cover
Contact Name
Ermin Alperiana Mosooli
Contact Email
ermin@sttstarslub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvisiodei.sttstarslub@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
ISSN : 26854015     EISSN : 26853795     DOI : -
Core Subject : Religion,
Terbitan Jurnal Visio Dei Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 berisi 8 (delapan) artikel dari 10 (sepuluh) orang penulis dengan topik-topik di bidang ilmu teologi Kristen dan mencakup semua scope jurnal: Studi Biblika, Teologi Kewirausahaan, Eklesiologi, Teologi Kontekstual, Agama Suku dan Kearifan Lokal, Teologi Feminis, Teologi Anak, dan Pendidikan Agama Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020)" : 10 Documents clear
PERTOBATAN DIALOGIS Harisantoso, Imanuel Teguh
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.57

Abstract

Kata ?anjing? dalam Markus 7:24-30 adalah tindakan yang bercirikan kolonialisme, diktatorisme dan feodalistik yang ingin memisahkan seseorang secara sosial, agama dan rasial. Studi postkolonial menjadi pendekatan yang tepat untuk menguak keruwetan perjumpaan Yesus dengan perempuan Siro-Fenisia, mengingat Injil Markus ditulis pada waktu pergolakan politik colonial, sekitar tahun 70 M. Itu artimya teks dan konteks Markus menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses kolonisasi. Otoritas Yesus secara simbolik sebagai penguasa bertindak superioritas atas perempuan Siro-Fenisia, perempuan lemah dan najis. Pihak yang kuat berkuasa atas yang lemah sehingga menghasilkan prasangka dan praduga stereotype. Semula saling memandang dari tempat yang berbeda, dari ruangan persepsi kultural masing-masing, mencari titik temu yang sama, membangun persetujuan bilateral dan berakhir pada saling mengakui yang menghasilkan pertobatan.  
MODEL DIALOG IMAJINER ENTAS-ENTAS UNTUK MENGKOMUNIKASIKAN KRISTUS KEPADA MASYARAKAT TENGGER Panuntun, Daniel Fajar; Pute, Jimmi Pindan; Mangalik, Lisdayanti Anita
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.62

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan setiap budaya memiliki ciri khas masing-masing dan budaya-budaya tersebut tidak bisa di hilangkan. Suku Tenggeradalah salah satu daerah yang memiliki keistimewaan dengan budayanya yang disebut entas-entas, Budaya ini merupakan ritual yang diadakan untuk memperingati kematian dan untuk memohon kepada Sang Maha Agung agar arwah yang telah meninggal mendapat tempat yang baik. Agama Kristen perlu memiliki misi untuk mengkomunikasikan Kristus kepada Suku Tengger. Misi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan dialog apologetik. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi dan teologis. Pengumpulan data menggunakan studi literatur dan studi alkitab. Dialog apologetis disusun berdasarkan teori conversational evangelism  dari Geisler. Dialog apologetik juga mengacu pada teori God and Culture dari Richard Neighbour. Dialog apologetik yang disusun dalam suatu dialog imajiner yang dapat dikembangkan dan dipraktikan oleh setiap orang percaya. Tujuan penulisan ini adalah memperoleh Model Dialog imajiner sebagai model untuk mengkomunikasikan Kristus pada masyarakat Tengger. Dialog apologetis yang dihasilkan berupa 12 butir pertanyaan model bertanya dan mengarahkan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu dialog pra-penginjilan yang efektif menjangkau masyarakat yang menghidupi kebudayaan terkhusus masyarakat Tengger.  
IMPARTASI SPIRITUALITAS PEMUDA MELALUI PAWAI PASKAH DI GMIT JEMAAT EISLEBEN FATUMNANU Ndolu, Nelci Nafalia; Liu, Sefronia
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.63

Abstract

Pawai Paskah merupakan kegiatan rutin gereja dalam mengenang karya keselamatan Yesus Kristus bagi setiap orang percaya.  Secara khusus bertujuan untuk mengimpartasi spiritualitas jemaat. Melalui pawai paskah yang memeragakan kisah kesengsaraan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus, jemaat khususnya pemuda gereja diharapkan memiliki orientasi religius, berusaha mencari hikmat Allah, dan  berinteraksi  dengan sesama dengan penuh kasih serta berkeyakinan terhadap kekuasaan dan kekuatan ilahi dalam hidupnya. Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh pawai paskah tahun 2019 terhadap spiritualitas pemuda di Gereja Masehi Injili di Timor Jemaat Eisleben Fatu Manu Oinlasi. Penelitian diilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian berjumlah 40 pemuda. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Uji hipotesis  menggunakan  analisis regresi linear sederhana.  Hasil penelitian menunjukkan pawai paskah tahun 2019  memberikan  pengaruh yang signifikan dalam  mengimpartasi spiritualitas pemuda Gereja Masei Injili di Timor Jemaat Eisleben Fatu Manu yakni sebesar 86,7 %.
TINJAUAN BUKU: EVANGELIKAL, SAKRAMENTAL DAN PENTAKOSTAL Hutahaean, Esar
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.66

Abstract

GEREJA BERMISI MELALUI MEDIA DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Camerling, Yosua Feliciano; Lauled, Mershy Ch.; Eunike, Sarah Citra
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.68

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan peranan media dalam mendukung pelayanan misi di era revolusi industri 4.0. Sebab dari beberapa penelitian yang dijumpai ternyata masih ada beberapa pengguna media digital yang tidak bijak dalam bersosial media. Salah satu contohnya yaitu mewabahnya ujaran kebencian yang memainkan peran yang lebih besar dalam kejahatan rasial pada tahun 2019. Selain itu, tak sedikit juga dari pengguna media sosial dan sarana komunikasi online lainnya menggunakan akun pribadinya untuk memfitnah, melakukan tindakan bullying, bahkan sampai menyebarkan berita hoax. Untuk itu, para pengguna diharapkan bersikap bijak dalam menggunakan akun media sosialnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan beberapa rujukan melalui studi kepustakaan sehingga menghasilkan beberapa penjelasan yang dibahas secara sistematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gereja perlu membuka diri dalam hal kemajuan perkembangan media sebab ini akan menjadi salah satu ladang pelayanan yang sangat efektif dalam menjangkau jiwa di era revolusi industri 4.0 ini. Beberapa strategi dalam mengkomunikasikan pesan Injil yang dapat dilakukan guna menggiatkan pelayanan media antara lain melalui khotbah live streaming, rekaman video khotbah, update status melalui Facebook dan Instagram. Kesimpulannya ialah pelayanan media sangat berguna untuk menjangkau setiap masyarakat yang sulit untuk dijangkau. Namun yang terutama ialah pelayanan media dapat bertujuan untuk mempercepat kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. ?Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.? (Matius 24:14).
OBITUARI: YUSUF BILYARTA MANGUNWIJAYA Tari, Ezra
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.75

Abstract

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BAGI WARGA GEREJA DI ERA DIGITAL Tafonao, Talizaro
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.81

Abstract

Dalam tulis ini, penulis melakukan kajian terhadap Pendidikan Bagi Warga Gereja: Peran gereja dalam membangun dan memberdayakan ekonomi jemaat di era digital. Kajian ini berangkat dari pengamatan penulis secara empiris dimana gereja hari-hari ini hanya bergerak dari sisi rohani tanpa memikirkan keberlajutan kehidupan jemaat. Penulis menekankan dalam tulisan ini bahwa gereja tidak hanya hadir sebagai pengkhotbah dan pendoa kepada jemaat tetapi gereja harus memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh jemaat dalam bergereja. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, penulis mengkaji Peran gereja dalam membangun dan memberdayakan ekonomi jemaat di era digital. Proses analisis yang dilakukan oleh penulis adalah menggunakan berbagai sumber pustaka maupun elektronik yang terpercaya untuk mendukung analisis penulis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dengan memanfaatkan teknologi sebagai peluang usaha, gereja ikut mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan warga gereja. Tujuan dari tulisan ini adalah upaya mendorong setiap gereja untuk memiliki inovasi yang mumpuni dalam menjawab tantangan yang ada di era digital sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga jemaat.
GEREJA SEBAGAI PERSEKUTUAN PERSAHABATAN YANG TERBUKA MENURUT JÃœRGEN MOLTMANN Susanta, Yohanes Krismantyo
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.86

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, artikel ini memperlihatkan bahwa menurut Moltmann, konsep gereja sebagai persekutuan atau koinonia terlalu sering didasarkan pada keseragaman. Terhadap model koinonia tersebut, Moltmann mengangkat konsep Alkitabiah tentang arti penting dari orang asing dan musafir, orang buangan dan pendosa. Menurut Moltmann, gereja tidak bisa menjadi sebuah perahu kesamaan (a boat of sameness) dalam mengarungi lautan keberbedaan. Oleh karena itu, Moltmann menawarkan konsep persekutuan trinitaris yang berdasar pada persahabatan.  Bagi Moltmann, kabar baik tentang koinonia dari Allah Tritunggal tidak ditandai oleh persahabatan keseragaman, tetapi oleh persahabatan yang menyatukan, menghormati dan mencakup perbedaan. Koinonia sejati berarti lebih dari sekadar menerima dan merangkul ketegangan dan konflik. Koinonia sejati adalah tentang menerima dan memeluk satu sama lain (dan juga Allah). Tanda pamungkas dari koinonia sejati adalah persahabatan. Moltmann menekankan panggilan gereja untuk menjadi persekutuan persahabatan (friendship koinonia) yang terbuka dengan mengedepankan kebebasan, kesetaraan dan cinta kasih. Moltmann sekaligus mengajukan kritik terhadap struktur gereja yang ? dalam istilah Moltmann ? dibangun dengan prinsip hierarkhi monoteis yang justru sarat dengan penindasan
ANALISIS TEOLOGIS MENGENAI BERIBADAH DI RUMAH DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Luhukay, Alexander Stevanus
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.87

Abstract

Kasus COVID-19 (virus corona) sudah menjadi pandemi global, secara khusus di Indonesia. Untuk memutus rantai penyebaran virus, pemerintah dan pimpinan gereja melakukan proses social distancing dengan menghimbau warga gereja melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Hal ini menimbulkan dilema di kalangan anggota jemaat karena selama ini mereka selalu beribadah di gereja. Mereka membutuhkan jawaban teologis apakah beribadah di rumah dapat diterima atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan jawaban tersebut. Metode yang digunakan adalah hermeneutika dengan pendekatan kritik teks dan kritik historis. Hasil penelitian adalah adalah bahwa pelaksanaan ibadah di rumah tidak mengurangi esensi ibadah itu sendiri, karena makna dari ibadah yang sejati adalah hidup manusia itu sendiri di hadapan Allah (Rm 12: 1-2). Dengan demikian sudah menjawab dilema yang terjadi mengenai penerapan ibadah di rumah saat pandemi COVID-19 di Indonesia.
TEOLOGI PENGHORMATAN Warjianto, Ayub; Nugroho, Fibry Jati
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.89

Abstract

Tulisan ini membahas berkaitan dengan dialog antara kekristenan dengan Ritus Kembang Kuningan. Ritus ini ada di wilayah Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Setiap bulan Jumadil Akhir di beberapa punden (makam yang dikeramatkan), dilakukan ritual sebagai bagian upacara pada ritus tersebut. Esensi dari rangkaian ritual yang dilaksanakan yaitu untuk berdoa bagi leluhur serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat. Menjadi unik, ketika ritual ini dilakukan oleh warga gereja, yang notabene mempunyai identitas Kristen, namun juga mempunyai identitas sebagai warga masyarakat setempat. Dengan memakai pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis, serta memakai analisis model sintesis. Di dapati bahwa teologi kehormatan menjadi titik temu, untuk mendialogkan identitas kekristenan dengan ritus Kembang Kuningan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10