cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26566230     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra (2656-6230) is a scientific journal managed by the Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia. The purpose of this journal is to publish scientific work for Indonesian, foreign lecture and researchs, students, and practioners to present new ideas, concepts and theories in the literature such: literary phenomenon, literary history, literary analysis, literary criticsm, literary research, and literary scholarship synonymous etc.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
NOVEL SURFACING KARYA MARGARET ATWOOD SEBAGAI KARYA SASTRA PENENTANG PENINDASAN PEREMPUAN DI KANADA PADA TAHUN 1970AN Vadilla, Riyani
Magistra Andalusia Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.21-26.2019

Abstract

Berbicara tentang dominasi laki-laki di sistem patriarki tentunya tak lepas dari kaum perempuan yang selalu saja mengalami penindasan akibat dominasi tersebut. Salah satunya seperti yang tertuang dalam novel Surfacing karya Margaret Atwood. Namun ternyata, novel Surfacing tidak hanya mengemukakan gambaran penindasan perempuan secara gamblang dalam bentuk karya fiksi. Novel Surfacing adalah suatu bentuk sastra penentang terhadap penindasan perempuan di Kanada sebelum tahun 1970an. Untuk dapat menganalisa permasalahan tersebut, digunakan Kritik Sastra Feminisme The Second Sex oleh Simone de Beauvoir dan dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa, Pertama, novel Surfacing merupakan suara feminis radikal yang menentang objektifikasi terhadap perempuan. Kedua novel Surfacing tergolong pada sastra penentangan terhadap subordinasi ekonomi. Ketiga, novel Surfacing sebagai sastra penentangan terhadap eksploitasi tubuh.
POLITIK KEKUASAAN GIRISAWARDHANA DALAM NOVEL SABDO PALON PUDARNYA SURYA MAJAPAHIT KARYA DAMAR SHASHANGKA Fatma, Suria Dewi
Magistra Andalusia Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.27-35.2019

Abstract

Kajian ini membicarakan tentang politik kekuasaan di Majapahit yang terjadi pada tahun 1373-1380 Saka atau sekitar tahun 1451-1457 Masehi. Dalam hal ini, politik kekuasaan merujuk pada penyalahgunaan wewenang dan konspirasi politik yang dilakukan oleh Girisawardhana (raja Majapahit yang baru) untuk meperluas wilayah kekuasaannya. Politik kekuasaan dalam Novel Sabdo Palon Pudarnya Surya Majapahit Karya Damar Shashangka juga dapat ditemukan melalui memanasnya situasi politik di Majapahit pasca Girisawardhana membuat dan menerbitkan aturan baru yang menimbulkan reaksi/penentangan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Bhre Kertabhumi (Raja Kerajaan Keling). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menafsirkan politik kekuasaan Girisawardhana dalam Novel Sabdo Palon Pudarnya Surya Majapahit. Adapun teori yang digunakan mengacu pada pandangan Max Weber tentang kekuasaan. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa politik kekuasaan mempengaruhi suatu masa atau peradaban, karena kekuasaan (penguasa) akan berupaya menguasai dan menakhlukkan kelompok atau golongan yang bertentangan dengan kebijakan dan ideologi sang penguasa. Namun, dalam politik kekuasaan terdapat sebuah wacana ataupun konspirasi dengan tujuan tertentu untuk mengusai suatu kaum dan juga bisa membungkam kelompok atau golongan tertentu yang dianggap separatis/kaum pemberontak. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar pengaruh politik kekuasaan, maka akan semakin besar pula keinginan untuk menundukkan dan mempengaruhi orang lain.
REVOLUSI ABOLISIONISME PADA NOVEL PERBUDAKAN UNCLE TOM’S CABIN KARYA HARRIET BEECHER STOWE Amiruddin, Andy
Magistra Andalusia Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.1-6.2019

Abstract

Literature and revolution cannot be separated from one another. On one hand, the revolution can create literary works from writers who are responsive to the changes that took place in their time. On the other hand, literary works can trigger the revolution in the people who read the work. In In Uncle Tom's Cabin, the relationship between literature and revolution can be seen in how the movement of the abolitionism group inspired Harriet Beecher Stowe to fight slavery through literary works. Harriet Beecher Stowe described slavery in South America and the abolitionist revolution against abolition of slavery.
MULTIKONFLIK DALAM NOVEL LAMPUKI KARYA ARAFAT NUR Armet, Armet
Magistra Andalusia Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.7-13.2019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan konflik yang dialami manusia dalam kehidupan. Konflik dialami oleh tokoh-tokoh di dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian mengenai multikonflik dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk; mendeskripsikan konflik-konflik yang terdapat dalam novel Lampuki karya Arafat Nur, dan mendeskripsikan penyebab konflik-konflik yang terjadi dalam novel Lampuki karya Arafat Nur.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis konflik yang terdapat dalam novel Lampuki karya Arafat Nur adalah sebagai berikut:konflik interindividu, konflik antarindividu, dan konflik antarkelompok sosial. Kemudian penyebab konflik dalam novel Lampuki karya Arafat Nur disebabkan oleh perbedaan antaranggota masyarakat, perbedaan pola kebudayaan, perbedaan status sosial, perbedaan kepentingan antarkelompok masyarakat, dan terjadinya perubahan sosial.
ORAL TRADITION (LITERATURE): CONSERVATION OF ECOLOGY AND PROMOTION OF TOURISM DESTINATION Anwar, Khairil
Magistra Andalusia Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.14-20.2019

Abstract

Kajian ini membahas tentang peran strategis tradisi (sastra) lisan sebagai pelestari ekologi sekaligus promosi destinasi wisata tempatan. Tradisi (sastra) lisan banyak jenisnya, namun pada intinya merupakan kebiasaan yang diteruskan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Saat ini tradisi lisan dianggap sebagai cerita atau legenda belaka yang berisi mitos tentang suatu tempat yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, misalnya. Akan tetapi tanpa disadari oleh masyarakat pendukungnya, tradisi lisan itu telah memberikan legitimasi pelestarian ekologis dan destinasi wisata pada lingkungannya. Pembahasan ini menggunakan perspektif materialisme budaya dengan ontologi tradisi atau cerita lisan yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Berdasarkan analisis teks dan konteks cerita tersebut ditemukan bahwa dibalik cerita yang sudah mentradisi itu terdapat fakta materil lokasi tumbuhnya yang tidak dipahami oleh masyarakatnya. Bukan mitos itu yang dijadikan misi penggubah cerita, melainkan upaya mempertahankan eksistensi ekologi lingkungan tempatan. Seiring dengan perkembangan nalar dan kebutuhan manusia menumbuhkan keingintahuan. Untuk membuktikan kebenaran cerita tradisi tersebut mereka berkunjung sekaligus rekreasi di lokasi yang dikisahkan dalam cerita. Secara lisan atau melalui kemajuan teknologi tradisi lisan itu diekspos di dunia maya sehingga tersebar informasi tentang keunikan lokasi tersebut. Hal itu menyebabkan banyak orang berkunjung, maka berkembanglah lokasi itu menjadi destinasi wisata. Dengan demikian, tradisi lisan bermanfaat untuk keberlanjutan bumi dan manusia.
POLITIK KEKUASAAN GIRISAWARDHANA DALAM NOVEL SABDO PALON PUDARNYA SURYA MAJAPAHIT KARYA DAMAR SHASHANGKA Fatma, Suria Dewi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.5.2019

Abstract

Kajian ini membicarakan tentang politik kekuasaan di Majapahit yang terjadi pada tahun 1373-1380 Saka atau sekitar tahun 1451-1457 Masehi. Dalam hal ini, politik kekuasaan merujuk pada penyalahgunaan wewenang dan konspirasi politik yang dilakukan oleh Girisawardhana (raja Majapahit yang baru) untuk meperluas wilayah kekuasaannya. Politik kekuasaan dalam Novel Sabdo Palon Pudarnya Surya Majapahit Karya Damar Shashangka juga dapat ditemukan melalui memanasnya situasi politik di Majapahit pasca Girisawardhana membuat dan menerbitkan aturan baru yang menimbulkan reaksi/penentangan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Bhre Kertabhumi (Raja Kerajaan Keling). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menafsirkan politik kekuasaan Girisawardhana dalam Novel Sabdo Palon Pudarnya Surya Majapahit. Adapun teori yang digunakan mengacu pada pandangan Max Weber tentang kekuasaan. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa politik kekuasaan mempengaruhi suatu masa atau peradaban, karena kekuasaan (penguasa) akan berupaya menguasai dan menakhlukkan kelompok atau golongan yang bertentangan dengan kebijakan dan ideologi sang penguasa. Namun, dalam politik kekuasaan terdapat sebuah wacana ataupun konspirasi dengan tujuan tertentu untuk mengusai suatu kaum dan juga bisa membungkam kelompok atau golongan tertentu yang dianggap separatis/kaum pemberontak. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar pengaruh politik kekuasaan, maka akan semakin besar pula keinginan untuk menundukkan dan mempengaruhi orang lain.
A STORY OF RANG KAYO HITAM IN ANIMATION FILM BY AKHMAD FAWWAZ POLITICAL ECOLOGY APPROACH Febrianti, Maya
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.2.14.2019

Abstract

Rang Kayo Hitam story is a story that developed in Jambi Province, stories originating from folklore began to be published through the YouTube application, in broad outline this animated film has represented oral stories and written stories. This paper discusses the study of political ecology in the story of Rang Kayo Hitam in animated films. The purpose of this study is to describe the political ecology of the Rang Kayo Hitam story in an animated film. The data source is the animated film Rang Kayo Hitam. Qualitative description research method. Research analysis by listening to dialogue in animated films repeatedly, grouping texts that are included in political ecology. The results of this study are the story of Rang Kayo Hitam in this animated film that still contains political ecology involving the Malay kingdom of Jambi and the kingdom of Mataram, the two kingdoms which have their own policies on their territory.
REVOLUSI ABOLISIONISME PADA NOVEL PERBUDAKAN UNCLE TOM’S CABIN KARYA HARRIET BEECHER STOWE Amiruddin, Andi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.1.2019

Abstract

Literature and revolution cannot be separated from one another. On one hand, therevolution can create literary works from writers who are responsive to the changes that took placein their time. On the other hand, literary works can trigger the revolution in the people who readthe work. In In Uncle Tom's Cabin, the relationship between literature and revolution can be seenin how the movement of the abolitionism group inspired Harriet Beecher Stowe to fight slaverythrough literary works. Harriet Beecher Stowe described slavery in South America and theabolitionist revolution against abolition of slavery.
WOMAN IMAGES IN NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS BY PRAMOEDYA ANANTA TOER (A FEMINISM APPROACH) Susilo, Jimat; Rasyad, Sobihah; Wulandari, Novi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.2.6.2019

Abstract

Tujuan penelitian ini akan menggambarkan keberadaan perempuan dianggap memiliki keterbatasan, selalu dipinggirkan atau dimarjinalkan, dinomorduakan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam segala bidang, perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan dibanding laki-laki, seperti dalam bidang sosial, pendidikan, politik, ekonomi, maupun dalam kaitan berorganisasi. Perempuan dalam budaya Jawa hanya sebagai pelengkap kaum laki-laki, yaitu bertugas di dapur, sumur, dan kasur. Artinya, posisi perempuan tidak memiliki peran penting dalam kehidupan, tugasnya memasak, mencuci, dan menemani laki-laki saat tidur. Perlakun terhadap perempuan inilah yang memunculkan gerakan penyetaraan derajat perempuan terhadap laki-laki. Gerakan itu dinamakan feminisme. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang menekankan pada penyetaraan gender antara laki-laki dan perempuan (Wiyatmi, 2012: 9) sebagai akibat perlakuan yang tidak adil terhadap kaum perempuan yang mengalami kesengsaraan, bahkan didudukkan jauh di bawah laki-laki (Djajanegara, 2003: 27). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk ketidakadilan citra perempuan dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramodya Ananta Toer.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan citra tokoh utama dan mengetahui hubungannya antara tokoh utama dan tokoh lawan jenisnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, seperti teknik pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dalam mendukung dan menggerakkan literasi sekolah dan sebagai bahan penawaran untuk materi ajar guru dalam pembelajaran sastra.
MULTIKONFLIK DALAM NOVEL LAMPUKI KARYA ARAFAT NUR Armet, Armet; Bahardur, Iswadi; Hartati, Yulia Sri
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.2.2019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan konflik yang dialami manusia dalam kehidupan. Konflik dialami oleh tokoh-tokoh di dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian mengenai multikonflik dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk; mendeskripsikan konflik-konflik yang terdapat dalam novel Lampuki karya Arafat Nur, dan mendeskripsikan penyebab konflik-konflik yang terjadi dalam novel Lampuki karya Arafat Nur.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis konflik yang terdapat dalam novel Lampuki karya Arafat Nur adalah sebagai berikut:konflik interindividu, konflik antarindividu, dan konflik antarkelompok sosial. Kemudian penyebab konflik dalam novel Lampuki karya Arafat Nur disebabkan oleh perbedaan antaranggota masyarakat, perbedaan pola kebudayaan, perbedaan status sosial, perbedaan kepentingan antarkelompok masyarakat, dan terjadinya perubahan sosial.

Page 1 of 3 | Total Record : 27