cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2018)" : 10 Documents clear
PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII. A SMP PESANTREN DATOK SULAIMAN PALOPO Ummu Qalsum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.160

Abstract

Berdasarkan catatan guru, aktivitas siswa dalam tanya jawab dan diskusi kelas masing-masing hanya sebesar 30% dan 35% dari 25 siswa yang ada. Sebagian besar dari siswa justru memperlihatkan aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran, seperti kelihatan bengong dan melamun, kurang bergairah, kurang memperhatikan, bermain-main sendiri, berbicara dengan teman ketika dijelaskan, canggung berbicara atau berdialog dengan teman waktu diskusi, dan lain sebagainya. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai adalah metode Quantum Learning yaitu salah satu bentuk pembelajaran yang membangun ikatan emosional sehingga tercipta kesenangan dalam belajar pada diri siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan yang diselidiki dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah penerapan metode Quantum Learning yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII.A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan langkah-langkah penerapan metode Quantum Learning yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII.A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo dengan subjek penelitian siswa kelas VIII.A yang berjumlah 32 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh jika dari skor rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa pada siklus I adalah 66,3 mengalami penurunan pada siklus II dengan skor 65,1. Hal ini terjadi karena materi yang disajikan pada siklus I berada dengan materi pada siklus II, sehingga rata-rata kelasnya turun tidak berarti bahwa hasil belajar siswa menurun karena jika dilihat perolehan skor untuk materi pembelajaran menyampaikan gagasan dalam diskusi sudah cukup baik dimana menyampaikan gagasan dalam diskusi merupakan pelajaran yang membutuhkan pemahaman baik untuk mampu menghubungkan antara teori yang ada kemudian digunakan untuk menganalisis soal-soal. Disisi lain, jika dilihat rentang skor pada siklus I yaitu 69,5 kemudian semakin menurun pada siklus II yaitu 53,0. Hal ini menunjukkan suatu peningkatan, artinya pada siklus II siswa sudah mulai memacu atau mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, sehingga perbedaan skor antara siswa yang sangat baik dan sangat kurang sudah tidak terlalu jauh. Dari data di atas jelas terlihat bahwa dengan penerapan metode Quantum Learning yang membawa siswa bergembira dalam belajar telah mengubah citra diri siswa yang semula pesimis akan kemampuan yang dimilikinya kini menunjukkan optimisme yang ditunjukkan dari hasil pekerjaannya dalam tes dan perilaku siswa selama proses belajar mengajar
KEEFEKTIFAN MODEL TWO STAY TWO STRAY PADA PEMBELAJARAN MEMARAFRASEKAN CERPEN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MAPPEDECENG Harsia; Ni Putu Marina
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model dua tinggal dua tamu (two stay two stray) pada pembelajaran memarafrasekan cerpen siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mappedeceng. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini didesain dengan menggunakan pretestposttest control group design. Sampel pada penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIID sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol, yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model two stay two stray dalam memarafrasekan cerpen siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mappedeceng. Ini dibuktikkan dari hasil uji t-test dengan taraf signifikansi 5% diperoleh p < 0,05 (0,000 < 0,05). Artinya, ada perbedaan kemampuan memarafrasekan cerpen antara kelompok yang menerapkan model two stay two stray dengan yang tidak menerapkan model two stay two stray. Hal tersebut juga didukung dari perbedaan nilai rata-rata (mean) posttest memarafrasekan cerpen kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata 22,783 sedangkan kelompok kontrol memiliki nilai rata-rata 27,318.
KEEFEKTIFAN MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII SMPN 2 BUA PONRANG KABUPATEN LUWU Suparman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan model picture and picture dalam menulis naskah drama siswa kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Bua Ponrang kabupaten luwu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Pada penelitian ini siswa sebagai subjek diberikan satu kali pengukuran tes awal (pretest) dengan tujuan mendeskripsikan kemampuan menulis siswa sebelum adanya perlakuan dan mengetahui pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan dan siswa diberikan perlakuan berupa tes akhir (posttes) untuk mengukur keterampilan menulis setelah mendapat perlakuan. Hasil analisi data menggunakan
MODALITAS PADA WACANA KELAS: KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL Charmilasari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.163

Abstract

Artikel ini memaparkan bentuk modalitas yang digunakan oleh guru dalam membingkai pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan teori Linguistik Sistemik Fungsional Halliday. Data dalam bentuk transkripsi rekaman tuturan guru selama proses pembelajaran di dalam kelas dianalisis dengan menggunakan teori Halliday. Analisis data menghasilkan Modalitas yang paling dominan adalah modalitas probabilitas pada derajat menengah.. Hal ini menunjukkan bahwa guru menyampaikan informasi dan ilmu pengetahuan masih penuh keraguan. Penggunaan modulasi yang paling dominan adalah modulasi kecenderungan yang menyatakan pendapat guru dalam menuntut siswa untuk aktif dalam membangkitkan minta dan rasa ingin tahu dan memancing kemauan siswa dalam informasi atau ilmu pengetahuan yang dibahas.
IMPLEMTASI STRATEGI DEDUKTIF-INDUKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMPN 2 PALOPO Abd. Rahim ruspa; Kamaruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan rencana pembelajaran Bahasa Indonesia melalui strategi deduktif-induktif siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palopo. Strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru bahasa dan sastra Indonesia kelas VII SMP Negeri 2 Palopo dengan menggunakan pola pengelolaan deduktif dan induktif sudah tercermin, yakni pola pengelolaan deduktif 3 kali muncul dan pola pengelolaan induktif 2 kali muncul dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat oleh guru bahasa dan sastra Indonesia kelas VII SMP Negeri 2 Palopo sudah mencerminkan strategi pembelajaran dengan menggunakan pola pengelolaan deduktif dan induktif, namun masih sangat terbatas pada RPP ke-2 (pola pengelolaan deduktif dan induktif). Alat evaluasi yang telah dibuat oleh guru bahasa dan sastra Indonesia kelas VII SMP Negeri 2 Palopo sudah mencerminkan strategi pembelajaran dengan menggunakan pola pengelolaan deduktif dan induktif, yaitu deduktif hanya 1 kali muncul dan pola pengelolaan induktif muncul sebanyak 3 kali dalam soal ulangan harian yang telah dibuat oleh guru tersebut
PENERAPAN METODE RULE LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERBICARA SISWA KELAS V SDN 23 BATARA KOTA PALOPO M. Zulham
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) hasil belajar berbicara siswa kelas V SD Negeri 23 Batara sebelum penerapan metode rule learning, (2) hasil belajar berbicara siswa kelas V SD Negeri 23 Batara setelah penerapan metode rule learning, (3) peningkatan hasil belajar berbicara siswa kelas V SD Negeri 23 Batara setelah penerapan metode rule learning. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 23 Batara Kota Palopo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian tes yang terdiri dari dua yaitu pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh adalah (1) hasil belajar berbicara siswa kelas V SD Negeri 23 Batara sebelum penerapan metode rule learning berada pada kategori sedang, (2) hasil belajar berbicara siswa kelas V SD Negeri 23 Batara setelah penerapan metode rule learning berada pada kategori tinggi, (3) peningkatan hasil belajar berbicara siswa kelas V SD Negeri 23 Batara setelah penerapan metode rule learning berada pada kategori sedang.
PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEMESTER V FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNCP Sehe Madeamin; Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kalimat efektif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNCP. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan dengan cara tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNCP yang terdiri atas tiga kelas yang berjumlah 99 orang dan yang menjadi sampel penelitian adalah kelas Vc yang berjumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes objektif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester Vc FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo, menguasai kalimat efektif karena jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai 70 ke atas mencapai kriteria jumlah yang ditentukan, yaitu 85%. Demikian pula dengan nilai rata-rata yang diperoleh oleh keseluruhan siswa sampel mencapai nilai 70. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dari 40 siswa yang dijadikan sampel, yang memperoleh nilai 70 ke atas sebanyak 36 mahasiswa (90%) dan yang memperoleh nilai di bawah 70 sebanyak 4 orang atau (10%). Indikator kalimat efektif yang tidak dikuasai mahasiswa adalah bentuk dan urutan kata . Selanjutnya, secara berturut-turut dari kesalahan yang tinggi sampai ke kesalahan terendah adalah kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, kesalahan struktur kalimat, dan kesalahan pilihan kata. Kesalahan yang dilakukan mahasiswa tidak mempengaruhi atau merusak makna atau maksud komunikasi.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL COOPERATIF LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 2 PALOPO Nirwana; St. Hawang Hanafie
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model cooperatif learning dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa SMP Negeri 2 Palopo. Variabel dalam penelitian ini terdiri atau dua variavel bebas yaitu model cooperatif learning dan motivasi belajar dan satu variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa. Sementara jumlah sampel yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah 87 orang dari 100 populasi atau siswa SMP Negeri 2 Palopo. Penarikan sampel dilakukan secara probability sampling dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda dengan melihat nilai uji t hitung kemudian membandingkan nilai kritik pada tabel. Analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil analisis data tersebut dapat diperoleh simpulan bahwa model cooperatif learning berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Palopo. Hasil uji t diperoleh t hitung ? t tabel yaitu 22,516 ? 1,99 untuk taraf signifikansi ? 0,05 dan 2,64 untuk taraf signifikansi ? 0,01. Model cooperatif learning dan motivasi belajar berpengaruh secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Palopo.
PENINGKATAN KEMAPUAN BERBICARA MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD KELAS E UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAY Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.168

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap individu dengan tidak mengabaikan kemampuan-kemampuan yang lain seperti kemampuan menyimak, membaca, menulis, kebahasaan dan sastra dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, karena dengan kemampuan tersebut individu dapat berkomunikasi dengan siapapun baik dalam situasi formal maupun informal. Bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional sebagai identitas bangsa dan karakteristik setiap individu yang lahir dan bertumbuh di Indonesia. Kendala yang terjadi dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa memotivasi peneliti untuk mengadakan sebuah penelitian dengan harapan dapat memberi variasi pembelajaran. Peneliti menggunakan teknik Role play untuk mengatasi kendala tersebut. Role Play memang mempunyai daya tarik tersendiri. Tema role play didiskusikan bersama sesuai dengan keinginan mereka. Penelitian ini dilaksanakan di kelas E Jurusan PGSD, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 40 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus. Setiap siklus membutuhkan dua kali pertemuan dan setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi melalui pengamatan visual maupun hasil perekaman. Dengan role play perbendaharan kosakata mahasiswa meningkat, begitu juga dengan penggunaan tatabahasanya. Semakin banyak kosakata yang dimiliki, dan semakin terampil menggunakannya dalam kalimat, maka mereka akan semakin terampil berbicara
TEKS PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA: GAGASAN FEMINISME LESBIAN Besse Herdiana; Pancan Beta
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gagasan feminisme lesbian dalam novel Swastika karya Maya Wulan dan Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data penelitian ini adalah kalimat- kalimat atau paragraf yang menunjukkan bentuk pengalaman lesbian dan gagasan feminisme lesbian dalam novel Swastika dan novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Sumber data penelitian ini adalah novel Swastika karya Maya Wulan yang diterbitkan oleh Grasindo tahun 2004 dan Nayla karya Djenar Maesa Ayu diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2006. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan teknik pencatatan dalam hal ini pembuatan korpus data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan tentang lesbian yang dimunculkan oleh kedua pengarang dalam masing-masing novel berusaha membongkar akan adanya hubungan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan dalam hubungan seksual, bagi tokoh Swastika dan Nayla, perempuan memiliki kemampuan dan sumber energi tersendiri dalam hubungannya dengan perempuan yang lain. Hubungan yang melibatkan laki-laki, tidak menjamin akan adanya kepuasaan yang diterima oleh perempuan, sehingga kedua tokoh ini melakukan penolakan terhadap keberadaan laki-laki dalam hubungan seksual. Hasil perbandingan kedua novel menunjukkan bahwa dalam novel Swastika pengarang menggambarkan tokoh Swastika yang berusaha melawan kecenderungan lesbiannya dengan rasa ketakutan, perasaan bersalah, karena berada dalam situasi ketidakwajaran, sementara dalam novel Nayla pengarang lebih berani dan tegas menggambarkan kecenderungan lesbian tokoh Nayla tanpa peduli dengan aturan-aturan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10