cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Idealog: Ide dan Dialog Desain Indonesia
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24770566     EISSN : 26156776     DOI : -
Core Subject : Art,
Journal IDEALOG is a peer-reviewed journal devoted to the study and applications of interior design and product design theory and practice
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1" : 6 Documents clear
PERAN MEDIA DALAM MENGINFORMASIKAN WACANA GREEN DESIGN KEPADA MASYARAKAT Pambudi, Terbit Setya
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.841

Abstract

Abstrak: Global warming, kerusakan ekologi hingga perubahan iklim yang ekstrim adalah isu lingkungan yang saat ini menajdi topik pembahasan masyarakat luas. Isu lingkungan ini juga menarik perhatian pada dunia desain, green design muncul sebagai jawaban akan isu lingkungan tersebut. Wacana green design yang mengarah pada pola pikir dan tindakan yang menghargai dan ramah lingkungan yang berkelanjutan. Untuk memberikan informasi dan pengetahuan mengenai wacana green design kepada masyarakat perlu sebuah komunikasi melalui media. Media sebagai bentuk komunikasi massa berfungsi sebagai pemberi informasi, pencetus opini publik hingga pembentuk budaya massa. Dalam peranya pada wacana green design , media berfungsi sebagai pemberi informasi, mengenalkan wawasan baru, mempersuasi pola pikir dan tindakan masyarakat ke arah wacana green design yang menghargai dan ramah terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan melakukan kajian terhadap fenomena yang ada di masyarakat berdasar pada kajian literatur. Fokus penelitian adalah mengenai peran media dalam memberikan informasi kepada masayarakat tentang wacana green design. Dalam makalah ini didapatkan kesimpulan peran media pada wacana green design. Media sebagai sarana kampanye dengan tujuan untuk meningkatakan kesadaran, memberi informasi dan merubah pola pikir ke arah green design. Peran media sebagai sarana edukasi green design dengan tujuan memberi pengetahuan baru kemudian mempersuasi pola pikir dan tindakan masyarakat menuju wacana green design. Selanjutnya media digunakan produsen untuk membujuk konsumen untuk menyakini dan kemudian membeli dan menggunakan produk green design.
EFEKTIVITAS LOKASI PENEMPATAN PAPAN PETUNJUK (SIGNAGE SYSTEM) PADA LOBBY STASIUN KERETA API BANDUNG Taufiq, Shidqi Alia; Wulandari, Ratri
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.842

Abstract

Salah satu transportasi umum yang saat ini diminati masyarakat adalah kereta. Adanya peningkatan pelayanan pada transportasi ini, merupakan salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakannya. Adanya peningkatan peminat pengguna kereta ini juga harus diikuti dengan meningkatnya pelayanan di stasiun kereta. Pada stasiun kereta dibutuhkan fasilitas-fasilitas yang memudahkan calon penumpang agar dapat melakukan perjalanan dengan semestinya. Salah satu fasilitas yang perlu diperhatikan yaitu berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan pengunjung dan penumpang ketika berada di stasiun kereta. Informasi yang ingin didapatkan pengunjung dan penumpang sangat beragam, mulai dari tata cara beli tiket,penukaran tiket, jadwal keberangkatan kereta, letak ruang tunggu, letak peron yang akan dituju, hingga letak toilet dan mushola. Salah satu sarana informasi yang efektif digunakan yaitu papan petunjuk atau signage system. Signage merupakan sebuah sarana informasi yang mengarahkan manusia pada sebuah tempat dan membantunya untuk mencapai tempat tersebut. Stasiun Kereta Bandung merupakan stasiun kereta besar di Jawa Barat yang menerapkan papan petunjuk atau signage system sebagai salah satu sarana informasi yang ditujukan bagi pengunjung maupun penumpang yang dipasang di beberapa sudut lobby dari Stasiun Kereta Bandung. Meski demikian, masih banyak pengunjung yang bertanya kepada petugas mengenai informasi tertentu yang sebenarnya sudah ditampilkan pada signage system. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor, salah satufaktor tersebut ialah lokasi penempatan papan petunjuk atau signage system yang kurang tepat.   Penelitian ini dilakukan dengan metoda campuran kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka dalam pengumpulan data. Kesimpulan diperoleh melalui analisis terhadap sirkulasi penumpang dan pengunjung untuk memperoleh titik lokasi penempatan signage system yang efektif di Lobby utama Stasiun Bandung. Diharapkan, dengan artikel penelitian mengenai keefektifan lokasi penempatan signage system di lobby Stasiun Kereta Bandung ini dapat memberikan informasi yang membantu pihak Stasiun Kereta Bandung dalam memaksimalkan pelayanannya terhadap pengunjungnya terkait  penyampaian informasi dalam sebuah ruang interior.
ADAPTABILITAS PADA JALUR PEDESTRIAN RUSUNAWA PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA Firmansyah, Rangga
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.843

Abstract

Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk  tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.   Fokus penelitian mengambil permasalahan pada pola aktivitas yang terjadi di area pedestrian Rusunawa  Panggungharjo Blok B sebagai bentuk adaptabilitas penghuni, dengan menggunakan metode penelitian behavior yakni studi tentang hubungan arsitektur dan perilaku dalam kaitannya dengan tata ruang studi kasus area pedestrian dan perilaku berupa pola aktivitas yang terjadi di area pedestrian rumah susun. Dengan luas yang terbatas terkait fisik bangunan peneliti melihat beberapa fenomena yang ditemukan di Rusunawa Panggungharjo, terjadinya penambahan fungsi selain tempat tinggal, penataan perabot yang kurang sesuai untuk ruang terbatas, dan area pedestrian yang dijadikan tempat aktivitas sosial. Kemampuan lingkungan untuk dapat menampung perilaku berbeda yang belum ada sebelumnya bentuk adaptibilitas pada area pedestrian Rusunawa Panggungharjo.
REPRESENTASI DAN ORIENTASI SIMBOL PENGHORMATAN DALAM DINAMIKA RUANG IBADAH AGAMA BUDDHA (Studi Kasus: Ruang Ibadah Cetiya di Bandung) Tjandradipura, Carina; Sugata, Ferlina
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.839

Abstract

Setiap umat beragama pada umumnya memiliki simbol penghormatan untuk memuja keagungan dan kebesaran seseorang yang dianggap sangat penting dalam agama masing-masing. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia arsitektur dan penyesuaian aktivitas peribadatan berbeda-beda pula sehingga mempengaruhi munculnya tatanan ruang yang beragam pada salah satu ruang ibadah umat agama Buddha yakni cetiya. Dalam perkembangan bentuk ruang cetiya tersebut, aktivitas dalam cetiya ini pun mengalami perubahan yakni sebagai wadah aktivitas ritual dan interaksi keagamaan sehingga memberikan dampak terhadap esensi makna bagi sebuah aktivitas spiritual. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi sejarah dan perkembangan bentuk, fungsi dan makna cetiya pada masa awal muncul hingga saat ini, dengan mengidentifikasi tipe cetiya di ranah publik dan privat, dan masih difungsikan sesuai awal terbentuknya namun telah mengalami pergeseran dalam aspek wadah fisik dan kontennya; serta mengetahui sejauh mana terjadi pergeseran tersebut dengan menganalisis faktor-faktor mendorong terjadinya hal tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah kajian fenomenologis, yakni mencari faktor pendorong dengan teknik kualitatif rasionalistik sehingga teknik pengolahan datanya merupakan analisis hubungan dari kedua variabel yang dijabarkan menjadi faktor-faktor dan kemudian dilanjutkan denganmenggunakan tabulasi sederhana, sehingga menghasilkan sistematika dari faktor-faktor tersebut. Pada saat ini cetiya telah mengalami perubahan bentuk menjadi sebuah ruang atau bangunan tempat peribadatan pribadi maupun kelompok tertentu, yakni berupa sudut ruangan atau kamar khusus di sebuah fungsi hunian atau kantor. Pergeseran fungsi yang kini terjadi, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penataan pola ruang dan tetap dapat memperlihatkan representasi simbol Buddha dengan orientasi ruang memusat serta tetap terjaganya hierarki sebagai ruang ibadah privat dan khusuk walaupun dengan elemen pelingkup dan atributruang yang berlainan. Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa simbol masih dikenal hingga saat ini namun direpresentasikan secara berbeda dari konsep awalnya yang berupa tempat suci atau penyimpanan benda suci Buddha. Penggunaan nama masih tetap digunakan dan fungsi cetiya sebagairuang ibadah yang menampung aktivitas penghormatan pun masih dipertahankan.
Gaya Hidup dan Restoran Jepang Studi Kasus pada Interior Restoran Sushi Tei Bandung Rachmawati, Rizka
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.844

Abstract

Gaya hidup ada berdasarkan fenomena yang terjadi pada pribadi manusia ketika memenuhi nilai lebih dari sekedar kebutuhan. Pola gaya hidup manusia secara global lebih mudah terlihat bila direpresentasikan dalam bentuk desain pada ruang public, salah satunya di dalam restoran. Restoran merupakan fasilitas ruang  publik yang bersifat memberikan suasana santai, ramah, dan berguna sebagai sarana yang menyediakan kebutuhan makan. Arti makan sendiri kini bukan sekedar alat penyambung hidup, tetapi lebih kepada sebuah alat aktualisasi diri. Berdasarkan hal tersebut, maka interior restoran menjadi salah satu area publik yang berperan dalam merepresentasikan sifat gaya hidup, karena aktivitas di dalam restoran yang kini telah bergeser sebagai wadah penangkap citra diri melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selain makan. Salah satu studi kasus yang akan dibahas yaitu restoran Jepang. Saat ini restoran tersebut telah berhasil menciptakan tren di kalangan masyarakat luas. Hal ini tentunya berkaitan dengan kesesuaian dan keunikan yang ditimbulkan oleh restoran dengan gaya hidup masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh gaya hidup yang diterapkan pada restoran Jepang, sehingga berhasil menarik pengunjung dan memunculkan tren gaya hidup. Topik ini dibahas menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, survey, dan juga studi literatur. Dengan adanya penelitian tersebut, desainer interior diharapkan dapat memanfaatkan pola gaya hidup masyarakat sebagai faktor penting yang mempengaruhi bentukan elemen interior sebuah restoran Jepang.
PENGARUH SETTING ELEMEN FISIK RUANG KANTOR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus : Kantor Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat, Bandung) Zavani, Meilisa Nindy; Rahardjo, Setiamurti
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.840

Abstract

Elemen fisik interior merupakan bagian pembentuk ruang, diantaranya adalah dinding dan lantai.  Pengaturan terhadap elemen fisik tersebut berbeda-beda di setiap tempat. Pada ruang kantor, setting elemen fisik interior dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas karyawannya. Namun ruangan kantor sebagai lingkungan kerja sering diartikan sebagai lingkungan yang formal, sehingga didesain dengan kaku dan monoton. Hal tersebut juga berlaku bagi kantor surat kabar, dimana para karyawan redaksi khususnya wartawan yang selain mencari bahan berita di luar ruangan tetapi juga melakukan penulisan berita atau artikel di dalam kantor.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana setting elemen fisik interior yang dapat mempengaruhiproduktvitas karyawan dan seberapa besar pengaruhnya. Dengan menyebarkan questionnaire kepada wartawan yang bekerja di ruang kantor Harian Umum Pikiran Rakyat di Bandung serta melakukan perhitungan secara kuantitatif, diperoleh hasil persentase produktivitas wartawan sebesar 82,29%. Sesudahnya dapat dihitung perolehan persentase pengaruh setting elemen fisik interior dinding dan lantai terhadap produktivitas karyawannya, yakni sebesar 30,38 %. Secara data, elemen fisik pada ruang kantor redaksi terlihat memiliki pengaruh terhadap produktivitas karyawan. Sebagai tambahan temuan, melalui observasi yang dilakukan, dicermati bahwa wartawan di Harian Umum Pikiran Rakyat sudah terbiasa dengan pola kerja yang menuntutmereka untuk selalu produktif, terlepas dari kondisi fisik lingkungannya. Dengan demikian, disimpulkan bahwa persentase yang ditunjukkan melalui perhitungan tersebut mengindikasikan bahwa setting elemen fisik di kantor  arian Umum Pikiran Rakyat masih bisa ditingkatkan lagi untuk mencapai produktivitas kerja karyawan yang maksimal.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6