam taman nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan wawancara dilakukan untuk manajemen taman nasional dan masyarakat lokal di dalam taman nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana taman nasional yang melibatkan masyarakat asli di dalamnya dan bagaimana mereka berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di dalam taman nasional. Kata kunci: Taman Nasional Aketajawe, Keterlibatan Masyarakat  COMMUNITY INVOLVEMENT IN ECOTOURISM DEVELOPMENT AT AKETAJAWE LOLOBATA NASIONAL PARK ABSTRACTCommunity involvemet is an important element in tourism development, especially in protected area. Conflicts often occur within national parks because of differences in interests. Local communities assume that they have lived in national parks for generations while national parks assume that they have the duty to have resources within the national park. The existence of a national park as a tourist attraction makes it possible for them to cooperate with each other in a mutually beneficial manner. So it is very important to know how the involvement of the community contained within the national park. This research used a qualitative research method and interview was conducted to both national park management and local community inside the park. The aim of this research are to find out how national park involving the indigenous community inside the national park and how they participated in tourism development inside the park. Keywords: Aketajawe Lolobata National Parks, Community Involvement