cover
Contact Name
Ermin Alperiana Mosooli
Contact Email
ermin@sttstarslub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvisiodei.sttstarslub@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
ISSN : 26854015     EISSN : 26853795     DOI : -
Core Subject : Religion,
Terbitan Jurnal Visio Dei Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 berisi 8 (delapan) artikel dari 10 (sepuluh) orang penulis dengan topik-topik di bidang ilmu teologi Kristen dan mencakup semua scope jurnal: Studi Biblika, Teologi Kewirausahaan, Eklesiologi, Teologi Kontekstual, Agama Suku dan Kearifan Lokal, Teologi Feminis, Teologi Anak, dan Pendidikan Agama Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019)" : 8 Documents clear
KAJIAN BIBLIKA TENTANG YESUS SEBAGAI PINTU DAN GEMBALA MENURUT YOHANES 10:1-18 Situmorang, jonar
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.30

Abstract

Tulisan ini membahas dua hal, yaitu pernyataan Yesus tentang diri-Nya dalam Injil Yohanes dan pernyataan yang dimulai dengan: "Saya ..." (Yunani: ??? ???? = ego eimi). Dari dua pernyataan itu terdapat ungkapan "Aku adalah pintunya" dan "Akulah gembala yang baik." Secara teologis, terutama Kristologi, ini menekankan kepribadian-Nya sebagai Allah yang dapat menjadi contoh kepemimpinan dalam gereja. Tujuannya adalah untuk menggambarkan pernyataan Yesus bahwa Dia adalah pintu dan gembala yang baik dalam Yohanes 10: 1-18 dan implikasinya bagi para pendeta sebagai pemimpin gereja. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasilnya, kedua pernyataan Yesus dalam Yohanes 10: 1-18  mencerminkan keteladanan Yesus sebagai gembala yang baik.
BELAJAR MENGHARGAI KEARIFAN LOKAL DARI YESUS DALAM MATIUS 22:32 Surbakti, Noel
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.31

Abstract

Gereja-gereja di Indonesia hidup dalam keberagaman suku, agama dan budaya. Kita dapat menemukan berbagai kearifan lokal yang belakangan ini terus diupayakan untuk dilestarikan. Namun tidak semua gereja bersedia terbuka terhadap kearifan lokal karena adanya anggapan bahwa kebudayaan lokal bertentangan dengan iman Kristen. Oleh karena itu tulisan ini hendak mengajak gereja di Indonesia untuk membuka ruang terhadap kearifan lokal. Upaya tersebut penulis wujudkan dengan mengajak gereja untuk melihat kepada sosok Yesus yang memopulerkan kearifan lokal yakni tradisi Theos Patros. Tradisi Theos Patros merupakan tradisi tertua bangsa Israel yang sudah dikenal sejak era leluhur tetapi sudah tidak populer lagi di zaman Yesus. Namun Yesus memopulerkan kembali tradisi tersebut sebab di dalamnya memiliki nilai luhur yang tinggi yang sejalan dengan penekanan Injil Matius.
MAKNA DIALOG YESUS DENGAN FILIPUS DALAM YOHANES 14: 8-14 L M, Yusuf
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.39

Abstract

Teks Yohanes 14: 8-14 memperlihatkan adanya kebingungan dan kegagalan para murid memahami pengajaran Yesus. Hal ini bertolak belakang dengan situasi kedekatan para murid dengan Yesus. Seharusnya mereka lebih cepat memahami maksud Yesus karena mereka sudah lama hidup bersama Yesus dalam pelayanan. Namun sebaliknya dalam dialog ini justru memperlihatkan seperti adanya sebuah tembok pemisah yang sangat besar antara Yesus dengan para murid. Faktor utama yang menjadi penghalang para murid gagal memahami pengajaran Yesus adalah para murid belum percaya sungguh-sungguh otoritas yang dimiliki oleh Yesus. Para murid masih terikat dengan konsep pemahaman PL tentang cara melihat Bapa melalui penyataan yang bersifat Theofany. Oleh sebab itu, artikel ini berupaya mengkaji makna yang terkandung di dalam dialog tersebut dengan cara melakukan analisis eksegesis terhadap setiap kata dan frasa untuk menemukan pesan utama yang ditekankan di dalam teks.
BERTEOLOGI KONTEKSTUAL DARI PERSPEKTIF ORANG KEI MELALUI KONSEP DUAD Ngabalin, Martinus
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.48

Abstract

Perjumpaan antara agama resmi dan nilai-nilai lokal turut memberikan kekhasan dalam berteologi. Hal ini dapat ditelusuri dalam penggunaan istilah Duang dan Duad yang dipahami oleh orang Kei sebagai Tuhan. Orang Kei, memahami bahwa Tuhan itu hadir dalam realitas hidup setiap hari tetapi juga namaNya sangat sakral, sehingga tidak bisa disebut secara sembarangan. Meskipun mereka telah menganut agama Kristen, mereka tetap percaya kepada Duad dalam kekhasan kebudayaan dan keberagaman mereka. Metode yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif dengan konsep berteologi kontekstual. Temuan penelitian ini adalah orang Kei yang telah menganut agama Kristen masih tetap percaya kepada Duad dalam kehidupan mereka sehari-hari.
ANALISIS TENTANG PEMAHAMAN IBADAH MENURUT MAZMUR 50 PADA MAHASISWA STAKN KUPANG Rantesalu, Marsi Bombongan
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.50

Abstract

Ibadah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang Kristen untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Oleh karena itu perlu pemahaman yang benar tentang ibadah yang sejati itu. Penelitian ini melihat tingkat pemahaman mahasiswa STAKN Kupang tentang ibadah yang sejati, bahwa pada dasarnya ibadah yang benar menurut mazmur 50:1-23 adalah bersyukur, membayar nazar, berseru dan hidup menurut ketetapan Allah.  Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kombinasi. Metode kualitatif (Eksegesa) dilakukan untuk mendapatkan indikator yang akan diukur. Kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif dalam bentuk survey untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa tentang ibadah.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa harga t hitung = 19,576 dan harga t table untuk one tail test dengan dk 142 =0,65566. Adapun hasil perhitungan tingkat pemahaman Mahasiswa STAKN Kupang Semester V mengenai konsep ibadah menurut Mazmur 50:1-23 adalah sebesar 87,3 %.
KEMANUNGGALAN DALAM YOHANES 15:7 SEBAGAI MISI KONTEKSTUAL KEPADA PENGANUT KEJAWEN Dominggus, Dicky
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.53

Abstract

Artikel ini membahas kemanunggalan di dalam Yohanes 15:7 sebagai upaya misi kontekstual kepada penganut ajaran Kejawen.  Di dalam teks ini dijelaskan apabila manusia di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam manusia, maka semua yang dikehendaki manusia akan dipenuhi.  Di dalam ajaran Kejawen juga terdapat pemahaman tentang kemanunggalan yaitu Manunggaling Kawula Gusti.  Di dalam konsep ini juga penyatuan antara manusia dengan Tuhan.  Penyatuan manusia dengan Tuhan di dalam konsep ini melalui tahapan perubahan hidup manusia.  Dari definisi yang ada, Kemanunggalan di dalam Yohanes 15:7 memiliki kesamaan dengan yang ada di Konsep Manunggaling Kawula Gusti.  Untuk itu, kedua hal ini dapat dilakukan perbandingan dengan melihat persamaan dan perbedaan di antara keduanya.  Hasil yang diperoleh dari perbandingan ini dapat digunakan sebagai misi kontekstualisasi kepada penganut kepercayaan Kejawen.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan komparasi (perbandingan).
KONSEP AGAMA SUKU WANA TENTANG KEMATIAN, IMPLIKASINYA BAGI MISI KRISTEN DI WANA Dada, Ronaldy; Mosooli, Ermin Alperiana
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.54

Abstract

Wana, salah satu suku di Sulawesi Tengah, memiliki kebiasaan membongkar rumah dan berpindah bila salah satu penghuninya meninggal dunia. Ini merupakan ekspresi atas ketakutan mereka terhadap kematian. Menurut teori, kegiatan kultural seputar kematian selalu terkait dengan konsep keagamaan. Penelitian ini bertujuan menggali konsep religi di balik kebiasaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi etnografi dengan menggunakan teknik pengambilan data wawancara. Informan adalah orang suku Wana asli sebanyak 8 (delapan) orang. Data dianalisa dengan menggunakan teknik reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut terkait dengan konsep agama yang mereka anut mengenai kematian. Menurut orang Wana, kematian berkaitan dengan Pue, merupakan akhir dari segalanya, dan disebabkan oleh roh jahat. Tujuan membongkar rumah dan berpindah setelah terjadi kematian adalah untuk menjauhi pengaruh roh jahat terhadap orang yang masih hidup. Bagi kegiatan misi Kristen yang ingin ikut berkontribusi dalam pembangunan suku Wana, hasil penelitian ini menunjukkan perlu adanya transformasi dalam konsep keagamaan tersebut melalui suatu pendekatan yang kontekstual.
SAHALA, BAGI PEMIMPIN DULU DAN KINI Saragih, Ratna
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.56

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8