cover
Contact Name
Samuel J. Litualy
Contact Email
jurnaltahuri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
samly_56@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
JURNAL TAHURI
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 16937481     EISSN : 26854198     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal "Tahuri" diambil dari nama salah satu media adat di Maluku yang menggunakan "bia terompet" (triton = nama latin) untuk memanggil atau menginformasikan sesuatu berita dari pemangku adat atau pemerintah desa kepada masyarakat dalam hubungannya dengan kegiatan desa (kegiatan-kegiatan penting yang diselenggarakan di desa). Penggunaan nama "Tahuri" pada jurnal ini adaiah untuk memaknai betapa pentingnya penggunaan "bia terompet" bagi perkembangan pembangunan di Maluku di masa lampau, yang saat ini telah hilang nilai dan manfaatnya karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
BILDUNG DES PERFEKTS IM DEUTSCH Karuna, Kalvin
JURNAL TAHURI Vol 15 No 2 (2018): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zwei   wichtige   Aspekte,   die   man   bei   der   Bildung   des   Perfekts   in   der   deutschen   Sprache berucksichtigen   soll,   sind   Hilfverben  (sein  oder  haben)  und  Perfektsform  des  Hauptverbs.  An-wendung der beiden Aspekten im Satz ist den meisten Deutschlernenden nicht einfach. Dieser Beitrag verfolgt also das Ziel, zunächst, Anwendung von „sein“ und „haben“ zu beschreiben, zweintens die Variationen der Bildung vom  Partizip Perfekt der unregelmäβigen Verben zu gruppieren. Analyse von Theorien und Daten ergibt sich folgendes (a) die Anwendung vom Hilfverb “sein” bei der Bildung des Perfekts setzen folgenden Hauptverben   voraus :  (1) alle Verben, die kein Akkusativobjek bei sich haben können (interansitive Verben), die aber eine Bewegung von oder zu einem Ort zeigen: aufstehen, fahren, fallen, fliegen, gehen, kommen, reisen u.a., (2) alle intransitiven Verben, die eine Änderung  des Zusatnds anzeigen, wie zu einem Neubeginn oder neuer Entwicklung : aufblühen, aufwachsen, einschlafen, entstehen, (3) Zu einem Ende oder zur Be-endigung einer Entwicklung: sterben, ertrinken, vergehen. (b) Anwendung vom  “haben” als   Hilfverb   bei   der   Bildung   des   Perfekts   soll   man folgende Kriterien berucksichtigen (4) alle Verben, die ein   Akkusativobjek bei sich haben können (transitive Verben): bauen, machen, fragen, lieben, hassen u.a., (5) alle reflexive Verben, alle Modalverben, (6) Verben, die kein Akkusativobjek bei sich haben können, aber nur wenn sie keine Bewegung sondern die dauaer einer Handlung   oder einen Zusatnd ausdrücken. dazu gehören; hängen, liegen, sitzen, stehen, stecken, arbeiten, leben. (7) Verben, die mit Dativobjek gebraucht werden und keine Bewegung ausdrücken: antworten, danken, drohen, gefallen, glauben, nutzen, schaden, vertrauen u.a., (8) Verben, die einen festen Anfangs– und Endpunkt  bezeichnen: anfangen, aufhören, beginnen. (c) Partizip Perfekt der unregelmäβigen Verben  werden in acht Variationen gruppiert, nämlich ; (1) ge + VW (ei = ie)  + en, (2) ge + VW (ei = i) + en, (3) ge + VW (ie = o) + en, (4) ge + VW (e = o) + en, (5) ge + VW ( i= u) + en, (6) ge+Infinitiv, (7) Infinitiv ohne ge, (8) ge+KW+en. Diese Kriterien und Gruppierung sollen beim Unterrichten berücksichtigt werden. Anhand dieser Muster oder Vorlage kann man die Bildung von Perfekt besser verstehen und entwickeln.
IMPLEMENTING TRADITIONAL FOOD OF MALUKU IN TEACHING PROCEDURE TEXT FOR THE TENTH GRADE OF SMK NEGERI 1 AMBON Latupapua, Moureen Sherly
JURNAL TAHURI Vol 15 No 2 (2018): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to measure how to implement traditional food of Maluku in reading comprehension for understanding procedure text in English. This research was the kind of action research where the writer tried to collaborate her idea with the English teacher of the tenth grade of SMKNegeri 1  Ambon.In gaining the data of his research in 2018/2019 Academic year, there were 27 students at that grade as the subjects of this research. In implementing this strategy, there were four meeting which could be devided in two cycles. Each cycle had two meetings.  At the end of each cycle the writer gave the students post test to measure how well they undertood about the procedure texts related to the traditional food of Maluku. The result showed that, there were significant improvement from the first cycle to the second one. In cycle I, there were 27 students who attended the test, 15 of tem or 56% were competent while 12 others or 44% still needed reinforcment. The mean score was 77. According to the successfull indicator, this research should be continued to the Cycle II. Comparing to the Cycle I, Cycle II improved significantly. From 27 students who attended the test, 25 students or 93% were competent while other 2 or 7% still needed reinforcement while the mean score was 87.  Based on this result,the writer found out that the reading achievemeent of tenth graders of SMK Negeri 1 Ambon was highly improved. It proved that the students’ understanding of procedure text text well toward traditional food of Maluku
KORRELATION ZWISCHEN DER LERNGEWOHNHEITEN UND DEM KREATIVEN DENKEN ZU DER SCHREIBFERTIGKEIT DER DEUTSCHSTUDIERENDEN AN DER PATTIMURA UNIVERSITӒT Noya Van Delzen, June Carmen
JURNAL TAHURI Vol 15 No 2 (2018): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kebiasaan belajar dengan kemampuan menulis mahasiswa, (2) hubungan antara berpikir kreativ dengankemampuan menulis mahasiswa, (3) hubungan antara kebiasaan belajar dan berpikir kreativ terhadap kemampuan menulis mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon. Metode penelitian ini adalah kuantitatif tipe korelasional dengan  populasi penelitian adalah mahasiswa bahasa Jerman yang mengambil mata kuliah Schreibfertigkeit II sebanyak 45 orang, sementara sampel berjumlah 23 orang dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen pengumpulan data adalah  angket dengan skala likert. Sebelum digunakan instrumen-instrumen tersebut divalidasi dan diuji cobakan untuk menentukan validitas isi maupun keterbacaan instrument serta mennetukan validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi sederhana dan korelasi parsial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa kebiasaan belajar, berpikir kreativ dan kemampuan menulis mahasiswa dapat dikategorikan baik. Sementara berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dengan kemampuan menulis mahasiswa, dengan koefisien korelasi sebesar ????x1y = 0.98 > ????????ab = 0. 413 dan taraf signifikan α = 0.05, 2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara berpikir kreativ dengan kemampuan menulis mahasiswa, dengan koefisien korelasi ????x2y = 0.98 > ????????ab = 0. 413 dan taraf signifikan α = 0.05, (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dan berpikir kreativ terhadap kemampuan menulis mahasiswa dengan koefisien korelasi ????x1x2y = 0.99 > ????????ab = 0. 413 dan taraf signifikan α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa baik kebiasaan belajar mahasiswa maupun berpikir kreativ memiliki kontribusi positif terhadap kemampuan menulis mahasiswa.
COMPARATIVE STUDY ON DISCOURSE ANALYSIS IN SCHOOLS’ SLOGAN Masela, Natalia Monica
JURNAL TAHURI Vol 15 No 2 (2018): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know what kind of speech act meaning shown in fifteen school slogans. This research is descriptive qualitative research. The subject of this research is school slogan that be used in three different schools, there are SD Negeri 2 Ambon, SMP Negeri 3 Leihitu and SMP Santo Andreas Ambon. The fifteen slogans consist of five Indonesian slogan and ten English slogan. In finding out the kind of speech act meaning, the researcher used semantic analysis, in this case used speech act analysis. The result showed that there are five kinds of speech act meaning shown in fifteen slogans. Those fifteen slogans are divided into four slogans in representative meanings, five slogans in directive meanings, two slogans in commisive meanings, two slogans in expressive meanings and two slogans in declarative meanings. Then, both English and Indonesian slogan can be classified in all meaning of speech act. Besides, most of school slogan is using directive and representative meaning of speech act.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS BAHASA JERMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI KELAS X SMA NEGERI 2 SALAHUTU KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Latuhihin, Evelyn
JURNAL TAHURI Vol 15 No 2 (2018): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang merupakan penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis bahasa Jerman bagi siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Discovery Learning di Kelas X SMA Negeri 2 Salahutu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Dengan menempuh 3 (tiga) siklus penerapan model pembelajaran Discovery Learning, akhirnya diperoleh peningkatan hasil belajar dalam kemampuan membaca dan menulis bahasa Jerman. Sebagai bukti tingkat keberanian siswa mengemukakan pendapat meningkat menjadi 85%, sebelumnya pada siklus 1 hanya 37%., dan 70.% sikulus 2. Tingkat partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat dari 42% pada sikulus 1, 70 % siklus 2 menjadi 85%, dan tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas saat proses pembelajaran meningkat dari 40% pada siklus 1, dan pada siklus 2 =73 % menjadi 85%. Data hasil analisis data menunjukkan bahwa pada tes terakhir hanya 1 siswa yang belum mencapai KKM sedangkan semua siswa yang lain sudah mencapai KKM
PENGGUNAAN TEKNIK MEMBACA PQRST & PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA JERMAN UNIVERSITAS PATTIMURA Litualy, Samuel Jusuf; Seleky, Sandra F
JURNAL TAHURI Vol 16 No 1 (2019): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini merupakan  tipe  penelitian  eksperimen,  yang  digunakan  untuk  mengadakan  perlakuan  dengan  penerapan  teknik  PQRST  kepada responden  yang  akan  diteliti.Penelitian  ini dilakukan  pada  Program  Studi  Pendidikan   Bahasa  Jerman  FKIP  Universitas   Pattimura  Ambon.Populasi  penelitian  ini adalah seluruh  mahasiswa  Program  Studi   Pendidikan  Bahasa  Jerman   FKIP  Universitas  Pattimura  Ambon, dengan  Sampel: mahasiswa  yang  sedang  mengikuti  mata  kuliah “Leseverstӓndnis 2”, dengan  jumlah  responden  20  orang.Teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  melalui  tes,  bentuk  tes  yang  dipakai  adalah tes Richtig- Falsch, yang diawali dengan pemberian teks,kemudian diberikan  tes, dengan  memberikan  sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan teksdan dikerjakan mahasiswa  sesuai  dengan langkah-langkah teknik PQRST. Penelitian  ini  menggunakan  desain  tunggal  dengan  memberikan  pre -test  dan  post-test. Pre-test  diberikan  sebelum  proses  pembelajaran. Sedangkan  post-test  diberikan  setelah  proses  pembelajaran.  Tujuannya  untuk  mengetahui  tingkat  kemajuan  membaca  pemahaman  mahasiswasetelah  mengadakan  perlakuan  dengan  teknik  membaca  PQRST. Instrumen  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  test, yakni  “pre-test  dan  post-test. Teknik analisis data yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah uji-t  dependent. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah nilai  thit =8,51,sedangkan nilai  ttab = 2,09.  Dengan  demikian  diketahui  bahwa  thit  (8,51)  > ttab (2,09).  Dengan demikian terjadi pengaruh  yang  positif  pada  peningkatan  membaca  pemahaman  teks  bahasa  Jerman.
RIDER STRATEGY: ITS EFFECTIVENESS IN DEVELOPING LISTENING SKILLS Loppies, Hellien J
JURNAL TAHURI Vol 16 No 1 (2019): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the effectiveness of RIDER Strategy to improve students’ listening comprehension in one high school in Ambon-Indonesia. The research design is quasi experimental with pre-post test non-equivalent control group design. This research involved two groups of samples; experimental group and control group. The result shows that there is significance improvement on students’ listening comprehension after implementing RIDER Strategy. The students’ mean score increases to 66.05 from 44.82. RIDER Strategy has been succeeding to improve students’ listening comprehension and motivate students to develop their listening skills
PROBLEM DER DEUTSCHSTUDIERENDEN BEIM ÜBERSETZEN DER FUNKTIONSVERBGEFÜGE Karuna, Kalvin; Serpara, Henderika
JURNAL TAHURI Vol 16 No 1 (2019): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Die Funktionsverbgefüge beinhalten Nomen-Verb-Verbindungen. Die Verben, die die Nomen in einer Sprache verbinden, sind nicht immer äquivalent zu den Verben anderer Sprachen. Der Unterschied kann zum Missverständnis führen und sollte daher beim Übersetzen sowohl in der Ausgangs- als auch in der Zielsprache berücksichtigt werden. Diese Untersuchung verfolgt also das Ziel, das Ergebnis der Studierenden beim Übersetzen der Sätze, die Funktions-verbgefüge beinhalten, zu beschreiben und ihre Schwierigkeiten dabei zu erörtern.  Zur Datensammlung tragen wir zunächst die Funktionsverb-gefüge aus verschiedenen Lehrwerken oder Websites zusammen. Diese gesammelten Funktionsverbgefüge werden dann in Form von Einzelsätzen formuliert. Die Studierenden werden anschließend darum gebeten, die Sätze ins Indonesische zu übersetzen. Die Ergebnisse der Studierenden werden analysiert. Zur Vertiefung des Analysenergebnisses wurde  ein Intervieuw mit  ausgewählten Studierenden geführt. Die Ergebnissen sind, (a) die Studierende haben  beim Übersetzen  Verben gewählt, die  nicht äquivalent zu den Verben der Ausgangsprache sind. Die falschen Verben können zu Missverständnissen führen. Das Problem liegt an dem Unterschied der Verben sowohl in Deutsch als auch Indonesisch, die die Nomen verbinden. (b) Die Studierenden tendieren dazu, Wort für Wort zu übersetzen, ohne die Übersetzungsphase zu betrachten, (c) die Lehrenden können  den Übersetzungsunterricht nicht gut didaktisiert.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS KERJA KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA SMA NEGRI 7 AMBON Tomasouw, Jolanda
JURNAL TAHURI Vol 16 No 1 (2019): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Jerman siswa kelas X IPS2 SMAN 7 Ambon melalui model pembelajaran koperatif berbasis kerja kelompok. Subjek penelitian  adalah siswa kelas X IPS2 SMAN 7 Ambon yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan (Agustus sampai Oktober 2018 ( delapan kali pertemuan). Data dikumpulkan melalui beberapa cara yakni observasi kelas, dan angket untuk menilai kualitas proses pembelajaran. Data dianalisis secara kuantitatif. Salah satu aspek yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jerman yaitu  kemampuan guru mengelola  kelas terutama dengan   kerja kelompok (interaksi social). Hasil penelitian memberi gambaran bahwa kerja kelompok memberikan hasil yang baik terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Jerman. Hal tersebut dilihat dari hasil  penilaian angket dan hasil tes yang dinilai baik pada pertemuan pertama sampai pada pertemmuan terakhir dimana terlihat adanya progress yang meningkat
The influence of Memory Challenge Game Method and Students ‘Reading Speed towards Their Vocabulary Achievement at Grade VIII of SMP Negeri 19 Ambon Souisa, Threesje R; Aipassa, Emily F
JURNAL TAHURI Vol 16 No 1 (2019): Tahuri : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vocabulary is commonly defined as all the words known and used by a particular person. Unfortunately, in learning process the students have limited words or vocabulary that caused them slow in reading a text. So, in order to increase students’ vocabulary this research was aimed at finding out the positive and significance influence of Memory Challenge Game Method and Reading Speed towards students ‘vocabulary. Quasi Experimental was used to conduct the study with pre-test and post-test non-equivalent control group design. The students from two classes namely class VIII7 as the Experimental group and class VIII5 as the Control group consisted of thirty students for each group. Descriptive and inferential statistics were applied in analyzing the data. The results revealed that the students’ vocabulary had significant increase by using Memory Challenge Game than using Bingo Game Method. It was showed on the mean score of Post Test of Experimental class higher than post-test of Control Class and the Ttest = 37.0. The result of reading speed rates of students in Experimental Class was higher than in Control Class. The result of the Ttest of both Memory Challenge Game Method and Reading Speed was 4.22 while for both Bingo Game Method and Reading Speed was 1.15. From these findings, it can be concluded that first, there was a positive and significance influence of the memory challenge game towards the student’ vocabulary achievement. Second, there was a positive and significance influence between the students’ reading speed and their vocabulary achievement. Third, there was a positive and significance influence of the memory challenge game method, and reading speed towards the students’ vocabulary achievement.