cover
Contact Name
Januar Dwi Christy
Contact Email
christy@griyahusada.id
Phone
+6281332211312
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dukuh Pakis II Baru no. 110 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Midwifery Journal
ISSN : 24071676     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Midwifery Journal publishes the latest peer reviewed research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families. The journal’s publications support midwives and maternity care providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available evidence. Midwifery Journal provides an interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Midwifery articles cover the cultural, clinical, psycho-social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems.
Articles 90 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA GEMPOL PADING KECAMATAN PUCUK KABUPATEN LAMONGAN ana, Rukana
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 6 No 2 (2019): Midwifery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.587 KB)

Abstract

ASI Eksklusif adalah Bayi yang hanya diberikan ASI selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa tambahan makanan pada, seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan nasi tim, kecuali vitamin dan mineral serta obat (Prasetyono, 2012). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan di Desa Gempolpading Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional, dengan pendekatan secara Cross Sectional menggunakan data primer. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi usia 0-6 bulan yang diberikan ASI ekslusif di Desa  Gempolpading Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan sebanyak jumlah populasi 20 bayi dan sampelnya 20 bayi. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan Nonprobability sampling dengan teknik Total Sampling. Kemudian data yang terkumpul diolah dengan menggunakan uji Rank Spearman.             Dari hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p (0,000) < ? (0,05), maka H1diterima artinya terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan di  Desa Gempolpading Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.             Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan di Desa Desa Gempolpading Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Untuk itu diharapkan bagi para petugas kesehatan agar lebih meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dengan memberikan penyuluhan dan pengertian kepada ibu-ibu.    
TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN KEP PADA ANAK USIA (3-5 TAHUN) DI POS PAUD TERPADU MULIA SURABAYA Setyowati, Endang Buda
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.876 KB)

Abstract

Kekurangan Energi Protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (Depkes RI, 2000). Angka kejadian KEP pada anak usia 3-5 tahun di Pos Paud Terpadu Mulia Surabaya cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2017-2018 sebesar 12,5 ? 15 %, diharapkan tidak melebihi angka prevalensi yang sudah ditetapkan oleh MDG?s sebesar 15,5%. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan ibu dengan kejadian KEP pada anak usia (3-5 tahun) di Pos Paud Terpadu Mulia Surabaya bulan Juli Tahun 2018. Metode : penelitian yang digunakan bersifat Deskriptif. Populasi sebanyak 80 anak. Pengambilan sampel menggunakan  Non Probability sampling  dengan teknik sampel jenuh,  sampel pada penelitian sebanyak 80 anak. Pengumpulan data secara primer dan sekunder dengan cara melakukan penimbangan pada anak dan melihat tingkat pendidikan ibu dari rapot anak. Data kemudian dibuat tabel frekuensi dan tabulasi silang kemudian dibuat kesimpulan. Hasil : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ibu yang tingkat pendidikan rendah mayoritas anaknya mengalami KEP. Oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun.
TINGKAT KEPUASAN IBU BERSALIN BERDASARKAN UMUR, PARITAS, PENDIDIKAN TERHADAP PELAYANAN KEBIDANAN Christy, Januar Dwi
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.368 KB)

Abstract

Secara sederhana kepuasan adalah suatu sikapyang berdasarkan persepsi mutu yang dirasakan pasien. Kepuasan pasien tergantung kepada penampilan jasa pelayanan yang ditawarkan hubungannya dengan harapannya.Pelayanan kebidanan yang bermutu adalah pelayanan kebidanan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kebidanan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang diterapkan.Berdasarkan studi pendahuluan di  RB Anugerah Surabaya pada tanggal 5 April 2018 didapatkan 4 orang kurang puas Terhadap pelayanan kebidanan yang diberikan.Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat kepuasan ibu bersalin Terhadap pelayanan kebidanan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik accidental sampling yang pengambilan sampelnya dilakukan pada individu yang mudah ditemui dengan populasi 72 ibu bersalin dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 72 ibu bersalin yang berkunjung di RB Anugerah Surabaya didapatkan 9,7 % merasa sangat puas terhadap pelayanan kebidanan, 87,5 % merasa puas terhadap pelayanan kebidanan dan 2,8 %  merasa tidak puas terhadap pelayanan kebidanan Diskusi: Dengan melihat hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan ibu bersalin dapat dipengaruhi oleh pelayanan kebidanan yang diberikan. Oleh karena itu tenaga kesehatan harus memperhatikan kenyamanan, keramahan petugas dan biaya secara terus menerus dan berkesinambungan pada masyarakat khususnya ibu bersalin Terhadap pelayanan yang diberikan, yaitu agar ibu bersalin dapat merasa lebih puas dengan pelayanan yang diberikan baik dari tempat bersalin, tanggapan petugas kesehatan dan kelayakan biaya yang diberikan sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Tetapi apabila ada kekurangan dalam pelayanan diharapkan ibu dapat memberikan saran bagi petugas kesehatan
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI DI BPS ZULFIAH SURABAYA Humune, Hermina
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.897 KB)

Abstract

Diaper rash disebut juga dermatitis popok, adalah kelainan kulit (ruam kulit) yang timbul akibat radang di daerah yang tertutup popok, yaitu di alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipatan paha dan perut bagian bawah. Penyakit ini sering terjadi pada bayi dan anak balita yang menggunakan popok, biasanya pada usia kurang dari 2 tahun (Tjokronegoro, A., 2000 : 19). Berdasarkan studi pendahuluan di BPS Ny. Retno Soepomo Surabaya pada tanggal 25 April 2018 didapatkan 10 bayi yang datang di BPS Zulfiah Surabaya dan sebanyak 7 bayi (69,97%) mengalami ruam popok. Padahal seharusnya ruam popok tidak boleh terjadi pada bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ruam popok pada bayi. Metode : menggunakan metode deskriptif dengan teknik quota sampling yang pengambilan sampelnya dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel periode April 2018dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Tehnik analisa data menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang dengan populasinya adalah semua ibu yang datang memeriksakan bayinya di BPS Zulfiah Surabaya. Hasil :hasil penelitian didapatkan ibu dengan pengetahuan baik (17,5 %), pengetahuan cukup (32,5 %) dan pengetahuan kurang (50 %). Sedangkan dari sikap didapatkan sikap sangat setuju (7,5 %), sikap setuju (20 %),  sikap tidak setuju (25 %) dan sikap sangat tidak setuju (47,5 %).Diskusi :.Disimpulkan bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan kurang, mayoritas bayinya mengalami ruam popok. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaktahuan ibu tentang cara merawat bayi dengan benar. Diharapkan petugas kesehatan mampu memberikan informasi tentang cara merawat bayi dengan benar supaya ruam popok tidak terjadi pada bayi.
TINGKAT PERKEMBANGAN SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH (5-6 TAHUN) BERDASARKAN PEKERAAN IBU Juaria, Henny
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.834 KB)

Abstract

Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak. Pada usia prasekolah perkembangan anak dalam aspek sosialisasi dan kemandirian sudah tampak jelas ( Depkes RI, 2012 ). Namun, kenyataanya perkembangan sosialisasi dan kemandirian anak usia prasekolah (5 ? 6 tahun) di Taman Kanak ? kanak Krisna Murti 3 Surabaya tahun 2018, terutama dari aspek kerjasama dalam bermain belum memenuhi kompetensi mengalami peningkatan dari tahun 2015 ? 2017 (4 ? 5 %). Maka masalah ini di pandang perlu di lakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan sosialisasi dan kemandirian dari aspek kerjasama dalam bermain anak usia prasekolah (5 ? 6 tahun) berdasarkan pekerjaan ibu.Metode deskriptifdengan populasi30 orang anak di Taman Kanak ? kanak Krisna Murti 3 Surabaya dengan menggunakan sampel jenuh yaitu semua populasi di jadikan sampel penelitian kemudian di buat tabulasi frekuensi dan tabulasi silang lalu di analisis. Hasil: hasil penelitian menunjukan perkembangan sosialisasi dan kemandirian anak usia prasekolah (5 ? 6 tahun) dari aspek kerjasama dalam bermain yang belum memenuhi kompetensi adalah di asuh oleh ibu yang bekerja sebanyak 8 anak (80%). Diskusi:Di simpulkan bahwaibu dari anak yang belum memenuhi kompetensi adalah ibu yang bekerja. Oleh karena itu untuk meningkatkan kompetensi anak usia prasekolah (5 ? 6 tahun) salah satu langkah yang di lakukan bidan yaitu melekukan deteksi dini atau pemantauan tumbuh kembang yang dapat di lakukan dengan menggunakan KPSP dan salah satu yang di lakukan oleh pemerintah adalah program PAUD untuk meningkatkan perkembangan sosialisasi dan kemandirian anak.
PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN USIA MENOPAUSE DI BPS KISWORO PRATIWI SURABAYA Wilujeng, Rachel Dwi
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.771 KB)

Abstract

Menopause adalah berhentinya haid terakhiratau saat terjadinya haid terakhir setelah mendapat amenorhoe ± 1 tahun, terjadi pada usia antara 40-60 tahun. Hal ini berarti semakin lama atau cepat ibu mengalami menopuse maka semakin besar dampak yang terjadi pada ibu. Menurut data yang diperoleh dari BPS Kisworo Pratiwi Surabaya periode Mei-Juni 2018 menunjukkan bahwa didapatkan 3 orang (20%) mengalami menopause di usia < 45 tahun, dan 4 orang (26,6%) yang memasuki menopause pada usia > 50 tahun. Berdasarkan masalah diatas maka dilakukan penelitian dengan tujuan menganalisis adakah hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause  Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional dan tipe yang digunakan adalah systematic random sampling, jumlah populasi 80 orang dan sampelnya 45 orang. Pengumpulan data dengan wawancara. Data kemudian diolah dengan tabel frekuensi, tabulasi silang kemudian dianalisa dengan uji Chi-Square Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas penggunaan kontrasepsi non hormonal 64,44% dan mayoritas mengalami usia menopause cepat 57,78%. Dari hasil tabulasi silang, penggunaan kontrasepsi non hormonal mayoritas mengalami menopause cepat 75,86%, sedangkan penggunaan kontrasepsi hormonal mayoritas mengalami menopause lambat 68,75% . Dan dari hasil Chi-Square,   (?2) hitung >  (?2 ) tabel (8,55 > 3,84). Diskusi: Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause. Sebaiknya dalam menghadapi masa menopause diperlukan kesiapan diri, pemahaman ibu tentang menopause dan gejala gejala yang akan timbul pada masa menopause, serta mempersiapkan fisik dan psikologis untuk memasuki masa menopause mengingat kontrasepsi dapat mempengaruhi usia menopause.
TINGKAT KARAKTERISTIK (Umur, Paritas, Pendidikan) IBU HAMIL TENTANG KEJADIAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI Pontoh, Arimina Hartati
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.931 KB)

Abstract

Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan dengan keadaan penyimpangan dari normal yang secara langsung dapat menyebabkan kesakitan dan kematian bagi ibu maupun bayinya (Dinkes jatim, 2010). Angka toleransi kehamilan risiko tinggi menurut Dinkes Jatim tahun 2010 yaitu sebesar 20%. Dalam 3 tahun terakhir ini kejadian kehamilan risiko tinggi di Polindes Desa Sidorejo pada tahun 2014-2016 mengalami peningkatan, yaitu dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 3,55%. Sedangkan dari tahun 2015 ke tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 2,45%, tetapi hal ini masih diatas angka toleransi. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kejadian kehamilan risiko tinggi berdasarkan umur, paritas dan pendidikan. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang pengambilan sampelnya dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel sebesar 194 orang. Instrumen penelitian dengan memanfaatkan data sekunder dengan melihat data register kehamilan di Polindes Desa Sidorejo kemudian diolah menggunakan tabulasi frekuensi dan dilakukan tabulasi silang. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kejadian kehamilan risiko tinggi sebanyak 71 orang (36,60%). Pada umur didapatkan mayoritas kehamilan risiko tinggi terjadi pada umur ? 35 tahun sebanyak 39 orang (92,86%). Paritas didapatkan mayoritas kehamilan risiko tinggi terjadi pada ibu hamil dengan paritas grandemultipara sebanyak 39 orang (70,91%). Sedangkan pada pendidikan mayoritas kehamilan risiko tinggi terjadi pada ibu dengan pendidikan dasar sebanyak 40 orang (68,97%) Diskusi: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kehamilan risiko tinggi mayoritas terjadi pada umur ? 35 tahun, grandemultipara dan berpendidikan dasar. Oleh karena itu, untuk menurunkan kejadian kehamilan risiko tinggi diperlukan pemeriksaan sejak dini pada kehamilan, sehingga dapat terdeteksi jika terdapat komplikasi dan segera dapat mengobatinya.
BEBERAPA FAKTOR TERJADINYA PERSALINAN SECTIO CAESAREA Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.554 KB)

Abstract

Sectio Caesarea adalah suatu persalinan buatan, dimana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat dalam keadaaan utuh dan berat janin diatas 500 gram. Persalinan dengan Sectio Caesarea dilakukan berdasarkan indikasi ibu dan janin. Di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya angka kejadian persalinan  Sectio Caesarea Tahun  2015 sebanyak 1003 orang (80%) dari angka persalinan normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor terjadinya persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya tahun 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan design deskriptif, populasi ibu Sectio Caesarea tahun 2016 adalah 534 orang. Pengambilan sampel menggunakan Tehnik Systematik Random Sampling dengan sampel yaitu sebagian ibu bersalin Sectio Caesarea tahun 2016 sebanyak 174 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari registrasi ibu bersalin kemudian diolah menggunakan tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas ibu bersalin Sectio Caesarea dengan paritas primipara (55,17%) dan bekerja (64,94%). Pada indikasi Sectio Caesarea berdasarkan usia terjadi pada ibu usia > 35 tahun (1,15%), riwayat persalinan yang lalu dengan operasi Caesar (32,76%), ketuban pecah dini (14,37%), atas permintaan ibu sendiri (31,03%), bayi besar (3,45%), kelainan letak janin (13,22%) dan  fetal distress (3,45%). Kesimpulan: kejadian Sectio Caesarea mayoritas terjadi pada ibu dengan riwayat persalinan yang lalu operasi. Maka dari itu diharapkan ibu sebelum hamil atau dalam masa hamil rutin memeriksakan kehamilannya sesuai standar yaitu minimal 4x kunjungan, penyuluhan dikelas antenatal dengan didampingi suami, mengikuti senam hamil dan orientasi dikamar bersalin sehingga ibu siap dalam menghadapi persalinan.
UMUR DAN PARITAS IBU TERHADAP KEJADIAN KANKER SERVIKS Pontoh, Arimina Hartati
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.05 KB)

Abstract

Penderita kanker mulut rahim di Indonesia  tahun 2014 ternyata jumlahnya sangat banyak. Menurut Dinas Kesehatan Kota Surabaya angka kejadian kanker serviks di Surabaya tahun 2016 sebesar 20%. Berdasarkan data sekunder di RS Brawijaya Surabaya, kanker serviks mengalami peningkatan 25,1% pada tahun 2016. Maka masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adakah gambaran antara umur dan paritas ibu terhadap kejadian kanker serviks di RS Brawijaya Surabaya. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampel jenuh. Populasi ibu pap smear sebanyak 137 orang dan jumlah sampel 137 orang. Pengambilan data secara sekunder dari rekam medik pemeriksaan pap smear. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisa. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang menderita kanker serviks mayoritas adalah umur ibu >35 tahun sebanyak 21 orang (62,19%) sedangkan pada paritas mayoritas grandemultipara sebanyak 22 orang (34,37%) Diskusi: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran antara umur dan paritas ibu pap smear dengan terjadinya kejadian kanker serviks. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya kejadian kanker serviks, bidan hendaknya melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan melakukan upaya pendeteksian dini terhadap kanker serviks.
PEMBERIAN PASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN KEJADIAN DIARE Bainuan, Lina Darmayanti
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.837 KB)

Abstract

Angka kejadian dan kematian diare pada anak di negara-negara yang sedang berkembang masih tinggi. Lebih-lebih pada anak yang mendapat susu formula, angka tersebut lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan anak-anak yang mendapat ASI, yang melindungi bayi terhadap infeksi. Data yang diperoleh di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya mengenai data kejadian diare dalam tiga tahun terakhir pada bayi yakni mulai tahun 2014-2016 dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2014-2016 di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya terjadi peningkatan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan sebanyak 3-4% dan melebihi angka toleransi,  sedangkan angka toleransi dari Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya terhadap kejadian diare pada balita sebesar 10%. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan Survey Cross Sectional. Populasi penelitian adalah Seluruh bayi berusia 0-6 bulan di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya sebanyak 1.849 bayi. Pengambilan sampel secara probability sampling dengan sistematik random samplingdan didapatkan besar sampel 225 bayi.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bayi yang mendapatkan PASI menderita diare sebesar 124 bayi (86,71 %) dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI tidak menderita diare sebesar 62 bayi (75,61 %). Dengan uji Chi-Square didapatkan hasil sebagai berikut, bahwa x2 hitung > x2 tabel (87,84 > 3,84), yang artinya ada hubungan antara pemberian PASI pada bayi usia 0-6 bulan dengan kejadian diare. Diskusi: ada hubungan antara pemberian PASI pada bayi usia 0-6 bulan dengan kejadian diare di rumah sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya. Oleh karena itu, bidan sebagia tenaga kesehatan perlu menggalakan dan memotiuvasi para ibu untuk terus memebrikan ASI eksklusif 0-6 bulan.