cover
Contact Name
Machrus Ali, S.T., M.T. IPM
Contact Email
machrus7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
jurnal.intake@gmail.com
Editorial Address
Jl Gus dur 29A, Mojongapit, Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Intake
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 20874286     EISSN : 25806017     DOI : https://doi.org/10.48056/jintake
Focus and Scope Fokus Jurnal ini adalah Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Tetapi juga meliputi aspek Desain dan Pengukuran Kerja, Penelitian dan Analisis Operasi, Analisis Ekonomi Teknik, Teknik Fasilitas dan Manajemen Energi, Rekayasa Kualitas & Realibilitas, Faktor Ergonomi dan Manusia, Teknik dan Manajemen Operasi, Manajemen Rantai Pasokan, Teknik Manajemen, Keselamatan, Rekayasa Informasi, Desain dan Pengembangan Produk, dan Desain dan Rekayasa Sistem.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015" : 6 Documents clear
Desain Pengaturan Pitch Angle Pada Turbin Angin Dengan Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) Berbasis Metode Ziegler-Nichols Rukslin,; Muhlasin,; Agus Raikhani,; Kadaryono
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.121

Abstract

Pasokan listrik ke konsumen mempengaruhi meningkatnya beban listrik. Dampaknya apabila pasokan listrik bertambah maka daya output yang dikeluarkan oleh generator juga akan bertambah. Pembangkit listrik yang beroperasi di Indonesia secara umum didominasi dengan pembangkit yang energi primernya berasal dari batubara. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dan antisipasi sebelumnya, mengingat bahwa batubara merupakan bahan yang tergolong tidak terbarukan. Pembangit Listrik Tenaga Angin merupakan Pembangkit Listrik mempunyai keuntungan utama karena sifat bahannya terbarukan hal ini berarti aksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin yang berkurang seperi halnya penggunaan bahan bakar fosil. Pada tulisan ini membahas tentang methode Ziegler-Nichols sebagai tuning parameter Proportional Integrator Derivative (PID) kontroller untuk mengatur kecepatan turbin angin dengan pitch angle kontrol. Ziegler-Nichols kontroller digunakan untuk mengontrol pitch angle pada turbin angin dengan Permanent Magnet Synchrounous Generator (PMSG). Saat kecepatan angin rendah dibawah nilai rata - rata, pengaturan kecepatan harus dapat mempertahankan kecepatan pada sebuah level. Kemudian akan memberikan daya output yang maksimum, sehingga efisiensi turbin akan meningkat. Pengaturan pitch angle diperlukan dalam kondisi kecepatan angin diatas yang diinginkan. Perubahan kecil pada pitch angle dapat mempengaruhi output daya. Pitch angle kontrol adalah salah satu cara untuk menyesuaikan torsi aerodinamik pada turbin angin saat kecepatan angin berada diatas nilai kecepatan. Dari uji coba yang dilakukan hasil running program bahwa sistem tuning menggunakan metode Ziegler-Nichols lebih optimal dibanding dengan PID Standar dan tanpa kontrol.
Hubungan Sudut Pahat Dan Kecepatan Potong Terhadap Pemakaian Mata Pahat Pada Pembuatan As-Arbor Mualifi Usman; Ellysa Nursanti; Dimas Indra Laksmana
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.81

Abstract

Sudut pemotongan pahat merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi hasil pengerjaan pembuatan arbor. Kualitas permukaan potong tergantung pada kondisi pemotongan, dengan pemakaian standarisasi sudut pemotongan dan kecepatan potong kemungkinan akan didapat hasil kerataan yang sesuai.Pentingnya penentuan sudut pemotongan pahat dan kecepatan potong yang tepat dapat meminimalisir pemakaian mata pahat, dalam hal ini pada pembuatan arbor dapat dioptimumkan pemakaian mata pahatnya dengan menjaga geometri sudut pahat. Geometri pahat yang optimum memberikan proses pemotongan yang cepat dengan hasil yang halus serta keausan pahat yang minimum.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan sudut pahat dan kecepatan potong terhadap pemakaian mata pahat pada proses pembuatan As-Arbormalalui pendekatan analisa regresi linier berganda.Pengaruh hubungan variabel sudut pahat dan kecepatan potong terhadap penggunaan mata pahat ditunjukkan dengan model rumusan regresi linier berganda yang ditunjukkan oleh . Nilai koefisien determinasi diperoleh 0.783 atau 78,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut pahat dan kecepatan potong semakin besar pula tingkat keausan mata pahatnya.
Optimisasi Steering Control Mobil Listrik Auto-Pilot Menggunakan Metode Ant Colony Optimization (ACO) Machrus Ali; Izzatul Umami; Hendi Sopian
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.79

Abstract

Steering Control adalah sistem kemudi yang dirancang untuk akurasi pergerakan steer terhadap lintasan kendaraan dan memperingan sistem kemudi. Pada penelitian ini sistem kemudi menggunakan Ant Colony Optimization (ACO). Pada penelitian ini akan dikembangkan model Fully Automatic Steer By Wire System menggunakan 10 Degree Of Freedom (DOF) terdiri dari 7-DOF Vehicle Ride Model dan 3-DOF Vehicle Handling Model. Dari hasil ACO dibandingkan dengan metode PID konvensional didapatkan hasil yang lebih baik. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa Ant Colony Optimization (ACO) pada kecepatan default (13.8 km/h) didapatkan nilai kp = 584,0150, ki = 4,1046, kd = 0,2014 dan mampu mengontrol dengan kecpatan mencapai 69,0 km/h dengan overshot terkecil, yaitu 0,00621 pada C-RMS Error
Unjuk Kerja Metode Imperalistt Competitive Alghorithm (ICA)Dalam Mengoptimalkan Kecepatan Motor DC Yanuangga Gala Hartlambang; Machrus Ali; Agus Raikhani
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.80

Abstract

Imperialist Competitive Algorithm (ICA) merupakan algoritma evolusioner yang terinspirasi dengan kompetisi kekuasaan (imperialist competitive). Algoritma optimasi ICA dikenalkan oleh Esmaeil Atashpaz dan pada tahun 2007. ICA mensimulasikan proses sosial politik dari imperialisme dan kompetisi kekuasaan. Pada Metode ICA ini, seperti algoritma evolusioner lainnya yaitu dengan dimulai dengan inisialisasi populasi awal. Setiap individu dari populasi disebut dengan negara (country). Beberapa negara terbaik dipilh sebagai negara penjajah dan sisanya membentuk koloni yang digunakan oleh penjajah. Negara imperialis bersama-sama dengan koloni yang dimilikinya membentuk beberapa empire (kerajaan). Setelah membentuk empire awal, koloni pada setiap empire bergerak menuju negara imperialis yang relevan. Pergerakan ini adalah model sederhana dari kebijakan asimilasi yang diberikan oleh negara imperialis. Total kekuatan dari sebuah empire tergantung pada kekuatan dari negara imperialis dan kekuatan dari koloninya. Fakta ini dimodelkan dengan mendefinisikan total kekuatan dari sebuah empire merupakan kekuatan dari negara imperialis ditambah dengan presentase dari rata-rata kekuatan koloninya. Penggunaan metode ini didasarkan pada pertimbangan bahwa, ICA merupakan jenis metode optimisasi yang se­der­hana, kemampuan mencapai konvergensi yang cepat, dan menghasilkan solusi yang baik. Ketidaklinearan dari motor DC akan mempersulit dalam aplikasi yang memerlukan kecepatan kontrol secara otomatis. Sayangnya, non linear model dinamik dari motor DC memiliki keterbatasan pada desain dari ragkaian close-loop feedback kontroler. Karakteristik non linear dari motor DC seperti saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dari konvensional Kontrol. Pemodelan system pengaturan motor DC harus disesuaikan dengan karakteristik motor DC dan model pengaturannya. Metode kontrol Proporsional-Integral-Derivative (PID) banyak diterapkan di bidang industri. Kontroler ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitu Kp, Ki, dan Kd. Ketiga parameter tersebut diturunkan dari perhitungan matematis pada metode PID konvensional. Metode osilasi Ziegler-Nichols merupakan sebuah metode penalaan PID yang dapat dilakukan secara otomatis tanpa memodelkan sistem. Sistem kontrol kecapatan motor DC yang dianggap paling baik adalah kontrol PID-ICA, kemudian PID-ZN, kemudian PID dan terakhir Nonkontrol. Hasil running program didapatkan nilai; overshoot tanpa kontrol 0 dengan settling time 7,634 detik, overshoot PID standart 1,513 dengan settling time 10 detik, overshoot PID-ZN 1,495 dengan settling time 2,023 detik, overshoot PID-ICA 1,103 dengan settling time 1,32 detik.
Desain Optimasi Kecepatan Motor Dc Menggunakan PID (Proportional Integral Derivative) Cotroller Dengan Metode Auto-Tuning Matlab Muhlasin; Machrus Ali; Rukslin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.78

Abstract

Kekurangnya model dinamis non linier motor DC adalah memiliki keterbatasan pada perancangan pengendali umpan balik loop tertutup rangkaian. Saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dan standar kontrol konvensional. Kontroler PID sering digunakan untuk aplikasi kontrol motor karena strukturnya dan algoritma kontrol sederhana yang mudah dimengerti. Parameter Controller umumnya menggunakan Try And Error. Metode ini memiliki hasil yang sukses namun cukup lama dan untuk mendapatkan sistem respon yang memuaskan. Model kontrol kecepatan motor DC ini dirancang dengan menggunakan beberapa kontrol, seperti pengendali PID, PID Ziegler-Nichols dan Auto-tuning PID control Matlab. Hasil kinerja model Kontrol kecepatan motor DC dengan menggunakan Matlab Auto-tuning ditemukan memiliki error steady state terkecil, settling time dan overshoot lebih baik dari PID Controller dan PID-ZN (Ziegler Nichols PID). Dari hasil running program Auto-tuning Matlab dalam penelitian ini adalah pengendali terbaik dengan settling time tercepat yaitu 0.2656 detik dan overshot terkecil adalah 1.0591
Studi Analisa Stabilitas Timbunan Dengan Metode Limit Equlibrium Dan Finite Elemen Berdasarkan Kondisi Tanah Di Indonesia Putu Tantri KSari; Yudhi Lastiasih
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.76

Abstract

Kelongsoran timbunan sering terjadi di daerah yang memiliki kontur topografi yang beragam, salah satunya di Indonesia. Ketidakstabilan timbunan memicu berbagai masalah yang perlu diteliti lebih lanjut. Stabilitas lereng menjadi perhatian utama di bidang teknik Geoteknik terutama di daerah yang memiliki beragam topografi. Ada dua metode yang umum digunakan dalam analisis stabilitas tanggul. Limit Equilibrium Method (LEM) secara luas digunakan oleh para penelitia dan perencana dalam melakukan analisis stabilitas lereng. Analisis stabilitas lereng menggunakan Finime Element Method (FEM) juga telah diterima secara luas selama bertahun-tahun. Masing-masing metode memiliki perbedaan dalam memperoleh nilai Angka keamanan (SF). Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk membandingkan kedua metode yang ada. Hasil yang diperoleh dari perbandingan metode LEM dan FEM masih sangat bervariasi sesuai dengan lokasi review setiap penelitian dan belum menunjukkan hasil yang pasti dan sesuai dengan kondisi tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas timbunan untuk melakukan perbandingan pada berbagai kondisi tanah sesuai dengan jenis tanah di Indonesia dengan menggunakan LEM dan FEM. Metode Limit Equlibrium dilakukan dengan membandingkan metode yang dikembangkan sebelumnya: Ordinary / Fellenius, Metode Bishop disederhanakan, Metode Janbu disederhanakan, Spencer Metode, metode Morgenstern-Prince, Metode Lowe-Karafiath. Analisa stabilitas timbunan dengan LEM dan FEM dilakukan dengan menggunakan program bantukomputer. Analisa stabilitas timbunan dalam penelitian ini memperoleh hasil yang variatif. Nilai safety factor pada metode-metode dengan LEM menghasilkan nilai yang berbeda tergantung dari jenis tanahnya. Perbedaan nilai safety factor tersebut disebabkan oleh perbedaan prinsip perhitungan kelongsoran. Rentang perbedaan nilai SF adalah ±2-11% untuk natural slope dan 3-20% untuk timbunan jalan baik pada kondisi muka air tinggi maupun rendah.Nilai SF dengan metode finite element menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan metode limit equilibrium. Perbedaan nilai SF adalah variatif berkisar antara 7-10% tergantung dari jenis tanahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6