cover
Contact Name
Zakaria Batubara
Contact Email
lppmstiesyariahbengkalis@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppmstiesyariahbengkalis@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita
ISSN : 23033568     EISSN : 26848228     DOI : https://doi.org/10.46367/iqtishaduna
Core Subject : Economy,
Jurnal IQTISHADUNA mengangkat tema kajian tentang Konsep Syariah, Konsep dan Pemikiran Ekonomi secara umum, Konsep Ekonomi Syariah, Lembaga Keuangan Syariah, Akuntansi, Keuangan, Perbankan dan Manajemen Islam, Manajemen Sektor Publik, Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, Waris, Corporate Governance, Sustainability Reporting, Etika dan Profesionalisme, Bisnis, Manajemen Bisnis, Manajemen Bisnis Syariah, e-Commerce, Pasar Modal dan Investasi, Perpajakan, Manajemen Keuangan, Manajemen Keuangan Syariah, Hukum Ekonomi dan Hukum Ekonomi Syariah.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December" : 10 Documents clear
Pengaruh Sikap dan Motivasi Masyarakat Terhadap Partisipasi Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Bengkalis Amin, Nurul
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam ketentuan perpajakan maka pajak merupakan pendapatan yang dibagi atas dua yaitu pajak yang merupakan pendapatan negara dan pajak yang merupakan pendapatan daerah. Pendapatan daerah dari sektor pajak salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis memiliki pendapatan daerah dengan dasar kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Pemungutan PBB di dalam kerangka teori menyatakan bahwa pertama teori yang mendasar, kedua teori partisipasi, ketiga partisipasi masyarakat (Y), keempat sikap (X1), kelima Motivasi (X2), kesemuanya ini merupakan kerangka teori pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan. Metodologi yang dipakai adalah tipe penelitian, populasi sampel, tehnik pengambilan sampel, tehnik analisis data serta skala pengukuran. Dalam jurnal ini dinyatakan dengan kesimpulan bahwa variabel partisipasi (Y) dinyatakan baik, variabel sikap (X1) menyatakan bahwa sikap masyarakat kurang mendukung, variabel motivasi (X2) menyatakan motivasi kurang tinggi. Saran dalam jurnal ini menyatakan bahwa pemungutan PBB harus dapat disesuaikan dengan keadaan dilapangan, pemberitahuan dari petugas tentang sanksi, penyampaian informasi melalui ketua RT dan lurah serta kepala desa, sanksi bagi kerterlambatan pembayaran, adanya pelatihan bagi petugas pemungut PBB danpetugas turun langsung kepada masyarakat.
Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Abu Yusuf Maruta, Heru
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu Yusuf adalah ulama yang hidup pada tahun 113-182 H/731-798 M, merupakan seorang ahli fiqih yang lahir pada masa Ummayah namun berkarya dan diakui pada masa Abassiah. Karya terbesarnya adalah Kitab Al-Kharaj yang merupakan kitab pertama memuat tentang cara menghimpun semua pemasukan daulah islamiyah dan pos-pos pengeluaran berdasarkan kitabullah dan sunnah rasul saw. Kitab ini berupaya membangun sebuah sistem keuangan publik yang mudah dilaksanakan yang sesuai dengan hukum islam yang sesuai dengan persyaratan ekonomi Latar belakang pemikirannya tentang ekonomi, setidaknya dipengaruhi beberapa faktor, baik intern maupun ekstern. Yang menjadi kekuatan utama pemikiran Abu Yusuf adalah dalam masalah keuangan publik. Sistem ekonomi yang dikehendaki oleh Abu yusuf adalah satu upaya untuk mencapai kemaslahatan ummat. Kemaslahatan ini didasarkan pada al-Qur’an, al- Hadits, maupun landasan-landasan lainnya.
Maqosid Syariah Sebagai Dasar Sistem Ekonomi Berkeadilan Ishak, Khodijah
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The economic principle that is prescribed in Islam is not to live luxuriously, not trying to work banned, pay zakat and riba away, is the sum of the creed, moral and Islamic sharia as the reference in the development of an Islamic economic system. Moral values ​​not only by the activity of the individual but also the collective interaction, even the relationship between the individual and the collective can not dichotomize. Individual and collective value than ever that should always be present in the development of the system, there are a tendency especially moral values ​​and practices that put the interests of the collective than individual interests. Preferences of both the individual and the collective economy of the Islamic economy finally has its own character with a distinctive form of activity. Umer Chapra and offers basic principles of Islamic economics, there are three aspects are as follows: a). Ness, b). Caliphate and c). Justice. The three principles are inseparable, interrelated due to the creation of a good and stable interconnected economy. Theology (God) should be used to reflect the purpose of sharia among others; fulfilment of needs (needs fulfilment), appreciated source of income (respectable source of earnings), income distribution and welfare evenly (equitable distribution of income and wealth) as well as the stability and growth (growth and stability).
Perbandingan Mekanisme Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional Serta Prospeknya Dariana, Dariana
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang asuransi sangat menarik sekali diantara prinsip ekonomi syariah lainya. Kajian mengenai asuransi syari’ah terlahir satu paket dengan kajian perbankan syari’ah, yaitu sama-sama muncul kepermukaan tatkala dunia islam tertarik untuk mengkaji secara mendalam apa dan bagaimana cara mengaktualisasikan konsep ekonomi syari’ah. Penulis akan memaparkan beberapa poin berkenaan asuransi syari’ah dan asuransi konvensional sebagai suatu perbandingan, terutama yang berkaitan keunggulan asuransi syariah bila dibandingkan dengan asuransi konvensional yang selama ini menjadi acuan hidup dalam hukum perasuransian di Indonesia. Demikian pula penulis akan mambahas konsep, sumber hukum, akad perjanjian, pengelolaan dana, dan keuntungan. Tujuan asuransi sangatlah mulia, karena bertujuan untuk tolong-menolong dalam kebaikan. Namun persoalan yang dipertikaikan lebih lanjut oleh para Ulama adalah bagaimana instrumen yang akan mewujudkan niat baik dari asuransi tersebut; baik itu bentuk akad yang melandasinya, sistem pengelolaan dana, bentuk manajemen dan lain sebagainya.
Pandangan Maqashid Syariah Dalam Mencapai Kesempurnaan Konsepsi Ekonomi Islam Suhendi, Suhendi
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi Islam yang menyangkut pengaturan kegiatan ekonomi dalam masyarakat berdasarkan cara atau metode Islam. Sistem merupakan keseluruhan yang kompleks, yakni suatu susunan hal atau bagian yang saling berhubungan, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang dirumuskan secara sistematis. Jadi sistem adalah setiap peraturan yang lahir dari pandangan dunia atau aqidah tertentu yang berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi problem hidup manusia, menjelaskan bagaimana cara pemecahan, memelihara serta mengembangkannya. Ekonomi Islam memiliki suatu kerangka pemikiran (frame of thought) yang khas, dengan tujuan khas, dan salah satu bagian dari keluasan dan kesempurnaan konsepsi Islam sebagai sarana untuk mengimplementasikan tujuan kesejahteraan hidup umat manusia. Dalam hal ini institusi perbankan sebagai perlindungan untuk kesejateraan hidup manusia, sedangkan akad murabahah sebagai suatu cara manusia menggunakan akalnya untuk bertransaksi mengolah hartanya agar mencapai keuntungan yang diperoleh sebagai pendapatannya yang berkah sesuai dengan syariah sehingga mendapat ridha Allah swt.
Pengaruh Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Bengkalis Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Kabupaten Bengkalis Rachmad, Dedy
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara tolak ukur pengembangan suatu daerah di Indonesia adalah melalui dana APBD. Bengkalis sebagai salah satu kabupaten di provinsi Riau memiliki dana APBD terbesar kedua di Indonesia. Akan tetapi, besarnya APBD tersebut sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan kehidupan masyarakatnya yang mayoritas berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, dana APBD Bengkalis menjadi “tulang punggung” kehidupan rakyatnya, hal tersebut terlihat dari aktivitas pasar yang mulai ramai saat APBD sudah mulai dapat dicairkan. Kajian ini coba mengulas secara rintis yang dijadikan sebagai kerangka konseptual dalam melihat pengaruh dana APBD kabupaten terhadap peningkatan sarana dan prasarana, juga pengaruhnya terhadap peningkatan taraf ekonomi masyarakat yang hidup di dalamnya.
Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Batubara, Zakaria
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam mengajarkan umatnya untuk mengejar kesejahteraan di dunia dan akhirat. Kesejahtraan akhirat saya kira kita sudah jelas. Sedangkan kesejahteraan dunia adalah tidak bisa lepas dari terwujudnya kualitas hidup yang meliputi kesejahtraan harta. Dalam memperoleh harta harus dengan cara yang baik tidak boleh merugikan orang lain dan tidak boleh membuat kerusakan (harus menjaga lingkungan). Adapun perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya adalah dalam hal konsep distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Menurut sistem ekonomi sosialis, distribusi kekayaan di tengah masyarakat dilakukan oleh negara secara mutlak. Negara akan membagikan harta kekayaan kepada individu rakyat dengan sama rata, tanpa memperhatikan lagi kedudukan dan status sosial mereka. Akibatnya adalah meskipun seluruh anggota masyarakat memperoleh harta yang sama, namun penghargaan yang adil terhadap jerih payah setiap orang menjadi tidak ada. Sebab berapapun usaha dan produktivitas yang mereka hasilkan, tetap saja mereka memperoleh pembagian harta (distribusi) yang sama dengan orang lain, meskipun orang tersebut memberikan jerih payah yang kecil atau bahkan sama sekali tidak bekerja. Karena itulah sistem ekonomi sosialis menolak mekanisme pasar (harga) dalam distribusi kekayaan.
Kebijakan Pemerintah Islam Klasik Terhadap Masyarakat Miskin Bahri, Saiful
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study will describe the Islamic classical government wisdom about poverty. The result pointed out explains that the Prophet Muhammad, his friends (Khulafa’ ar-Rasyidin) and Umayya empire never let poverty right.
Pemanfaatan Zakat Online Baznas Bagi Muzaki Hendarsyah, Decky
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/iqtishaduna.v2i2.32

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat sekarang sudah tidak terbendung lagi, itu semua dapat dilihat dalam kehidupan nyata sehari-hari. Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang terbesar dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Itu terbukti, setiap ada produk-produk komunikasi yang baru selalu diserbu oleh masyarakat terutama kalangan menengah ke atas. Kemudian pemerintah Indonesia melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi juga sedang gencar-gencarnya mempercepat pembangunan infrastruktur komunikasi dan Internet sampai kepelosok-pelosok daerah di seluruh Indonesia. Sehingga hampir semua orang dalam masyarakat sudah mempunyai perangkat elektronik dan komunikasi seperti komputer, televisi, laptop, PC-tablet, smartphone dan lain-lain yang terkoneksi ke Internet. BAZNAS merupakan badan amil zakat nasional yang didirikan oleh pemerintah Indonesia juga tidak mau ketinggalan dalam segi teknologi informasi. Hal itu dibuktikan BAZNAS dengan dibangunnya website sebagai sarana informasi terkini BAZNAS untuk masyarakat dan sistem zakat online untuk para muzaki. Tetapi sampai saat ini pemanfaatan sistem zakat online masih belum banyak diketahui oleh masyarakat di Indonesia. Untuk itu dengan adanya tulisan ini dapat membantu pihak BAZNAS untuk mensosialisasikan sistem zakat onlinenya. Kemudian dalam tulisan ini juga dijelaskan tahap-tahap penggunaan sistem zakat online BAZNAS secara keseluruhan sehingga dapat membantu dan mempermudah muzaki dalam menggunakan zakat online BAZNAS.
Transformasi Zakat Dalam Membangun Sosioekonomi Umat Bebas Riba Fitrianto, Fitrianto
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM Publishing & Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BAZNAS Propinsi Riau dan LAZ Swadaya Ummah institusi zakat rasmi dan dikenal masyarakat di Pekanbaru Riau dalam pengurusan uang zakat umat. Uang zakat yang telah terkumpul disimpan di rekening bank sebelum disalurkan kepada asnaf dan pihak bank biasanya memanfaatkan dana tersebut sebagai modal jangka pendek. BAZNAS dan LAZ sebagai lembega yang kuasa dalam pemberdayaan zakat secara berterusan, ianya telah menyalurkan zakat untuk keperluan kosumtif dan produktif. BAZNAS Propinsi Riau dalam penyaluran zakat produktif untuk modal kerja kepada golongan asnaf secara cuma-cuma. Manakalah LAZ Swadaya Ummah menyalurkan zakat produktif pada pinjaman modal kerja secara bergulir berpandukan akad al-qard dalam transaksi ekonomi syariah kepada golongan asnaf dan non asnaf secara berkumpulan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10