cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
Studi laju korosi logam alumunium dalam larutan asam dengan penambahan ekstraksi daun karamunting sebagai inhibitor Mardiah; Herlina Lia Novianti; Opie Aulia Fadilah
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 2 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi yang biasa disebut sebagai pengkaratan akibat terjadinya penurunan kualiatas mutu logam karena reaksi kimia suatu logam terhadap lingkungan disekitarnya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat suatu laju reaksi pada korosi, seperti membuat paduan logam yang berfungsi agar tidak terjadi korosi, melapisi bagian logam agar tahan dari medium korosif, atau dengan cara membuat penambahan suatu zat yang berfungsi sebagai inhibitor penghambat korosi. Dalam penelitian ini dilakukan studi laju korosi dengan cara membuat penambahan zat yang berfungsi sebagai inhibitor dengan metode yang digunakan untuk mempelajari studi laju reaksi korosi adalah metode Gravimetri. Studi laju korosi ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inhibitor yang digunakan untuk penghambat korosi pada Aluminium. Data yang dihasilkan adalah menghitung massa benda uji sebelum dan setelah perendaman untuk dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi inhibisi menghambat laju reaksi korosi Alumunium dalam larutan HCl berfungsi dengan nilai daya inhibisi 50 ppm inhibitor didapatkan pada waktu 5 menit 80.00%, 10 menit 77.06%, 15 menit 71.03%, 20 menit 62.17%, dan 25 menit 57.53% dengan laju korosi pada waktu 5 menit 0.0004, pada waktu 10 menit 0.0025, pada waktu 15 menit 0.0076, pada waktu 20 menit 0.01415 dan pada waktu 25 menit 0.02988.
Pengaruh temperatur dan waktu vulkanisasi pada pembuatan sol karet dengan memanfaatkan arang aktif tempurung kelapa Syaiful; M. Daffa Rizqullah; Dede Nugraha
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 2 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh temperatur dan waktu vulkanisasi pada pembuatan sol karet cetak dengan memanfaatkan arang aktif tempurung kelapa sebagai bahan pengisi. Rancangan percobaan meliputi variasi temperatur vulkanisasi 100ºC, 120ºC, 140ºC, 160ºC dan waktu vulkanisasi 10 menit, 15 menit, 20 menit. Parameter sifat fisika yang diamati menurut SNI 0778:2009 tentang sol karet cetak adalah tegangan putus, perpanjangan putus, kekerasan dan berat jenis. Sifat fisika yang memberikan hasil terbaik diperoleh pada temperatur vulkanisasi 140ºC dan waktu vulkanisasi 20 menit dengan nilai parameter uji tegangan putus sebesar 147,80 kg/cm2, perpanjangan putus 667,96%, kekerasan 55 Shore A dan berat jenis 1,15 g/cm3 dengan semua parameter sifat fisika memenuhi syarat SNI.
Pengaruh penambahan bahan pengental pembuatan bioetanol gel dan uji perpindahan panas dengan simulasi ansys fluent16 Novia; Dhika Uljanah; Eko Safitri
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 2 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang memiliki potensi untuk di kembangkan di Indonesia adalah bioetanol. Bioetanol merupakan biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses fermentasi. Sifat fisik bioetanol yang berbentuk cairan menyebabkan bioetanol mudah tumpah saat pendistribusian. Penelitian ini mengkonversikan bioethanol cair menjadi berbentuk gel dengan adanya penambahan thickening agent. Larutan bioetanol (70%) akan ditambahkan bahan pengental CMC dan Carbopol dengan variasi penambahan 1,0;1,2 ; 1,4; 1,6; 1,8; 2,0 gram. Bioetanol gel dengan bahan pengental CMC dan Carbopol menghasilkan spesifikasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan pengental CMC menghasilkan formulasi terbaik saat penambahan 1,8 gram viskositas 75,7288 m.Pa/s dan residu pembakaran 5,3%. Sementara bahan pengental Carbopol menghasilkan formulasi terbaik pada penambahan 2,0 gram dengan viskositas 102,443 m.Pa/s dan residu pembakaran 0,6%.
Pengaruh penambahan EM4 dan larutan gula pada pembuatan pupuk kompos dari limbah industri crumb rubber Farida Ali; Devy Putri Utami; Nur Aida Komala
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 2 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat industri crumb rubber pada umumnya jarang dimanfaatkan sehingga dalam waktu lama akan bertambah banyak jumlahnya dan menjadi masalah dalam hal penanggulangannya. Oleh karena itu , dilakukan penanggulangan berupa pemanfaatan dari limbah padat crumb rubber. Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan cara dekomposisi organik dengan variasi jumlah limbah padat crumb rubber sebesar 100, 95, 90, 85 dan 80 gram, penambahan larutan gula sebanyak 15 ml dan 30 ml, serta EM4 sebanyak 15 ml dan 30 ml. Air ditambahkan sampai mempunyai kelembaban 40-60%. Proses dekomposisi akan selesai sampai pupuk berumur 40 hari. Produk diharapkan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan SNI 2803:2004 Pupuk NPK Padat serta Peraturan Menteri Pertanian No:70/Permentan/SR-140/10/2011 mengenai pupuk organik. Pada variasi penambahan EM4 dan larutan gula yang dilakukan dalam penelitian ini, maka diperoleh pupuk kompos yang baik yaitu sampel dengan penambahan EM4 30 mL dan larutan gula 15 mL dengan rasio C/N sebesar 17,08
Monitoring fouling dan jadwal pembersihan condenser dalam crude distiller unit pada pabrik pengilangan minyak bumi Leily Nurul Komariah; Heriyanto; A. Zulkarnain Ariko; Fitra Armando
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 2 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crude Distiller Unit (CDU) adalah bagian penting dipakai pada hampir semua unit kilang minyak bumi. CDU berfungsi untuk memfraksionasikan crude oil menjadi senyawa sederhana untuk diumpankan ketahap selanjutnya sebagai bahan baku padasecondary process. Pada CDU dilakukan proses pengolahan crude hingga menjadi produk-produk seperti crude butane, SR Tops, Naphtha II, Naphtha III, Naphtha IV, LKD, HKD, LCT, HCT, dan umpan High Vacuum Unit. Produk Seperti SR tops output kolom 3-1 dikondensasikan untuk kemudian dialirkan melalui pompa ke tahap secondary process. Tipe condenser adalah vertikal dengan kondensasi pada bagian shell. SR tops melalui shell sementara air pendingin melalui tube. Fouling merupakan salah satu faktor penurunan koefisien transfer perpindahan panas, dimana fouling merupakan akumulasi dari deposit material pada dinding transfer panas. Dengan menggunakan metode observasi dan interview didapati data-data mengenai kondisi operasi condenser 5-1. Sementara dengan metode referensi untuk mencari data-data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan dan study literature untuk korelasi hasil yang didapat. Hasil perhitungan dengan data aktual menunjukan bahwa sekitar 39 bulan lagi adalah waktu maksimal operasi condenser sebelum di cleaning. Hal ini sesuai dengan teori yang ada dimana waktu normal pengoperasi condenser ialah berkisar antara 3-4 tahun untuk selanjutnya di cleaning.Sementara dengan mengganti air pendingin yang semula air sungai menjadi air yang telah ditreatment didapat bahwa condenser mampu beroperasi hingga 137 bulan lagi untuk selanjutnya dilakukan cleaning. Hal ini menunjukan penggantian jenis pendingin yang digunakan berpengaruh besar dalam pengurangan rate fouling pada condenser. Sehingga perlu adanya upaya penggantian air pendingin sehingga waktu operasi alat lebih optimal.
Pengaruh komposisi aditif sekam padi terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran keramik Sisnayati; Ria Komala; Retno Suryani
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat membran keramik dengan penambahan bahan aditif sekam padi pada berbagai komposisi dan mempelajari pengaruh penambahan aditif tersebut terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran yang dihasilkan. Membran keramik dirancang berbentuk tube, dibuat dari campuran tanah liat, serbuk besi dan sekam padi dengan diameter dalam 5 cm, diameter luar 6 cm, ketebalan 1 cm dan panjang 25 cm. Membran keramik setelah dicetak terlebih dahulu, kemudian dikeringkan pada temperatur kamar selama 7 hari, selanjutnya disintering pada temperatur 900°C selama 9 jam.  Membran  yang diperoleh  dianalisis morfologi permukaannya  dengan  analisis SEM-EDS dan analisis BET.  Dari hasil uji SEM diperoleh bahwa semakin banyak penambahan sekam padi, pori yang terbentuk juga akan semakin banyak dan terlihat masih kurang seragam (asimetrik), berstruktur random dan terdistribusi merata di permukaan. Sedangkan dari hasil uji BET, semakin banyak sekam padi yang ditambahkan pada membran maka ukuran pori dan porositas membran akan semakin besar namun  luas permukaannya  akan  semakin  kecil.  Membran  yang  memiliki  ukuran  pori  yang  paling  kecil  adalah membran yang memiliki komposisi 87.5% tanah liat, 10% aditif sekam padi dan 2.5% serbuk besi, yaitu 2,8 µm, dengan luas permukaan 45,38 m2/g dan porositas 35,95%.
Produksi bio-oil dari limbah kulit durian dengan proses pirolisis lambat Rahmatullah; Rizka Wulandari Putri; Enggal Nurisman
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 2 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan bahan bakar fosil semakin meningkat sementara pasokannya kian berkurang dari waktu ke waktu. Hal ini mendorong untuk mengembangkan sumber energy alternative seperti biomassa sebagai energy baru terbarukan. Biomassa dapat dikonversi menjadi energy alternative dalam bentuk bio-oil melalui proses pirolisis. Komposisi biomassa seperti lignoselulosa (lignin, selulosa dan hemiselulosa) didekomposisi dengan proses pirolisis menjadi komponen organic seperti fenol, alkohol, keton, aldehid dan ester. Bio-oil merupakan bahan bakar terbarukan dan lebih ramah lingkungan dari pada bahan bakar fosil (minyak bumi). Bio-oil dapat disebut sebagai "green energy" dalam banyak aplikasi untuk menggantikan minyak bumi dan juga dapat digunakan sebagai "green chemical". Dalam aplikasinya, bio-oil dapat digunakan sebagai energy ramah lingkungan karena memiliki emisi lebih rendah dari pada bahan bakar fosil. Senyawa fenolik memiliki komposisi paling dominan dalam bio-oil di mana fenol memiliki banyak kegunaan untuk resin, antiseptik, pengawet dan desinfektan. Produksi bio-oil dalam penelitian ini dilakukan dengan proses pirolisis lambat pada reactor dengan kisaran suhu 250-400oC selama 30 menit. Eksperimen ini dilakukan denganbahan baku kulit durian pada ukuran10 mesh dan 20 mesh. Analisia GC-MS digunakan untuk mengetahui komponen bio-oil. Produk bio-oil memiliki viskositas 1,189 cP, dan densitas 1,031 g/cm3 dan pH 6. Bio-oil mengandung beberapak omponen seperti senyawa fenolik (66,37%), metil ester (2,71%), siklridridana (3,66%), benzocycloheptariene (3,39), indole (5,19%), glisin (3,01%), pentadekana (4,07%), 5-tert-butylpyrogallol (3,07%), asam bromoacetic (3,40%) dan asamtetradecanoic (5,16%).
Pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu hidrolisis terhadap kadar selulosa pada daun nanas Selvia Aprilyanti
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 1 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu sentra penghasil buah nanas (Ananas Comosus) yang tersebar dikota-kota seperti Prabumulih, Ogan Ilir dan Muara Enim. Melimpahnya hasil buah nanas tersebut akan diiringi dengan meningkatnya limbah daun nanas yang belum termanfaatkan dengan optimal. Limbah nanas saat ini sedang dikembangkan dalam pembuatan pulp sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas. Untuk memperoleh kualitas pulp yang sesuai untuk pembuatan kertas diperlukan sumber bahan baku yang memiliki kandungan selulosa cukup tinggi. Limbah daun nanas memiliki kandungan selulosa antara 69,7 ? 71,5 %. Namun selain selulosa, daun nanas juga memiliki kandungan lignin yang harus dihilangkan. Untuk memperoleh kandungan selulosa yang optimal dilakukan proses hidrolisis secara kimiawi menggunakan larutan NaOH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap kadar selulosa dari hidrolisis daun nanas dengan memvariasikan penambahan larutan NaOH pada konsentrasi 0,1 N; 0,2 N; 0,3 N; 0,4 N dan 0,5 N. hasil dari proses hidrolisis selanjutnya dilakukan analisa kadar selulosa menggunaka metode Chesson. Sehingga diperoleh hasil bahwa kadar selulosa yang tertinggi yaitu sebesar 66,3% pada saat penambahan larutan NaOH 0,2 N.
Purifikasi minyak jelantah menggunakan karbon aktif dari kulit durian Siti Miskah; Tine Aprianti; Sarah Swasti Putri; Siti Haryanti
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 1 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit durian merupakan salah satu jenis buah yang mengandung selulosa cukup tinggi berkisar 50 % ? 60 % yang dapat digunakan untuk pembuatan karbon dalam proses purifikasi minyak jelantah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh massa adsorben dan waktu kontak terhadap purifikasi minyak jelantah. Pembuatan adsorben dari kulit durian melalui proses karbonisasi pada suhu 500 ºC selama 2 jam. Purifikasi minyak jelantah dilakukan dengan variasi massa adsorben 2, 3, 4, 5, 6 gr dan waktu adsorpsi 30, 60, 90, 120, 150 menit. Hasil penelitian terbaik untuk asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan massa jenis minyak berturut-turut adalah pada waktu 150 menit dan massa adsorben 6 gram yaitu sebesar 0,0515 %, 1,41 Meq O2/kg, dan 0,9022 gr/ml.
Pengaruh jenis pelarut, temperatur dan waktu terhadap karakterisasi pektin hasil ekstraksi dari kulit buah naga (Hylocereuspolyrhizus) Tamzil Aziz; M. Egan Giovanni Johan; Dewi Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 1 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak industri di Indonesia yang menggunakan pektin, mulai dari industri makanan dan minuman hingga industri tekstil. Indonesia merupakan negara pengimpor dan pemakai pektin yang cukup besar. Alternatif dari permasalah ini adalah pemanfaatan limbah kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus). Untuk produksi pektin, umumnya menggunakan pelarut asam seperti HCl dan H2SO4, karena sifatnya yang toksik maka pada penelitian ini digunakan pelarut asam asetat dan etanol 96%. Dengan menggunakan variabel temperatur dan waktu ektraksi diketahui pengaruhnya terhadap karakterisasi pektin yang dihasilkan. Karakterisasi pektin antara lain yield, kadar abu, kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat dan derajar esterifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa yield pektin pelarut asam asetat tertinggi pada temperatur 70oC selama 60 menit sebesar 13,51% dan terendah pada temperatur 50oC selama 30 menit sebesar 1,74%. Namun hasil dari pelarut etanol 96% merupakan massa campuran karena etanol melarutkan zat warna, pektin dan sukrosa. Massa campuran tertinggi pada pada temperatur 70oC selama 180 menit sebesar 0,076% dan terendah pada temperatur 50oC selama 30 menit sebesar 0,029%. Pektin yang dihasilkan merupakan pektin dengan bobot molekul tinggi dan bermetoksil tinggi. Mutu pektin yang dihasilkan tinggi karena kadar asam galakturonat semakin tinggi dan derajat esterifikasi yang berbanding terbalik.

Page 1 of 15 | Total Record : 142