cover
Contact Name
Machrus Ali, S.T., M.T. IPM
Contact Email
machrus7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
jurnal.intake@gmail.com
Editorial Address
Jl Gus dur 29A, Mojongapit, Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Intake
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 20874286     EISSN : 25806017     DOI : https://doi.org/10.48056/jintake
Focus and Scope Fokus Jurnal ini adalah Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Tetapi juga meliputi aspek Desain dan Pengukuran Kerja, Penelitian dan Analisis Operasi, Analisis Ekonomi Teknik, Teknik Fasilitas dan Manajemen Energi, Rekayasa Kualitas & Realibilitas, Faktor Ergonomi dan Manusia, Teknik dan Manajemen Operasi, Manajemen Rantai Pasokan, Teknik Manajemen, Keselamatan, Rekayasa Informasi, Desain dan Pengembangan Produk, dan Desain dan Rekayasa Sistem.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2011): April, 2011" : 2 Documents clear
Pengaruh Komposisi Pasir Cetak Terhadapat Sifat-Sifat Cetakan Pasir (Permeability, Humadity, Density, Compression Strenght, Shaer Strenght Dan Flowability) Baihaqi
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): April, 2011
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v2i1.129

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi dalam proses pengecoran adalah adanya cacat hasil produk dimana hal ini disebabkan berbagi hal pada proses pembuatan cetakan pasir, adanya rongga udara, kadar air terlalu besar, adanya gelembung-gelembung gas yang terperangkap pada cetakan, bergesernya pasir cetak akibat adanya gaya tuang serta kurang padatnya cetakan pasir. Untuk menimimumkan cacat produk maka pada proses pembuatan cetakan pasir dilakukan pengujian permeability, humadity, density, compression strenght, shaer strenght dan flow ability, pengujian dilakukan dengan mengubah komposisi pasir cetak, bentonit serta kadar air dari ketiga variabel tersebut akan didapatkan nilai dari sifat-sifat cetakan pasir. Untuk kekuatan tekan dan geser harus mendapatkan hasil diatas rata-rata (kekuatan tekan 700 gr/cm2 dan kekuatan geser 200 gr/cm2) sehingga pergeseran pada pasir cetak tidak terjadi. Kadar air optimum terletak permeabilitas maksimum dan density yang minimum, uji flowability dilakukan agar pasir mempunyai sifat mampu alir yang baik pada proses pengecoran.
Analisa Kontrol Daya Induction Furnace Pada Industri Peleburan Logam Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Hidayatul Nurohmah
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): April, 2011
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v2i1.128

Abstract

Induction Furnace adalah teknologi yang diterapkan dengan memanfaatkan Arus Eddy yang dihasilkan oleh medan elektromagnetik. Rugi-rugi akibat Arus Eddy yang menghasilkan disipasi panas inilah kemudian dimanfaatkan untuk dapat melebur logam. Penggunaan teknologi ini adalah sistem induksi, yaitu coil yang diberi tegangan AC dengan frekuensi tertentu, namun sistem ini juga melibatkan konversi daya dari AC menjadi DC dan sebaliknya serta sistem kontrol dan pengamanan. Permasalahan bagaimana prinsip dasar dari sistem induksi dalam pembangkitan panas untuk proses peleburan logam, bagaimana proses konversi daya listrik yang terjadi dalam sistem induktion dan proses kontrol daya listrik untuk membangkitkan sumber daya listrik induksi. Pemilihan Thyristor atau SCR dalam penyearah DC disebabkan oleh pertimbangan adanya ketepatan terjadinya konduksi untuk terjadinya penyearahan. Pengaturan penyalaan pada gate yang mempengaruhi waktu konduksi pada SCR menyebabkan keluaran yang lebih optimal dalam penyearahan. Selain itu dengan sifatnya yang memiliki gate sebagai pemicu konduksi, SCR memungkinkan adanya kontrol terintegrasi baik sebagai pengaman komponen atau dalam kaitannya dengan rangkaian lain. Pemilihan Thyristor sebagai komponen utama inverter, adalah disebabkan effisiensi kerjanya yang mencapai 90%, frekuensi kerjanya yang fleksibel 100Hz-10kHz, juga dayanya yang mencapai 10 MW. Pembangkitan daya induksi elektromagnetik akan menghasilkan arus beban yang tertinggal 900 pada fasa sehingga diperlukan kompensasi dengan menggunakan kapasitor yang harus memiliki reaktansi kapasitif yang hampir sama dengan reaktansi induktif pada coil. Dengan demikian terjadi frekuensi resonansi yang bukan saja mampu menahan laju arus akibat reaktansi induktif tapi juga memperbaiki faktor daya

Page 1 of 1 | Total Record : 2