cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja
ISSN : 25797565     EISSN : 26851253     DOI : 10.37368
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Abdiel merupakan kumpulan artikel ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja. Jurnal ini sangat terbuka untuk menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan budaya akademik sesuai dengan bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
DINAMIKA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI TENGAH WABAH CORONA: SEBUAH REFLEKSI BERDASARKAN PENGAJARAN PAULUS DALAM GALATIA 6:2 Casriarno, Adida; Nataniel, Demianus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.135

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana tradisi pengajaran Paulus dalam Galatia 6:2 dapat menginspirasi gereja-gereja dalam melaksanakan pendidikan agama Kristen di tengah masyarakat majemuk di Indonesia, yang tengah menghadapi pandemi virus Corona. Dengan mengangkat ideologi imperialis sebagai latar belakang permasalahan yang tengah dihadapi oleh Paulus dan jemaat-jemaat di Galatia, serta hakikat dan tujuan Pendidikan Agama Kristen maka gereja-gereja dipanggil untuk memiliki kreativitas dalam menghadapi pandemi tersebut. Kreativitas yang dapat dikembangkan adalah menjadikan budaya gotong royong sebagai dialog yang membebaskan dan menyejahterakan. Kreativitas ini dapat muncul ketika masyarakat mampu diajak bersikap positif dalam menghadapi situasi sulit.
MENAFSIR LGBT DENGAN ALKITAB: TANGGAPAN TERHADAP PERNYATAAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) MENGENAI LGBT Benyamin, Nefry Christoffel
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.127

Abstract

KOLABORASI TEORI KEADILAN JOHN RAWLS DAN DIAKONIA TRANSFORMATIF JOSEF PURNAMA WIDYATMADJA UNTUK KOMUNITAS YANG MEMPERJUANGKAN KEADILAN Waruwu, Hudiman; Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.133

Abstract

Berbicara tentang keadilan maka hal ini merupakan kebajikan dalam hidup masyarakat. Setiap orang ingin menjalani hidup ini dalam keadilan. Namun, harapan akan keadilan sampai saat ini masih diperjuangkan. Berbagai hal, cara atau usaha dilakukan untuk memperjuangkan keadilan. Maka dari itu, sebagai alternatif dalam memperjuangkan keadilan, penulis mengkolaborasikan teori keadilan John Rawls dan diakonia transformatif Josef komunitas dalam memperjuangkan keadilan. Kedua tokoh ini sama-sama memiliki keprihatinan terhadap ketidakadilan. Rawls mengatakan bahwa untuk memperjuangkan keadilan harus melalui kesepakatan bersama yang dihasilkan dalam posisi asali, dan Josef mengatakan dengan diakonia trasformatif, keadilan dapat ditegakkan dan diperjuangkan. Untuk mencapai ini, rakyat harus menjadi subyek dan membentuk komunitas, dari komunitas tersebut masalah-masalah sosial dipecahkan dan diusahakan solusi sampai menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang terorganisir dengan berdasar pada prinsip keadilan. Di dalam komunitas, tidak ada SARA, semua golongan dan kalangan sama dan setara. Berpegang teguh pada nir-kekerasan, dan mengedepankan solidaritas-partisipatoris demi keadilan.
ANTARA DISIPLIN ATAU PENGGEMBALAAN: REKONSTRUKSI AJARAN DISIPLIN GEREJAWI PADA GEREJA TORAJA BERDASARKAN REINTERPRETASI TERHADAP TEKS MATIUS 18:15-17 Pasulu, Alpius
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.122

Abstract

Artikel ini membangun sebuah model baru teologi disiplin gereja yang didasarkan pada penafsiran ulang atas Matius 18: 15-17. Dalam artikel ini, saya menyimpulkan bahwa sudut pandang dan tindakan yang paling tepat untuk orang berdosa di gereja berdasarkan pada teks Matius 18: 15-17 bukanlah disiplin tetapi untuk memberikan perhatian khusus secara intensif, yaitu penggembalaan khusus. Penggembalaan adalah cerminan kasih Allah bagi dunia yang tidak terbatas dan tak terhingga. Pengampunan harus diberikan terus menerus untuk orang lain karena manusia terbatas dan tidak ada potensi untuk kesempurnaan dan kesucian dalam hidup mereka. Kesempurnaan dan kesucian hidup manusia hanya akan datang di hari-hari terakhir.
HALAMAN BELAKANG JURNAL ABDIEL VOL. 3 NO. 2 (2019) Redaksi, Tim
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 3 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN ORANG-ORANG TIONGHOA DALAM PEKABARAN INJIL: KAJIAN HISTORIS TERBENTUKNYA JEMAAT TIONGHOA DI JAWA BARAT Firdaus, Yogi Fitra
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.120

Abstract

Keberadaan gereja-gereja yang berlatar belakang Tionghoa di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan misionaris yang dilakukan oleh penginjil Eropa atau penginjil Tionghoa. Meskipun memiliki peran besar dalam menyebarkan Injil, peran penginjil Tionghoa belum dibahas dengan baik, tidak seperti misionaris Belanda. Artikel ini mencoba menganalisis peran orang-orang Indonesia keturunan Tionghoa dalam penginjilan kepada sesama kelompok etnis mereka yang nantinya akan menjadi fondasi bagi gereja-gereja Tionghoa di Jawa Barat di era pra-kemerdekaan. Setidaknya ada enam tokoh yang memainkan peranan penting dalam proses pekabaran Injil di Indramayu, Batavia, Bandung, dan Cirebon pada abad ke-19. Mereka bertindak sebagai perintis sekaligus pemimpin jemaat Tionghoa di kota-kota tersebut. Meskipun para pekabar Injil ini pertama kali mendengarkan tentang Yesus Kristus dari para misionaris Belanda, tetapi tidak dapat dikatakan bahwa kekristenan di kalangan masyarakat Tionghoa di Jawa Barat merupakan warisan zending Barat semata, karena jemaat-jemaat Tionghoa sudah terbentuk sebelum badan misi NZV datang ke Jawa Barat. Melalui artikel ini kita dapat memperoleh kesamaan pola penginjilan, mengetahui proses pertobatan, serta alasan-alasan orang Tionghoa di Jawa Barat beralih menjadi Kristen.
HALAMAN DEPAN JURNAL ABDIEL VOL. 3 NO. 2 (2019) Redaksi, Tim
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 3 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ALLAH SEBAGAI PARSONDUK: PEREMPUAN PEMIMPIN DALAM KONTEKS GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN DAN MASYARAKAT SIMALUNGUN Saragih, Jusni H; Lolo, Irene Umbu; Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 3 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v3i2.107

Abstract

This paper discusses a constructive theology by exploring the theme of Parsonduk in the context of Gereja Kristen Protestan Simalungun and its culture. The author uses feminist perspective to give a new meaning of Parsonduk. The original meaning of Parsonduk is a woman who feeds or spoonfeeds her family. The women in Simalungun‟s culture prepare the need of food for their families daily. Actually, this task is judged as the domestic work in the patriachal society. The task as Parsonduk is to serve the members of family such as husband and children. This paper recontructs theologically the meaning of Parsonduk by comparing the work fo God as the helper of Israel. The aim is to emphasize the important task of women at Simalungun‟s culture and to appreciate their role in the light of egaliterian perspective. Both men and women deserve to have the same opportunity to be leader in the church and society.
“LET HER ALONE!” KAJIAN PERANAN PEREMPUAN PADA YOHANES 12:1-8 MELALUI SISTEM NILAI HONOR AND SHAME Hana, Hana
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.104

Abstract

Isu gender dalam pelayanan gereja di zaman ini ternyata masih menjadi isu yang layak diperbincangkan. Kenyataan menunjukkan bahwa perempuan masih dibatasi peranannya untuk melayani di gereja maupun lembaga-lembaga Kristen yang ada. Padahal pelayanan bukan merupakan masalah gender, melainkan merupakan sebuah wujud kasih, penyembahan dan pengabdian kepada Tuhan, sekaligus merupakan sebuah panggilan dari Tuhan berdasarkan kemampuan dan talenta yang Tuhan berikan. Tidak seharusnya perempuan dilarang untuk melayani Tuhan di bidang apapun hanya karena gendernya. Perempuan seharusnya diberikan kesempatan yang sebesar-besarnya, seperti halnya laki-laki, untuk mewujudkan kasih, penyembahan dan pengabdiannya kepada Tuhan, berdasarkan panggilan dan kompetensi yang Tuhan berikan kepadanya. Pernyataan tesis ini akan dibuktikan dalam artikel ini melalui alasan-alasan yang menggunakan perspektif honor and shame dalam membaca teks Yohanes 12:1-8. Kisah Marta dan Maria dalam melayani Tuhan di Yohanes 12:1-8, yang apabila dibaca dari perspektif honor and shame, akan memperlihatkan respons Yesus yang menghargai dan memberikan posisi yang terhormat kepada perempuan, melalui pemberian makna terhadap pelayanan yang Maria lakukan. Dengan demikian, teguran “Let her alone!” dari Yesus kepada Yudas, menjadi teguran yang mengingatkan siapapun yang melarang perempuan melayani Tuhan hanya karena keberatan gender.
BERGULAT DI TEPIAN: PEMBACAAN LINTAS TEKSTUAL DUA KISAH MISTIK (DEWA RUCI & YAKUB DI YABOK) UNTUK MEMBANGUN PERDAMAIAN Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 3 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v3i2.103

Abstract