cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
heme@unbrah.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Jalan Raya By Pass Km 15 Aie Pacah Padang – Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Health and Medical Journal
ISSN : 26852772     EISSN : 2685404X     DOI : https://doi.org/10.33854/heme
Core Subject : Health, Science,
Health & Medical Journal with registered number pISSN: 2685-2772 and eISSN: 2685-404X is a peer-review journal published by Medical Faculty of Universitas Baiturrahmah. The frequency of publishing is two issues in a year. The topics covered include the fields of Allergy and Immunology, Anesthesiology, Cancer and stem cells, Cardiovascular, Cell and Molecular Biology, Children's Health, Dermato-venereology, Geriatrics, Histopathology, Internal Medicine, Neuro-psychiatric treatment, Ophthalmology, Otorhinolaryngology, Physical medicine and rehabilitation, Physio-pharmacology, Pulmonology, Radiology, Surgery includes orthopedics and urology, Obstetrics and Gynecology, Science of nutrition, Clinical Pathology, Anatomy Pathology, Parasitology, Microbiology, Public Health and Medical Education. Submissions are welcome from other clinically relevant areas. However, the Journal emphasizes publishing high-quality and novel research.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Gambaran Histopatologi Tumor Ganas Payudara di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP M. Djamil Padang Tahun 2017 Suarfi, Ana Stesia; Anggraini, Debie; Nurwiyeni, Nurwiyeni
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i1.213

Abstract

Pendahuluan: Tumor ganas payudara merupakan suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebih atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel jaringan payudara. Metode dalam mediagnosis tumor ganas payudara sampai sekarang yang menjadi gold standard adalah pemeriksaan histopatologi, dimana dalam pemeriksaan ini dapat menentukan jenis tumor payudara baik ganas maupun jinak. Pemeriksaan histopatologi jaringan payudara dibutuhkan sebagai diagnosis definitif dalam menentukan jenis tumor ganas payudara serta derajat histopatologinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran histopatologi tumor ganas payudara di Laboratorium Patologi Anatomi  RSUP. M. Djamil Padang tahun 2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 47 orang penderita tumor ganas payudara di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP.Dr.M.Djamil Padang tahun 2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh dari status laboaratorium Patologi Anatomi RSUP.DR.M.Djamil Padang tahun 2017. Hasil: Frekuensi penderita tumor ganas payudara tertinggi pada kelompok umur 26-65 tahun (95,7%), jenis kelamin wanita (100%), jenis histopatologi karsinoma duktal invasif (63,8%), derajat histopatologi (68,1%). Kesimpulan: Gambaran kejadian tumor ganas payudara di laboraorium RSUP.Dr.M.Djamil Padang tahun 2017 banyak terjadi pada usia 26 -65 tahun, berjenis kelamin wanita, jenis histopatologi karsinoma duktal invasif, derajat II.
Hubungan Onset Keluhan Nyeri Perut dan Jumlah Leukosit dengan Tingkat Keparahan Apendisitis Akut pada Anak Wibowo, Wahyu Jati; Wahid, Tubagus Odih Rhomdani; Masdar, Huriatul
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v2i2.454

Abstract

Latar belakang: Apendisitis akut selalu memerlukan terapi pembedahan. Jika apendektomi tidak dilakukan segera, akan menyebabkan perforasi pada apendiks dan kontaminasi peritoneal. Angka kejadian tertinggi apendisitis adalah pada akhir usia remaja, dengan 5% kejadian pada anak usia dibawah 5 tahun.Tujuan: Mengetahui hubungan antara onset keluhan nyeri perut dengan tingkat keparahan apendisitis akut anak serta mengetahui perbedaan rerata  jumlah leukosit apendisitis akut anak antara apendisitis non komplikata dan apendisitis komplikata. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dan analitik korelatif dengan pendekatan retrospective. Terdapat sebanyak 68 rekam medis pasien apendisitis akut anak di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau periode Januari 2018 – Desember 2019. Hasil: Penelitian ini didapatkan perbandingan yang sama antara laki-laki dan perempuan, dengan didominasi pada rentang usia 6-12 tahun. Lama onset keluhan nyeri perut didominasi pada lama keluhan lebih dari 48 jam. Terdapat 69,1% apendisitis komplikata. Leukositosis terjadi pada 76,5% pasien. Hasil uji komparatif t tidak berpasangan didapatkan p=0,000, terdapat perbedaan rerata jumlah leukosit yang bermakna antara apendisitis non komplikata dan apendisitis komplikata. Nilai IK95%=4.015,7-6.683,13. Hasil uji korelasi Somers’d antara onset keluhan nyeri perut dengan keparahan apendisitis akut anak didapatkan p=0,00. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata leukosit yang bermakna antara apendisitis non komplikata dan apendisitis komplikata serta terdapat hubungan yang bermakna antara onset keluhan nyeri perut dengan tingkat keparahan apendisitis akut anak dengan kekuatan hubungan kuat.
Hubungan Peningkatan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Kolelitiasis di Bagian Bedah Digestif RSI Siti Rahmah Padang Periode Januari-Juni 2018 Nurhikmah, Rizki; Efriza, Efriza; Abdullah, Dessy
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.233

Abstract

Latar belakang: Kolelitiasis merupakan timbunan kristal yang terbentuk oleh gabungan beberapa unsur dari cairan empedu dalam kantung empedu. Penderita kolelitiasis di populasi umum 5%, meningkat signifikan pada populasi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) menjadi 45%. Kolelitiasis di Indonesia kurang mendapat perhatian karena sering asimptomatik dan kesalahan diagnosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan IMT dengan kejadian kolelitiasis di instalasi bedah RSI Siti Rahmah Padang periode Januari-Juni 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk mengetahui keterkaiatan variabel. Hasil: Didapatkan jenis kelamin perempuan terbanyak pada kolelitiasis yaitu 11 orang (57,9%), kelompok usia 40-49 tahun tertinggi pada pasien kolelitiasis yaitu 36,8% dan terdapat hubungan antara peningkatan IMT dengan kejadian kolelitiasis (p=0.001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara peningkatan IMT dengan kejadian kolelitiasis (p=0.001).
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi Mengenai Epilepsi antara Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan di Padang Permana, Hendra
Health and Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): HEME January 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v3i1.463

Abstract

Introduction: The Knowledge, perception and attitude about epilepsy in developing country, including Indonesia is still low. These problems can cause stigma and discrimination to the patient. Society still has the view that epilepsy is not a disease, but because of the inclusion of evil spirits, possessions, witches or a curse. Furthermore, the information gap between rural and urban society could contribute to the issues. Aims: This study was aimed to explore the knowledge, perception and attitude about epilepsy between rural and urban society in Padang. Method: This study used cross sectional comparative design. This study was conducted on February – June 2018 at Ulak Karang (urban) and Bungus (rural) public health center. The subjects of this study were 140 visitors of both public health centers. The inclusions criteria of this study was all visitors ≥ 17 years old and the exclusion criteria was all incomplete data. Data was taken by using questionnaire with 13 close questions. These data was analyzed with SPSS 22. Mannwhitney tests and Chi Square test were used to compare the knowledge, perception and attitude from the two groups. A P value below 0.05 was considered asstatistically significant. Result: From demographic data, there were no significant differences between urban and rural communities. In terms of knowledge about epilepsy, there are significant differences regarding the causes of epilepsy with a value of p = 0.002. In addition, perceptions of epilepsy stigma that differed significantly in urban and rural communities were regarding malformations in epilepsy patients with p = 0.046. As for community attitudes towards epilepsy patients, there were no significant differences between urban and rural areas Conclusion: Stigma is a frightening thing for people with epilepsy, because it can interfere with their social interactions and also reduce the opportunity to get a job and also the opportunity to get married.  
Flipped Classroom Sebagai Strategi Pembelajaran Pada Era Digital Susanti, Lydia; Hamama Pitra, Dian Ayu
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.242

Abstract

Latar belakang: Revolusi digital memiliki pengaruh penting di bidang pendidikan seperti pada bidang lainnya. Pengaruh ini juga menyebabkan perubahan radikal di bidang pendidikan, seperti dalam hal pendekatan pengajaran dan pembelajaran. Flipped classroom merupakan suatu strategi pembelajaran yang tergolong baru. Strategi pembelajaran ini semakin berkembang dengan kemajuan teknologi, seperti akses internet serta software yang pendukung lainnya. Pada pembelajaran tradisional pendidik menyampaikan materi, lalu untuk menambah pemahaman materi tersebut maka siswa akan mengerjakan tugas di sekolah dan diberikan pekerjaan rumah.  Pada flipped classroom, peserta didik berpartisipasi dalam mempersiapkan pembelajaran melalui tontonan video, memahami powerpoint dan mengakses sumber belajar yang disediakan oleh pendidik baik melalui media online seperti e-learning. Beberapa penelitian membuktikan bahwa penerapan Flipped classroom dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Tujuan: Tujuan: Untuk meninjau secara singkat semua informasi terkini tentang flipped classroom di era digital. Kesimpulan: Revolusi digital memiliki pengaruh penting di bidang pendidikan seperti di banyak bidang lainnya. Pengaruh ini juga menyebabkan perubahan radikal di bidang pendidikan, seperti dalam hal pendekatan pengajaran dan pembelajaran, sehingga pendidik perlu menciptakan  bentuk pembelajaran aktif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik zaman ini.
Functional Evaluation of Sciatic Nerve Anastomosis Wraped by Freeze Dried Human Amniotic Membrane in Sprague Dawley Rat Putra, Eko Perdana; Utomo, Pamudji; Idulhaq, Mujaddid
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v2i1.259

Abstract

Background. Peripheral nerve injury (PNI) is a common medical condition. The defected nerve, if not repaired as early as possible, can cause long-term denervation and neurotrophy failure for the target organ. This leads to a series of denervation manifestations, such as muscle atrophy, loss of sensory function, etc. and ultimately, these manifestations seriously affect the patient’s sensorimotor function.1,2  Amniotic membranes have been widely used in ophthalmology and skin injury repair because of their anti-inflammatory properties. In this study, we measured therapeutic efficacy and determined if amniotic membranes could be used for sciatic nerve repair.Material and methods. A post test only control group design has been done  in 10 healthy Sprague Dawley rats. In all rats, a unilateral right side sciatic nerve transection was performed and reanastomosed by different methods: Group I (control group): included 5 rats, the anastomosis was done by epineural microsutures using 8/0 nylon. Group II: included 5 rats, the anastomosis was done by epineural microsutures using 8/0 nylon and  then wraped by freeze dried human amniotic membrane. Functional evaluation of nerve recovery was done over 3 weeks postoperatively using walking tract analysis and calculate using Sciatic Functional Index.Result. Functional results showed that there was no significant difference of the sciatic functional index (SFI) between group I and group II.Conclusion. We can conclude that during 3 weeks functional evaluation, there is no significant difference between control group and  experimental group that achieved freeze dried human amniotic membrane.Keywords: sciatic nerve injury, freeze dried human amniotic membrane, walking tract analysis, sciatic functional index.
Profil Dan Kesintasan Penderita Kanker Kolorektal Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Astuti, Nurul Septi Arbi; Rafli, Rhandyka; Zeffira, Laura
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i1.218

Abstract

Latar Belakang: Kanker kolorektal menempati posisi keempat dengan 694.000 kematian. Terdapat 5,7% penderita kanker kolorektal dari semua jenias kanker di Indonesia. Angka kejadian penderita kanker kolorektal masih cukup tinggi serta masih sangat terbatasnya data profil dan kesintasan di Sumatera Barat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan kesintasan penderita kanker kolorektal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: penelitian dengan menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini diambil dari data rekam medis seluruh pasien kanker kolorektal yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dengan menggunakan metode “Simple Random Sampling”. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok usia tertinggi adalah kelompok usia 46-55 tahun 38,1%, jenis kelamin terbanyak laki laki 81%, keluhan utama dengan konstipasi 33,3%, stadium B dengan jumlah 47,6%, operasi penatalaksanaan terbanyak dengan 61,9%, dan kesintasan selama 2 tahun sebanyak 54,5%. Kesimpulan: Kelompok usia terbanyak didapatkan pada usia 46-55 tahun. Jenis kelamin laki-laki lebih banyak didapatkan dibandingkan perempuan. Keluhan utama yang paling sering muncul adalah konstipasi. Stadium terbanyak pada penelitian ini adalah stadium B2.
Perilaku Wanita Usia Subur dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi Intra Uterine Device (Iud) di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Tahun 2018 Maribeth, Annisa Lidra; Aulia, Ayuning; Pasundani, Nita Adhani; Fauziah, Nur Annisa; Ma'rifah, Siti; Sua’idah, Bidayatul Tsalisatul
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v2i2.458

Abstract

Latar belakang: Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia subur di Indonesia masih tergolong rendah yaitu 4,7 persen. Salah satu jenis MKJP adalah intrauterine device (IUD). Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dinilai memiliki pengetahuan yang cukup terhadap MKJP. Tujuan: Menggali lebih dalam tentang perilaku wanita usia subur dalam pemilihan kontrasepsi IUD di FKM UI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam selanjutnya dianalisis dengan content analysis. Sampel penelitian adalah mahasiswi Pasca Sarjana FKM UI berusia 15-49 tahun yang telah menikah dan memutuskan menggunakan alat kontrasepsi. Sampel yang dipilih akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang menggunakan IUD dan tidak menggunakan IUD. Hasil: dari penelitian ini diketahui bahwa faktor yang menghambat perilaku penggunaan kontrasepsi IUD adalah sikap dan faktor yang mendorong perilaku penggunaan IUD adalah dukungan suami. Intervensi yang mungkin dapat dilakukan adalah meningkatkan motivasi dan memperbaiki persepsi pengguna non IUD. Hal ini diharapkan dapat mengubah sikap pengguna non IUD dari tidak setuju menjadi setuju untuk menggunakan IUD. Selain itu peran dukungan suami perlu ditingkatkan dengan berbagai intervensi. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara pengguna kontrasepsi IUD dan non IUD.
Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturahmah Padang Angkatan 2018 Djamalilleil, Syarifah Fazhilah; Rosmaini, Rosmaini; Dewi, Nadia Purnama
Health and Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): HEME January 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v3i1.339

Abstract

Introduction: The lack of concern toward sleep quality is frequently found on students of high schoold, hectic workers and college students, the impacts of sleep lack could affect to learning concentration. Aims: To find out the correlation between sleep quality and learning concentration ,students of medical faculty, University of Baiturrahmah Padang in Second Year.Method: The scope of this study covers the field of general medical science, this study was conducted at the Faculty of Medical, University of Baiturahmah Padang on April 2019 to January 2020. The type of this study was descriptive analytic study with cross sectional study design. Affordable population in the study were students of the Faculty of Medical, University of Baiturahmah in second year, the amount was 150 people with 76 samples by using random sampling technique. Univariate data analysis was presented in the form of frequency and percentage distributions as well as bivariate analysis using chi-square test and data processing using computerized SPSS program version 24.0. Result: Based on the results of the study, People who had the poor sleep quality are 53 people (69.7%), had a poor learning concentration are 42 people (55.3%) and there was a correlation between sleep quality and learning concentration of students at the Faculty of Medical, University of Baiturrahmah, Padang in second year P = 0.034 <0.05.Conclusion: It is proven that there was a correlation between sleep quality and the learning concentration of students at the Faculty of Medical, University of Baiturrahmah Padang, Second year.
Karakteristik Laser Retinopexy pada Pasiendengan Tear Retina di Divisi Vitreoretina RS Cipto Mangunkusomo Periode Januari – Desember 2018 Ashan, Haves
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.237

Abstract

Latar belakang: Retinal detachment merupakan suatu kondisi serius yang mengancam penglihatan sehingga dapat menimbulkan komplikasi kebutaan. Satu – satunya tatalaksana untuk retinal detachment  tersebut adalah tindakan bedah, dimana tidak seluruh tindakan bedah pada kasus retinal detachment memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat menemukan tear pada retina, sebelum berkembang lebih lanjut menjadi detachment. Tujuan: mengetahui karakteristik Laser Retinopexy pada Pasiendengan Tear Retina di Divisi Vitreoretina RS Cipto Mangunkusomo Periode Januari – Desember 2018. Metode: Penelitian bersifat deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis. Tempat penelitian yaitu di Divisi Vitreoretina, Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM Kirana, Jakarta. Waktu dan sampel penelitian diambil dari rekam medis periode Januari sampai Desember 2018. Hasil: Karakteristik umum subjek penelitian, dari 14 subjek, sebanyak 9 orang (64,3%) berjenis kelamin pria dan 5 orang (35,7%) berjenis kelamin wanita. Mayoritas pasien memiliki rentang usia 41-50 tahun (42,8%) dan 31-40 tahun (28,6%), rentang usia 51-60 tahun (28,6%). Asal rujukan yaitu dari Jabodetabek sebesar 92,9% dan luar Jabodetabek sebesar 7,1%. Ditemukan lateralitas terbanyak didapatkan pada mata kiri yaitu 10 orang (71,4%) sedangkan mata kanan 4 orang (28,6 %). Visus awal saat datang mayoritas antara ≥ 6/18 yaitu sebanyak 11 orang (78,6 %), visus < 6/18 – 6/60  sebanyak 2 orang (14,3%), visus < 1/60 – LP sebanyak 1 orang (7,1%). Dua minggu pasca laser retinopexy didapatkan visus ≥ 6/18 yaitu sebanyak 11 orang (78,6 %), visus < 6/18 – 6/60  sebanyak 2 orang (14,3%), visus < 1/60 – LP sebanyak 1 orang (7,1%). Satu pasien mengalami penurunan visus dari 0,5/60 menjadi 1/300. Lokasi tear retina mayoritas ditemukan di Superotemporal sebanyak 7 orang (50,0 %), kemudian Inferotemporal sebanyak 6 orang (42,9 %), dan Superonasal sebanyak 1 orang (7,1 %). Satu pasien mengalami komplikasi setelah 2 minggu tindakan laser retinopexy, dimana tear retina berkembang menjadi Rhegmatogen Retinal Detachment. Kesimpulan: Lokasi tear retina mayoritas ditemukan di Superotemporal sebanyak 7 orang (50,0 %), kemudian Inferotemporal sebanyak 6 orang (42,9 %), dan Superonasal sebanyak 1 orang (7,1 %).