cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Idealog: Ide dan Dialog Desain Indonesia
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24770566     EISSN : 26156776     DOI : -
Core Subject : Art,
Journal IDEALOG is a peer-reviewed journal devoted to the study and applications of interior design and product design theory and practice
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2" : 8 Documents clear
PERANCANGAN SARANA PENDUKUNG LESEHAN AKTIVITAS RUMAH TANGGA Sufyan, Asep; Suciati, Ari
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesehan merupakan suatu istilah yang budayanya berasal dari tata karma duduk, sikap dudukseseorang di negara Indonesia sangat menentukan tata karma. Lesehan merupakan budaya yang menunjukkansifat kesederhanaan, kesetaraan, dan kebersamaan yang didasarkan pada rasa persaudaraan. Istilah lesehan yaitucara duduk di atas lantai, dengan posisi duduk yang alternatif yang biasa dipakai sehari – hari saat di rumah,karena lesehan dianggap lebih bebas dan menyenangkan, namun posisi duduk ini cenderung kurang formal.Sikap duduk lesehan memiliki banyak gaya atau sikap diantaranya duduk dengan bersila, bersimpuh, selonjoran,kaki menyilang dengan posisi badan bersandar atau pun tidak bersandar. Posisi gaya atau sikap ini tidakselamanya tetap, karena posisi duduk ini cenderung mengubah – ubah gaya atau sikap, dimana dalam setiapperubahan posisi gaya dapat ditemukan rasa nyaman tersendiri. Setiap gaya lama – kelamaan juga dapatmenimbulkan rasa tidak nyaman, seperti pegal, kesemutan, kesulitan berdiri akibat dari terlalu lama duduk, sakitpunggung, dan sesekali ingin bersandar untuk menghilangkan rasa pegal.Perlu sebuah perancangan produk yang bisa memfasilitasi kebiasaan seseorang dalam kebiasaannya ketikaduduk lesehan. Perancangan ditinjau dari aspek ergonomi yang berfokus kepada titik lelah seseorang ketikaberkaktivitas.
INOVASI DESAIN DALAM MEWUJUDKAN KELAYAKAN LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PASAR PADAT TEPI SUNGAI KOTA, KASUS: LINGKUNGAN PASAR ASTANA ANYAR, PUSAT KOTA BANDUNG Kusliansjah, Yohanes Karyadi; Priyanti, Eva
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1219

Abstract

The emergence of spilled markets and dense residential neighborhoods on the river banks in AstanaAnyar, is one of the impacts that caused by land crisis phenomenon occurred in the city center of Bandung. AstanaAnyar market and dense housing conditions fueled the emergence of a slum environment. Standing between tworivers and low land contours causes Astana Anyar market and the surrounding housing environment have a hugethreat of flooding due to river floods during heavy rains and exacerbate existing environmental conditions.Standing in the city center of Bandung, Astana Anyar market and the surrounding housing location areahave an opportunity of building structures toward vertical buildings and development feasibility on high-valueland locations that meet market prices in the city center.Degradation of environmental conditions that occur, causing housing conditions to be unfit and unhealthyfor the community. In addition, Astana Anyar market also experienced a decline in its quality as one of theimportant economic drivers. In this condition, Astana Anyar market and the surrounding housing environmentneed an innovative solution to structuring the dense residential and market environment.By conducting direct observation and interviews to the local community and market users, this researchattemps to examine deeper about the problems and potential that exist, so that could be used as a referenceformulation of design innovation solutions that could be done as an effort to structuring the dense housing andmarket to be sustainable environment.
TINJAUAN KEBUTUHAN RUANG BACKSTAGE PADA GEDUNG PERTUNJUKKAN SENI DI BANDUNG Listyapratiwi, Nuryani; Rachmawati, Rizka
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1224

Abstract

Sejak tahun 2015, Bandung dinobatkan menjadi salah satu kota kreatif oleh UNESCO. Berbagaimacam karya orang Bandung pun terkenal, salah satunya adalah seni pertunjukkan. Seni Pertunjukkan , yaituseni tari, teater dan musik di Bandung berkembang pesat, baik yang modern, maupun yang tradisional, bahkanBandung menjadi barometer seni pertunjukkan modern di Indonesia. Hal ini menunjukkan banyaknyaseniman-seniman di Bandung yang aktif berkarya. Penyediaan tempat untuk pementas di Bandung sepertigedung pertunjukkan seni pun sudah cukup banyak, namun masih banyak yang belum memenuhi standar.Salah satu standar yang belum terpenuhi adalah standar pada area backstage. Padahal area ini berperanpenting dalam membantu persiapan pementasan para sneiman dan juga crew. Maka dari itu, jurnalmengangkat standar-standar area backstage yang sesuai dengan kebutuhan, kemudian dikomparasikandengan studi kasus yang diambil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu berdasarkan hasil kajianstudi literatur dan studi kasus, yang bertujuan untuk mengetahui bagiaman desain area backstage yang baiksesuai dengan standar yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
REDEFINISI RUANG PUBLIK PADA KAMPUNG KREATIF PASUNDAN STUDI KASUS : KORIDOR TEPIAN SUNGAI CIKAPUNDUNG, RT 02 RW 04, KELURAHAN BALONGGEDE, KECAMATAN REGOL, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT Hanafiah, Ully Irma Maulina; Asharsinyo, Doddy Friestya
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1220

Abstract

Fenomena Kampung Kreatif menjadi perhatian bagi para pemerhati kota dan komunitas-komunitasyang mendukung keberadaan kampung-kampung kota. Segala usaha dilakukan agar pemerintah setempatmemperhatikan keberadaan kampung kota. Kota Bandung termasuk kota yang banyak melahirkan kampungkampung kreatif tersebut, dengan didukung oleh komunitas-komunitas kreatif yang ada di kota Bandung.Kampung kreatif yang mengusung berbagai tema kreatif berdasarkan kontekstual kampungnya bermunculandimana-mana. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam kampung-kampung kreatif ini beragam, darimemproduksi kerajinan tangan, menggelar kesenian tradisional, sampai dengan menghias rumah-rumahnyasedemikian rupa, sehingga diharapkan menjadi tujuan destinasi, dsbnya. Sampai dengan tahap ini, timbulpertanyaaan, Apakah cukup dengan meningkatkan taraf perekonomian masyarakatnya tanpa memperhatikanlingkungannya? Kreativitas apa lagi yang dituntut dari masyarakat kampung kreatif jika dilihat dari kontekspermasalahan umum kampung kota : lokasi informal dengan kepadatan yang tinggi, minimnya saranainfrastruktur, kondisi rumah yang kurang sehat bagi penghuninya, perilaku masyarakat yang tidak menghargailingkungan dan lain sebagainya? Kampung kota yang kebanyakan berada di lahan-lahan informal, yaitu yangberada di bantaran sungai, sempadan kereta api dan lahan hijau di pusat kota, ruang yang seharusnya menjadilahan hijau, karena adanya kesadaran dari masyarakatnya, walaupun tidak sepenuhnya, ruang itu dapatdikembalikan ke fungsi awalnya sebagai ruang terbuka hijau dengan menempatkan ruang terbuka pada fungsiawalnya, sehingga kawasan kreatif dapat terus dikembangkan, baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya dandalam mengelola lingkungan binaan masyarakat Kampung Kota.Rancangan Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan Eksploratif, yang menjabarkan secararinci kondisi faktual kampung kreatif Pasundan, lalu mendalami faktor-faktor apa saja yang menyebabkankreativitas muncul, yang kemudian dihubungkan dengan aktivitas kampung kreatif yang berdampak signifikanpada keberadaan ruang terbuka saat ini. Pengambilan studi kasus pada kota Bandung, mengambil lokasipemukiman yang berada di bantaran sungai Cikapundung yaitu Kampung Kreatif Pasundan, Kota Bandung,Jawa Barat.
PENERAPAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA INTERIOR RESTORAN ATMOSPHERE BANDUNG DI MALAM HARI Mirzah, Amythia Lapadca; Sheha Gunawan, Ahmad Nur; Salayanti, Santi
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1225

Abstract

Restoran Atmosphere merupakan salah satu tempat makan keluarga yang sering didatangi masyarakatkota maupun luar kota Bandung. Salah satu hal yang mempengaruhi kedatangan masyarakat kota Bandung untukmakan di restoran atmosphere adalah suasana restoran. Pengaruh yang menciptakan suasana yang cozzy direstoran Atmosphere salah satunya dengan menggunakan pencahayaan yang dapat berpengaruh pada suasana dankenyamanan pengguna restoran itu sendiri. Aktivitas pengunjung dan pengelola yang berada pada restoran sepertimakan, berkumpul, menyajikan makanan sangat dipengaruhi oleh pencahayaan yang ada. Pencahayaan lampudapat memberikan kesan dan efek yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan penerapan lampu yang ada, sepertiefek nyaman dengan kesan hangat pada restoran Atmosphere. Pencahayaan juga dapat memberikan ciri khastersendiri mengikuti tema dan gaya yang diterapkan pada interiornya. Dengan analisa deskriptif maka penelitianini dilakukan untuk melihat pengaruh sistem pencahayaan terhadap efek atau kesan tertentu dan sesuai standarkenyamanan yang ada pada restoran Atmoshpere. menggunakan kajian literature, observasi dan pengumpulandata melalui wawancara, maka peneliti memperoleh hasil kajian penerapan cahaya interior pada restaurantAtmosphere yang berada Jalan Lengkong Besar No.97.
PERANAN STYLING DAN ERGONOMI PADA CITY CAR TERHADAP MASYARAKAT URBAN JAKARTA STUDI KASUS EKSTERIOR DAN INTERIOR SUZUKI KARIMUN WAGON R DAN DAIHATSU AYLA Islamsyah, Hapiz
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1221

Abstract

Ketika kita berbicara tentang desain sangat berkaitan dengan banyak aspek, hal yang palingpenting dari aspek ini adalah fungsi dan estetika, desain tanpa estetika menjadi kekosongan dan desaintanpa fungsi menjadi tidak berguna. Saai ini ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya hari ini menjadibagian gaya hidup. Sebagian besar objek yang digunakan oleh manusia, dirancang oleh desainer, untukmemenuhi kebutuhan dasar dan keinginan manusia, gaya hidup manusia modern adalah kebanggaan palingpenting, alat elektronik dan otomotif yang sebagian besar terhubung dengan kehidupan mereka. Dalampenelitian ini dibahas tentang kinerja LCGC (Low Cost Green Car) yang paling umum digunakanmasyarakat urban di Jakarta dengan melihat dari segi styling dan ergonomis, penelitian ini dimulai denganmengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dari resoponden dan ahli. Semua data akan diolahdan hasil dari penelitian ini adalah untuk mendorong industri manukfaktur dan desainer produk otomotifuntuk membuat mobil dengan aspek estetika dan aspek ergomonik yang sangat penting.
POLA INTERKASI SOSIAL DALAM PEMANFAATAN FASILITAS BERSAMA DI RUSUNAWA CIMAHI PADA ERA MEDIA SOSIAL Kusliansjah, Yohanes Karyadi; Histanto, Enrico Nirwan
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1222

Abstract

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) adalah salah satu alternatif solusi terhadap kebutuhan rumahyang layak huni bagi masyarakat khususnya di negara berkembang. Disamping masalah keterbatasan lahan,masalah biaya sewanya tetap menjadi masalah bagi beberapa golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).Terjadinya perubahan sifat perumahan dari pola konvensional yang bersifat horizontal ke arah vertikal tentuberdampak pada pola interaksi sosial penghuni di dalamnya dari sistem rumah yang bersifat individual(kepemilikan pribadi) menjadi lebih sosial karena kepemilikan fasilitas bersama (komunal).Dalam memenuhi kebutuhan sosial, pengaksesan media sosial (seperti : facebook, instagram, tweeter, dll) menjadisalah satu jenis kebutuhan baru di jaman sekarang. Kemajuan teknologi komunikasi saat ini semakin mudah danmurah melalui media sosial merupakan fenomena yang melanda semua kalangan, termasuk dari golonganmasyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini, tidak membutuhkan perangkat yang sangat canggih untuk mengaksesinternet ditambah harga kuota internet yang semakin murah.Kesamaan konfigurasi penataan tapak dalam hal ini kesamaan tipologi penyusunan massa bangunan, jumlahpenghuni dan sasaran penghuni yaitu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kedua rusunawa Kota Cimahi,yaitu Cibeureum dan Leuwigajah menarik untuk diteliti manakah yang lebih efektif pemanfaatan fasilitas bersamaserta faktor-faktor penentu apa sajakah yang berperan terhadap pola sosialnya.
PERANAN STYLING DAN ERGONOMI PADA CITY CAR TERHADAP MASYARAKAT URBAN JAKARTA islamsyah, hapiz
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1059

Abstract

Design is connecting to all about aspect, the most important aspect is functions and aesthetic, design whit out aesthetic become emptiness and design whit out functions became useless, in this days science, technology and culture its become part of lifestyle, all about of goods, gadget was born from designer to fill basic needs and desire of humanity, modern human lifestyle is the most essential pride, automotive electrical goods mostly connected to their life. In this research talk about performance of LCGC ( Low Cost Green Car ) the most common used from urban society in Jakarta whit looking from styling and ergonomic aspect Keywords : lifestyle, functions, ergonomic, styling, LCGC

Page 1 of 1 | Total Record : 8