cover
Contact Name
A Yunastiawan Eka Pramana
Contact Email
yunasekapramana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rekaruang@sttnas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKA RUANG
ISSN : -     EISSN : 26215926     DOI : -
Reka Ruang is a scientific journal focusing on fundamental and applied science in the field of urban and regional studies. We encourage submission of research in the areas of: Regional development; Spatial planning policy; Disaster management; Urban planning and design; Housing development; Public space Urban management; Spatial modeling; Integrated transportation system; Natural resources, ecosystem, and environment.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018): Reka Ruang" : 5 Documents clear
JARAK LAYANAN, KAPASITAS KELEMBAGAAN DAN KERAGAMAN CAPAIAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA Iskandar, Doddy Aditya
REKA RUANG Vol 1 No 2 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas peran kebijakan pemerintah didalam melaksanakan otonomi daerah untuk mengurangi ketertinggalan dan ketimpangan antar wilayah. Jika pendekatan otonomi daerah dipandang mampu mengurangi jarak dan cakupan layanan pemerintah kepada masyarakat, seyogyanya seluruh daerah di Indonesia akan berkembang serta tidak lagi ada ketimpangan antar wilayah. Fokus kajian diarahkan kepada bagaimana kebijakan menghasilkan capaian hasil pembangunan daerah yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Dua kelompok amatan yang berisikan wilayah berstatus daerah tertinggal dan non-tertinggal dikembangkan untuk melihat variasi dan faktor penyebabnya. Hasil kajian mengindikasikan kebijakan yang selama ini ditempuh oleh pemerintah belum mampu menghilangkan derajat ketertinggalan dan ketimpangan antar wilayah di Indonesia.Kata kunci: otonomi daerah, ketimpangan antar wilayah, daerah tertinggal ABTRACTThis article evaluates the role of government policy in addressing regional disparity through the lens of local autonomy. If local autonomy is perceived as capable in reducing span of control and the coverage area of government service provision to the local community, the application of such a policy would lead to the reduction of regional disparity. Two groups with different development achievement were created and evaluated in order to identify why there were variations between the two and what factors contribute to such variations. The result indicates the existing government policy was incapable in alleviating lagging regions and regional disparity.  Keywords: local autonomy, regional disparity, lagging regions
INTELLIGENT TRANSPORT SYSTEM DALAM PENGEMBANGAN SMART CITY DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Alkis, Citra Desy Aisyah
REKA RUANG Vol 1 No 2 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi sejatinya merupakan salah satu komponen penting penunjang aktifitas perkotaan, termasuk juga di Daerah Istimewa Yogyakrta (DIY), yang merupakan daerah dengan kawasan perkotaan yang berkembang pesat. Transportasi yang baik tidak hanya diperlukan untuk menunjang mobilitas penduduk perkotaan, tetapi sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, penyediaan layanan transportasi yang baik juga diperlukan untuk menunjang mobilitas wisatawan Yogyakarta. Startegi perencanaan dan pengelolaan transportasi DIY terus dikembangkan sesuai dengan trend bermobilisasi penduduk DIY, yang saat ini tidak bisa dilepaskan dari peranan Teknologi Informasi. Peningkatan permasalahan transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, khusunya dikawasan perkotaan DIY dipengaruhi dengan peningkatan jumlah kendaraan yang semakin pesat dari tahun ke tahun. Pembaruan dan pengembangan dalam pelayanan transportasi untuk menangani berbagai permasalah tersebut terus dilakukan Pemda DIY, salah satunya dengan pengembangan Intelligent Transport System (ITS). Pemda DIY melalui SKPD Dinas Perhubungan DIY telah dan sedang terus mengembangkan sistem transportasi berbasis teknologi informasi dalam penerapan prasarana pendukung pengaturan lalu lintas.Pengembangan ITS dalam konteks Smart City di DIY merupakan salah satu alternatif pengembangan layanan transportasi daerah yang sesuai dengan perkembangan DIY saat ini. Pemanfaatan dan pengintegrasian Teknologi Informasi kedalam strategi perencanaan dan pengelolaan daerah khususnya di bidang transportasi merupakan suatu strategi cerdas di era Information Technology (IT) saat ini. Penelitian melalui metode studi kasus ini merangkum bagaimana proses perkembangan ITS tersebut dalam konteks perkembangan Smart City yang sedang menjadi isu hangat di DIY saat ini.
PENILAIAN KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK UNTUK LIVABILITAS MASYARAKAT DISEKITARNYA MELALUI PERSEPSI PENGGUNA : STUDI KASUS KOTA MAGELANG, INDONESIA Purwanti, Sri; Djunaedi, Achmad; Yan, Wanglin
REKA RUANG Vol 1 No 2 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman merupakan salah satu bentuk ruang terbuka publik yang memiliki peran penting di daerah perkotaan dalam rangka penyediaan layanan ekologis untuk penduduk. Taman adalah fasilitas penting yang mendorong kelayakan hidup perkotaan. Liveability berarti kualitas hidup yang dialami oleh penduduk suatu lingkungan melalui berbagai layanan / fasilitas yang ditawarkan oleh kota dan kondisi yang membuat mereka nyaman tinggal di sana. Masyarakat cenderung berkunjung ketaman private, taman berbayar, dan tempat hiburan komersil lainnya dan kurang memperhatikan taman publik yang ada disekitarnya untuk dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan fisik dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang taman di Kota Magelang. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kualitas taman dalam hal liveability. Untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan persepsi penduduk ditaman, maka dilakukan observasi, wawancara dengan para pemangku kepentingan dan kuesioner dengan sampel 158 rumah tangga disekitar 3 taman sebagai studi kasus dengan radius 0 – 150 m dari taman. Berdasarkan bentuk / tipologi, 2 taman adalah taman berbentuk kantong, dan satu taman adalah taman memanjang. Berdasarkan lokasi 2 taman diletakkan di dekat jalan utama dan satu taman yang terletak di tengah kawasan pemukiman. Analisis deskriptive digunakan untuk menganalisis faktor – faktor yang mendukung dan menghambat masyarakat untuk berkunjung ketaman. Berdasarkan studi kasus ini, bentuk dan lokasi yang berbeda memiliki pengaruh terhadap minat responden sebagaimana Usia, Gender, Pendidikan, dan Pekerjaan Orang Dewasa yang berbeda juga mempengaruhi preferensi responden.Kata Kunci : ruang terbuka publik; kualitas taman; persepsi pengguna taman; kelayakan hidup komunitas.
ANALISA PILIHAN MODA ANTARA MOBIL PRIBADI, TRANSJAKARTA (BRT) DAN KRL COMMUTER LINE MENGGUNAKAN MULTINOMIAL LOGIT MODEL DAN LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI KOMUTER (STUDI KASUS : BEKASI-JAKARTA KOMUTER) Hidayat, Rahmat
REKA RUANG Vol 1 No 2 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bekasi adalah kota urban yang dekat dengan Jakarta, ibukota Indonesia. Lebih dari setengah orang Bekasi melakukan kegiatan di Jakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan preferensi pilihan moda penduduk Bekasi yang pergi berkomuter ke Jakarta. Pilihan modanya adalah antara mobil pribadi, Transjakarta (BRT) dan KCL (Kereta Api). Empat atribut diidentifikasi sebagai pertimbangan pilihan moda  yaitu biaya perjalanan, waktu perjalanan, frekuensi dan keterlambatan perjalanan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan Stated Preference survei. Selanjutnya, data dianalisis dan dimodelkan dengan multinomial logit model menggunakan software R untuk menghasilkan model terbaik dalam menggambarkan pilihan moda. Meskipun sebagian pengguna mobil pribadi ingin mengubah moda transportasinya ke Transjakarta dan KCL tetapi waktu perjalanan, biaya perjalanan, frekuensi dan penundaan perjalanan bukanlah atribut penting yang dapat mengubah preferensi mereka. Pengguna KCL adalah kelompok yang paling mungkin yang akan mengubah modenya menjadi Transjakarta dengan pertimbangan waktu perjalanan dan frekuensi perjalanan. Probabilitas kemungkinan akan terjadi pada pengguna dengan usia di atas 50 dengan 0,29 dan pengguna di bawah 50 tahun dengan 0,099.
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK STRUKTUR, LOKASI, SOSIAL DAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBENTUKAN HARGA RUMAH PADA KAWASAN PERUMAHAN KOMERSIAL DI KABUPATEN MANOKWARI DENGAN METODE HEDONIC PRICE MODEL Kambu, Mathias
REKA RUANG Vol 1 No 2 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan perumahan dan permukiman tidak dapat dipisahkan antara nilai rumah dengan karakteristik yang berasosiasi dengan rumah tersebut, seperti karakteritik struktur bangunan, lokasi, sosial dan Lingkungan. Manokwari sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat sejak dimekarkan pada tahun 2003 dan eksis pada tahun 2006, hal tersebut berimplikasi terhadap meningkatnya migrasi masuk, pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan ruang. Peningkatan pemanfaatan ruang yang paling menonjol ialah pembukaan lahan permukiman pada bagian wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pemilihan lokasi hunian berdasarkan determinasi karakteristik yang berasosiasi dengan rumah tersebut.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kuantitatif, yakni berupa penerapan hedonic Price Model dengan teknik survey, observasi dan wawancara terstruktur.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Harga Unit Rumah secara bersama-sama dipengaruhi oleh karakteristik struktur bangunan, sosial, lokasi dan lingkungan dengan nilai determinasi simultan sebesar 52,3%, sedangkan sisahnya yaitu 47,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model ini. Uji parsial menunjukan determinasi karakterisitik terhadap pembentukan harga unit rumah secara signifikan dipengaruhi oleh karakteristik lokasi sebesar Negatif (-)0,504 yang disebabkan oleh pertimbangan terhadap titik optimum terhadap layanan dasar dan karakteristik lingkungan sebesar Negatif (-)0,272 yang disebabkan oleh kecenderungan diabaikannya (rendah) persepsi responden tentang lingkungan hunian. Sedangkan karakteristik struktur dan Sosial tidak tidak berpengaruh signifikan. Kontribusi item karakterisitik lokasi hunian paling tinggi adalah korelasi item jarak ke pusat kota (0,884), Jarak ke tempat perbelanjaan (0,891), jarak ke sekolah (0,795). Sementara itu, item korelasi yang paling dominan pada karakteristik lingkungan adalah kontribusi kebisingan lokasi perumahan, panorama (0,889), kebisingan kendaraan bermotor (0,886).

Page 1 of 1 | Total Record : 5