cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI WANA WISATA PENGGARON SEBAGAI BAHAN PENYUSUN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI Elmovriani, Dellya; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Ridlo, Saiful
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.956 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kupu-kupu di Wana Wisata Penggaron dan memanfaatkan proses dan produk penelitian sebagai sumber belajar siswa. Penelitian dan pengembangan dilakukan dengan prosedur: analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, pengembangan produk, validasi, revisi, uji coba skala kecil, revisi, dan produk final. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keanekaragaman jenis kupu-kupu di Wana Wisata Penggaron dengan 37 jenis kupu-kupu dari 5 famili. Nilai rata-rata validasi, respon guru, dan respon siswa berturut-turut adalah 91.02 (sangat layak), 98.32% (sangat layak), dan 81.44% (sangat layak). Nilai rata-rata hasil belajar kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa berturut-turut adalah 76.75, 82.93%, dan 93.82%. Berdasarkan penilaian validator, guru, siswa dan hasil belajar siswa, modul pembelajaran yang disusun masuk dalam kategori valid dan layak digunakan sebagai bahan belajar biologi untuk Sekolah Menengah Atas Kelas X.   The aims of this research are to identify butterfly species diversity at WWP and use its process and product of the study for developing biology learning module for grade X high school student. This research and development was conducted by such procedures as analyzing its problems and potentials, collecting data developing a product, validating, revising, small scale testing, revising and improving its final product. Findings showed butterfly species diversity was abandoned, and found axpromately 37 butterflies from 5 families. Average score of validation, teacher response, and student response were respectively 91.02 (very valid), 98.32% (very fit), and 81.44% (very fit). This study also indicated there was effect of the use of module against student learning achievement on cognitive, affective, and psychomotor dimension. Average score of cognitive, psychomotor, and affective classically were 76.75, 82.93%, and 93.82%. Based on assessment scores from validators, teachers, students and learning ahievement, the learning module was classified as valid module, and was properly used as a biology learning resource for High school grade 10th student.
TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN METODE LATIHAN BERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Syah, Fanny Firman; Haryani, Sri; Wijayati, Nanik
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.48 KB)

Abstract

Keterampilan berpikir kritis mempunyai peranan yang sangat strategis dalammembangun kecakapan mental siswa dalam menghadapi permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan metode latihan berstrukturdapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini digunakan pretest and posttest control group design. Keterampilan berpikir kritis siswa dengan model TAI dan metode latihan berstruktur dibandingkan dengan siswa model TAI dan siswa kontrol. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen I sebesar 79,91, kelas eksperimen II sebesar 74,36, dan kelas kontrol sebesar 71,51. Hasil uji Anava menunjukkan adanya perbedaan rata-rata signifikan antara ketiga kelas. Analisis peningkatan keterampilan berpikir kritis menunjukkan kelas eksperimen I paling efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan merupakan kelas dengan keterampilan berpikir kritis terbaik. Hasil observasi sikap dan keterampilan siswa kelas menggunakan model TAI dengan metode latihan berstruktur tidak menunjukkan hasil yang berbeda signifikan dengan kelas menggunakan model TAI dan kontrol. Simpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran TAI dengan metode latihan berstrukturdapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.   Critical thinking skills has a strategic role in the build students’ mental skills in dealing with the problem. This research aims to analyze whether the application of the learning Team Assisted Individualization (TAI) and structured exercise method can enhance critical thinking skills of students. This research is used pretest and posttest control group design. Students’ critical thinking skills by TAI model application with structured exercise method compared with the application of TAI and conventional learning. Based on the results obtained by analysis of the average students' critical thinking skills experiment class I is 79.91, experiment class II is 74.36, and the control class is 71.51. Anova test results showed a significant difference between the average of the three classes. Analysis of the improved critical thinking skills shows the experiment class I is the most effective in enhancing critical thinking skills and the class with the best of critical thinking skills. The observation results of students’ attitudes and psychomotorof the TAI model with a structured exercise methods class do not show significantly different results with the TAIclassand control. The conclusion of this research is the learning TAI model with structured exercise can enhance students' critical thinking skills.
PENGARUH GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNISI SISWA DALAM MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Muna, Khairiatul; Haryani, Sri; Susilaningsih, Endang
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.718 KB)

Abstract

Suatu model pembelajaran tertentu dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan metakognisi siswa. Keterampilan metakognisi merupakan keterampilan yang mempengaruhi kesuksesan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian yang dilaksanakan dengan pendekatan mix method dan strategi concurrent triangulation ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh guided inquiry learning terhadap keterampilan metakognisi siswa dalam materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan guided inquiry learning terhadap keterampilan metakognisi siswa dengan kontribusi pengaruh sebesar 16.48%. Adanya pengaruh guided inquiry learning terhadap keterampilan metakognisi ini dikarenakan kegiatan yang dilaksanakan, interaksi kolaboratif siswa, serta peran guru sebagai fasilitator. Selain itu, peningkatan keterampilan metakognisi siswa berada pada kriteria tinggi dan sedang. Guided inquiry learning ini dapat menjadi pilihan model pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan metakognisi siswa.   The certain learning models can be used to develop students’ metacognitive skills. Metacognitive skills are skills that influencing student success at problem solving. Research was conducted by mix method approach and concurrent triangulation strategy aims to determine whether there is the implementation effect of guided inquiry learning on the students’ metacognitive skills in solubility material and solubility product. The data were analyzed by quantitatively and qualitatively. The results of the research show that implementation of the guided inquiry learning on the students’ metacognitive skills have contribution effect about 16.48%. The implementation effect of guided inquiry learning on the metacognitive skills because activities were carried out, the students’ collaborative interaction, and also the role of teacher as a facilitator. Beside that, increasing students’ metacognitive skills have a high and medium criteria. The guided inquiry learning can be the choice of the learning model for developing student metacognitive skills.
PENGEMBANGAN PANDUAN PEMBELAJARAN OUTDOOR BERMUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA MATERI EKOLOGI Hastutiningsih, Tri; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Widiyaningrum, Priyantini
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.788 KB)

Abstract

Saat ini, penggunaan gadget seperti handphone, laptop, notebook, tablet, dan lainnya merebak pada siswa usia sekolah dasar ataupun sekolah menengah. Ketergantungan ini dapat menimbulkan dampak ketidakpedulian siswa dengan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menganalisis kepraktisan serta keefektifan panduan pembelajaran outdoor bermuatan karakter peduli lingkungan pada materi ekologi. Penelitian ini menggunakan langkah penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek penelitian adalah kelas X SMA Kesatrian 2 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan pembelajaran outdoor dinyatakan efektif karena dapat menanamkan karakter peduli lingkungan dan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor pada siswa. Karakter kepedulian lingkungan kelas eksperimen berada pada kategori baik dan sangat baik. Ada perbedaan secara signifikan, nilai rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen sebelum dan sesudah pembelajaran. Rata-rata persentase hasil belajar afektif siswa berbeda secara signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Rata-rata persentase hasil belajar psikomotor siswa berbeda secara signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.   Nowdays, the use of gadgets such as mobile phones, laptops, notebooks, and tabletshas widely used by both elementary and high school students. This interdependence could create limited students’awareness to environmental issues. The purpose of this research was to develop and analyze the simplicity and the effectiveness of the outdoor learning guide book on Ecology, developed on the basis of environmentalcharacter inculcation. Research and development was implemented to develop this book.Subjects of study wasKesatrian 2 high schoolclass X student. Research findings showed that the outdoor learning guidance was verified‘effective’ because the use of it effected students character of environmental awareness andstudent learning achievements in cognitive, affective, and psychomotor domain. Character of environmental awareness from class experiment was verified‘good and excellent’.There was significant difference between the average score of pretest and posttest from experiment and control classes. The average percentage of students' affective learning achievement differed significantly between the experiment and control classes. The average percentage of students’ psychomotor learning achievement differed significantly between the experiment and control classes.
BUKU GURU DAN BUKU SISWA TERINTEGRASI LITERASI SAINS UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN KONSUMSI MAKANAN SEHAT Afifah, Tutik; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Lisdiana, Lisdiana
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.147 KB)

Abstract

Siswa SMA cenderung memiliki perilaku konsumsi makanan yang belum menyehatkan. Kesadaran perilaku hidup sehat tumbuh seiring dengan tingkat literasi sains dan ketersediaan panduan belajar sains yang mendukung literasi di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan dan menguji pengaruh buku guru dan buku siswa terhadap skor literasi sains. Penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan pendekatan sistem model instruksional Kemp yang dimulai dari 1) identifikasi masalah, 2) analisis karakteristik siswa, 3) analisis isi, 4) merumuskan indikator, 5) menyusun kegiatan pembelajaran, 6) penyusunan instrumen, 7) pemilihan media atau sumber belajar, 8) evaluasi produk, dan 9) revisi. Buku guru dan buku siswa dikembangkan sesuai teori literasi sains dan prinsip pengembangan media. Validasi buku, yang dilakukan oleh dosen dan guru, dinyatakan valid dan memiliki keterbacaan dengan kategori amat baik. Kegiatan pembelajaran dalam buku guru dan buku siswa terintegrasi literasi sains terlaksana dengan baik sehingga berpengaruh terhadap literasi sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen literasi sains berupa 1) menganalisis wacana, 2) mencari bukti ilmiah, 3) mengkomunikasikan fakta secara tertulis, 4) menyusun argumen, 5) mengkomunikasikan rencana tindakan, 6) merefleksikan kegiatan, dan 7) uji kompetensi pada siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelas pembanding.   Senior high school students tend to enjoy some unhealthy foods. This bad behaviour is related to their scientific literacy levels, and access to the scientific learning resources supporting literacy at schools. The aims of this study were to develop teacher and student scientific literacy books, and test their effect upon student learning achievement or student literacy scores. This research and development (R&D) used an instructional system development model approach, started from 1) problems identification, 2) students characteristics analysis, 3) content analysis, 4) indicators formulation, 5) learning activities, 6) instrument preparation, 7) media or learning resource selection 8) product evaluation, 9) revision. The teacher and student book were developed in line with scientific literacy theory and media developing principles. Validation of the book was done by lecturers and teachers, assessing the books with very good level of validity and readability. Teaching and learning activities suggested by the books improved the integrated science-literacy and influenced students’ scientific literacy. The result of this study showed that students’ scientific literacy of the experimental class, in terms of it’s 1) claims, 2) evidence, 3) report, 4) reasoning, 5) decision-making, 6) self-regulation, and 7) test competence, was higher or very different from that of the compared class  
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU ETNOSAINS UNTUK MENUMBUHKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN Khoerunnisa, Ria Febu; Murbangun, N.; Sudarmin, Sudarmin
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.082 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kefektifan modul IPA terpadu terintegrasi etnosains tema zat aditif untuk meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan minat kewirausahaan siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and development (R&D). Penelitian ini dilakukan 4 tahapan yaitu Define, Design, Development, dan Implementation. Metode penggumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas: (1) wawancara, (2) metode kuisioner (angket), (3) metode tes, dan (4) dokumentasi. Metode analisis data terdiri atas: (1) analisis intsrumen tes, (2) analisis kelayakan modul, dan (3) analisis keefektifan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan modul IPA terpadu berbasis etnosains yang digunakan dinyatakan sangat layak sesuai BNSP dengan rata-rata persentase validasi pada aspek kelayakan isi 94,3%, kelayakan bahasa 86%, dan kelayakan penyajian 92%. Ketuntasan hasil belajar klasikal sebesar 90,63%, dan N-gain sebesar 0,6 pada taraf pencapaian sedang. Persentase minat kewirausahaan siswa82,81% dengan keriteria mulai berkembang. Dengan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Modul IPA Terpadu terintegrasi etnosains tema zat aditif untuk siswa SMP/MTs layak dan efektif digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan minat kewirausahaan pada siswa SMP/MTs.   This study aims to determine how the feasibility and effectiveness of integrated science module based ethnoscience with additives theme to increase student learning outcomes and make students interest in entrepreneurship.The method used is the Research and Development or Research and development (R&D). In this research, there are four stages is namely Define, Design,Development and Implementation.The data collecting method in this research consist of (1) interview (2) questionare (3) test method and (4) documentation. Data analysis method consist of (1) test analysis instrument (2) reasonable analysis module (3) module effectivity analysis. Based on the research results it is obtained that Science Integrated Module feasibility with an average percentage of validation on the feasibility aspect of the content 94,85 %, language appropriateness 86 %, and feasibility of presentation 92%.Completeness results of classical study of 90,63%and n-gain of0,6 on a medium standard of achievement. Students entrepreneur interest persentage as big as 82,81% with criteria start developing. Therefore, it can be concluded that Integrated Science Module Based Ethnoscience with additives Theme for Students SMP/ MTs feasible and effective to increase student learning outcomes and make students interest in entrepreneurship for students of SMP/MTs.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK KEGIATAN LABORATORIUM INKUIRI MATERI STOIKIOMETRI Nuritasari, Afriani Laela; Wardani, Sri; Supartono, Supartono
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.666 KB)

Abstract

Penelitian jenis R&D ini bertujuan untuk mengembangkan LKS kegiatan laboratorium inkuiri yang layak digunakan dalam pembelajaran. Tahap-tahapan yang dilakukan meliputi: (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan produk, dan (3) uji produk skala terbatas. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan ajar sebagai sarana pembelajaran di laboratorium belum mendukung proses pembelajaran secara mandiri. Kegiatan laboratorium dilakukan dengan mengikuti panduan seperti ‘cookbook’, dilengkapi dengan langkah-langkah rinci. Siswa hanya mengikuti langkah-langkah yang telah dituliskan untuk melakukan percobaan. Untuk itu, perlu adanya LKS yang memungkinkan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya melalui percobaan yang mereka rancang sendiri. Hasil pengembangan produk berupa LKS diuji kelayakannya oleh tiga orang ahli. Lembar kerja siswa kegiatan laboratorium inkuiri memperoleh kriteria layak dengan nilai 3,53 dari nilai maksimal 4.   This research aims to develop aneligible worksheets for inquiry laboratory activities. Research steps consisted of: (1) preliminary study, (2) product development, and (3) limited scale product trial. Result of preliminary study showed that the availability of teaching materials in the laboratory hasn’t support the learning process independently. Laboratory activities carried out by following the guidelines as 'cookbook', with detailed steps. Students just follow the steps for doing experiment. Need for worksheets that enable to construct knowledge’s student through experiments that their own design. The product development was worksheets tested for eligibility by three experts. Inquiry laboratory activities worksheets obtain eligibility value 3.53 of the maximum value of 4 with eligible criteria
PENGEMBANGAN KIT STOIKIOMETRI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH Yunita, Wulansari; Cahyono, Edy; Wijayati, Nanik
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.413 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kit stoikiometri yang layak digunakan dan mendeskripsikan efektivitas kit stoikiometri yang dikembangkan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi stoikiometri secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Pembelajaran yang digunakan merupakan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA N 2 Pati, untuk uji coba skala kecil adalah siswa kelas X MIA 7 dan untuk uji coba skala besar diterapkan di kelas X MIA 5. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, penyebaran angket, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, skor validasi dari ahli sebesar 31 yang berarti kit stoikiometri sangat layak digunakan. Setelah menggunakan kit stoikiometri, terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa secara klasikal sebesar 72,73%, lebih dari 85% siswa mencapai nilai lebih besar dari 75 dan dapat membantu siswa memahami materi stoikiometri dengan skor g = 0,84 N-gain yang termasuk dalam peningkatan pemahaman dalam kategori tinggi, yang berarti kit stoikiometri efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Dengan demikian, kit stoikiometri dapat digunakan untuk proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi stoikiometri.   This research aims to develop a proper stoichiometry kit used and described effectiveness stoichiometry kit developed to improve understanding of the concept of students on the material overall stoichiometry. The study design used in this research is the Research and Development. Learning model usethe scientific approach learning. As research subjects are students of class X MIA SMA N 2 Pati, for small-scale trials were students of class X MIA 7 and for large-scale testing implemented in class X MIA 5.The data collection is done by the method of documentation, observation, questionnaire, and test. Based on the research results, scores of expert validation by 31 which means that the stoichiometry is very decent kit is used. After using kit stoichiometry, there is increasing students' understanding of concepts in classical student of 72.73 %, more than 85 % of students reached a value greater than 75 and can help students understand the material stoichiometry with a score of g = 0.84 N-gain included in an increased understanding in the high category, which means that the stoichiometry kit effectively used to improve students' understanding of the concept. Thus, the stoichiometry kit can be used for the learning process to improve students' understanding of concepts in the material stoichiometry
PENGEMBANGAN LKS FISIKA BERMUATAN GENERIK SAINS UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING (HOTS) SISWA Kristianingsih, Desiagi Dwi; Wijayati, Nanik; Sudarmin, Sudarmin
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.254 KB)

Abstract

Pada abad pengetahuan ini, modal intelektual khususnya kecakapan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill) merupakan kebutuhan sebagai tenaga kerja yang handal agar siswa mampu memahami materi pelajaran, maka diperlukan kecakapan berpikir tingkat tinggi. Namun ada beberapa keluhan tentang rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang dimiliki oleh lulusan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Kendala juga dialami SMK Swasta di Slawi antara lain pembelajaran fisika sulit dipahami dan siswa kurang optimal saat pembelajaran. Akibatnya, banyak siswa yang kemampuan berpikir kritisnya kurang baik. Disisi lain, kebanyakan guru tidak mengembangkan bahan ajar sendiri melainkan membeli dari agen buku. Pada hal buku tersebut tidak disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kondisi peserta. Tujuan dari penelitian ini: untuk mengetahui tingkat kelayakan, efektifitas, dan pengaruh pengembangan LKS fisika bermuatan KGS terhadap pengembangan HOTS siswa. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Teknik analisis dengan menggunakan uji deskriptif prosentase, uji gain, dan t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Pengembangan LKS bermuatan KGS terdiri dari 22 pertanyaan dinyatakan layak oleh tim validator. 2). Pengembangan LKS yang diberikan treatment adalah efektif. 3). Metode KGS berpengaruh positip terhadap peningkatan HOTS siswa SMK Swasta di Slawi.   In the century of knowledge intellectual capital, especially high-level thinking skills (Higher Order Thinking Skills) is a necessity as a reliable workforce so that students are able to understand the subject matter, it would require a high -level thinking skills. However, there are some complaints about the lack of critical thinking skills, creative owned by basic education graduates to college. Private vocational constraints are also experienced in teaching physics Slawi among other elusive and less than optimal student learning time. As a result, many students are poor critical thinking skills. On the other hand, most teachers do not develop their own teaching materials , but bought from a book agent. In the book it is not adapted to the conditions of the school and the condition of the participants. The purpose of this research: to determine the feasibility, effectiveness, and influence the development of physics LKS charged KGS against HOTS development of students. The approach used is research pengembanganTeknik analysis using descriptive test percentage, gain test, and t test. Research shows that: 1). KGS charged LKS development consists of 22 questions to be eligible by the team validator. 2). LKS development of a given treatment is effective. 3). KGS method HOTS positive effect on improvement of vocational students private in Slawi.
PENGEMBANGAN PERANGKAT BLENDED LEARNING SISTEM SARAF MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Lestari, Dian; E.S.,, Sri Mulyani; Susanti, R.
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.857 KB)

Abstract

Pembelajaran biologi mengalami kesulitan disebabkan konsep fisiologis yang abstrak, salah satunya adalah materi sistem saraf manusia. Sebagai solusi alternatif dengan mengkombinasikan strategi pembelajaran secara tatap muka di kelas (face to face) dengan strategi pembelajaran berbasis e-learning, yaitu strategi pembelajaran blended learning. Untuk itu diperlukan perangkat pembelajaran menggunakan strategi blended learning yang dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan perangkat blended learning sistem saraf manusia yang dapat memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis, 2) menganalisis validitas, efektivitas, dan kepraktisan perangkat blended learning. Penelitian dan pengembangan (R & D) dalam penelitian ini menggunakan model 4-D yang meliputi tahapan Define, Design, Develop, tanpa tahap Desseminate, sedangkan “one sample group pretest-posttest design” sebagai desain penelitian pada tahap pengujian skala luas. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus, RPP, bahan ajar. Uji coba skala kecil kelas XI IPA 1 dan skala besar kelas XI IPA 2 dilakukan pada siswa kelas XI IPA SMA N 1 Larangan. Hasil penelitian menunjukkan perangkat blended learning sistem saraf manusia yang dikembangkan memiliki kriteria valid dengan rata-rata ≥ 0,70 peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan kategori tinggi N-Gain ≥ 0,70. Ketuntasan klasikal hasil belajar 85% dan keterampilan berpikir kritis 90%. Perangkat pembelajaran dapat memfasilitasi siswa berpikir kritis karena blended learning membuat siswa berfikir secara holistik dan memunculkan pertanyaan serta jawaban kritis.   Learning of biology gets difficulty because of abstract physiology concept, either is nervous system. Alternative solution is combinating learning strategy face to face with learning strategy based e-larn, that is blended learning strategy. Therefor, it is needed to use blended learning in learning device which can increase students critical thinking skill. The purpose of this research are: 1) produce learning device of nervous system using blended learning system that can facilitate students to think critically, 2) analie validity, efectivity, and practicity learning device using blended learning stretegy. Research and development in this research in using 4-D model, define, design, develop, without desseminate whereas “one sample group pretest-posttest design”. Learning device that is developed are sylabus, lesson plan, and teaching materials. Experiments/ trials in small scale and scale are done in grade XI sains students of SMA N 1 Larangan. Research result of learning device of nervous system using blended learning system developed have validity on the average 87,3, raising students critical thinking skill is high N-gain 0,70. Clasical completeness of learning result 85% and critical thinking skill is 90%

Page 1 of 23 | Total Record : 228