cover
Contact Name
Novianty Christiana Tuhumury
Contact Email
y_louhen@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
tritonmsp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 16936493     EISSN : 26562758     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal TRITON is a journal about aquatic resources management which providing results of research and review related to aquatic resources management. The first printed publication of journal Triton on 2007 (p-ISSN: 1693-6493) and in 2019 is online published (e-ISSN: 2656-2758). The journal is published in April and October. The word TRITON means a sea shell which look like trumpets and could be found in Maluku waters.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA BULU BABI Diadema setosum DARI BEBERAPA PERAIRAN PULAU AMBON Tupan, Johanna; Silaban, Bernita br
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of Diadema setosum found pretty much almost every Ambon Island waters but has not been used optimally. This study aims to determine the physical-chemical characteristics of some waters Diadema setosum Ambon Island. The study was conducted in June 2016 in the village of Poka Martafons coastal waters, beaches and beach Sopapei Suli Waai Waai village. The method used in this research is survey method, observation and sampling methods. The parameters observed in this study is the physical parameters of water chemistry, yield, morphometric, moisture, protein, fat, ash, carbohydrates from setosum Diadema urchins gonads. The data obtained are presented in the form of figures and tables. The results showed the diameter of the shell and the body weight of the Diadema setosum  urchins coastal waters Martafons ranged from 36.5 to 61.7 mm and 23.6 -100.8 g; Sopapei coast from 34.8 to 79.8 mm and 23.8 to 107 grams; Waai coast ranged from 33 to 64.5 mm and 13.9 to 91.1 g. The average weight of the Diadema setosum urchins from Ambon Island waters ranges from 30-50 grams with a diameter of 40-50 mm shell. The growth pattern of the urchins Diadema setosum third alometrik waters are negative. The percentage yield of gonadal smaller than the shell and innards. Gonadal yield of 1.5 to 5%, while the shell reaches more than 85%. The average color of the gonads diadema setosum of coastal waters Martafons,  sopapei and Waai  is yellow to pale yellow compact textured, gonad weight below 10%. The water content of the gonads (73.76 to 84.13)%, ash (0.20 to 2.12)%, fat (3.47 to 5.81)%, protein (5.40 to 17.69)%, carbohydrates (2.11 to 7.50)%. In general, the physical-chemical characteristics of the sea urchin better Sopapei coastal waters of the coast and beaches Martafons Waai.   ABSTRAK Keberadaan Diadema setosum cukup banyak hampir dijumpai disetiap perairan Pulau Ambon namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik-kimia Diadema setosum dari beberapa perairan Pulau Ambon. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2016 di perairan pantai Martafons Desa Poka, pantai Sopapei Desa Suli dan pantai Waai Desa Waai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, observasi dan metode sampling. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu parameter fisik kimia perairan, rendemen, morfometrik, kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat dari gonad bulu babi Diadema setosum. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan diameter cangkang dan bobot tubuh bulu babi Diadema setosum dari perairan pantai Martafons berkisar antara 36,5-61,7 mm dan 23,6 -100,8 gr; pantai Sopapei 34,8-79,8 mm dan 23,8-107 gr; pantai Waai berkisar antara 33-64,5 mm dan 13,9-91,1 gr. Rata-rata bobot tubuh bulu babi Diadema setosum dari perairan Pulau Ambon berkisar 30-50 gr dengan diameter cangkang 40-50 mm. Pola pertumbuhan bulu babi Diadema setosum dari ketiga perairan bersifat alometrik negatif. Persentase rendemen gonad lebih kecil dari cangkang dan jeroan. Rendemen gonad 1,5-5%, sedangkan cangkang mencapai lebih dari 85%. Rata-rata warna gonad Diadema setosum dari perairan pantai Martafons, Sopapei dan Waai berwarna kuning sampai kuning pucat bertekstur kompak, berat gonad dibawah 10%. Kadar air gonad (73,76-84,13)%, abu (0,20-2,12)%, lemak (3,47-5,81)%, protein (5,40-17,69)%, karbohidrat (2,11-7,50)%. Secara umum karakteristik fisik-kimia bulu babi dari perairan pantai Sopapei lebih baik dari pantai Martafons dan pantai Waai. Kata kunci: Diadema setosum,  komposisi kimia, karakteristik fisik, Pulau Ambon
TATA KELOLA PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN DI KEPULAUAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Nanlohy, Hellen; Timisela, Natelda S
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Governance can be understood as rules applied to a wise, wise, good-value area that is embedded and followed by members of the community. The rules/traditions of this community in Maluku can be formal rules, informal rules and local traditions (sasi). Sasi is used in community-based management for both terrestrial and fishery resources and is commonly found in the Central Maluku and Southeast Maluku Islands. The purpose of this study is to describe the governance of fishery resource utilization in Kepualauan Kei Kecil in Southeast Maluku District. The research method used is descriptive qualitative method, by conducting Focus Group Discussion (FGD), research location on 14 (fourteen) ohoi (ohoi) ie Debut, Ngilngof, Selayar, Lairngangas, Watngil, Ohoidertutu, Ohoiren, Warwut, Madwaer, Teotat , Madwat, Letvuan, Ur Island, and Warbal Island. The result of the research shows that local beliefs are decreasing in the management of fishery resources, but some traditions are still done on some ohoi (ohoi) such as giving offerings to ancestors. Traditional fishing with coconut leaves is still done in some ohoi. A unique local tradition is the capture of leatherback turtles (tabob). This catching is done during the transition season and the local tradition of catching anchovies and glazed fish by using mosquito nets or baskets as well as offering offerings to the Church or Mosque at the start of a new venture. In addition, the provision of betel and areca nut to the head of the clan / soa and then taken to the place offerings / offerings appear in Ohoi Sathean.   ABSTRAK Tata kelola dapat dipahami sebagai aturan-aturan yang diterapkan pada suatu wilayah yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Aturan/tradisi masyarakat ini di Maluku dapat berupa aturan formal, aturan informal dan tradisi lokal (sasi). Sasi digunakan dalam pengelolaan berbasis masyarakat untuk kedua sumberdaya darat dan perikanan dan umumnya ditemukan di Kepulauan Maluku Tengah dan Maluku Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tata kelola pemanfaatan sumberdaya perikanan di Kepualauan Kei Kecil di Kabupaten Maluku Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD), lokasi penelitian pada 14 (empat belas) ohoi (ohoi) yaitu Debut, Ngilngof, Selayar, Lairngangas, Watngil, Ohoidertutu, Ohoiren, Warwut, Madwaer, Teotat, Madwat, Letvuan, Ur Pulau, dan Pulau Warbal. Hasil penelitian yang diperoleh mendeskripsikan bahwa kepercayaan lokal mulai berkurang dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, namun beberapa tradisi masih dilakukan pada beberapa ohoi (ohoi) seperti memberikan sesajian kepada leluhur, Penangkapan ikan secara tradisional dengan daun kelapa juga masih dilakukan dibeberapa ohoi. Tradisi lokal yang unik adalah penangkapan penyu belimbing (tabob).Penangkapan ini dilakukan pada saat musim  pancaroba dan tradisi lokal penangkapan ikan teri dan ikan layang dengan menggunakan kelambu atau keranjang serta pemberian persembahan ke Gereja atau Masjid pada saat memulai usaha baru. Selain itu juga pemberian sirih dan pinang kepada kepala marga/soa dan selanjutnya dibawa ke tempat sesajian/persembahan muncul di Ohoi Sathean. Kata Kunci: Tata kelola, Tradisi, Pengelolaan, Maluku Tenggara, Ohoi
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN KERAPU (FAMILI SERRANIDAE) DI PERAIRAN TELUK KOTANIA, SERAM BAGIAN BARAT, PROVINSI MALUKU Wawo, M; Huliselan, N V; Tuapattinaja, M A; Sahetapy, D
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coastal region of Kotania Bay located in the Western part of Seram Island is a semi-enclosed coastal area that has a unique ecosystem of mangrove ecosystems, seagrass and coral reefs that live side by side with each other. In these ecosystems there is a rich diversity of marine biological resources such as fish, molluscs, ecinoderms, crustaceans and macro-algae of economic and non-economic value. Grouper fish (Serranidae) and groups of snapper (Lutjanidae) are important economical fish that have the largest number of species in these waters. Thus, the role of coastal communities in this case grouper fisherman is very necessary in the management of grouper fish resources in the future.Therefore, this study aims to examine the socio-economic condition of grouper fishermen (Serranidae family) in the waters of Kotania Bay, West Seram, Maluku Province.Based on the results of research, the main livelihoods of people in the coast of Kotania Bay are fishermen, are in the productive age category, with a considerable level of elementary school education. The number of fishermen with <20 years' business experience is high. 55% of fishermen income> Rp. 100.000.000 and including prosperous category. Four types of traditional fishing gear are operated by fishermen in the waters of Kotania Bay to catch the economical fish, primarily grouper fish. Economical fishing areas, especially grouper fish from four fishing gear by habitat in the waters of Kotania Bay have been mapped.   ABSTRAK Wilayah pesisir Teluk Kotania  yang berada di Pulau Seram bagian barat merupakan wilayah pesisir semi tertutup yang memiliki keunikan ekosistem berupa ekosistem mangrove, padang lamun dan terumbu karang yang hidup saling berdampingan satu sama lainnya. Pada ekosistem tersebut terdapat keanekaragaman sumberdaya hayati laut yang kaya seperti, ikan, moluska, ekinodermata, krustasea dan makro-algae yang bernilai ekonomi dan non-ekonomi.  Ikan kerapu (Serranidae) dan kelompok ikan kakap (Lutjanidae) merupakan ikan ekonomis penting yang memiliki jumlah spesies terbanyak pada perairan tersebut. Dengan demikian, peranan masyarakat pesisir dalam hal ini nelayan kerapu sangat diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya ikan kerapu ke depan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi nelayan kerapu (famili Serranidae) di perairan Teluk Kotania, Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Berdasarkan hasil penelitian, mata pencaharian utama masyarakat di pesisir Teluk Kotania adalah nelayan, berada pada kategori umur produktif,  dengan tingkat pendidikan SD yang cukup banyak. Jumlah nelayan dengan pengalaman usaha < 20 tahun tergolong tinggi. Pendapatan 55% nelayan > Rp. 100.000.000 dan termasuk kategori sejahtera. Empat  jenis alat tangkap tradisional dioperasikan oleh nelayan di perairan Teluk Kotania untuk menangkap ikan ekonomis, utamanya ikan kerapu. Daerah penangkapan ikan ekonomis, terutama ikan kerapu dari empat alat tangkap menurut habitat di perairan Teluk Kotania berhasil dipetakan. Kata kunci: Sosial, Ekonomi, Nelayan kerapu, Serranidae, Teluk Kotania
ANALISA PERTUMBUHAN TERIPANG PUTIH (Holothuria scabra) PADA PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PULAU NUSI KABUPATEN NABIRE Maruanaya, Yan; Tampubolon, Irianty
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted from November 2012 to January 2013, located in the waters of Nusi Island, Nabire Regency and aims to assess the growth of white sea cucumber (Holothuria scabra) in different density stockings. The results showed that the solid dispersion of 15 specimens/50 cm2 gave better weight growth results when compared with the density of 5 specimens/50 cm2 and the density of 10 specimens/50 cm2. Daily growth for density of 5 specimens/50 cm2 is 0.03 g, the density of 10 specimens/50 cm2 is 0.01 g and the density of 15 specimens / 50 cm2 is 0.04 g. The survival rate of white sea cucumbers during the study at all treatments was 100%.   ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2012 hingga Januari 2013, bertempat di perairan Pulau Nusi, Kabupaten Nabire dan bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan teripang putih (Holothuria scabra) pada padat penebaran yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran 15 spesimen/50 cm2memberikan hasil pertumbuhan berat lebih baik jika dibandingkan dengan padat penebaran 5 spesimen/50 cm2 dan padat penebaran 10 spesimen/50 cm2. Pertumbuhan harian untuk padat penebaran 5 spesimen/50 cm2 adalah 0,03 g, padat penebaran 10 spesimen/50 cm2 adalah 0,01 g dan padat penebaran 15 spesimen/50 cm2 adalah 0,04 g. Tingkat kelangsungan hidup teripang putih selama penelitian pada semua perlakuan adalah 100%. Kata Kunci: Teripang putih, padat penebaran, Pulau Nusi, Pertumbuhan
BENTUK DAN POLA PEMANFAATAN EKOSISTEM LAGUNA NEGERI IHAMAHU, MALUKU TENGAH Siahainenia, Laura; Tuhumury, Semuel F; Uneputty, Prulley A; Tuhumury, Novianty Chr
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high level of community needs towards the fulfillment of the necessities of life increases the activity of the utilization of natural resources especially coastal and sea. Ihamahu Village has nine lagoons that have the potential to meet the needs of people because of the high productivity of lagoon ecosystems. The purpose of this research is to know and map the form and pattern of utilization conducted by Ihamahu Village society on lagoon ecosystem. The research method was conducted using questionnaire directly in Ihamahu Village through FGD (Focus Group Discussion) activity. Analysis data of FGD results will be poured in the form of maps and patterns of community utilization Ihamahu Village in the lagoon ecosystem. The results of this research show that the utilization of lagoon ecosystem is catching fish, bameti and garbage disposal. All three activities are undertaken throughout the year with less intentity especially in fishing activities and bameti occur in the west season. The high number of fishing activities using redi fishing equipment that is not environmentally friendly and has been prohibited by the government resulted in a decline in the number and size of the catch. For that form and pattern of utilization that has been done so far needs to be regulated so as to produce sustainable lagoon ecosystem management.   ABSTRAK Tingginya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan hidup meningkatkan aktivitas pemanfaatan sumberdaya alam khsusunya pesisir dan laut. Negeri Ihamahu memiliki sembilan laguna yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat karena produktivitas ekosistem laguna yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan memetakan bentuk dan pola pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat Negeri Ihamahu pada ekosistem laguna. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan kuesioner secara langsung di Negeri Ihamahu melalui kegiatan FGD (Focus Group Discussion). Analisa data hasil FGD akan dituangkan dalam bentuk peta bentuk dan pola pemanfaatan masyarakat Negeri Ihamahu di ekosistem laguna. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pemanfaatan pada ekosistem laguna yaitu penangkapan ikan, bameti dan pembuangan sampah. Ketiga aktivitas tersebut dilakukan sepanjang tahun dengan intesitas yang kurang khususnya pada aktivitas penangkapan ikan dan bameti terjadi pada musim barat. Tingginya aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap redi yang tidak ramah lingkungan dan telah dilarang oleh pemerintah mengakibatkan telah terjadi penurunan jumlah dan ukuran hasil tangkapan. Untuk itu bentuk dan pola pemanfaatan yang telah dilakukan selama ini perlu diatur sehingga menghasilkan pengelolaan ekosistem laguna yang berkelanjutan. Kata Kunci: pola pemanfaatan, pesisir dan laut, tabel musim, laguna, Negeri Ihamahu
DAMPAK AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PESISIR DUSUN KATAPANG KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Sahetapy, Dicky; Widayati, Sri; Sangdji, M
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research was conducted in the coastal waters of Katapang Orchard on March to June 2015. The coral reef of Katapang Orchard coastal waters was in good condition category. Stony corals mining, utilization of coral reef resources using destructive methods and fishing gears, bameti, anchoring, garbage dismissal and resident waste, upland utilization with sedimentation are the community activities with the highest impact level on degradation of coral reef condition, species richness and stock of coral fishes, as well as benthic faunas of these coral reef ecosystem. Five management strategies were formulated to manage coral reef ecosystem in the coastal waters of Katapang Orchard.   ABSTRAK Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2015 di perairan pesisir Dusun Katapang. Kondisi terumbu karang di perairan pesisir Dusun Katapang berada dalam kategori baik. Penambangan terumbu karang, pemanfaatan sumberdaya terumbu karang dengan menggunakan metode dan alat tangkap yang merusak, bameti, penambangan, pembuangan akhir sampah dan limbah pemukiman, pemanfaatan lahan atas yang menghasilkan sedimentasi merupakan dampak tertinggi yang dapat mengakibatkan degradasi terumbu karang, kekayaan spesies dan stok ikan karang, begitu pula fauna bentik pada ekosistem terumbu karang. Terdapat lima strategi pengelolaan yang diformulasikan untuk mengelola ekosistem terumbu karang di perairan pesisir Dusun Katapang. Kata Kunci : ekosistem, terumbu karang, kondisi karang, degradasi
PERTUMBUHAN DAN KELULUSAN HIDUP TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) YANG DIPELIHARA DI KERAMBA JARING APUNG Padang, Anita; Sangadji, Madehusen; Lukman, Eryka; Subiyanto, Rochman
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production of sand sea cucumbers is only relying on direct collection from the nature to meet market demand. This study aims to determine the rate of growth and the survival rate of sand sea cucumbers reared in floating net cages to the treatment of chicken manure and waste giving sago as an enrichment habitat in order to stimulate the growth of benthic diatoms as sand sea cucumbers food. Sea cucumbers are maintained as much as 90 individual with treatments of sago waste, chicken manure and a mixture of sago waste and chicken manure. In the maintenance container was given sedimentary sand and seagrass leaves of Enhalus accoroides. Measurement of weight growth is conducted every two weeks, and at a time measuring water quality parameters of temperature, salinity, pH, DO, phosphate, nitrate and ammonium. The results showed the negative growth rate, namely of -0.439% with sago waste; -0.529% chicken manure; and -0.383% mixture of sago waste and chicken manure. Meanwhile, the survival rate with sago waste was 73.33%; with chicken manure 80%; and with the mixture of sago waste and chicken manure 86.67%. It means that water quality for cultivating sand sea cucumber was optimum, except for nitrate.   ABSTRAK Produksi teripang pasir selama ini hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam, sehingga dalam memenuhi permintaan pasar perlu dilakukan usaha budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup teripang pasir yang dipelihara dalam keramba jaring apung dengan perlakuan pemberian kotoran ayam dan limbah sagu sebagai bahan pengayaan habitat untuk merangsang pertumbuhan diatom bentik sebagai makanan teripang pasir. Teripang pasir yang dipelihara sebanyak 90 ekor dengan tiga perlakuan pakan yaitu : limbah sagu, kotoran ayam serta campuran limbah sagu dan kotoran ayam. Pada wadah pemeliharaan diberikan sedimen pasir dan daun lamun Enhalus acoroides. Pengukuran pertumbuhan berat dilakukan setiap dua minggu sekaligus mengukur parameter kualitas perairan yaitu suhu, salinitas, pH, DO, fosfat, nitrat dan amoniak. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan sebesar -0,439% dengan perlakuan limbah sagu, -0,529% dengan kotoran ayam, dan -0,383% dengan campuran limbah sagu dan kotoran ayam. Sementara tingkat kelulusan hidup berturut-turut sebesar 73,33% dengan limbah sagu 80%, dengan kotoran ayam, dan 86,67% dengan campuran limbah sagu dan kotoran ayam. Seluruh parameter kualitas perairan adalah optimal untuk budidaya teripang pasir, kecuali nitrat. Kata Kunci: Teripang pasir,  Kotoran ayam, Limbah sagu, Keramba jaring apung
PEMANFAATAN OPTIMAL SUMBERDAYA CAKALANG DI PERAIRAN MALUKU Siahainenia, Stevanus M; Hiariey, Johanis; Baskoro, Mulyono S; Waileruny, Welem
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overfishing has an impact on decrease of fish stocks so that it affects status of fish resource management. This research aims to analyze the optimal utilization of skipjack resources in the waters of Moluccas. Primary and secondary data were obtained through interviews and official publications. Data were analyzed through surplus production model with the techniques of CYP, and continued with the analysis of the bioeconomic model of Gordon Schaefer. The results showed that at the management regime of MSY, skipjack production reached 61.461.26 tons, with fishing effort 50,295 trips. At the open access regime, efforts increased to 84,836 trips with declining of production to 32,475.32 tons. Compared to both the MSY and open access, resource management regime at the MEY contributed to a higher economic rent, Rp 327,868,123,7700, but a lower fishing effort of 42,418 trips, and production 59,953.41 tons. Based on the bio-techno-economic values, the management regime of MEY was classified as the optimal utilization of the skipjack resources.   ABSTRAK Tangkap lebih berdampak terhadap penurunan stok ikan sehingga mempengaruhi status pengelolaan sumberdaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang di perairan Maluku. Data primer dan sekunder diperoleh melalui wawancara dan publikasi resmi. Data dianalisis melalui model surplus produksi dengan teknik CYP, dan dilanjutkan dengan analisis model bioekonomi GS. Hasil menunjukkan pada rezim pengelolaan MSY, produksi ikan cakalang mencapai 61.461.28 ton, dengan tingkat upaya penangkapan 50.184 trip. Pada rezim open access, upaya meningkat menjadi 84.683 trip dengan produksi menurun 32.416,66 ton. Dibandingkan MSY dan open access, pengelolaan sumberdaya pada rezim MEY menghasilkan rente ekonomi tertinggi Rp 328.138.580.000, upaya penangkapan yang rendah 42.341 trip, dan produksi 59.960,14 ton. Berdasarkan nilai bio-tekno-ekonomi, maka rezim pengelolaan MEY diklasifikasikan sebagai status pemanfaatan sumberdaya cakalang yang optimal. Kata kunci: Sumberdaya cakalang, pemanfaatan optimal, perairan Maluku
PENGELOLAAN MANGROVE BERDASARKAN TIPE SUBSTRAT DI PERAIRAN NEGERI IHAMAHU PULAU SAPARUA Lewerissa, Yona A; Sangaji, M; Latumahina, M B
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 14 No 1 (2018): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove is one of three important tropical ecosystem which has a range of benefits and either physical function, ecological, economical. The local community activities in the mangrove ecosystem can affect the development of Ihamahu’s mangrove, thus causing changes of the substrate composition which have resulted in mangrove growth. The aims of the study were to explain subsrate type based on the species of mangrove trees, mangrove zoning based on the type of the substrate and analyze the mangrove trategies management at Ihamahu waters.This study was conducted at Ihamahu waters, held in the July-September 2013 by using the Line Transect Method. Boring was used to collect substrate. The results showed that the most dominant substrate were mud (silt) for Rhizoporaceae, fine sand for Rhizoporaceae, Avicenniaceae and Sonneratiaceae while Medium sand for Sonneratiaceae. The closest Mangrove zone to the sea consisted of A. alba and S.alba. The middle zone with R.stylosa, R.apiculata, R.mucronata, C.tagal, A.corniculatum, X.granatum, B.gymorrhiza, B.Parviflora, and zoning close to the land was Nypa fruticans. There were four direction of mangrove management based on type of substrate which were suitable for growth and development of mangrove at Ihamahu waters. Mangrove strategies based on expert opinion analysis took into three main factors such as the ecology, social, and economic, thus the chosen of mangrove strategies management by analyzing the experts’s opinion against three alternatives such as ecotourism, marine fisheries tourism, and research site.   ABSTRAK Mangrove merupakan salah satu dari tiga ekosistem penting yang memiliki berbagai manfaat dan fungsi baik fisik, ekologis maupun ekonomis. Tingginya aktifitas masyarakat di sekitar ekosistem mangrove di Negeri Ihamahu dapat mempengaruhi perkembangan mangrove, sehingga menyebabkan perubahan komposisi substrat yang berdampak pada tekanan pertumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tipe subsrat berdasarkan jenis-jenis mangrove, zonasi mangrove berdasarkan tipe substrat serta menganalisis strategi pengelolaan mangrove di perairan Negeri Ihamahu. Penelitian ini dilaksanakan di Negeri Ihamahu pada bulan Juli-September 2013 dengan menggunakan Metode Transek Garis. Metode pengambilan sampel substrat menggunakan boring. Hasil penelitian menunjukkan substrat yang paling dominan adalah lumpur pada famili Rhizophoraceae, pasir halus pada famili Rhizophoraceae, Avicenniaceae, dan Sonneratiaceae, sedangkan pasir sedang terdapat pada family Sonneratiaceae. Zonasi pada hutan mangrove di Negeri Ihamahu, yaitu pada zona yang paling dekat dengan laut ditumbuhi jenis A. alba dan S. alba. Zona tengah ditumbuhi jenis R.stylosa, R.apiculata dan R.mucronata, C.tagal, A.corniculatum, X.granatum dan B.gymorrhiza dan B.Parviflora, sedangkan zona yang dekat dengan darat ditumbuhi jenis Nypa fruticans. Empat Arahan pengelolaan mangrove berdasarkan tipe substrat yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan mangrove Negeri Ihamahu, Strategi pengelolaan mangrove berdasarkan hasil analisis pendapat pakar memperhitungkan tiga faktor utama yaitu¸ faktor ekologi, sosial, dan ekonomi, sedangkan penentuan terhadap pilihan strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dengan menganalisis pendapat para pakar terhadap tiga pilihan yaitu ekosiwata, minawisata, dan lokasi penelitian atau studi. Kata Kunci :  pengelolaan, mangrove, substrat, Ihamahu, Saparua
ANALISIS KEMIRINGAN LERENG PANTAI DAN DISTRIBUSI SEDIMEN PANTAI PERAIRAN NEGERI WAAI KECAMATAN SALAHUTU PROVINSI MALUKU Kalay, Degen E; Lopulissa, Villian F; Noya, Yunita A
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 14 No 1 (2018): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water circulation systems in coastal areas are very effective in driving its sediment material. The impact is the occurrence of variations in the slope of the coastline and changes in the character of the sediment. The aim of the study was to analyze the grade of coastal slope, sediment character and wave height of Waai Village coastal area. The study was conducted in waters of Waai Village, Ambon Island, District of Salahutu, Maluku Province in January 2018. Slope of the coastline and wave height were measured directly in the field, while sediment was sampled on 9 observation transects. Analysis of beach slope classes is based on Zuidam criteria and sediment analysis based on size. The grade of coastal slope is a flat slope to a very steep slope with a slope percentage ranging from 0.13-29.27%. Sediments distributed in the size of gravel to mud are grouped into 5 categories, namely gravel, sandy gravel, sand, gravel and muddy sand. While the measured wave height ranges from 0.04-1.03 m with the amount of energy produced is 2.01-200.90 J.   ABSTRAK Sistem sirkulasi air laut di daerah pesisir pantai sangat efektif menggerakan material sedimen yang terjadi di daerah tersebut. Dampaknya adalah terjadinya variasi kemiringan lereng pantai dan perubahan karakter sedimen tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis kelas kemiringan lereng pantai, karakter sedimen dan tinggi gelombang perairan pantai Negeri Waai Pulau Ambon.  Penelitian dilakukan di perairan Negeri Waai Pulau Ambon Kecamatan Salahutu Provinsi Maluku pada bulan Januari 2018. Data kemiringan lereng pantai dan tinggi gelombang diukur secara langsung di lapangan, sedangkan sedimen dilakukan pencuplikan pada 9 transek pengamatan. Analisis kelas kemiringan lereng pantai didasarkan pada kriteria Zuidam dan analisis sedimen berdasarkan ukuran.  Kelas kemiringan lereng pantai perairan Negeri Waai yaitu lereng datar sampai lereng sangat curam dengan persentase kemiringan lereng berkisar antara 0,13-29,27%. Sedimen yang terdistribusi berukuran kerikil sampai lumpur yang dikelompokan dalam lima katagori yaitu kerikil, kerikil berpasir, pasir, pasir berkerikil dan pasir berlumpur.  Sedangkan tinggi gelombang yang terukur berkisar antara 0,04-1,03 m dengan besar energi yang dihasilkan sebesar 2,01-200,90 J.  Kata Kunci : kemiringan lereng pantai, sedimen, tinggi gelombang, perairan Negeri Waai.

Page 1 of 3 | Total Record : 23