cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa (Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan)
ISSN : 02159171     EISSN : 25281089     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Widyaparwa merupakan media publikasi dan komunikasi hasil penelitian kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah di Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Widyaparwa terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA" : 12 Documents clear
WACANA ANTIKORUPSI DALAM PUISI INDONESIA MODERN KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Indrastuti, Novi Siti Kussuji
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.689 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.314

Abstract

Kajian ini bertujuan mengemukakan masalah korupsi yang digambarkan dalam puisi, mengungkapkan pesan kepada pembaca yang terkandung dalam penggambaran masalah korupsi tersebut, dan mengungkapkan cara pesan tersebut disampaikan kepada pembaca melalui puisi. Dalam kajian ini digunakan metode kualitatif dan kepustakaan dengan pendekatan sosiopragmatik. Data diambil dari sumber yang telah dipublikasikan secara cetak maupun daring. Puisi yang dijadikan data adalah puisi bertema korupsi. Puisi dikaji dengan menganalisis representasi realitas sosial yang terkait dengan masalah korupsi di Indonesia, selanjutnya menganalisis pesan dan cara penyampaiannya kepada pembaca. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa masalah keburukan para koruptor melalui gaya satire-sarkas ditujukan sebagai persuasi kepada pembaca untuk menolak korupsi, masalah sanksi hukum yang ringan bagi koruptor Indonesia jika dibandingkan negara lain digunakan untuk membangkitkan kesadaran pembaca agar berpikir kritis, masalah maraknya budaya suap lewat alegori bertujuan menguatkan kewaspadaan terhadap korupsi, dan masalah dampak korupsi dengan gaya humor yang ironis dimaksudkan sebagai sarana penyadaran untuk memerangi korupsi.
Tim redaksi dan ketentuan naskah Widyaparwa, Widyaparwa
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.01 KB)

Abstract

KUALITAS TERJEMAHAN LIRIK LAGU “MUNAJAT CINTA” BAHASA INDONESIA-JAWA Fatmawati, Faijah Ida; Setiawan, Teguh
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.655 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai keakuratan, keberterimaan/kewajaran, dan keterbacaan hasil terjemahan lirik lagu ?Munajat Cinta? dalam Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jawa. Data yang diambil ialah kata, frasa, atau klausa yang menjadi lirik lagu ?Munajat Cinta?. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode padan translasional dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan, sebesar 1,69 poin. Pada kriteria kewajaran/keberterimaan dalam bahasa sasaran menda-patkan 1,82 poin, lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kakuratan. Adapun, kriteria penilaian yang ketiga, yaitu keterbacaan sebesar 2,24 poin. Dengan demikian, nilai hasil terjemahan lagu ?Munajat Cin-ta? dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa secara keseluruhan cukup baik dengan perolehan rerata 1,80 poin. Meskipun lirik lagu tersebut tidak disajikan secara akurat, hasil terjemahan masih dapat dite-rima dan dapat dibaca oleh pembaca bahasa sasaran dengan cukup baik. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP Darusuprapti, Fajarsih; Haryanto, Haryanto
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.894 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.315

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan menulis cerita pendek menggunakan media pembelajaran pop-up siswa kelas IV SD Muhammadiyah Sidokarto. Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran pop-up dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek. Proses peningkatan pembelajaran menulis cerita pendek menggunakan media pembelajaran pop-up dengan cara siswa mempelajari materi unsur-unsur cerita pendek, materi kebahasaan, cara menyusun kerangka cerita pendek berdasarkan media pembelajaran pop-up, danmenulis cerita pendek menggunakan media pembelajaran pop-up. Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek pada siklus I sebesar 19,7 dari nilai rata-rata prasiklus sebesar 59,9 menjadi 79,6. Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek pada siklus II sebesar 25,85 dari nilai rata-rata prasiklus menjadi 85,75.
KALIMAT TIDAK BERKLAUSA DALAM BAHASA INDONESIA Baryadi, I. Praptomo
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.449 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.291

Abstract

Artikel ini membahas kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia. Pembahasannya mencakup jenis maksud, jenis tindak tutur, tingkat kesopanan, dan fungsinya dalam komunikasi verbal. Metode yang digunakan adalah metode simak dalam pengumpulan data, metode padan pragmatis dalam analisis data, dan metode formal serta informal dalam penyajian hasil analisis data. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ada sekurang-kurangnya lima belas jenis maksud yang dikandung dalam kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia, yaitu ?memuji?, ?mengucapkan selamat? atau ?bela rasa?, ?berterima kasih?, ?meminta maaf?, ?memaafkan?, ?menyampaikan salam?, ?menyapa? atau ?memanggil?,  ?menyetuju?, ?memekikkan?, ?menyampaikan informasi?, ?menyampaikan konfirmasi?,  ?menolak?, ?memerintah?, ?memaki?, dan ?mengancam?.  Kedua, kalimat tanpa klausa dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam empat jenis tindak tutur, yaitu (i) tindak tutur konvivial meliputi kalimat yang bermaksud 'memuji', 'mengucapkan selamat' atau ?bela rasa?, 'berterima kasih', 'meminta maaf', dan 'memaafkan'; (ii) tindak tutur kolaboratif mencakup kalimat yang bermaksud 'menyampaikan salam', 'menyapa' atau 'memanggil', 'menyetujui?, dan ?memekikkan'; (iii) tindak tutur kompetitif terdiri atas kalimat yang bermaksud 'menyampaikan informasi' dan 'menyampaikan konfirmasi'; (iv) tindak tutur konfliktif meliputi kalimat yang bermaksud 'menolak', 'menyuruh', 'memaki', dan 'mengancam'. Ketiga, tingkat kesopanan kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia,  dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah adalah dari kalimat yang termasuk tindak tutur konvivial, tindak tutur kolaboratif, tindak tutur kompetitif, sampai tindak tutur konfliktif. Keempat, dalam komunikasi verbal kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia memiliki fungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Pudyastuti, Larissa Amadea; Zamzani, Zamzani
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.264 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis implikatur percakapan, (2) mendeskripsikan fungsi tuturan berimplikatur percakapan, dan (3) mendeskripsikan alasan penggunaan implikatur per-cakapan khususnya pada pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini ialah tuturan guru bahasa Indonesia, sedangkan data dalam penelitian ini berupa implikatur percakapan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan konteks. Data diperoleh dengan teknik rekam dan observasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil pe-neli­tian ini menunjukkan bahwa (1) jenis implikatur percakapan yang digunakan oleh guru adalah im­plikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Penggunaan implikatur percakapan umum dan khusus menggambarkan komunikasi yang natural dan humanis antara guru dengan siswa dalam suasana yang hidup dan dinamis. (2) Fungsi tuturan berimplikatur percakapan berupa fungsi asertif, fungsi ekspresif, fungsi direktif, dan fungsi komisif. (3) Alasan digunakannya implikatur perca-kapan ialah untuk memperhalus ucapan agar siswa tidak tersinggung dan untuk memberikan perintah tidak langsung.
BENTUK ADVERBIA PENANDA MODALITAS DAN KATEGORI YANG DIMODIFIKATORINYA DALAM TEKS TERJEMAHAN ALQURAN Markhamah, Markhamah; Ngalim, Abdul; Saputri, Dini Nur?aini Gita; Sabardila, Atiqa; Basri, Muhammad Muninuddinilah
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.313 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk adverbia penanda modalitas (APM) pada teks terjemahan Alquran (TTA), dan (2) mendeskripsikan kategori yang dimodifikatori adverbia penanda modalitas pada (TTA).   Data dalam penelitian ini adalah semua satuan lingual yang mengandung  adverbia penada modalitas pada TTA yang mengandung etika berbahasa. Teknik pengumpulan data  adalah teknik simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk adverbia penanda modalitas (APM) pada TTA terdiri atas bentuk dasar dan bentuk turunan.    APM yang berupa bentuk dasar menandai modalitas kepastian, kesungguhan, ketetapan, keslingan, dan keharusan. (1) APM  kepastian dengan penanda pasti sepadan dengan BA ??   (lam penguat), memang.  (2) APM kesungguhan dengan penanda sungguh, BA ?? (inna), ???? (qad) ((3:118),  dan (2) ?????? ?????? (waqad kholat) (46:17).   (3) APM ketetapan penanda tetap, BA ???????- ?????, (asoru-yasoru), (4) APM kesalingan, penanda saling, BA ????????? (taqaala).   (5) APM keharusan, penanda harus  ????? (yajabaal).   Bentuk turunan meliputi, bentuk ulang, berimbuhan,   gabungan, serta berpartikel.    (1) Bentuk ulang yang menandai modalitas (a) pengharapan dengan penanda mudah-mudahan dan sekali-kali, yakni ???   (laala)-??? (asyaya), dan ???? (lan)   (laala) dan ??? (asyaya), (b) peringatan (lan) ????, dan (c) pengibaratan dengan penanda seakan-akan, adalah  ????? (ka?ana).    (2) Berimbuhan yang menandai modalitas (a) kesungguhan dengan penanda sesungguhnya (BA ???? (bal), (b) pengandaian penanda sekiranya ??? (lawa), APM  berkehendak, dan hendaknya berpadanan dengan BA ?????????? (yuriduuna) (c) keinginan berkehendak, ????? (una).     (3) APM berbentuk  gabungan kata yang menandai modalitas (a) pengharapan insya Allah, insya Allah, hampir saja, dan barangsiapa.   (4) APM   berpartikel yang menandai modalitas janganlah, tentulah, tetaplah, hendaklah, dan pastilah.    (b) Kategori yang dimodifikatori adverbia penanda modalitas ada  lima  macam. (1) Adverbia penanda modalitas memodifikatori adjektiva/frasa adjektiva   (2) Adverbia penanda modalitas memodifikatori nomina/frasa nomina  (11 kali ). (3) Adverbia penanda modalitas memodifikatori verba/frasa verba (79 kata). (4)  APM memodifikatori Frase Preposisi, dan (5)  APM memodifikatori kata penunjuk
TINDAK TUTUR PADA NASIHAT BERBAHASA JAWA YANG BERKONJUNGSI YEN Nurlina, Wiwin Erni Siti
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.381 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.324

Abstract

Tulisan ini mengkaji tuturan yang berisi nasihat dalam bahasa Jawa. Tuturan nasihat tersebut memuat unsur konjungsiyen?jika?. Tuturan nasihat itu memuat ajaran yang mencerminkan budaya Jawa. Ajaran yang termuat pada tuturan nasihat itu merupakan warisan budaya yang luhur dalam pendidikan budi pekerti. Dalam kajian ini digunakan teori pragmatik dan teori struktural. Pendekatan dengan teori struktural digunakan untuk melihat bentuk tuturan nasihat. Pembahasan selanjutnya digunakan paradigma pragmatik untuk menjelaskan kandungan maksud pada tuturan nasihat dalam bahasa Jawa. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif, dengan pijakan atau landasan pragmatis. Hasil dari kajian dengan teoripragmatik pada tuturan nasihat berunsur kata yen ini, khususnya kajian tindak verbal, ialahlima jenis tindak tutur. Tindak tutur tersebut diungkapkan dalam bentuk kata kerja.Kelima tindak tutur yang termuat dalam tuturan nasihat berunsur konjungsi yen yaitu (i) mengingatkan, (ii) menganjurkan, (iii) menyuruh, (iv) melarang, dan (v) mengharap atau berangan-angan.Kelima  jenis tindak tutur itu dapat digunakan sebagai bagian dalam pembelajaran budi pekerti.
ASPEK-ASPEK SOSIAL NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI Gunawan, Rahmat; Suyitno, Suyitno; Supriyadi, Slamet
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.115 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bentuk aspek-aspek sosial dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi. Novel ini mengisahkan tentang nilai perjuangan, nilai moral, cinta kasih, kekerabatan, tanggung jawab, dan pandangan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan kajian sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat, dan studi pustaka. Novel tersebut dianalisis dan diiterpretasikan berdasarkan teori yang ada, kemudian di deskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data, diketahui ada empat bentuk aspek sosial, yaitu: aspek cinta kasih, aspek kekerabatan, aspek ekonomi dan aspek moral.
TRANSFORMASI ALAT PERTANIAN TRADISIONAL KE ALAT PERTANIAN MODERN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JAWA TENGAH Lestari, Prembayun Miji; Irawati, Retno Purnama; Mujimin, Mujimin
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019): WIDYAPARWA
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.455 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.312

Abstract

Nenek moyang masyarakat Jawa memiliki pengetahuan cara bercocok tanam di lahan pertanian dan berbagai macam peralatan pertanian tradisional yang diwariskan secara turun temurun, yang masih sederhana sifatnya, digunakan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun dan merupakan bagian dari sistem teknologi yang mereka miliki menurut konsepsi kebudayaannya. Ada dua jenis alat pertanian yang digunakan, yakni alat pertanian tradisional dan mo-dern. Alat pertanian tradisional bentuknya sederhana dan digerakkan menggunakan tenaga manusia, sedangkan alat pertanian modern digerakkan dengan menggunakan mesin. Transformasi alat pertanian tradisional menuju alat pertanian modern perlu untuk dikaji lebih dalam. Artikel ini akan membahas tentang alat pertanian tradisional yang dimanfaatkan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, berikut transformasi alat pertanian tradisional menjadi alat pertanian modern. Artikel ini berasal dari penelitian yang memanfaatkan pen-dekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan para informan (para petani padi dan petani ladang) yang dianggap mengetahui dan menguasai masalah alat pertanian tradisional di Kabupaten Klaten. Penggunaan alat pertanian tradisional oleh petani ini dengan alasan (1) petani merasa alat pertanian tra-disional lebih tepat dipergunakan daripada alat pertanian modern, (2) area yang diolah tidak luas, (3) mampu menjangkau area yang sempit, (4) praktis dan mudah dibawa serta digunakan, dan (5) harga murah dan alat tersebut mudah ditemukan. Beberapa alat pertanian tradisional telah mengalami transformasi menjadi alat pertanian modern. Alat pertanian modern ini dioperasikan dengan mesin, da-pat dikelompokkan menjadi (1) alat pengolah tanah modern, (2) alat tanam modern, dan (3) alat pemanen modern. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12