cover
Contact Name
UBAIDILLAH
Contact Email
ubaidillah_ft@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@bkstm.org
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Indonesia
ISSN : 1907350X     EISSN : 25977563     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Indonesia “JTMI” " adalah jurnal ilmiah sains dan teknologi yang diterbitkan oleh Badan Kerjasama Teknik Mesin Indonesia. JTMI meliputi bidang konversi energi, material, desain mekanikal, manufaktur dan otomasi
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia" : 8 Documents clear
Analisa pemakaian energi listrik dan cop pada AC split 900 watt menggunakan refrigeran hidrokarbon MC-22 dan R-22 ., Harsono; Santosa, Bambang
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.097 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.67

Abstract

Untuk mengetahui efisiensi kerja suatu peralatan AC perlu mengetahuikonsumsi energi listrik, efek refrigerasi dan coefficient of performance(COP). Kebanyakan sistem pengkondisian udara/AC memakai refrigeransintetik. Penggunaan refrigeran sintetik telah dilarang pemerintah menurutkeputusan Menperindag RI No. 79/MPP/Kep/12/2002 karena termasukOzone Depleting Substance (ODS), yaitu zat yang dapat menyebabkankerusakan lapisan ozon, disamping itu masih mempunyai potensi sebagai zatyang dapat menyebabkan efek pemanasan global karena memiliki GlobalWarming Potential (GWP) yang signifikan. Pada tesis ini ditinjaupenggunaan refrigeran yang ramah lingkungan, yaitu refrigeranhidrokarbon Musicool 22 /MC-22 sebagai pengganti R-22. Refrigeran MC-22 kompatibel dengan komponen AC yang menggunakan R-22. Dari hasilpenelitian AC Split dengan menggunakan R-22, pemakaian energi listrik 726Watt, efek refrigerasi 149.07 kJ/kg dan COP 4.9. Bila menggunakan MC-22pemakaian
Analisa keausan pahat pada pemesinan bor magnesium AZ31 menggunakan metode taguchi Ibrahim, Gusri Akhyar; Iskandar, Joni; Hamni, Arinal; Lestari, Sri Maria Puji
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.68 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.69

Abstract

Pengeboran (drilling) adalah proses pembuatan lubang dengan caramenekan sebuah mata pahat yang berputar pada benda kerja. Selama prosespermesinan terjadi interaksi antara mata bor dengan benda kerja dimanabenda kerja terpotong sedangkan mata bor mengalami gesekan. Gesekanyang dialami pahat berasal dari permukaan geram yang mengalir danpermukaan benda kerja yang telah terpotong, akibat gesekan ini pahatmengalami aus. Tujuan penelitian ini akan menganalisa umur pakai pahatHSS pada pemesinan bor magnesium AZ31 dan untuk mendukung penelitiantersebut digunakan Metode Taguchi untuk menganalisa pembahsan hasilpenelitian. Parameter permesinan bor yang digunakan yaitu; mata bor HSS(hight speed steel) dengan ukuran (10 mm, 12 mm, dan 14 mm), kecepatanputaran (635 Rpm, 970 Rpm, 1420 Rpm) dan menggunakan gerak makan(0,10 mm/rev, 0,18 mm/rev dan 0,24 mm/rev), dengan kedalaman potong 50mm. Pengambilan data keausan pahat dilakukan menggunakan mikroskopdigital USB dengan perbesaran 50x. Data keausan pahat dilihat setiap satukali proses pengeboran dan proses pemesinan akan dihentikan jika mata borsudah mengalami aus. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur pahattertinggi diperoleh pada diameter bor 10 mm dengan kecepatan putaran 635rpm dan menggunakan gerak makan 0,10 mm/rev yaitu selama 12,74 menit,sedangkan umur pahat terendah diperoleh pada diameter bor 14 mm dengankecepatan putaran 1420 rpm dan menggunakan gerak makan sebesar 0,18mm/rev yaitu selama 0,68 menit. Berdasarkan analisys of varian (ANOVA)
Pengaruh jenis proses pemotongan pada mesin milling terhadap getaran dan kekasaran permukaan dengan material aluminium 6061 Retyawan, Okky Nugra; Yaningsih, Indri; Sukanto, Heru
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.21 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis proses pemotongan pada mesin penggilingan terhadap getaran dan kekasaran permukaan aluminium 6061. Spesimen dibuat dengan menggunakan tipe pemotongan face milling, profile milling, pocket milling, slot milling dan pengeboran.. Pengambilan data kekasaran permukaan dilakukan pada semua jenis proses pemotongan dengan menggunakan tes kekasaran permukaan dan data getaran yang diambil selama proses pemotongan pada jenis proses pemotongan menggunakan meter getaran. Hasilnya menunjukkan nilai kekasaran permukaan dan getaran pada face milling sebesar 0,5368 μm dan 1,03 m / s², profile milling 1.0984 μm dan 1,49 m / s², pocket milling 1.1004 μm dan 1 , 73 m / s², slot milling 1.4888 μm dan 2.44 m / s² dan pengeboran 1.9944 μm dan 18,62 m / s². Jenis proses pemotongan pada msein milling berpengaruh pada getaran dan kekasaran permukaan. Setiap jenis proses pemotongan memiliki gaya potong yang berbeda. Semakin besar gaya pemotongan yang terjadi pada setiap jenis proses pemotongan, semakin besar nilai getaran dan kekasaran permukaan terjadi.
Studi eksperimental pemantauan kondisi dan penilaian analisa kinematik pengereman mobil Sabri, Muhammad; Fauza, Ardhian
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.321 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.70

Abstract

Pengereman merupakan salah satu aktifitas mengemudi yang bertujuan untuk menghentikan, mengendalikan dan mengatur penurunan laju kendaraan yang dilakukan pada roda. Kajian dilakukan secara eksperimental terhadap prilaku pengereman kendaraan roda empat. Dari pengamatan ini akan didapati keterikatan antara gaya, jarak tempuh dan waktu ketika pengereman. Hasil menunjukan bahwa parameter gaya berbanding terbalik terhadap jarak dan waktu pengereman. Sehingga menjadi indikasi untuk mengendalikan kenderaan sesuai dengan keadaan jalan.
Pengaruh bahan kampas rem terhadap respon getaran pada sistem rem cakram Elhafid, Muhammad Mushlih; Susilo, Didik Djoko; Widodo, Purwadi Joko
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.092 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.28

Abstract

This study aims to determine the effect of brake pads material to the vibration response of disc brake system on many variety of braking conditions. The variations of brake pads material on this research such as metallic, non-asbes and ceramic. The variations of braking operation such as speed of disc rotation and braking pressure. Each brake pads material tested by variation of disc rotation 425, 637, 850, 1062 rpm and pressure variation 0,5 bar, 1 bar, 1,5 bar. Furthermore, the dynamic characteristics of brake pad had been tested by using the method of Modal Analysis Experiment. The results showed that the type of brake pad materials, disc rotation and braking pressure affect to vibration response of disc brake system. Increasing speed of disc rotation and braking pressure will increase the excitation force causing value amplitude of vibration in the braking system increases. Usage of brake pad ceramic also showed the lowest amplitude of vibration for all variations of disc rotation and braking pressure. Because the ceramic brake pad have the lowest natural frequency, then the value of the damping ratio is high, so that decreasing amplitude of vibration that occurs in the braking system.
Penentuan posisi retak pada balok dengan tumpuan bebas-bebas melalui analisis kurva modus getar Kusuma, Ferdian; Rusli, Meifal; Son, Lovely; Bur, Mulyadi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.403 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.71

Abstract

Retak adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada suatu struktur. Identifikasi retak adalah aspek penting dalam menentukan kondisi suatu struktur. Structural Health monitoring menjadi salah satu solusi mendeteksi retak. Secara teori, jika terdapat retak awal dan menjalar, frekuensi pribadi suatu struktur akan berubah karena penurunan kekakuan dan kurva modus getar berubah. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya dan bertujuan untuk mengidentifikasi posisi retak pada balok bebas-bebas melalui perubahan kurva modus getar yang dilakukan dengan model elemen hingga (MEH) dan Analisis modus getar eksperimental (EMA). Pertama, balok tanpa retak dimodelkan dengan MEH dan diidentifikasi dengan EMA. Lalu retak buatan diberikan pada balok dengan variasi 1 retak dan 2 retak dan dilakukan EMA dan MEH. Posisi retak diidentifikasi melalui perubahan kurva modus getar menggunakan perubahan nilai kurva modus getar, karena penurunan kekakuan yang disebabkan oleh retak. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kurva modus getar lebih baik mendeteksi posisi retak. Dan hasil eksperimen menunjukkan hasil yang bagus dengan hasil analisis model elemen hingga.
Simulasi drag-type turbine ditinjau dari pengaruh variasi sudut kelengkungan sudu untuk diaplikasikan dalam pipa air Rosyidi, Muh. Alwan; Hadi, Syamsul; Tjahyana, Dominicus Danar Dono Dwi Prija
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.937 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.65

Abstract

Curah hujan yang tinggi dan bangunan bertingkat tinggi di daerah perkotaan merupakan faktor potensial penting dalam pengembangan energi alternatif. Konsep Horizontal Axis Water Turbine diusulkan sebagai media untuk menghasilkan energi listrik dengan kondisi head rendah. Penelitian ini fokus pada pengaruh berbagai sudut lengkung blade turbin type tabung dengan metode simulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja maksimum dari berbagai sudut lengkung sudu 100 °, 110 °, 120 °, 130 °, 140 °, dan 150 °. Hasilnya adalah kinerja maksimum didapatkan pada sudut lengkung sudu 150 ° dengan nilai torsi 16,8 Joule.
Produksi bioetanol melalui sistem distilasi nira dari pohon nipah dengan pemanfaatan energi panas kolektor surya Hayat, Azwar; ., Mulyadi; Putra, A. Erwin Eka; Amaliyah, Novriany; Umar, Muhammad Noor
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.217 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i1.66

Abstract

Proses distilasi Nira dari pohon nipah sebagai sumber utama bioetanol telah dilakukan dengan menggunakan kolektor surya. Pada penelitian ini, nira yang tanpa memalui proses fermentasi dialirkan di bagian bawah modul kolektor surya untuk menyerap panas secara langsung dari kolektor. Tipe kolektor yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe plat datar dengan kaca penutup tunggal. Nira dialirkan didalam pipa tembaga dengan plat aluminium yang telah dihitamkan sebagai plat penyerap panas (absorber). Uji kandungan nira nipah sebelum destilasi menunjukkan kandungan alkohol sekitar 5%, glukosa 0,04%, sukrosa 0,32, abu 0,48% dan sisinya adalah air. Setelah proses destilasi terlihat penurunan alkohol sekitar 1%. Perpindahan panas dari yang terjadi berupa konveksi dan radiasi dari udara luar ke kaca penutup, dari penutup ke udara didalam kolektor, perpindahan panas radiasi dan konveksi dari penutup ke plat absorber telah diperhitungkan. Panas yang berguna untuk proses distilasi dinyatakan sebagai efisiensi aktual sebesar 42,24%, sedangkan untuk efisiensi teoritis sebesar 44,25

Page 1 of 1 | Total Record : 8