cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PERILAKU PROSOSIAL MASYARAKAT TERHADAP LANJUT USIA TERLANTAR DI KELURAHAN DERWATI KECAMATAN RANCASARI KOTA BANDUNG Daeli, Solima Analisa; ., Pribowo
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.85 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.237

Abstract

Penelitian mengenai ?Perilaku Prososial Masyarakat Terhadap Lanjut Usia Terlantar di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung?, dilatarbelakangi oleh hambatan yang dialami oleh lanjut usia terlantar karena keterbatas fisik dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai karakteristik responden, perilaku menolong, perilaku berbagi perasaan, perilaku kerjasama, perilaku menyumbang dan perilaku memperhatikan kesejahteraan orang lain oleh masyarakat terhadap lanjut usia terlantar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penarikan sampel dengan menggunakan sensus. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 44 orang responden yang terdiri dari Ketua RT dan Ketua RW. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah rating scale dengan ukuran ordinal. Pengujian validitas penelitian ini dilakukan dengan uji validitas muka (face validity) dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku prososial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar di Kelurahan Derwati tergolong baik dengan rincian perilaku menolong pada kategori sedang, perilaku berbagi perasaan kategori tinggi, perilaku kerjasama kategori tinggi, perilaku menyumbang kategori tinggi, perilaku memperhatikan kesejahteraan orang lain sedang. Namun terdapat masalah dibeberapa item pernyataan, dimana masyarakat masih memiliki self gain yang tinggi ketika melakukan tindakan prososial terhadap lanjut usia terlantar. Masyarakat ingin melakukan tindakan prososial terhadap lanjut usia terlantar jika pengorbanan yang ia keluarkan tidak terlalu banyak. Program yang diusulkan dalam peningkatan perilaku prososial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar adalah ?Program Penyuluhan Sosial Mengenai Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia di Kelurahan Derwati?, menggunakan metode pengembangan masyarakat dan teknik edukasi serta teknik kolaborasi yang terdiri dari pemberian materi tentang hak dan kebutuhan lanjut usia serta peran penting masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia.  Kata Kunci: Perilaku Prososial, Masyarakat, Lanjut Usia Terlantar
PEMENUHAN HAK SIPIL DALAM KONTEKS KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT ADAT SUNDA WIWITAN KAMPUNG CIREUNDEU, KOTA CIMAHI, JAWA BARAT Vonika, Nike
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.179 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.252

Abstract

Penganut kepercayaan lokal di Indonesia merupakan kelompok masyarakat yang saat ini masih merasakan adanya pembedaan perlakuan kepada mereka karena status keyakinan mereka yang belum diakui oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena terkait pemenuhan hak sipil bagi masyarakat penganut Sunda Wiwitan, Kampung Cireundeu dalam konteks kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian secara dekriptif. Lebih lanjut penelitian ini menganalisa pemenuhan hak sipil bagi penganut Sunda Wiwitan tersebut mengalami pembedaan jika dibandingkan dengan penganut agama/ keyakinan yang telah diakui pemerintah. Sehingga hal ini berdampak pada pemenuhan hak kesejahteraan sosial yang dilihat dari 4 aspek yaitu aspek mental, aspek sosial, aspek spiritual dan aspek ekonomi.   Kata Kunci:hak sipil, kesejahteraan sosial, penganut kepercayaan, Sunda Wiwitan
COPING STRATEGY KARYAWAN OUTSOURCING PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL BANDUNG DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN KELUARGA Rizaldi, Fahmi; Rusmana, Aep; Muryanto, Yudi
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.752 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.236

Abstract

Tekanan yang dialami oleh karyawan outsourcing di tempat kerjanya maupun karena tuntutan dalam memenuhi kebutuhan keluarga Mengharuskan mereka untuk beradaptasi dengan menggunakan  memiliki coping strategy yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang coping strategy yang meliputi: karakteristik responden, keaktifan diri, perencanaan, kontrol diri, mencari dukungan emosional, mencari dukungan instrumental, penerimaan, serta religiusitas karyawan outsourcing dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 orang ditentukan melalui teknik sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: kuesioner, studi dokumentasi. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka dan uji reliabilitas menggunakan metode alpha cronbach. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping strategy karyawan outsourcing dalam memenuhi kebutuhan keluarga berada pada kategori tinggi dengan skor 7990. Masalah yang dirasakan karyawan outsourcing terutama dalam memperoleh dukungan informasi karena kurangnya ketersediaan informasi dari professional untuk membantu penyelesaian masalah dan kurangnya transparansi perusahaan penyedia jasa terhadap hak-hak karyawan yang seharusnya mereka dapatkan. Informasi tentang pelayanan yang dapat diakses oleh karyawan outsourcing untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan keluarga sangat dibutuhkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan program ?Peningkatan Dukungan Informasi melalui Education Group di PT. Telekomunikasi Indonesia WITEL Bandung? dengan tujuan untuk memudahkan para karyawan dalam mendapatkan informasi melalui kelompok yang dipimpin oleh professional. Kelompok ini diharapkan dapat memfasilitasi karyawan outourcing untuk saling bertukar fikiran dan berbagi informasi serta pengalaman yang dapat membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi. Kata Kunci: Coping Strategy; Karyawan Outsourcing; Kebutuhan Keluarga.
EFEKTIVITAS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT TIMAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK KELUARGA MISKIN DI ASRAMA KELAS BEASISWA BANGKA BELITUNG Febiyan, Dini Abella; Rusmana, Aep; Muryanto, Yudi
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.678 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang efektivitas program CSR PT Timah Tbk dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak keluarga miskin di asrama kelas beasiswa Bangka Belitung, meliputi: 1) karakteristik responden, 2) ketepatan sasaran program, 3) sosialisasi program, 4) tujuan program, 5) pemantauan program. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus dengan jumlah responden 64 orang penerima beasiswa CSR pendidikan PT Timah Tbk di asrama kelas beasiswa Bangka Belitung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) kuisioner atau angket, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program CSR PT Timah Tbk dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak keluarga miskin di asrama kelas beasiswa Bangka Belitung secara keseluruhan sudah efektif dari aspek ketepatan sasaran, sosialisasi program, tujuan program dan pemantauan program. Aspek pemantauan program merupakan aspek yang memperoleh skor terendah dan masuk pada kategori kurang efektif. Hal ini menggambarkan pihak perusahaan belum maksimal dalam melaksanakan pemantauan terhadap penerima program beasiswa CSR pendidikan PT Timah Tbk. Kata Kunci:Efektivitas Program; Corporate Social Responsibility; Pendidikan
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN MAHASISWA DI KELURAHAN LEBAK GEDE KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Ramadhan, Mochamad Rizky; ., Pribowo
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.189 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.235

Abstract

Kontrol sosial masyarakat Kelurahan Lebak Gede dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengentasan masalah perilaku seks pranikah di kalangan mahasiswa karena tidak sesuai nilai dan norma masyarakat yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan dan dapat mengganggu keberfungsian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran empiris tentang karakterisitik responden, upaya persuasive, upaya coercive, upaya compulsion, dan upaya pervasion yang dilakukan masyarakat terhadap perilaku seks pranikah di kalangan mahasiswa di Kelurahan Lebak Gede Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian pada penelitian ini adalah ketua RT dan ketua RW yang berjumlah 77 orang dengan menggunakan teknik penarikan sampel sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah rating scale. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas muka dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan SPSS 25. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol sosial yang dilakukan masyarakat terhadap perilaku seks pranikah di Kelurahan Lebak Gede berada pada kategori sedang dengan rincian dari keempat upaya kontrol sosial, yaitu upaya persuasive berada pada kategori sedang, upaya coercive berada pada kategori sedang, upaya compulsion berada pada kategori sedang, dan upaya pervasion dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa upaya kontrol sosial sudah cukup baik, namun beberapa indikator masih belum optimal dan perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis masalah, analisis kebutuhan, dan analisis sistem sumber yang telah dilakukan, peneliti mengusulkan program ?Penyuluhan Sosial dalam Meningkatan Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Perilaku Seks Pranikah di Kalangan Mahasiswa?. Metode yang digunakan dalam program tersebut adalah pengembangan masyarakat. Teknik yang digunakan dalam progam adalah strategi kolaborasi dan taktik implementasi dan capacity building. Program ini terdiri atas beberapa kegiatan seperti penyuluhan sosial, kampanye penolakan perilaku seks pranikah, dan pembentukan forum komunikasi bersama. Kata Kunci:Kontrol Sosial, Masyarakat, Perilaku seks pranikah, Mahasiswa, Kota Bandung
PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENANGANAN ANAK TERLANTAR DI KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT Ocktilia, Helly
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.213 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.240

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menggambarkan praktik pekerjaan sosial berbasis komunitas dalam menangani masalah anak terlantar pendidkan pada masyarakat perdesaan serta upaya pengembangan komunitas lokal dalam mengatasinya. Studi dilakukan di salah satu wilayah perdesaan Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat yang menjadi lokasi praktik pekerjaan sosial makro. Studi dilakukan dengan menggunakan studi literatur dan dokumen yang terkait dengan topik pekerjaan sosial, anak terlantar, dan pengembangan masyarakat. Hasil studi menunjukan upaya penanganan masalah anak terlantar pendidikan dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat dengan menggunakan tahap-tahap penanganan praktek pekerjaan sosial makro mulai dari inisiasi sosial hingga terminasi dan rujukan. Metoda Pekerjaan Sosial yang digunakan dalam pengembangan komunitas yaitu Community Development/Community Organization, dengan strategi dan taktik yang digunakan: (1) Kolaborasi dengan taktik implementasi, pengembangan partisipasi dan pemberdayaan; (2) Strategi Kampanye dengan taktik pendidikan dan persuasi. Disimpulkan bahwa penanganan masalah anak terlantar pendidikan telah dilakukan secara partisipatif melalui pendampingan sosial dengan memberikan penguatan kapasitas dan memanfaatkan asset komunitas sehingga dapat meningkatkan keberdayaan komunitas dalam menangani masalah. Program penanganan anak terlantar dituangkan dalam ?Program Rumah Bocah Cerdas (Rumah BODAS)?. Tujuannya untuk meningkatkan gerakan literasi pada masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan orangtua tentang pentingnya pendidikan bagi anak, meningkatkan motivasi anak untuk bersekolah, serta menurunkan angka buta huruf pada anak-anak. Kata kunci: Anak Terlantar, Pengembangan Masyarakat, Praktik Pekerjaan Sosial Makro 
AKSESIBILITAS KELOMPOK LANJUT USIA TERHADAP LAYANAN KESEHATAN POS PEMBINAAN TERPADU BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN SUKAPURA KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG Suryani, Ria; Setiamanah, Meilani Dewi
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.738 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.234

Abstract

Aksesibilitas merujuk pada upaya yang dilakukan lanjut usia untuk menjangkau pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara lebih mendalam mengenai aksesibilitas lanjut usia terhadap posbindu meliputi  1) Birokrasi pelayanan, 2)Keanekaragaman pengetahuan dan pemahaman, 3)Diskriminasi, 4)Jarak geografis, dan 5)Harapan informan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Sdengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer berjumlah 10 orang yang terdiri dari 6 lanjut usia, 2 kader posbindu, dan 2 petugas puskesmas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek birokrasi yang dilalui tidak sulit dan tidak ada diskriminasi yang dialami lanjut usia, namun pengetahuan dan pemahaman lanjut usia terhadap posbindu masih kurang. Hal ini dikarenakan belum tersebarnya informasi mengenai posbindu secara menyeluruh dan pola pikir lanjut usia yang kurang tepat. Selain itu, jarak geografis juga menghambat lanjut usia dalam mengakses posbindu dikarenakan kondisi fisik lanjut usia yang sudah menurun dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Kata Kunci: Aksesibilitas; lanjut usia; posbindu.
PEMENUHAN HAK PENGASUHAN BAYI OLEH NARAPIDANA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A TANGERANG Triano, Habibah Mutiara; Hakim, Moch Zaenal; Huripah, Enung
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.694 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam tentang pemenuhan hak pengasuhan bayi oleh narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang, yang dibagi dalam beberapa aspek yaitu gambaran mengenai pelayanan kesehatan, makanan yang layak dan fasilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 orang narapidana perempuan yang membawa bayi, 1 orang pendamping narapidana yang membawa bayi, dan 1 orang pegawai bagian Kemasyarakatan dan Perawatan. Informan ditentukan berdasarkan purposive (pertimbangan peneliti). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak pengasuhan bayi oleh narapidana perempuan dilihat dari aspek pelayanan kesehatan, makanan yang layak dan fasilitas telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun ada beberapa hal yang belum terlaksana yaitu belum tersedianya fasilitas kebutuhan khusus ruang laktasi dan pemberian konsultasi oleh pendamping dan pegawai bagian Kemasyarakatan dan Perawatan untuk narapidana yang membawa bayi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti merekomendasikan  pengembangan kapasitas pendamping dan pegawai dalam pemenuhan hak pengasuhan bayi oleh narapidana perempuan. Menggunakan metode Praktik Pekerjaan Sosial Kelompok melalui teknik Educational Group, para pendamping dan pegawai ditingkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilannya agar dapat memenuhi dan memfasilitasi seluruh kebutuhan Narapidana Perempuan untuk dapat mengasuh bayinya.Kata Kunci:Pemenuhan Hak Pengasuhan Bayi, Narapidana Perempuan, Educational Group
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG KREASI WARNA-WARNI LORONG MARI TALANG BUBUK OLEH PT PERTAMINA (PERSERO) RU III PLAJU Aditya, Rahadiyand; Ardiyantika, Sulistyary; ., Istiqomah
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.501 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.238

Abstract

Data penduduk perkotaan semakin tinggi dari tahun ke tahun, pada tahun 2035 di prediksi jumlah penduduk perkotaan dapat mencapai 70% dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul di wilayah perkotaan antaralain kimiskinan, anak jalanan, pengangguran dan juga perkampungan kumuh. Kota Palembang adalah salah satu wilayah dengan jumlah kawasan kumuh tertinggi di Indonesia sebesar 1.443 Ha, Lorong Mari Kelurahan Talang Bubuk Kecamatan Plaju dengan jumlah pemukiman kumuh sebesar 5,47 Ha salah satunya. PT Pertamina RU III Plaju memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan berupa Kampung Kreasi Warna-warni Lorong Mari. Maka dari itu menarik untuk dikaji, bagaimana kegiatan pemberdayaan yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan Program Kampung Kreasi Warna-warni tersebut? Penelitian ini bertujuan agar dapat menjadi rujukan bagi perusahaan lain yang menerapkan program tanggung jawab sosialnya sejenis dengan program Kampung Kreasi Warna-warni ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan obyek penelitian adalah Kampung Kreasi Warna-warni Lorong Mari. Teknik penarikan informan menggunakan non probability dengan jenis bola salju dan data yang diperoleh diolah menggunakan analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah program Kampung Kreasi Warna-warni sudah berjalan sesuai dengan tujuan pemberdayaan yaitu pada aspek perbaikan kelembagaan, perbaikan lingkungan dan perbaikan pendapatan. Catatan yang perlu diperhatikan adalah perlunya pelatihan untuk masyarakat Lorong Mari agar kegiatan kelompok di sana berjalan secara efektif dan efisien.Kata Kunci : Kampung Kreasi Warna-warni, Pemberdayaan Masyarakat, Perbaikan Kelembagaan, Perbaikan Lingkungan, Perbaikan Pendapatan,
EFEKTIVITAS SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU “SABILULUNGAN” KABUPATEN BANDUNG Sukoco, Dwi Heru
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.388 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengapa masih banyak program penanggulangan kemiskinan yang bersifat parsial dan tidak terpadu, sementara kebijakan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) terus dikembangkan dan diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi, dengan informan terdiri dari manajer, supervisor, fasilitator, dan penerima manfaat program. Dengan teknik uji keabsahan data dan model analisis Mile & Huberman, hasil penelitian menunjukkan bahwa SLRT Kabupaten Bandung yang dirintis tahun 2016, sekarang telah mampu memberikan layanan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan yang dikeluarkan Kementerian Sosial. Petugas telah mampu melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan. SLRT juga telah memberikan kontribusi dengan menurunkan angka kemiskinan menjadi 6,65% sehingga lebih rendah dari angka kemiskinan nasional (9,82%). SLRT Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi, kantor sekretariat dan tempat layanan disertai dengan fasilitas dan perlengkapan, manajemen, sumber daya manusia, dan organisasi hingga ke tingkat desa. SLRT menyediakan tiga layanan utama: pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi bagi penerima manfaat.Kata Kunci:SLRT, Penerima Manfaat

Page 1 of 15 | Total Record : 143